TANGERANG,VictoriousNews.com — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Internasional Harvest Tangerang menyelenggarakan Wisuda XXXIII dengan mengusung tema “Indonesia yang Kita Yakini”. Sebanyak 58 wisudawan/wisudawati dari jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam momentum akademik yang berlangsung di Gedung World Harvest Center, Kampus STT Internasional Harvest, Tangerang, Sabtu (29/8/2036).
Wisuda ini menjadi penanda pencapaian akademik sekaligus momentum pengutusan untuk berkarya bagi gereja, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Dari total 58 lulusan tersebut, jenjang Sarjana (S1) menjadi kelompok terbesar dengan 32 lulusan, terdiri atas 19 lulusan Program Studi Teologi, 7 lulusan Program Studi Musik Gerejawi, dan 6 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Kristen. Pada jenjang Magister (S2), terdapat 15 lulusan Program Magister Kepemimpinan Kristen, sedangkan jenjang Doktor (S3) meluluskan 11 doktor dari Program Studi Doktor Teologi. Komposisi tersebut menunjukkan kesinambungan pendidikan HITS dalam mempersiapkan sumber daya manusia Kristen dari tingkat sarjana hingga doktoral.
Rangkaian Wisuda XXXIII juga menegaskan komitmen STT Internasional Harvest dalam membangun pendidikan teologi yang unggul, transformatif, dan berwawasan global. Institusi ini menyelenggarakan pendidikan S1 Teologi, S1 Musik Gerejawi, S1 Pendidikan Agama Kristen, S2 Kepemimpinan Kristen, dan S3 Teologi. Melalui jenjang tersebut, HITS tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, kehidupan doa, kasih, serta kesiapan untuk melayani di tengah gereja dan masyarakat.
Setelah prosesi pelantikan, seluruh wisudawan kemudian mengambil bagian dalam doa peneguhan dengan berlutut di hadapan Tuhan. Momen tersebut menjadi ungkapan penyerahan diri dan panggilan agar setiap lulusan keluar menjadi alat Tuhan dalam kehidupan nyata, membawa nilai-nilai iman, ilmu, karakter, dan kepemimpinan Kristen untuk menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
Dalam rangkaian tersebut, sejumlah pimpinan dan dosen turut mengambil bagian dalam prosesi sesuai jenjang masing-masing, yaitu Dr. Daniel Runtuwene, Dr. Valeria Sonata, Dr. Harls Evan R. Siahaan untuk S1 Teologi, Dr. Herman Poroe untuk S1 PAK, Dr. Linda A. Ersada untuk S2, serta Dr. Frans Hisar Mangatur Silalahi untuk S3. Keterlibatan para pimpinan dan dosen tersebut menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum peneguhan tanggung jawab dan panggilan setiap lulusan untuk menghidupi ilmu, iman, dan kepemimpinan yang telah dibentuk selama menempuh pendidikan.
Prosesi pelantikan wisudawan dilaksanakan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Pada jenjang Sarjana (S1), pelantikan dipimpin oleh Dr. Daniel Runtuwene bersama para Ketua Program Studi dan Dr. Herman Poroe, dengan rangkaian pelantikan mencakup Program Studi Musik Gerejawi, Pendidikan Agama Kristen (PAK), dan Teologi. Pada jenjang Magister (S2), pelantikan dilaksanakan oleh Dr. Daniel Runtuwene bersama Ketua Program Studi Dr. Linda Sitepu dan Dr. Frans Silalahi. Sementara itu, pada jenjang Doktor (S3), pelantikan dilakukan oleh Dr. Daniel Runtuwene bersama Ketua Program Studi Dr. Frans Silalahi dan Dr. Linda Sitepu.
Prosesi pelantikan wisudawan dipimpin oleh Ketua STT Internasional Harvest Tangerang, Dr. Daniel E. Runtuwene, M.Sc. Dalam suasana khidmat dan penuh syukur, para lulusan secara resmi memasuki tahap baru kehidupan sebagai insan terdidik yang membawa tanggung jawab akademik sekaligus panggilan untuk menjadi saksi Kristus melalui kehidupan, pelayanan, profesi, dan kontribusi sosial mereka. Pesan tersebut sejalan dengan visi HITS untuk menghasilkan teolog dan pemimpin Kristen yang Alkitabiah, transformatif, dan berwawasan global.
Tema “Indonesia yang Kita Yakini” menjadi pesan utama yang mewarnai keseluruhan momentum wisuda. Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Daniel E. Runtuwene, M.Sc. menegaskan bahwa para wisudawan dipanggil bukan hanya untuk menguasai ilmu, tetapi juga menjadi saksi di tengah bangsa yang dicintai. Keyakinan terhadap Indonesia diwujudkan melalui doa, perkataan yang membangun, dan tindakan nyata, termasuk membimbing orang percaya, mendidik generasi penerus, serta memberdayakan masyarakat di mana pun para lulusan berada dan melayani.
Makna tema tersebut menempatkan pendidikan teologi tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diterjemahkan menjadi tindakan yang membawa perubahan positif. Karena itu, para lulusan ditantang menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, berkarakter Kristiani, kompeten, mampu merespons tantangan zaman, serta menghargai keberagaman Indonesia. Pendidikan menjadi bekal untuk menghubungkan iman dengan kehidupan nyata dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
Rangkaian Wisuda XXXIII turut dihadiri oleh para pimpinan dan sivitas akademika STT Internasional Harvest Tangerang, di antaranya Dr. Jimmy Boaz Oentoro selaku Chairman of Senate, Dr. Daniel E. Runtuwene, M.Sc. selaku Ketua STT Internasional Harvest Tangerang, Dr. Frans H.M. Silalahi, M.H. selaku Direktur Pascasarjana, Dr. Valeria Sonata, S.Si., M.M., M.Th. selaku Penanggung Jawab Majalah Wisuda HITS XXXIII, serta Dr. Cicilia Gunawan. Kehadiran seluruh staf dan dosen HITS turut memberikan dukungan dan meneguhkan suasana akademik serta kebersamaan dalam momentum penting tersebut.
Acara wisuda juga dihadiri oleh perwakilan Bimas Kristen serta staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia bidang Pendidikan, Riset, Inovasi, dan Hilirisasi, Achmad Aditya, P.HD. Kehadiran unsur pemerintah tersebut memperlihatkan adanya perhatian terhadap peran pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, dan kontribusi lulusan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi para wisudawan/wisudawati, penyematan gelar bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Gelar akademik justru membawa tanggung jawab baru untuk menghidupi ilmu yang telah diperoleh melalui karya nyata. Lulusan S1 diharapkan menjadi fondasi pelayanan dan pengabdian di berbagai bidang; lulusan S2 diperlengkapi untuk menghadirkan kepemimpinan Kristen yang kontekstual dan transformatif; sementara lulusan S3 didorong memperkuat kontribusi keilmuan, penelitian, dan kepemimpinan teologis bagi gereja serta masyarakat.

Semangat pengutusan itu sejalan dengan pesan dalam Majalah Wisuda XXXIII bahwa para lulusan dipanggil untuk ikut menjaga kedaulatan bangsa dan berperan aktif menuju Indonesia Emas 2045. Hingga 2026, HITS juga mencatat telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Jejak tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab institusi untuk terus melahirkan pemimpin yang taat kepada Tuhan sekaligus mampu memberi dampak bagi bangsa.
Pada akhirnya, Wisuda XXXIII STT Internasional Harvest dengan tema “Indonesia yang Kita Yakini” bukan sekadar perayaan keberhasilan akademik. Momentum ini menjadi deklarasi pengutusan: bahwa ilmu, iman, karakter, dan kepemimpinan harus hadir dalam bentuk pengabdian yang nyata. Sebanyak 58 lulusan dari jenjang S1, S2, dan S3 diutus untuk menjadi terang dan garam, membangun kehidupan yang lebih baik, serta mengambil bagian dalam menghadirkan Indonesia yang maju, damai, adil, dan bermartabat.
Melalui Wisuda XXXIII, STT Internasional Harvest Tangerang kembali meneguhkan komitmennya untuk menghasilkan pemimpin Kristen yang unggul, transformatif, berintegritas, kompeten secara akademik, berkarakter Kristiani, dan berwawasan global. Dari ruang kelas hingga tengah masyarakat, para lulusan diharapkan terus membawa terang Kristus dan menjadi berkat—mengubah pencapaian akademik menjadi karya, panggilan menjadi pelayanan, dan keyakinan menjadi tindakan nyata bagi Indonesia.
Salah satu wisudawan yang berhasil meraih gelar Doktor Teologi adalah Pdt. Dr. Samuel Panggabean. Samuel adalah Putra Pertama dari pasangan Advokat Dr Jhon SE Panggabean, S.H.,M.H. dan Hartaty br Pakpahan.

Saat dikonfirmasi Jhon SE Panggabean, menyatakan,“Puji Tuhan ananda Samuel telah menyelesaikan studi doktor (S3) Teologi dalam usia 31 tahun yang masih muda. Pesan saya ke Samuel, “Selamat, ilmu dan gelar bisa tinggi tetapi harus selalu rendah hati dan tetap selalu mengandalkan Tuhan dalam melakukan tugas pelayanan,” ujar Jhon.
*Sumber: Majalah Wisuda XXXIII STTI Harvest 2026,










