Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Jakarta, Victoriousnews.com,-Di tengah pandemi corona yang berkepanjangan saat ini, mendorong banyak pihak untuk berlomba berbagi kasih kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid 19. Hal itulah yang juga dilakukan oleh GBI Bumi Bekasi Baru (GBI BBB) Rayon V Rawalumbu Bekasi yang digembalakan oleh Pdt. Nuah Ginting. GBI BBB terpanggil untuk memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada para hamba Tuhan khususnya yang melayani di daerah Bekasi. Selain para hamba Tuhan, GBI BBB juga menyalurkan bantuan kepada jurnalis Kristen yang tergabung dalam organisasi PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) pada hari Selasa (26/05) siang.

Pdt. Nuah Ginting (Kanan) Memberikan Simbolis paket sembako kepada stevano, Steano Margianto (ketua Perwamki), Selasa, 26 Mei Siang.

Penyaluran paket bantuan bahan pokok berupa: beras 10 kg, Minyak goreng, Indomie dan sarden ini dilakukan di Aula Gereja GBI Bumi Bekasi Baru lantai 2, Jalan Jambrud Rawalumbu, Bekasi.
Gembala GBI Bumi Bekasi Baru, Pdt. Nuah Ginting mengungkapkan, bahwa aksi peduli kasih yang telah dilakukan sudah 8 kali selama pandemi corona (2 bulan). “Kami telah melakukan aksi peduli kepada warga di sekitar lingkungan Gereja, kepada para OJOL dan terakhir sebelum baksos ini Gereja juga membagi paket sembako kepada 250 pemulung dan orang yang tidak mampu di daerah Bantar Gebang, dan hampir setiap sore kita juga membagi makanan di sekitar Gereja,” tutur Pdt. Nuah yang saat itu menyalurkan bansos 250 paket kepada hamba Tuhan di wilayah Bekasi.


Lanjut Pdt. Nuah, aksi berbagi kasih itu dilakukan karena merasa terpanggil saat melihat langsung kondisi jemaatnya dan warga yang terkena imbas dari pandemi ini, dimana mereka kewalahan untuk sekedar bertahan hidup saja, beras tidak ada, sementara anaknya lebih dari satu, belum lagi kewajiban membayar kontrakan. “Saya kira Gereja harus hadir dan berperan disini, saya mengajak teman-teman lainnya untuk ikut membantu jangan berdiam diri saja,” tukas hamba Tuhan yang mempunyai 500 jemaat ini.
Pdt. Nuah berdoa, seluruh jemaat dan seluruh masyarakat Indonesia diluputkan Tuhan dari covid- 19 dan pandemi ini dapat segera berlalu agar situasi normal kembali termasuk kegiatan ibadah dapat dilakukan di Gereja kembali. “ Ke depan kami masih terus melakukan aksi peduli hingga pandemi ini berakhir,” paparnya. SM

Peduli Covid-19, Permata Libels Berbagi Kasih Kepada Rekan Sesama Alumni SMAN 15

Jakarta,Victoriousnews.com,-Guna meringankan beban pemerintah dalam menghadapi pandemi covid19, belakangan ini banyak sekali masyarakat berlomba-lomba berbuat kebaikan membantu orang lain. Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi global virus corona telah melumpuhkan berbagai sektor, termasuk ekonomi masyarakat kelas bawah yang paling parah terkena imbasnya. Hal itulah yang mendorong sebuah wadah Perkumpulan Umat Percaya alumni SMAN 15 atau dikenal dengan sebutan PERMATA Libels untuk melakukan aksi sosial kepada sesama rekan alumni di Permata Libels yang terdampak pandemi virus Corona, Sabtu (16/5/2020).


Dalam aksi peduli tersebut, Permata Libels menyalurkan 20 paket bahan pokok berupa (kemasan beras 5 kg, Susu, Mie Instant, Minyak Goreng dan Gula 1 Kg) kepada rekan alumni di Permata Libels yang membutuhkan bantuan. ”Sebenarnya kami yakin masih banyak lagi rekan-rekan kami yang layak dibantu akibat pandemi virus Corona ini. Namun, belum terdata semua, yang berhasil kami data baru 20 orang. Mungkin yang selanjutnya akan dihandle oleh pengurus PERMATA,” kata Sherly Coloay, koordinator Baksos Libels di kafe LOL, Jalan Bugis, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/5/2020) siang, sembari menjelaskan bahwa Permata Libels adalah Persekutuan Doa para alumni SMAN 15, Jakarta Utara yang beragama kristiani lintas angkatan.


Menurut Sherly, bantuan paket bahan pokok ini bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, sebanyak 15 paket bahan pokok juga sudah disalurkan kepada rekan- rekan Permata Libels. “Semua dana yang dikeluarkan untuk aksi sosial ini berasal dari sumbangsih swadaya anggota PERMATA Libels,” jelas Sherly. SM

Wajah Gembira Ratusan Karyawan Perkantoran Graha Mandiri Ketika Menerima Bansos, Hendry Parulian (Chief Security): Kami Doakan Pak John Senantiasa Sehat & Usahannya Diberikan Keberkahan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Ratusan karyawan yang bertugas sebagai security, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi di gedung perkantoran Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, tampak senang ketika menerima bantuan 10 kg beras dan uang tunai dari Dr. John Palinggi ( Jumat, 1/5 2020) pagi.

Para petugas keamanan, petugas kebersihan, teknisi, dan juru parkir perkantoran Graha Mandiri berbaris rapi sebelum menerima bansos dari Dr. John Palinggi (Jumat, 1/5/2020)

Pagi itu tepat pukul 08.00 Wib, Dr. John N. Palinggi yang juga berkantor di Graha Mandiri lantai 25, dengan rendah hati dan peduli menemui seluruh karyawan yang setiap hari bergelut di bidang keamanan, kebersihan, maupun teknisi gedung.

Aksi peduli Dr. John Palinggi membagikan 10 kg beras dan uang tunai kepada karyawan perkantoran Graha Mandiri

Dr.John Palinggi dalam kata sambutannya, mengungkapkan, bahwa, pemberian bantuan ini merupakan wujud kasih persaudaraan yang telah terjalin indah selama berkantor di Graha Mandiri ini. Ia juga sangat memahami kesulitan yang terjadi sekarang ini. Apalagi Ibadah puasa dilaksanakan ditengah pandemi corona. “Oleh karenanya,sebagai bentuk kepedulian saya memberikan bantuan ini. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban hidup saudara-saudaraku semua. Kita sama-sama berharap, pandemi ini bisa segera berlalu,”ujar Dr. John Palinggi di hadapan ratusan petugas keamanan, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi gedung Graha Mandiri.

Dr. John Palinggi menganggap mereka semua adalah saudaranya

Lanjut Dr. John, tugas sebagai keamanan (security), petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi tidaklah mudah. “Setidaknya, harus memastikan mereka yang berkantor di gedung tersebut aman, bersih, dan tidak ada masalah baik listrik maupun AC. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberi apresiasi terhadap mereka yang bergelut di bidang-bidang ini,” Papar John.

 

 

Usai Menyalurkan bantuan, Dr. John Palinggi berpose bersama dengan karyawan perkantoran Graha Mandiri

Pada kesempatan tersebut Dr. John juga menyampaikan bahwa, dirinya merasa semua mereka yang bertugas mengelola gedung itu sudah seperti saudara. “Saya bersyukur bisa memberikan bantuan ini dan berharap mereka sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaannya. Yakinlah dengan bekerja tekun, maka Tuhan akan membukakan pintu berkah,” tandas Dr. John Palinggi yang juga salah satu pendiri Asosiasi Badan Usaha Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bersama Jendral Awaludin sejak tahun 2000.


Chief Security Perkantoran Graha Mandiri, Hendry Parulian, mengungkapkan, bahwa selama ini perhatian John Palinggi demikian besar, utamanya kepada para pekerja. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak John Palinggi yang sangat luar biasa perhatiannya kepada kami sebagai karyawan yang bekerja di Graha Mandiri ini. Kami mengenal beliau sebagai orang yang sangat baik di lingkungan kami. Dan sangat dekat dengan kami semua,terutama karyawan yang berada di lapangan, seperti: security, teknisi, juru parkir,maupun petugas kebersihan,” papar Hendry sembari menambahkan yang menerima bantuan berjumlah 140 orang, 62 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
Hendry menilai, figur Pak John sangat berdedikasi tinggi dan sangat kepada setiap orang terutama di lingkungan perkantoran Graha Mandiri.

“Melalui bantuan ini memang sangat membantu rekan-rekan pekerja, apalagi di tengah situasi pandemi corona saat ini. Oleh karenanya kami selalu doakan Pak John dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran usaha, serta keberkahan,” pungkas Hendry mewakili puluhan karyawan yang mendapatkan bantuan. Ant

Saumun.,S.Sos (Camat Kebon Jeruk): Memasuki Bulan Suci Ramadhan, Bantuan Sosial Itu Sangat Meringankan Beban Masyarakat Terdampak Corona, khususnya di Kelurahan Kedoya Selatan

Dr. John Palinggi (tengah/Baju Merah-) berpose bersama dengan Camat Kebon Jeruk, Lurah Kedoya Selatan Babinsa Babinkantibmas, Satpol PP, serta jajaran Kelurahan Kedoya Selatan usai melakukan bansos.

Jakarta, Victoriousnews.com,- Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dalam memerangi pandemi covid-19 dan memasuki Bulan Suci Ramadhan, Dr. John N Palinggi, MM, MBA menyalurkan bantuan sosial berupa beras (120 karung, masing – masing 10 kg/orang) dan uang tunai. Kali ini yang mendapatkan bantuan adalah tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas kebersihan, pengelola RPTRA, dan staf kelurahan Kedoya Selatan.

Dr. John Palinggi sangat peduli dan menyerahkan bansos secara langsung kepada seluruh staf di Kelurahan Kedoya Selatan (Kamis, 30/4) pagi.

Aksi sosial yang diadakan pukul 09.00 Wib di halaman Kelurahan Kedoya Selatan ini dihadiri oleh Camat Kebon Jeruk, (Saumun.,S.Sos), Lurah Kedoya Selatan (Marwan Saari.,SH) beserta jajaran, Babinsa,dan Babinkantibmas.

Camat Kebon Jeruk, Saumun, S.Sos ketika memberikan sambutan dalam Bansos Dr. John Palinggi di Kelurahan Kedoya Selatan (Kamis, 30/4)

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr.John N Palinggi, MM, MBA yang telah memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai kepada petugas kebersihan, pengelola RPTRA, karyawan Kelurahan, serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal Pak John. Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut mereka merasa tenang dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dan saya berharap masyarakat tetap tinggal di rumah dalam rangka mencegah penyebaran covid-19,” demikian dikatakan oleh Saumun., S.Sos, Camat Kebon Jeruk, Jakarta Barat ketika memberikan sambutan terkait penyaluran bantuan sosial dari Dr. John N Palinggi, MBA di halaman Kelurahan Kedoya Selatan, Kamis (30/4) pagi.


Saumun juga memuji aksi peduli yang dilakukan oleh Dr. John Palinggi, dalam rangka meringankan beban masyarakat yang terdampak virus corona dan memasuki Bulan Suci Ramadhan. “Saya mengenal Pak John ini sudah cukup lama. Mulai sejak beliau tinggal di Meruya hingga pindah ke Kedoya Selatan saat ini, memang dermawannya sangat luar biasa. Saya berharap melalui bantuan Pak John di bulan suci Ramadhan ini dapat bermanfaat bagi saudara sekalian yang menjalankan ibadah Puasa. Bantuan Pak John bukan hanya beras, tapi ada tambahan uang agar bisa beli ikan atau sayuran, Insya Allah puasanya tenang. Oleh karena itu syukuri. Dan sebagai wujud syukur kita, wajib berterimakasih kepada Allah SWT melalui Pak John Palinggi. Mari kita doakan agar Pak John Palinggi terus ditambahkan rejekinya, keluarganya sehat, dan dilindungi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Saumun dalam sambutannya.

Lurah Kedoya Selatan,Marwan Saari, SH ketika memberikan sambutan

Lurah Kedoya Selatan, Marwan Saari, SH menyambut baik bantuan sosial berupa beras dan uang tunai yang diberikan secara langsung oleh Dr. John Palinggi, MM, MBA. “PPSU yang mendapatkan bantuan di tingkat Kelurahan ada 120 orang, terdiri dari 85 orang PPSU; FKDM, pengelola RPTRA, Satpol PP dan karyawan kelurahan berjumlah 35 orang. Jadi totalnya 120 orang. Alhamdulilah, karena dampak covid19 banyak warga yang membutuhkan,’ tutur Lurah Marwan kepada wartawan.

Dr. John Palinggi ketika menyampaikan pengarahan sebelum membagikan bantuan sosial di Kelurahan Kedoya Selatan

Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N Palinggi.,MM., MBA, mengatakan, bahwa mereka semua ini telah dianggap sebagai saudara. “Kalau ada sedikit rejeki diberikan Allah kepada saya, maka wajib untuk menyisihkan kepada mereka. Ini diwajibkan kepada setiap orang yang bersyukur kepada Allah untuk melakukan hal-hal seperti ini. Dan saya berterimakasih, Pak Camat, Pak Lurah, seluruh komponen Babinsa, maupun Babinkantibmas, yang dapat hadir pada saat ini. Ini adalah bentuk-bentuk silahturahmi yang harus dipelihara dengan baik,” tutur Dr. John Palinggi dalam sambutannya.
Lanjut Dr. John, bahwa maksud kedatangannya ke Kelurahan Kedoya Selatan adalah dalam rangka bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. “Untuk itu saya memohon maaf lahir dan batin serta berdoa untuk saudaraku sekalian semoga ibadah puasanya selalu memperoleh Ridho dari Allah SWT. Saya sadar bahwa apa yang saya berikan itu adalah milik Allah sendiri, termasuk jiwa saya. Oleh sebab.itu, jika kita ada rejeki sedikit, tambah jabatan, maka hati kita harus menunduk ke bawah. Dan kita mesti menyisihkan harta kita dengan tulus dan ikhlas. Semakin kita melihat dan peduli ke bawah (masyarakat kecil) semakin baik. Sebaliknya, kalau kita hanya melihat ke atas atau hanya melihat orang kaya saja, saya rasa tidak ada artinya,” ujar Dr. John yang telah menangani wadah kerukunan beragama selama 22 tahun.


Supri, salah satu tenaga PPSU kelurahan Kedoya Selatan tampak senang ketika menerima bantuan dari Dr. John Palinggi. “Alhamdulilah Pak. Saya berterimakasih kepada Pak John. Semoga beliau diberikan kesehatan dan makin banyak rejekinya. Ya bersyukur melalui bantuan ini kami sekeluarga jadi ringan bebannya hingga Lebaran nanti kebutuhan masih cukup,” tukas Supri usai menerima bantuan. Ant

Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Jakarta, Victoriousnews.com,- Badai virus corona atau yang populer dengan sebutan corona virus disease (covid-19) telah menjangkiti manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari virus corona ini bukan hanya membunuh ribuan jiwa saja, melainkan juga melumpuhkan tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang. Baik di bidang sosial, hukum, perdagangan,politik, budaya, agama, wisata, ekonomi dan lain sebagainya. Bayangkan saja, sejak awal Maret 2020, pandemi virus corona yang menerpa Indonesia, telah banyak perusahaan yang gulung tikar, akibatnya angka pengangguran pun meningkat tajam.
Bahkan dampak ekonomi yang sangat mencolok juga menerpa masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap.


Melihat kondisi bangsa terkini, mendorong tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi,MBA, menggelar aksi peduli kepada warga sekitar di tempat tinggalnya yang berada di kawasan RW.04 Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Mantan ketua RW. 04 Taman Kedoya Baru selama dua periode ini tergerak untuk meringankan beban warga dengan membagikan masker dan uang tunai kepada warga RW.04, khususnya di lingkungan RT. 01 dan RT.019 “Yang saya berikan tidak seberapa. Saya rindu dapat membantu warga yang kesusahan akibat wabah Corona, apalagi yang akan menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan,” kata Dr. John Palinggi ketika menyampaikan kata sambutan di Balai Warga RW 04, Komplek Perumahan Taman Kedoya Baru, Rabu (22/4/2020) pagi.

Ki-ka: Dr. John Palinggi, Marwan Saari (Lurah Kedoya Selatan), Agus (Ketua RT.019/RW.04), dan salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (22/4).

Menurut John, aksi peduli yang dilakukannya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dengan manusia. “Saya sadar bahwa, dengan masyarakat di sekeliling rumah saya, rata-rata mereka orang Betawi, yang juga saya anggap sebagai keluarga saya. Dalam situasi sulit ini, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung, walaupun sangat kecil yang saya berikan harus ikhlas dan tulus. Ikhlas tulus tidak usah melihat siapa, yang kita lihat keadaannya yang susah perlu dibantu. Mereka sudah saya anggap saudara saya, ” tukas John Palinggi yang telah tinggal di Perumahan Taman Kedoya Baru selama 27 tahun.


Lanjut Dr. John Palinggi, di lingkungan RW.04 Kelurahan Kedoya Selatan, ini ada 19 RT. 3 RT di antaranya berada di luar lingkungan komplek perumahan Taman Kedoya Baru. ”Total keluarga di RW.04 ini ada 1.600 KK. Warga 3 RT di luar kompleks perumahan umumnya adalah orang Betawi yang kemarin tidak kebagian bantuan paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta karena PSBB wabah Corona,” tukas Dr. John Palinggi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (DPP BISMA).
Selain dalam rangka mendukung program pemerintah memerangi pandemi Covid-19, aksi sosial John Palinggi juga dilakukan karena akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
“Aksi sosial saya tadi, juga karena saudara-saudara saya itu akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, berpuasa di bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Saya pun meminta maaf lahir dan bathin, karena selama 27 tahun terus berinteraksi bersama. Kesempatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” tutur pengusaha sukses ini bersemangat.

Ki-ka: Agus (Ketua RT.019, Pimpinan Ponpes Al-Khairiyah, Ustad H Munadi dan Dr. John Palinggi usai aksi sosial.

Aksi peduli kasih Dr. John Palinggi ini digelar di dua tempat. Pertama dilakukan di lapangan (Balai RW.04) lingkungan RT.019 tak jauh dari rumahnya. Kedua, adalah di pesantren Al-Khairiyah (lingkungan RT.01).Hubungan John dengan Ustadz H. Munadi (pendiri pesantren) sangat dekat. Saking dekatnya, John kerap menyebut Ustad Munadi sebagai ayahnya.

Dr. John Palinggi, MBA setelah menggelar aksi sosial, Rabu (22/4)

Aksi peduli ini meliputi 3 wilayah Rukun Tetangga, yang banyak dihuni oleh warga Betawi, yakni sekitar 200an warga, termasuk diantaranya warga lanjut usia (Lansia), dan yang terdampak langsung kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, jumlah tersebut belum termasuk anak-anak yang juga turut mendapat bantuan.
Turut hadir dalam aksi peduli tersebut adalah Marwan Saari, SH (Lurah Kedoya Selatan), Soeroso (Babinsa), Satpol PP, dan disaksikan langsung oleh ketiga Ketua RT, dua diantaranya hadir, yakni Ketua RT 01 H. Syamsuri, dan Ketua RT 19 Agus, serta dibantu sejumlah security kompleks perumahan taman kedoya baru. Meski melibatkan banyak orang, aksi sosial ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.
Lurah Kedoya Selatan Marwan Saari,SH, menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi, dan berharap bantuan yang diberikan dapat berguna membantu kehidupan warga.
Ustadz H. Munadi, juga menyampaikan terima kasih atas aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. Ia berharap bantuan tersebut dapat menolong warga dan hubungan akrab serta penuh persaudaraan tetap terjalin indah.
Sementara itu, Bapak Dana, yang juga security kompleks perumahan Taman Kedoya Baru, menilai, bahwa aksi sosial tersebut sangat baik untuk meringankan beban warga yang terdampak corona. “Saya melihat Pak John itu orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang kecil. Beliau itu orangnya tidak tegaan, apalagi melihat warga yang kurang mampu,” tutur Dana kepada wartawan. SM

Tuti Wong Gandeng Jonathan Prawira Luncurkan Album Perdana

JAKARTA, VictoriousNews.com — Tuti Wong menggandeng Ps Jonathan Prawira menluncurkan Album Perdananya yang terbaru: Kasih Karunia-Mu Cukup Bagiku. Album ini menjadi kesaksian hidupnya bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupannya. Album Perdana bertajuk ‘Doa-Iman-Mukjizat’ karya Ps Jonathan Prawira ini diluncurkan di Toko Buku Immanuel, Jakarta Pusat, Sabtu (29/02/2020). Read More

Ibadah Tahun Baru dan Rapat BPH Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek

Para pengurus BPH Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek.

Jakarta, Victoriousnews.com,-Pada Sabtu siang, 8 Februari 2020 kemarin, BPH (Badan Pengurus Harian) Keluarga Besar Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek, yang asal Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menggelar acara kebaktian tahun baru dan rapat di Aula Rumah Makan Rapolo, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kali ini menghadirkan Pdt. R.T. Munthe, M.Th, pendeta senior di Sinode HKBP dan mantan Kepala Biro Informasi HKBP untuk menyampaikan khotbah. Khotbahnya mengenai kasih antarsesama, seperti Kristus yang mengasihi umatNya.

Pemred Narwastu,Jonro Munthe, S.Sos (Batik Merah) berpose bersama dengan pengurus

Setelah kebaktian dirangkai dengan makan siang bersama dan rapat yang dipimpin Ketua Umum Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek, Pandapotan Munthe/Boru Purba dan sekretaris umum Luther Munthe/Boru Pangaribuan.
Acara ini, kata ketua umum organisasi paguyuban Batak Toba ini, merupakan acara doa bersama, pemantapan organisasi dan penyusunan program kerja punguan (organisasi marga) agar semakin baik ke depan. “Kita berharap dan berdoa supaya Punguan Parsanti Ulubalang ini terus diberkati Tuhan, dan keluarga kita yang di perantauan dan Bona Pasogit (Sumatera Utara) senantiasa diberi Tuhan Yesus kesehatan, sukacita dan berkat di Tahun Baru 2020 ini,” ujar Pandapotan Munthe, yang juga pengurus Forum Komunikasi Parna Se-Indonesia. SM

Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Foto Pdt. Pengky Andu & Almarhumah Istri semasa hidup

Surabaya,Victoriousnews.com,-Kunci sebuah pernikahan yang langgeng atau sukses dalam merajut bahtera rumah tangga itu tidak bisa ditentukan dengan banyaknya materi atau cantik/gantengnya paras pasangan. Setiap pasangan harus memiliki cinta yang kuat dan tulus kepada pasangannya. Sebab jika dasar yang dibangun tidak kuat, maka persoalan silih berganti akan terus menerpa. Perlahan tapi pasti, hubungan rumah tangga akan retak dan tidak bisa bertahan lama.

Foto keluarga Pdt. Pengky Andu dalam pernikahan anaknya

Ketika setiap pasangan mengucapkan janji suci ketika melangsungkan pernikahan kudus di hadapan Tuhan dan jemaatnya, pasti terlontar kalimat sakral yaitu “Hanya maut yang dapat memisahkan”. Janji nikah kudus inilah yang diucapkan oleh pasangan Pdt. Pengky Andu & Ibu Endang Satini yang diberkati dalam pernikahan kudus 52 tahun yang lalu (1968) pun tergenapi. Kabar duka mengejutkan ketika Ibu Endang (75 tahun), sang istri yang setia mendampingi Pdt. Pengky Andu dalam suka maupun duka telah dipanggil Tuhan terlebih dahulu pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 16.30 Wib di Surabaya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt, Pengky Andu ketika berkunjung ke rumahnya di Surabaya (Jumat,31/1)

Meski tampak tegar dan kuat, namun guratan wajah Pdt. Pengky tampak sangat kehilangan terhadap sosok istri yang telah dikaruniai 3 anak dan 4 cucu. Bahkan sehari sebelum Ibu Endang dipanggil Tuhan, Pdt. Pengky dalam pertemuan pengerja di GBI REM Daan Mogot (Sabtu, 18/1) maupun pelayanan kotbah Minggu (19 Januari) di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat sempat menyampaikan kesaksian singkat. “Mohon dukungan doa, karena saya merasakan beban yang sangat berat pada hari ini. Bukan soal uang atau ekonomi. Tetapi karena istri saya sedang dirawat di ruang ICU RS di Surabaya akibat sakit,” ujar Pdt. Pengky tampak menutupi kesedihannya dan melanjutkan kotbahnya di hadapan jemaat.

Ki-ka: Bapak Johan Cramer, Pdt.Pengky Andu, Bapak Yusuf, Ibu Yani, Pdt. Paulus Supit dan Bapak Margianto di depan rumah Pdt, Andu (Jumat 31/1)

     Beberapa menit setelah menyampaikan firman Tuhan dan turun dari mimbar, handphone Pdt. Pengky berdering. Dari ujung telpon itu, suara anaknya mengabarkan bahwa Mama kondisinya semakin memburuk. Sebagai bentuk tanggungjawab seorang ayah dan suami, Pdt. Pengky pun bergegas untuk kembali ke Surabaya. Namun sayangnya, keberangkatan tiket pesawat (Minggu, 19/1) malam itu, Pdt. Pengky terlambat tiba di Bandara Soetta. Sehingga, terpaksa harus pesan tiket Senin (20/1) penerbangan pagi Soekarno Hatta menuju Juanda Surabaya. Setibanya di Surabaya, Pdt. Pengky langsung menuju Rumah Sakit, sempat bertemu dengan istri, anak, menantu dan cucu yang telah berkumpul di sana. “Saya sempat mendoakan istri yang dalam keadaan koma saat itu. Saya katakan kepada istri dengan sedikit berteriak, bahwa saya akan menjaga anak-anak dan berjanji tidak menikah lagi. Kemudian saya katakan, jika mau pergi, pergilah dengan damai. Sekali lagi, saya janji akan tetap bertanggungjawab kepada anak cucu,” papar Pdt. Pengky.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang (20/1). Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan

Dengan wajah sedih, seluruh keluarga yang telah berkumpul di Ruang ICU rela melepas kepergian Ibu Endang yang dipanggil Tuhan pada hari Senin (20/1) tepat pukul 16.30 Wib dan dimakamkan hari Kamis (23/1). Kehilangan pasangan hidup, entah suami ataupun istri pasti menjadi kenyataan hidup yang sangat berat bagi semua orang. Jika mau berkata jujur, pasti semua orang tidak mau ada perpisahan dengan pasangan yang disebabkan oleh kematian. “Setelah istri dipanggil Tuhan, ternyata tidak bisa dibohongi, bahwa hidup saya terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Biasanya kalau saya pulang ke Surabaya setelah pelayanan dari Jakarta, istri saya ada di rumah. Kini istri sudah tiada. Rumah terasa sepi. Karena anak-anak saya sudah punya tempat tinggal sendiri,” tutur Pdt. Pengky Andu yang sangat setia melayani di GBI REM hingga saat ini (28 tahun).

Suasana kebersamaaan dengan  Pdt. Pengky Andu selama di Surabaya

Menurut Pdt.Pengky, sejatinya setiap orang yang ditinggalkan pasangannya, pastilah hal-hal baik yang terkenang. “Selama saya menikah 52 tahun, belum pernah ribut besar. Tapi kalau kecil-kecil ya sering, namanya juga rumah tangga. Kan keinginan saya belum tentu sama dengan istri. Apapun kekurangan/kelemahan pasangan saya selama hidup, tetapi ketika sudah meninggal, yang terlihat hanyalah kebaikannya. Dan ternyata memang kalau dipikir, manusia itu tidak ada yang jahat, semuanya baik. Saya dan istri itu banyak sekali persamaannya. Contoh kecilnya, selama berumahtangga, istri tidak pernah periksa isi dompet saya, begitupun sebaliknya. Almh istri juga tidak pernah bertanya uang kita ada berapa atau hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Karena dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti memenuhi kebutuhan rumahtangga,” ungkap Pdt. Pengky tertawa sembari mengenang sang istri yang dulunya terkenal “kembang desa” karena kecantikannya semasa muda.

TIM Pastoral GBI REM Mengunjungi Pdt. Pengky Andu di Surabaya

Tim Pastoral GBI REM

Kabar duka berpulangnya Ibu Endang ke rumah Bapa di Sorga sangat mengejutkan keluarga besar GBI REM di Jakarta.Mulai dari Gembala Sidang, Pdt. Paulus Supit, pengerja hingga jemaat juga turut merasakan kesedihan yang mendalam. Namun sayangnya, kabar tersebut diterima oleh GBI REM sehari setelah Ibu Endang dimakamkan, yakni Jumat (24/1) malam. Seketika itu, grup Whatsapp keluarga besar GBI REM dipenuhi dengan ucapan duka untuk memberikan penghiburan kepada Pdt. Pengky.

Baca Juga :Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Beberapa hari kemudian (30 s/d 31 Januari) sebagai bentuk simpati kepada Pdt. Pengky Andu yang tengah berduka, para hamba Tuhan yang terdiri dari: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Ibu Yani (Ibu Gembala), Bapak Johan Cramer, Bapak Yusuf dan Bapak Margianto berkunjung ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan di Trosobo, Sidoarjo-Surabaya. Tim pelayanan GBI REM berangkat naik KA Argo Bromo dari stasiun Gambir Pukul.08.15 wib dan tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya Pukul. 18.30 Wib.Setibanya di sana tim GBI REM dijemput oleh Pdt. Pengky Andu. Suasana kekeluargaan pun sangat terasa, ketika Pdt. Pengky Andu menyambut hangat serta dengan rendah hati berkenan menjadi driver untuk mengantar tim GBI REM menuju hotel tempat menginap. “Mewakili keluarga besar GBI REM, kami menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnya kepada Pak Pengky dan keluarga besar. Kami terus berdoa, kiranya Pak Pengky terus diberikan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera. Biarlah Pak Pengky terus bersemangat dan menjadi tetap kuat di dalam Tuhan serta tetap setia melayani Tuhan,” ujar Gembala Sidang GBI REM Pdt. Paulut T Supit menyampaikan kata-kata penghiburan mewakili Tim Pastoral yang berkunjung saat itu.

Pdt. Pengky pun membalas dengan rasa haru karena tim pastoral GBI REM mau mengunjunginya ke Surabaya meskipun informasi dukanya terlambat. “Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang berkenan mengunjungi saya ke Surabaya. Saya senang sekali dikunjungi dan sangat terhibur, karena teman-teman sangat peduli,” tukas Pdt. Pengky.

Pada hari kedua tepatnya pukul 9.00 Wib, Tim GBI REM yang menginap di hotel Ibis Jemur Sari, Surabaya dijemput oleh Pak Khusnul (driver langganan Pdt. Pengky) untuk diantar ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan Trosobo, Sidoarjo. Setibanya di rumah Pdt. Pengky tampak sumringah menyambut tim dan mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah yang saat itu sedang dilakukan renovasi ruangan tengah akibat plafon yang ambrol. “Selamat datang di rumah saya. Inilah rumah yang saya tinggali bersama istri. Banyak sekali kenangan di rumah ini. Mohon maaf jadi kurang nyaman, karena sedang ada renovasi plafon ruang tengah. Beberapa hari setelah nyonya dipanggil Tuhan, plafonnya ambrol, jadi sekarang saya juga nungguin tukang,” papar Pdt. Pengky sembari mengajak tim berkeliling ruangan dan menunjukkan foto keluarga bersama almh istri tercinta.

Di rumah tersebut, tim GBI REM yang dipimpin oleh Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt. Pengky agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan serta kesehatan yang luar biasa. Beberapa jam sebelum kembali ke Jakarta, tim diajak berkeliling kota Surabaya dan menikmati kuliner khas Surabaya.SM

IRONIS, JEMAAT KRISTEN MAU BERIBADAH DILARANG OLEH SEKELOMPOK WARGA!

Situasi penghadangan jemaat ketika mau beribadah di kompleks Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020)

Bogor,Victoriousnews.com, Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras–tersebar lebih dari 17 ribu pulau di seluruh penjuru tanah air. Karakteristik yang menonjol inilah menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang istimewa, bangsa yang berbeda dengan bangsa lainnya di dunia.

Kemajemukan masyarakat yang dilandaskan dengan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, juga membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang rukun, damai, dan toleran terhadap suku maupun agama lain dalam menjalankan kebebasan ibadah dan kepercayaannya masing-masing. Kemerdekaan beribadah ini merupakan kebebasan asasi setiap manusia yang dilindungi oleh undang-undang, yakni UUD 45 pasal 2. Namun sayangnya masih banyak oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menghalang-halangi, melarang atau bahkan mengintimidasi umat beragama yang akan beribadah.

Kasus pelarangan dalam menjalankan ibadah yang paling baru menerpa sebuah gereja GPdI yang berada di Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020) yang lalu. Gereja ini dipimpin oleh seorang rohaniwan bernama Pdt. Sumarto Topurundeng. Sumarto dipercayakan oleh umat Kristen GPdI di Perumahan Griya Cileungsi Dua dan sekitarnya, sebagai perpanjangan tangan gereja dan pemerintah, untuk menjalankan tugas  sebagai seorang rohaniawan serta melaksanakan pembinaan mental dan spiritual untuk kegiatan-kegiatan ibadah raya minggu dan hari lainnya.

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Sumarto ini bertujuan untuk membantu dan menyukseskan program pemerintah di bidang pembinaan mental dan spiritual yang di jamin oleh UUD 45 Pasal 29 ayat 2 Undang –Undang Dasar 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya dan Pancasila menjalankan sesuai agama masing-masing yang merupakan salah satu nilai khususnya sila pertama. Tugas Pembinaan tersebut diperkuat dengan; Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL), Nomor;B-1582/Kw.10/VIII/BA.01.1/03/2017, dikeluarkan di Bandung, tertanggal 10 Maret 2017 ditanda tangani oleh; Kepala Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Surya Minda Sirait , SH, NIP. 196405101999042001 dan Surat Keputusan Majelis Daerah Jawa Barat, GPdI bernomor 082/MD-JABAR/II-11 Tentang Pengangkatan  Sdr Pdt. Sumarto Topurundeng sebagai rohaniawan untuk membina umat Kristen GPdI. SK tersebut dikeluarkan di Cianjur pada tanggal 14 Pebruari 2011 dan ditanda tangani oleh Pimpinan GPdI; Pdt. JE Awondatu (Ketua) dan Pdt. Thomas Rungkat (Sekretaris).

KiKa : Nimrot (Kanit Intel), Pdt. Chemuel W , Kompol Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi), Pdt Sumarto Topurundeng, Pdt Hanny Rompis usai pertemuan membahas kasus pelarangan ibadah,

 Atas dasar permintaan umat dan SK GPdI serta SKTL Kementrian Agama tersebut, maka inilah yang menjadi pegangan Pdt. Sumarto Topurundeng untuk menjalankan tugas membina umat yang berjumlah 60 hingga 70 jiwa sampai sekarang, dan sudah dijalani selama 10 Tahun lebih, di rumah tempat tinggalnya, kompleks perumahan Griya Cileungsi Dua, Desa Mampir Cileungsi. Kegiatan-kegiatan pembinaan mental dan spiritual  kepada umat Kristen tersebut tidak pernah mendapat gangguan  dari masyarakat  setempat. “Namun pada hari minggu 5 Januari 2020, pukul  09 pagi WIB tiba-tiba muncul sekelompok masyarakat yang tinggal di kompleks Griya Cileungsi Dua, yang dipimpin koordinator keamanannya berinisial K, mereka berdiri di depan gerbang pintu masuk kompleks kemudian menghadang dan melarang dengan paksa para umat masuk kompleks perumahan menuju rumah pendeta untuk mengikuti ibadah minggu pagi. Penghadangan dan pelarangan umat Kristen yang datang dari luar kompleks tidak membuat umat mundur atau putus asa menuju tempat ibadah namum para umat tetap menerobos dan memaksa masuk dan pada akhirnya diperbolehkan dan para umat diberi kesempatan masuk untuk ibadah dengan persyaratan untuk terakhir kali dan sesudah selesai ibadah permintaan para warga kompleks perumahan kepada  Pendeta dan umatnya bahwa rumah yang dijadikan tempat ibadah harus ditutup dan dikembalikan kepada fungsingya sebagai rumah tinggal,” ujar Pdt. Sumarto seperti dilansir oleh pantekostapos.com.

Lanjut Sumarto, diduga penghadangan dan pelarangan menuju rumah ibadah didalangi oleh warga berinisial K yang masih aktif sebagai aparatur negara. Terjadinya penghadangan tersebut, Sumarto berinisiatif melaporkan ke kantor kepolisian setempat yaitu Polsek Cileungsi, dan langsung di tangani oleh Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi Bogor Jawa Barat). Pada keesokan harinya senin 6/01, Pdt Sumarto bertemu dengan Kapolsek di ruang kerjanya disambut dan diterima dengan baik kemudian berdialog prihal kronologis kejadiannya dan mencari solusi yang terbaik guna menentramkan situasi dan menjadi kondusif.

Menyikapi kejadian tersebut Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar didampingi Kanit Intel Nimrot, dalam dialognya dengan Sumarto mengatakan bahwa mengenai kejadian pada hari minggu 5 Januari 2020 sudah diketahui dan sedang ditangani untuk itu Kapolsek mengajak kepada Sumarto dan jemaat yang dipimpinnya untuk sementara waktu menanggapi apa yang menjadi keinginan warga, karena menurut Kapolsek melihat sisi mudaratnya. Petugas kepolisian sudah ada yang menangani melalui pendekatan-pendekatan persuasif di masyarakat. Terkait keberadaan Pdt Sumarto dan Jemaat yang dipimpinnya serta ibadah ke depan Kapolsek Cileungsi akan memberikan jaminan pengamanan.Usai pertemuan dengan Kapolsek Cileungsi, baru keesokan harinya Pdt Jantje Manorek, salah satu pimpinan GPdI Jabar mengunjungi Pdt Sumarto dan Keluarganya dalam rangka memberikan penguatan dan semangat untuk tetap melayani Tuhan dan jemaat. SM

Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Mengusung sebuah tema “ Marilah Kita Sujud Menyembah Dia, Kristus Sang Juruselamat (Matius 2:11-12), Perayaan Natal kantor Advokat Jhon SE Panggabean,SH.,MH bersama Persekutuan Doa Todah dan Wartawan Kristiani yang digelar di Hotel John’s Pardede International berlangsung sukses. Acara yang dipandu oleh Pdt. Dr. Tema Adiputra sebagai MC dan Pdt Nus Reimas sebagai pengkotbah ini didukung oleh sejumlah kesaksian pujian, yakni: Clara Panggabean, Tagor Pangaribuan Gitara King’s, Vokal Grup Perwamki, dan masih banyak lagi

VG Perwamki mengisi kesaksian pujian 

Selain para advokat dan wartawan, sejumlah pendeta tampak hadir menyemarakkan suasana sukacita tersebut dengan pelayanan membawa doa dan pelayanan kasih pujian.

Jhon SE Panggabean, SH, MH ketika menyampaikan kesaksian

Sedangkan Jhon SE Panggabean,.SH,MH menyaksikan betapa baiknya Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan sakitnya. Hingga ia dalam keseharian dapat beraktifitas kembali sebagai advokat. “Pertama saya katakan Tuhan itu sungguh baik. Kedua istri saya yang begitu sabar merawat saya. Saya sakit selama 2 tahun. Penyakit saya tidak bisa kena sinar matahari. Tapi penyakit itu sembuh setelah saya dan istri sepakat berdoa bersama setiap pagi. Setelah itu kami berjalan pagi di bawah sinar matahari. Ternyata sakit saya sembuh,” ungkap Jhon Panggabean.

Ketika sakit itu, menurut Jhon, uangnya telah habis dan juga telah menjual beberapa hartanya. Namun istrinya begitu setia. “Betapa dahsyatnya doa istri. Apalagi kita berdoa bersama. Dan selama sakit itu hingga menurunkan 47 kg berat badan, saya rasakan betapa besar pelayanan istri kepada saya sehingga saya semakin sayang kepada istri belakangan ini,” kata Jhon

Jhon juga mengungkapkan bahwa karena ia sakit itu, dua tahun perayaan Natal di kantornya bersama wartawan tertunda. Karena itu puji syukur setelah saya sehat kembali acara Natal ini bisa kita langsungkan lagi, tambahnya.

Jhon juga mengatakan ia sangat senang dalam perayaan Natal di tahun 2019 tersebut karena ibu kandungnya yang sudah berusia 83 tahun ikut hadir.

Saat bersaksi tersebut Jhon mengungkapkan betapa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sudah memberkati keluarganya. Dimana dua putrinya telah menjadi pengacara setelah menyelesaikan kuliah masing masing tiga setengah tahun. Satu anak laki lakinya juga telah melayani sebagai pendeta di Surabaya.

Sebagai ungkapan syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Jhon pun menyanyikan sebuah lagu rohani berjudul “Indah Rencana Mu Tuhan.”

Pdt. Nus Reimas ketika menyampaikan kotbah

Sementara itu Pdt. Nus Reimas dalam kotbahnya mangatakan, bahwa, jemaat Kristus hendaknya meneladani Orang orang Majus dari Timur yang karena keyakinannya menempuh perjalanan jauh untuk menyembah seorang raja yang baru lahir.

Mereka tak tahu dimana Raja yang baru lahir itu tapi karena orang Majus tersebut pintar dan berkeyakinan dan peecaya sehingga mereka menemukan Yesus Kristus bersama Maria di kandang domba.

Orang Majus dari Timur ini ahirnya menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur kepada sang raja. “Saya sudah 47 tahun melayani. Kenapa bisa begitu? Karena saya setiap bangun pagi terlebih dahulu bersujud menyembah Tuhan. Sebab saya tidak mempunyai persembahan emas, kemenyan dan Mur, untuk” saya persembahkan kepada Tuhan. Persembahan yang kudus adalah persembahan tubuhmu,” tukas Pdt. Nus Reimas

Seusai acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama. SM