Tuti Wong Gandeng Jonathan Prawira Luncurkan Album Perdana

Tuti Wong Gandeng Jonathan Prawira Luncurkan Album Perdana

JAKARTA, VictoriousNews.com — Tuti Wong menggandeng Ps Jonathan Prawira menluncurkan Album Perdananya yang terbaru: Kasih Karunia-Mu Cukup Bagiku. Album ini menjadi kesaksian hidupnya bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupannya. Album Perdana bertajuk ‘Doa-Iman-Mukjizat’ karya Ps Jonathan Prawira ini diluncurkan di Toko Buku Immanuel, Jakarta Pusat, Sabtu (29/02/2020). Read More

Ibadah Tahun Baru dan Rapat BPH Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek

Para pengurus BPH Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek.

Jakarta, Victoriousnews.com,-Pada Sabtu siang, 8 Februari 2020 kemarin, BPH (Badan Pengurus Harian) Keluarga Besar Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek, yang asal Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menggelar acara kebaktian tahun baru dan rapat di Aula Rumah Makan Rapolo, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kali ini menghadirkan Pdt. R.T. Munthe, M.Th, pendeta senior di Sinode HKBP dan mantan Kepala Biro Informasi HKBP untuk menyampaikan khotbah. Khotbahnya mengenai kasih antarsesama, seperti Kristus yang mengasihi umatNya.

Pemred Narwastu,Jonro Munthe, S.Sos (Batik Merah) berpose bersama dengan pengurus

Setelah kebaktian dirangkai dengan makan siang bersama dan rapat yang dipimpin Ketua Umum Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek, Pandapotan Munthe/Boru Purba dan sekretaris umum Luther Munthe/Boru Pangaribuan.
Acara ini, kata ketua umum organisasi paguyuban Batak Toba ini, merupakan acara doa bersama, pemantapan organisasi dan penyusunan program kerja punguan (organisasi marga) agar semakin baik ke depan. “Kita berharap dan berdoa supaya Punguan Parsanti Ulubalang ini terus diberkati Tuhan, dan keluarga kita yang di perantauan dan Bona Pasogit (Sumatera Utara) senantiasa diberi Tuhan Yesus kesehatan, sukacita dan berkat di Tahun Baru 2020 ini,” ujar Pandapotan Munthe, yang juga pengurus Forum Komunikasi Parna Se-Indonesia. SM

Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Foto Pdt. Pengky Andu & Almarhumah Istri semasa hidup

Surabaya,Victoriousnews.com,-Kunci sebuah pernikahan yang langgeng atau sukses dalam merajut bahtera rumah tangga itu tidak bisa ditentukan dengan banyaknya materi atau cantik/gantengnya paras pasangan. Setiap pasangan harus memiliki cinta yang kuat dan tulus kepada pasangannya. Sebab jika dasar yang dibangun tidak kuat, maka persoalan silih berganti akan terus menerpa. Perlahan tapi pasti, hubungan rumah tangga akan retak dan tidak bisa bertahan lama.

Foto keluarga Pdt. Pengky Andu dalam pernikahan anaknya

Ketika setiap pasangan mengucapkan janji suci ketika melangsungkan pernikahan kudus di hadapan Tuhan dan jemaatnya, pasti terlontar kalimat sakral yaitu “Hanya maut yang dapat memisahkan”. Janji nikah kudus inilah yang diucapkan oleh pasangan Pdt. Pengky Andu & Ibu Endang Satini yang diberkati dalam pernikahan kudus 52 tahun yang lalu (1968) pun tergenapi. Kabar duka mengejutkan ketika Ibu Endang (75 tahun), sang istri yang setia mendampingi Pdt. Pengky Andu dalam suka maupun duka telah dipanggil Tuhan terlebih dahulu pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 16.30 Wib di Surabaya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt, Pengky Andu ketika berkunjung ke rumahnya di Surabaya (Jumat,31/1)

Meski tampak tegar dan kuat, namun guratan wajah Pdt. Pengky tampak sangat kehilangan terhadap sosok istri yang telah dikaruniai 3 anak dan 4 cucu. Bahkan sehari sebelum Ibu Endang dipanggil Tuhan, Pdt. Pengky dalam pertemuan pengerja di GBI REM Daan Mogot (Sabtu, 18/1) maupun pelayanan kotbah Minggu (19 Januari) di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat sempat menyampaikan kesaksian singkat. “Mohon dukungan doa, karena saya merasakan beban yang sangat berat pada hari ini. Bukan soal uang atau ekonomi. Tetapi karena istri saya sedang dirawat di ruang ICU RS di Surabaya akibat sakit,” ujar Pdt. Pengky tampak menutupi kesedihannya dan melanjutkan kotbahnya di hadapan jemaat.

Ki-ka: Bapak Johan Cramer, Pdt.Pengky Andu, Bapak Yusuf, Ibu Yani, Pdt. Paulus Supit dan Bapak Margianto di depan rumah Pdt, Andu (Jumat 31/1)

     Beberapa menit setelah menyampaikan firman Tuhan dan turun dari mimbar, handphone Pdt. Pengky berdering. Dari ujung telpon itu, suara anaknya mengabarkan bahwa Mama kondisinya semakin memburuk. Sebagai bentuk tanggungjawab seorang ayah dan suami, Pdt. Pengky pun bergegas untuk kembali ke Surabaya. Namun sayangnya, keberangkatan tiket pesawat (Minggu, 19/1) malam itu, Pdt. Pengky terlambat tiba di Bandara Soetta. Sehingga, terpaksa harus pesan tiket Senin (20/1) penerbangan pagi Soekarno Hatta menuju Juanda Surabaya. Setibanya di Surabaya, Pdt. Pengky langsung menuju Rumah Sakit, sempat bertemu dengan istri, anak, menantu dan cucu yang telah berkumpul di sana. “Saya sempat mendoakan istri yang dalam keadaan koma saat itu. Saya katakan kepada istri dengan sedikit berteriak, bahwa saya akan menjaga anak-anak dan berjanji tidak menikah lagi. Kemudian saya katakan, jika mau pergi, pergilah dengan damai. Sekali lagi, saya janji akan tetap bertanggungjawab kepada anak cucu,” papar Pdt. Pengky.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang (20/1). Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan

Dengan wajah sedih, seluruh keluarga yang telah berkumpul di Ruang ICU rela melepas kepergian Ibu Endang yang dipanggil Tuhan pada hari Senin (20/1) tepat pukul 16.30 Wib dan dimakamkan hari Kamis (23/1). Kehilangan pasangan hidup, entah suami ataupun istri pasti menjadi kenyataan hidup yang sangat berat bagi semua orang. Jika mau berkata jujur, pasti semua orang tidak mau ada perpisahan dengan pasangan yang disebabkan oleh kematian. “Setelah istri dipanggil Tuhan, ternyata tidak bisa dibohongi, bahwa hidup saya terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Biasanya kalau saya pulang ke Surabaya setelah pelayanan dari Jakarta, istri saya ada di rumah. Kini istri sudah tiada. Rumah terasa sepi. Karena anak-anak saya sudah punya tempat tinggal sendiri,” tutur Pdt. Pengky Andu yang sangat setia melayani di GBI REM hingga saat ini (28 tahun).

Suasana kebersamaaan dengan  Pdt. Pengky Andu selama di Surabaya

Menurut Pdt.Pengky, sejatinya setiap orang yang ditinggalkan pasangannya, pastilah hal-hal baik yang terkenang. “Selama saya menikah 52 tahun, belum pernah ribut besar. Tapi kalau kecil-kecil ya sering, namanya juga rumah tangga. Kan keinginan saya belum tentu sama dengan istri. Apapun kekurangan/kelemahan pasangan saya selama hidup, tetapi ketika sudah meninggal, yang terlihat hanyalah kebaikannya. Dan ternyata memang kalau dipikir, manusia itu tidak ada yang jahat, semuanya baik. Saya dan istri itu banyak sekali persamaannya. Contoh kecilnya, selama berumahtangga, istri tidak pernah periksa isi dompet saya, begitupun sebaliknya. Almh istri juga tidak pernah bertanya uang kita ada berapa atau hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Karena dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti memenuhi kebutuhan rumahtangga,” ungkap Pdt. Pengky tertawa sembari mengenang sang istri yang dulunya terkenal “kembang desa” karena kecantikannya semasa muda.

TIM Pastoral GBI REM Mengunjungi Pdt. Pengky Andu di Surabaya

Tim Pastoral GBI REM

Kabar duka berpulangnya Ibu Endang ke rumah Bapa di Sorga sangat mengejutkan keluarga besar GBI REM di Jakarta.Mulai dari Gembala Sidang, Pdt. Paulus Supit, pengerja hingga jemaat juga turut merasakan kesedihan yang mendalam. Namun sayangnya, kabar tersebut diterima oleh GBI REM sehari setelah Ibu Endang dimakamkan, yakni Jumat (24/1) malam. Seketika itu, grup Whatsapp keluarga besar GBI REM dipenuhi dengan ucapan duka untuk memberikan penghiburan kepada Pdt. Pengky.

Baca Juga :Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Beberapa hari kemudian (30 s/d 31 Januari) sebagai bentuk simpati kepada Pdt. Pengky Andu yang tengah berduka, para hamba Tuhan yang terdiri dari: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Ibu Yani (Ibu Gembala), Bapak Johan Cramer, Bapak Yusuf dan Bapak Margianto berkunjung ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan di Trosobo, Sidoarjo-Surabaya. Tim pelayanan GBI REM berangkat naik KA Argo Bromo dari stasiun Gambir Pukul.08.15 wib dan tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya Pukul. 18.30 Wib.Setibanya di sana tim GBI REM dijemput oleh Pdt. Pengky Andu. Suasana kekeluargaan pun sangat terasa, ketika Pdt. Pengky Andu menyambut hangat serta dengan rendah hati berkenan menjadi driver untuk mengantar tim GBI REM menuju hotel tempat menginap. “Mewakili keluarga besar GBI REM, kami menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnya kepada Pak Pengky dan keluarga besar. Kami terus berdoa, kiranya Pak Pengky terus diberikan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera. Biarlah Pak Pengky terus bersemangat dan menjadi tetap kuat di dalam Tuhan serta tetap setia melayani Tuhan,” ujar Gembala Sidang GBI REM Pdt. Paulut T Supit menyampaikan kata-kata penghiburan mewakili Tim Pastoral yang berkunjung saat itu.

Pdt. Pengky pun membalas dengan rasa haru karena tim pastoral GBI REM mau mengunjunginya ke Surabaya meskipun informasi dukanya terlambat. “Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang berkenan mengunjungi saya ke Surabaya. Saya senang sekali dikunjungi dan sangat terhibur, karena teman-teman sangat peduli,” tukas Pdt. Pengky.

Pada hari kedua tepatnya pukul 9.00 Wib, Tim GBI REM yang menginap di hotel Ibis Jemur Sari, Surabaya dijemput oleh Pak Khusnul (driver langganan Pdt. Pengky) untuk diantar ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan Trosobo, Sidoarjo. Setibanya di rumah Pdt. Pengky tampak sumringah menyambut tim dan mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah yang saat itu sedang dilakukan renovasi ruangan tengah akibat plafon yang ambrol. “Selamat datang di rumah saya. Inilah rumah yang saya tinggali bersama istri. Banyak sekali kenangan di rumah ini. Mohon maaf jadi kurang nyaman, karena sedang ada renovasi plafon ruang tengah. Beberapa hari setelah nyonya dipanggil Tuhan, plafonnya ambrol, jadi sekarang saya juga nungguin tukang,” papar Pdt. Pengky sembari mengajak tim berkeliling ruangan dan menunjukkan foto keluarga bersama almh istri tercinta.

Di rumah tersebut, tim GBI REM yang dipimpin oleh Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt. Pengky agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan serta kesehatan yang luar biasa. Beberapa jam sebelum kembali ke Jakarta, tim diajak berkeliling kota Surabaya dan menikmati kuliner khas Surabaya.SM

IRONIS, JEMAAT KRISTEN MAU BERIBADAH DILARANG OLEH SEKELOMPOK WARGA!

Situasi penghadangan jemaat ketika mau beribadah di kompleks Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020)

Bogor,Victoriousnews.com, Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras–tersebar lebih dari 17 ribu pulau di seluruh penjuru tanah air. Karakteristik yang menonjol inilah menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang istimewa, bangsa yang berbeda dengan bangsa lainnya di dunia.

Kemajemukan masyarakat yang dilandaskan dengan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, juga membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang rukun, damai, dan toleran terhadap suku maupun agama lain dalam menjalankan kebebasan ibadah dan kepercayaannya masing-masing. Kemerdekaan beribadah ini merupakan kebebasan asasi setiap manusia yang dilindungi oleh undang-undang, yakni UUD 45 pasal 2. Namun sayangnya masih banyak oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menghalang-halangi, melarang atau bahkan mengintimidasi umat beragama yang akan beribadah.

Kasus pelarangan dalam menjalankan ibadah yang paling baru menerpa sebuah gereja GPdI yang berada di Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020) yang lalu. Gereja ini dipimpin oleh seorang rohaniwan bernama Pdt. Sumarto Topurundeng. Sumarto dipercayakan oleh umat Kristen GPdI di Perumahan Griya Cileungsi Dua dan sekitarnya, sebagai perpanjangan tangan gereja dan pemerintah, untuk menjalankan tugas  sebagai seorang rohaniawan serta melaksanakan pembinaan mental dan spiritual untuk kegiatan-kegiatan ibadah raya minggu dan hari lainnya.

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Sumarto ini bertujuan untuk membantu dan menyukseskan program pemerintah di bidang pembinaan mental dan spiritual yang di jamin oleh UUD 45 Pasal 29 ayat 2 Undang –Undang Dasar 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya dan Pancasila menjalankan sesuai agama masing-masing yang merupakan salah satu nilai khususnya sila pertama. Tugas Pembinaan tersebut diperkuat dengan; Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL), Nomor;B-1582/Kw.10/VIII/BA.01.1/03/2017, dikeluarkan di Bandung, tertanggal 10 Maret 2017 ditanda tangani oleh; Kepala Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Surya Minda Sirait , SH, NIP. 196405101999042001 dan Surat Keputusan Majelis Daerah Jawa Barat, GPdI bernomor 082/MD-JABAR/II-11 Tentang Pengangkatan  Sdr Pdt. Sumarto Topurundeng sebagai rohaniawan untuk membina umat Kristen GPdI. SK tersebut dikeluarkan di Cianjur pada tanggal 14 Pebruari 2011 dan ditanda tangani oleh Pimpinan GPdI; Pdt. JE Awondatu (Ketua) dan Pdt. Thomas Rungkat (Sekretaris).

KiKa : Nimrot (Kanit Intel), Pdt. Chemuel W , Kompol Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi), Pdt Sumarto Topurundeng, Pdt Hanny Rompis usai pertemuan membahas kasus pelarangan ibadah,

 Atas dasar permintaan umat dan SK GPdI serta SKTL Kementrian Agama tersebut, maka inilah yang menjadi pegangan Pdt. Sumarto Topurundeng untuk menjalankan tugas membina umat yang berjumlah 60 hingga 70 jiwa sampai sekarang, dan sudah dijalani selama 10 Tahun lebih, di rumah tempat tinggalnya, kompleks perumahan Griya Cileungsi Dua, Desa Mampir Cileungsi. Kegiatan-kegiatan pembinaan mental dan spiritual  kepada umat Kristen tersebut tidak pernah mendapat gangguan  dari masyarakat  setempat. “Namun pada hari minggu 5 Januari 2020, pukul  09 pagi WIB tiba-tiba muncul sekelompok masyarakat yang tinggal di kompleks Griya Cileungsi Dua, yang dipimpin koordinator keamanannya berinisial K, mereka berdiri di depan gerbang pintu masuk kompleks kemudian menghadang dan melarang dengan paksa para umat masuk kompleks perumahan menuju rumah pendeta untuk mengikuti ibadah minggu pagi. Penghadangan dan pelarangan umat Kristen yang datang dari luar kompleks tidak membuat umat mundur atau putus asa menuju tempat ibadah namum para umat tetap menerobos dan memaksa masuk dan pada akhirnya diperbolehkan dan para umat diberi kesempatan masuk untuk ibadah dengan persyaratan untuk terakhir kali dan sesudah selesai ibadah permintaan para warga kompleks perumahan kepada  Pendeta dan umatnya bahwa rumah yang dijadikan tempat ibadah harus ditutup dan dikembalikan kepada fungsingya sebagai rumah tinggal,” ujar Pdt. Sumarto seperti dilansir oleh pantekostapos.com.

Lanjut Sumarto, diduga penghadangan dan pelarangan menuju rumah ibadah didalangi oleh warga berinisial K yang masih aktif sebagai aparatur negara. Terjadinya penghadangan tersebut, Sumarto berinisiatif melaporkan ke kantor kepolisian setempat yaitu Polsek Cileungsi, dan langsung di tangani oleh Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi Bogor Jawa Barat). Pada keesokan harinya senin 6/01, Pdt Sumarto bertemu dengan Kapolsek di ruang kerjanya disambut dan diterima dengan baik kemudian berdialog prihal kronologis kejadiannya dan mencari solusi yang terbaik guna menentramkan situasi dan menjadi kondusif.

Menyikapi kejadian tersebut Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar didampingi Kanit Intel Nimrot, dalam dialognya dengan Sumarto mengatakan bahwa mengenai kejadian pada hari minggu 5 Januari 2020 sudah diketahui dan sedang ditangani untuk itu Kapolsek mengajak kepada Sumarto dan jemaat yang dipimpinnya untuk sementara waktu menanggapi apa yang menjadi keinginan warga, karena menurut Kapolsek melihat sisi mudaratnya. Petugas kepolisian sudah ada yang menangani melalui pendekatan-pendekatan persuasif di masyarakat. Terkait keberadaan Pdt Sumarto dan Jemaat yang dipimpinnya serta ibadah ke depan Kapolsek Cileungsi akan memberikan jaminan pengamanan.Usai pertemuan dengan Kapolsek Cileungsi, baru keesokan harinya Pdt Jantje Manorek, salah satu pimpinan GPdI Jabar mengunjungi Pdt Sumarto dan Keluarganya dalam rangka memberikan penguatan dan semangat untuk tetap melayani Tuhan dan jemaat. SM

Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Mengusung sebuah tema “ Marilah Kita Sujud Menyembah Dia, Kristus Sang Juruselamat (Matius 2:11-12), Perayaan Natal kantor Advokat Jhon SE Panggabean,SH.,MH bersama Persekutuan Doa Todah dan Wartawan Kristiani yang digelar di Hotel John’s Pardede International berlangsung sukses. Acara yang dipandu oleh Pdt. Dr. Tema Adiputra sebagai MC dan Pdt Nus Reimas sebagai pengkotbah ini didukung oleh sejumlah kesaksian pujian, yakni: Clara Panggabean, Tagor Pangaribuan Gitara King’s, Vokal Grup Perwamki, dan masih banyak lagi

VG Perwamki mengisi kesaksian pujian 

Selain para advokat dan wartawan, sejumlah pendeta tampak hadir menyemarakkan suasana sukacita tersebut dengan pelayanan membawa doa dan pelayanan kasih pujian.

Jhon SE Panggabean, SH, MH ketika menyampaikan kesaksian

Sedangkan Jhon SE Panggabean,.SH,MH menyaksikan betapa baiknya Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan sakitnya. Hingga ia dalam keseharian dapat beraktifitas kembali sebagai advokat. “Pertama saya katakan Tuhan itu sungguh baik. Kedua istri saya yang begitu sabar merawat saya. Saya sakit selama 2 tahun. Penyakit saya tidak bisa kena sinar matahari. Tapi penyakit itu sembuh setelah saya dan istri sepakat berdoa bersama setiap pagi. Setelah itu kami berjalan pagi di bawah sinar matahari. Ternyata sakit saya sembuh,” ungkap Jhon Panggabean.

Ketika sakit itu, menurut Jhon, uangnya telah habis dan juga telah menjual beberapa hartanya. Namun istrinya begitu setia. “Betapa dahsyatnya doa istri. Apalagi kita berdoa bersama. Dan selama sakit itu hingga menurunkan 47 kg berat badan, saya rasakan betapa besar pelayanan istri kepada saya sehingga saya semakin sayang kepada istri belakangan ini,” kata Jhon

Jhon juga mengungkapkan bahwa karena ia sakit itu, dua tahun perayaan Natal di kantornya bersama wartawan tertunda. Karena itu puji syukur setelah saya sehat kembali acara Natal ini bisa kita langsungkan lagi, tambahnya.

Jhon juga mengatakan ia sangat senang dalam perayaan Natal di tahun 2019 tersebut karena ibu kandungnya yang sudah berusia 83 tahun ikut hadir.

Saat bersaksi tersebut Jhon mengungkapkan betapa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sudah memberkati keluarganya. Dimana dua putrinya telah menjadi pengacara setelah menyelesaikan kuliah masing masing tiga setengah tahun. Satu anak laki lakinya juga telah melayani sebagai pendeta di Surabaya.

Sebagai ungkapan syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Jhon pun menyanyikan sebuah lagu rohani berjudul “Indah Rencana Mu Tuhan.”

Pdt. Nus Reimas ketika menyampaikan kotbah

Sementara itu Pdt. Nus Reimas dalam kotbahnya mangatakan, bahwa, jemaat Kristus hendaknya meneladani Orang orang Majus dari Timur yang karena keyakinannya menempuh perjalanan jauh untuk menyembah seorang raja yang baru lahir.

Mereka tak tahu dimana Raja yang baru lahir itu tapi karena orang Majus tersebut pintar dan berkeyakinan dan peecaya sehingga mereka menemukan Yesus Kristus bersama Maria di kandang domba.

Orang Majus dari Timur ini ahirnya menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur kepada sang raja. “Saya sudah 47 tahun melayani. Kenapa bisa begitu? Karena saya setiap bangun pagi terlebih dahulu bersujud menyembah Tuhan. Sebab saya tidak mempunyai persembahan emas, kemenyan dan Mur, untuk” saya persembahkan kepada Tuhan. Persembahan yang kudus adalah persembahan tubuhmu,” tukas Pdt. Nus Reimas

Seusai acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama. SM

Maria Pratiwi, Guru Sekaligus Pemain Harpa Indonesia Yang Cinta Tuhan!

Maria Pratiwi usai tampil di Gedung City Walk Gajahmada (Sabtu, 14/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Bagi anda pecinta musik klasik pasti sudah tidak asing lagi dengan alat musik yang bernama Harpa. Harpa adalah sebuah alat musik petik yang bentuknya menarik dan memikat hati. Apalagi ketika jari jemari sang professional menari-nari serta piawai memainkan dawai Harpa, pasti petikannya akan terdengar sangat merdu dan indah. Bahkan saking merdunya alat musik harpa, kerap digambarkan sebagai “Alat Musik Surga” atau alat musik para malaikat.


Meski langka dan unik, namun di Indonesia kini memiliki pemain Harpa wanita yang hebat bernama Maria Pratiwi. Maria Pratiwi adalah harpis Indonesia pertama yang meraih gelar Master of Music di bidang Harp Performance. Ia juga menjadi orang Asia pertama yang memenangkan kompetisi di The Great Hall London, bermain concerto diiringi Goldsmiths Sinfonia di The Great Hall London 2012. Bahkan, menurut data dari berbagai sumber, sebagai musisi Harpa,Maria juga pernah tampil di depan sejumlah presiden Indonesia, seperti: Megawati, B.J Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kenapa menyukai musik harpa? “Pertama, karena suara yang dihasilkan musik Harpa itu Angelik atau seperti alat musik surgawi yang menghasilkan suara khas dan indah. Kedua, karena bentuknya menarik. Ketiga, karena saya dapat jatuh hati dengan musik Harpa. Meski dulu saya juga suka main piano, biola dan gitar. Tapi justru jatuh cintanya sama harpa. Tuhan telah memberikan talenta, ya semuanya aku kembalikan kepada Tuhan. Alat musik harpa itu suaranya bisa meneduhkan,” tutur Maria Pratiwi yang ditemui usai acara “Happiness A Holiday Concert” di City Walk GajahMada, Sabtu (14/12).
Guna mengembangkan talenta dalam bermain Harpa sekaligus mencari generasi penerus Harpis Indonesia, Maria pun menggagas Maria Pratiwi Harp Ensamble yang setiap tahun selalu mengadakan dua konser resmi. Pertama, konser Natal dan konser rumah. Kemudian pada 2018 Maria mendirikan Maria Pratiwi Harp School. Ini adalah sekolah khusus untuk mendidik dan mengajar para pemain harpa binaannya. Sekolah ini memiliki kurikulum sendiri dengan standar internasional dengan ujian internasional. “Kalau performance yang tadi itu jujur, murid-murid saya banyak yang baru belajar dan hanya mempersembahkan 2 lagu. Biasanya bawain 8 sd 10 lagu. Terus kita mainnya bareng orchestra dan anak-anak. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan happy,” kata Maria dengan semangat.
Bagaimana memaknai Natal? “Bagi aku sendiri Natal itu pastinya perubahan karakter dalam hidup. Dimana kita harus belajar untuk mengubah karakter yang dulunya gelap, terus berubah menjadi terang. Jadi Natal itu suatu momen yang bahagia, berkumpul dengan keluarga, setelah setahun bekerja. Kita bisa berkumpul bersama, dan musik-musik natal pasti bisa membuat hati yang sukacita bersama keluarga,” tandas Maria penuh sukacita. SM

Bazar Murah, Aksi Sosial & Konser Lilin Akan Meriahkan Jakarta Christmas Festival Di Lapangan Banteng

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Untuk pertama kalinya pagelaran rohani akbar, Jakarta Christmas Festival (JCF) yang diiniasi dan kerjasama berbagai interdominasi gereja akan diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 Desember 2019. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini juga didukung oleh gereja aras nasional, Bimas Kristen Kanwil DKI dan Pemprov DKI Jakarta.
Sesuai rencana, JCF ini dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 22.00 Wib dan akan dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kanan-Kiri: Pdt. Shephard Supit, Lisa Muljati (Pembimas Kanwil DKI Jakarta), Raja Joner Rambe, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Pelaksana)

Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Yohanes Stefanus Tompodung, Jakarta Christmas Festival merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman, merayakan kasih Kristus dalam bentuk yang inklusif tidak dalam bentuk yang sempit, namun pemahaman yang lebih luas. “Dalam JC Festival ini akan ada kegiatan sosial berupa pasar murah, pemeriksaan mata gratis, membagikan nasi bungkus kepada kaum marginal dan juga berbagai macam lomba termasuk lomba catur, paduan suara, peragaan busana Natal dan malamnya disambung dengan ibadah Natal, Nada dan Sabda, yang dikemas dalam bentuk Natal Nusantara dan Konser Lilin yang melambangkan perdamaian dan kerukunan bagi Kota Jakarta,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung saat memberikan keterangan kepada media di kantor pembimas masyarakat Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di dampingi Lisa Mulyati S. Sos, M.Si, Pdt. Shephard Supit, dan
Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan.


Tema “Love Jakarta” merupakan arti perdamaian bagi kota jakarta. Dengan didasari oleh sebuah pemahaman bahwa perayaan Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus ke dunia sebagai wujud dari begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini, dan anak- anak Tuhan di kota jakarta dengan semangat natal ini ingin mewujudkan cinta terhadap kota jakarta yang menjadi tempat tinggalnya cinta kotanya, cinta warganya, cinta pemerintahnya.”Dalam acara nanti, kami juga akan mengangkat budaya Papua. Makanya dalam ibadah nanti, akan dilayani oleh hambaTuhan dari Papua. Jadi kami akan membawa damai Jakarta dengan Papua,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung.
Sedangkan Pdt. Shephard Supit yang dikenal sukses sebagai penggagas sekaligus penyelenggara Paskah Nasional, berharap, ke depan acara JC Festival ini dapat menjadi agenda tahunan.“Ini penyelenggaraan pertama kalinya diadakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta bekerjasama dengan Bimas Kristen, Pemprov DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama. Kemarin kami (panitia) sudah menemui Gubernur DKI, Anis Baswedan. Berharap Pak Gubernur dapat hadir dalam acara JC Festival ini,” ujar Pdt. Shepharad Supit dalam konferensi pers pada Rabu (4/12/2019) di Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama.
Lisa Mulyati, Pembimas Kristen DKI Jakarta, mendukung dan mengapresiasi JC Festival ini. “Saya rasa Natal kali ini tidak hanya dirasakan sukacitanya oleh umat Kristiani saja, tetapi juga semua warga Jakarta. Makna perayaan Natal bisa juga dirasakan semua kalangan apalagi di acara ini mereka bisa membeli sembako murah,” ucap Lisa.
Acara bazaar pada JC Festival ini dipersembahkan kepada semua warga DKI Jakarta tanpa melihat latar belakang agamanya. Jadi bukan hanya umat Kristiani yang boleh membeli barang murah di bazaar ini, tetapi juga umat yang lain. SM

Natal & Tahun Baru 2020 Majalah NARWASTU Bersama Tokoh Kristiani Diadakan Awal Januari 2020

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos.

JAKARTA,Victoriousnews.com Seperti tahun-tahun lalu, pada 10 Januari 2020 ini Keluarga Besar Majalah NARWASTU akan kembali menggelar ibadah syukur Natal dan Tahun Baru 2020 bersama para pemuka Kristiani, tokoh-tokoh nasionalis, mitra dan para pembacanya. Acara ini akan diadakan di Graha Bethel Lantai 3, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, dengan pengkhotbah tokoh gereja aras nasional yang juga Pembina Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Nus Reimas. Acara ini pun akan kembali diramaikan dengan Paduan Suara Kasih Anugerah dan sejumlah sahabat NARWASTU.
Dalam pernyataan persnya baru-baru ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos mengatakan, acara ini selain digelar untuk berdoa bersama dengan para tokoh, mitra dan pembaca NARWASTU, juga di acara ini akan diberi penghargaan bagi “21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU.” Ke-21 tokoh ini dinilai merupakan sosok yang mampu menginspirasi, mampu memotivasi, Pancasilais, peduli pada persoalan masyarakat dan pernah dipublikasikan Majalah NARWASTU. “Tokoh yang terpilih ini tentu yang pernah tampil di NARWASTU, dan ini kami seleksi atau pilih dari sekitar 100 orang tokoh Kristiani,” tukas Jonro Munthe yang merupakan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia (MPI)” dan lulusan IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta serta alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soetomo, Jakarta ini. LK

Family Gathering GBI Vifa Robinson di The Spring of Living water Cisarua

CISARUA, Victoriousnews.com-Dengan mengusung tema “Kebersamaan Dalam Kasih”, GBI Victorious Family Apartemen Robinson, menggelar acara Family Gathering di The Spring of Living Water Cisarua, Bogor, Jawa Barat (Sabtu, 9/11).


Acara bernuansa kekeluargaan ini bertujuan agar sesama jemaat dengan pengerja tercipta kebersamaan yang makin erat. Kebersamaan dalam kasih dan mesra ini ibarat satu keluarga yang utuh dalam Kristus. Kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk dukungan untuk mewujudkan visi Gereja Victorious Family yaitu Menjadi Seperti Yesus Melalui Keluarga Berkemenangan Yang Memberi Dampak.


Melalui acara ini pengerja GBI Victorious Family Apartemen Robinson, berharap, agar sesama jemaat dengan pengerja bisa menjadi keluarga yang berkemenangan di dalam Kristus Yesus.
Meski perjalanan dengan Bis dari Apartemen Robinson menuju The Spring of Living Water Cisarua memakan waktu selama 7 Jam akibat macet parah, namun acara yang diikuti 150 peserta (jemaat dan pengerja) ini berjalan lancar dan sukses. Peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti acara family gathering tersebut.
Setibanya di lokasi seluruh peserta langsung disambut dengan makan siang. Setelah itu baru acara kegiatan dimulai yang dipimpin oleh panitia. “Pertama-tama kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus, sehingga kita tiba dengan selamat dan acara berjalan baik. Saya juga berterimakasih kepada Gembala Sidang, Seluruh Panitia, para sponsor yang mendukung dan kepada seluruh peserta yang sudah mengambil bagian,” tutur Ps. Afu selaku YMGS GBI Victorious Family Apartemen Robinson dalam kata sambutannya.
Sebagai bentuk kebersamaan, dilanjutkan dengan acara games menarik, seru dan menciptakan kebersamaan seluruh jemaat dan pengerja. yang diikuti seluruh jemaat dan panitia.. Tak pelak, suasana sukacita, senang, ceria, dan penuh dengan canda tawa dirasakan oleh seluruh peserta, hingga tak terasa waktu sudah sore.
Pada akhirnya, kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta yang berhasil memenangkan game. Disusul dengan sesi foto bersama, serta diakhiri dengan doa penutup oleh Tim Pendoa. FAT/ SM

 

 

 

 

Tokoh Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid) Hadiri Puncak Acara HUT Emas GYK dari OSZA di Balai Sarbini

Cendekiawan Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm Gus Dur (no 5 & 6 dari kiri) menghadiri Puncak HUT Emas GYK OSZA.

JAKARTA, Victoriousnews.com,- “Bangkit dan Bersinar”. Demikian judul buku yang diluncurkan sekaligus menandai puncak perayaan HUT EMAS (50 tahun) Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (GYK dari OSZA) di Indonesia yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jl Jend Sudirman-, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10) 2019.
Dalam perayaan HUT Emas yang menampilkan acara menarik dengan konsep “Malam Pagelaran Opera Budaya Nusantara” terasa sangat istimewa. Karena, selain dihadiri oleh Elder David F Evans (Presiden GYK OSZA area Asia), Elder Djarot Subiantoro (Dewan Area 70 Indonesia), Erwin Dumalang, Agus Suparmanto (Pasak Jakarta-Jawa Barat), Sugiyanto (penyusun buku 50 tahun GYK OSZA), juga dihadiri oleh tokoh Muslim moderat, yakni: Dr. Alwi Shihab serta Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid).

Puncak HUT ke 50 GYK OSZA tampilkan pagelaran opera budaya nusantara

Elder Djarot Subiantoro, dari area 70 Indonesia, menjelaskan Tema HUT Ke-50 GYK dari OSZA adalah “Bangkit dan Bersinar”. Menurut Elder Djarot, sebagai pengikut Kristus, Jemaat GYK dari OSZA senantiasa berusaha mengamalkan dua perintah utama yang tercantum dalam Matius 22:36-39, yakni untuk mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia, dan Yohanes 14:15 yaitu bila mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya.
“Hal ini selaras dan konsisten dengan doa dedikasi di Tanah Indonesia 50 tahun yang lalu, dengan visi, pelayanan dan kehidupan kami selagi berusaha menjadi orang-orang suci di zaman akhir.Dan diharapkan dapat bangkit dan bersinar sebagai sebuah keluarga dan komunitas, dijadikan makmur, diberkati sehingga menjadi produktif. Pekerjaan tersebut akan lah tidak mudah, namun akan berhasil karena ini adalah pekerjaan Allah,” tukas Djarot menambahkan bahwa GYK OSZA ini berada di Indonesia sejak 1969 dan didirikan di Amerika Serikat sejak April 1830.
Sementara itu, Penyusun Buku “Bangkit dan Bersinar 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”, Sugiyanto, menjelaskan bahwa isi buku ni adalah semi antologi. Yaitu gabungan antara kumpulan mengenai pesan penting dan berita kegiatan di lapangan dalam rangka merealisasikan program kerja, atau konkretnya adalah Injil dalam Tindakan.

Ka-ki: Sugiyanto (Penyusun Buku Bangkit & Bersinar), Elder Djarot Subiantoro, dan Elder David F Evans

Lanjut Sugiyanto, isi buku ini mengandung pesan-pesan berharga dari para pemimpin yang maknanya tidak lekang oleh waktu. Selain merupakan hasil penelusuran sumber-sumber internal, juga diperkaya dengan referensi dari buku, majalah, dan sumber daya lain yang dipilih. Dengan menelaah buku ini para pembaca diharapkan menjadi lebih bijak dalam menyikapi keberadaan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, yang bukan sebuah ancaman, alih-alih sebagai mitra dalam pembangunan kerohanian, keinsyafan, kesalehan dan peradaban unggul umat manusia.
Presiden Area Asia GYK OSZA, Elder David F.Evans, kepada wartawan yang bernaung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani (PERWAMKI), mengungkapkan, bahwa, dimanapun GYK OSZA berada, selalu berusaha menghormati norma dan hukum yang ada di Negara tersebut. “Kami ingin berbagi dan memberkati suatu bangsa dimana kami berada. Saat memperkenalkan keberadaan dan pengajaran gereja, kami (GYK OSZA) tidak pernah memaksakan untuk ikut, semua diserahkan kepada orang per orang sambil melakukan perbuatan kasih seperti 2 perintah injil (Matius 22:36-39),” papar Evans yang mengaku telah membawahi GYK OSZA di 21 negara.

Dalam sambutan tertulisnya, Cendekiawan Muslim, Dr Alwi Shihab, menyampaikan, 50 tahun perjalanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman terawat dengan baik di Indonesia.
“Telah 50 tahun, Gereja Yesus Kristus Dari OSZA tumbuh dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kemanusiaan, bergotong royong dan bahu membahu dengan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya kepedulian terhadap penanganan kebencanaan alam,” ujarnya.
Lanjut Alwi,  satu hal keunikan Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia saat ini, namun banyak komunitas beragama lain yang juga hidup dan berkembang, bahkan, sebagian besar agama dunia hidup berdampingan dalam persahabatan dan kedamaian sepanjang waktu.
Alwi mencontohkan LDS Charities yang dimiliki oleh GYK dari OSZA, telah 50 tahun di Indonesia, menempatkan keluarga sebagai unit utama kehidupan dalam rangka mencapai kedamaian peradaban yang lebih luas. “Dengan kata lain, kita harus menciptakan dalam diri kita perasaan bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan, bahwa orang-orang dari setiap jalan dijamin dalam hubungan khusus dengan Tuhan: masing-masing dipilih, tidak hanya untuk misi tetapi juga untuk cinta khusus,” imbuhnya.
Ketiga agama yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam itu, menurut Alwi, seperti saudara kandung dalam keluarga yang sehat.
“Kita mungkin memiliki perbedaan dan persaingan yang besar, tetapi pada akhirnya kita harus berusaha untuk saling melindungi dari bahaya dan nasib buruk. Kita harus mencoba bersatu untuk memperbaiki dunia di sekitar kita, sebagai wujud peran serta dan kontribusi yang tidak bisa dinilai dari besar kecil bentuknya melainkan dari kemurnian dan keikhlasan hati,” ungkapnya.
Alwi juga mengucapkan selamat berulang tahun yang ke-50 Gereja Yesus Kristus dari OSZA, dengan harapan terus berperan serta dan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
“Mari kita hadirkan senyum Ibu pertiwi atas terwujudnya keharmonisan, ketoleransian, dan kerukunan beragama sebagai wujud karunia dan anugerah Ilahi yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia,” tandasnya.
Mewakili Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, MTh, mengucapkan selamat HUT ke-50 dan Peluncuran Buku 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia.“Saya mengapresiasi pelayanan Gereja OSZA di Indonesia yang selalu tanggap dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Hal ini memperlihatkan komitmen Gereja OSZA dalam aksi-aksi kemanusiaan, sebagai wujud pewartaan kabar baik di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah krisis yang dihadapinya,” ujar Gomar.SM