Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Mengusung sebuah tema “ Marilah Kita Sujud Menyembah Dia, Kristus Sang Juruselamat (Matius 2:11-12), Perayaan Natal kantor Advokat Jhon SE Panggabean,SH.,MH bersama Persekutuan Doa Todah dan Wartawan Kristiani yang digelar di Hotel John’s Pardede International berlangsung sukses. Acara yang dipandu oleh Pdt. Dr. Tema Adiputra sebagai MC dan Pdt Nus Reimas sebagai pengkotbah ini didukung oleh sejumlah kesaksian pujian, yakni: Clara Panggabean, Tagor Pangaribuan Gitara King’s, Vokal Grup Perwamki, dan masih banyak lagi

VG Perwamki mengisi kesaksian pujian 

Selain para advokat dan wartawan, sejumlah pendeta tampak hadir menyemarakkan suasana sukacita tersebut dengan pelayanan membawa doa dan pelayanan kasih pujian.

Jhon SE Panggabean, SH, MH ketika menyampaikan kesaksian

Sedangkan Jhon SE Panggabean,.SH,MH menyaksikan betapa baiknya Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan sakitnya. Hingga ia dalam keseharian dapat beraktifitas kembali sebagai advokat. “Pertama saya katakan Tuhan itu sungguh baik. Kedua istri saya yang begitu sabar merawat saya. Saya sakit selama 2 tahun. Penyakit saya tidak bisa kena sinar matahari. Tapi penyakit itu sembuh setelah saya dan istri sepakat berdoa bersama setiap pagi. Setelah itu kami berjalan pagi di bawah sinar matahari. Ternyata sakit saya sembuh,” ungkap Jhon Panggabean.

Ketika sakit itu, menurut Jhon, uangnya telah habis dan juga telah menjual beberapa hartanya. Namun istrinya begitu setia. “Betapa dahsyatnya doa istri. Apalagi kita berdoa bersama. Dan selama sakit itu hingga menurunkan 47 kg berat badan, saya rasakan betapa besar pelayanan istri kepada saya sehingga saya semakin sayang kepada istri belakangan ini,” kata Jhon

Jhon juga mengungkapkan bahwa karena ia sakit itu, dua tahun perayaan Natal di kantornya bersama wartawan tertunda. Karena itu puji syukur setelah saya sehat kembali acara Natal ini bisa kita langsungkan lagi, tambahnya.

Jhon juga mengatakan ia sangat senang dalam perayaan Natal di tahun 2019 tersebut karena ibu kandungnya yang sudah berusia 83 tahun ikut hadir.

Saat bersaksi tersebut Jhon mengungkapkan betapa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sudah memberkati keluarganya. Dimana dua putrinya telah menjadi pengacara setelah menyelesaikan kuliah masing masing tiga setengah tahun. Satu anak laki lakinya juga telah melayani sebagai pendeta di Surabaya.

Sebagai ungkapan syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Jhon pun menyanyikan sebuah lagu rohani berjudul “Indah Rencana Mu Tuhan.”

Pdt. Nus Reimas ketika menyampaikan kotbah

Sementara itu Pdt. Nus Reimas dalam kotbahnya mangatakan, bahwa, jemaat Kristus hendaknya meneladani Orang orang Majus dari Timur yang karena keyakinannya menempuh perjalanan jauh untuk menyembah seorang raja yang baru lahir.

Mereka tak tahu dimana Raja yang baru lahir itu tapi karena orang Majus tersebut pintar dan berkeyakinan dan peecaya sehingga mereka menemukan Yesus Kristus bersama Maria di kandang domba.

Orang Majus dari Timur ini ahirnya menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur kepada sang raja. “Saya sudah 47 tahun melayani. Kenapa bisa begitu? Karena saya setiap bangun pagi terlebih dahulu bersujud menyembah Tuhan. Sebab saya tidak mempunyai persembahan emas, kemenyan dan Mur, untuk” saya persembahkan kepada Tuhan. Persembahan yang kudus adalah persembahan tubuhmu,” tukas Pdt. Nus Reimas

Seusai acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama. SM

Maria Pratiwi, Guru Sekaligus Pemain Harpa Indonesia Yang Cinta Tuhan!

Maria Pratiwi usai tampil di Gedung City Walk Gajahmada (Sabtu, 14/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Bagi anda pecinta musik klasik pasti sudah tidak asing lagi dengan alat musik yang bernama Harpa. Harpa adalah sebuah alat musik petik yang bentuknya menarik dan memikat hati. Apalagi ketika jari jemari sang professional menari-nari serta piawai memainkan dawai Harpa, pasti petikannya akan terdengar sangat merdu dan indah. Bahkan saking merdunya alat musik harpa, kerap digambarkan sebagai “Alat Musik Surga” atau alat musik para malaikat.


Meski langka dan unik, namun di Indonesia kini memiliki pemain Harpa wanita yang hebat bernama Maria Pratiwi. Maria Pratiwi adalah harpis Indonesia pertama yang meraih gelar Master of Music di bidang Harp Performance. Ia juga menjadi orang Asia pertama yang memenangkan kompetisi di The Great Hall London, bermain concerto diiringi Goldsmiths Sinfonia di The Great Hall London 2012. Bahkan, menurut data dari berbagai sumber, sebagai musisi Harpa,Maria juga pernah tampil di depan sejumlah presiden Indonesia, seperti: Megawati, B.J Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kenapa menyukai musik harpa? “Pertama, karena suara yang dihasilkan musik Harpa itu Angelik atau seperti alat musik surgawi yang menghasilkan suara khas dan indah. Kedua, karena bentuknya menarik. Ketiga, karena saya dapat jatuh hati dengan musik Harpa. Meski dulu saya juga suka main piano, biola dan gitar. Tapi justru jatuh cintanya sama harpa. Tuhan telah memberikan talenta, ya semuanya aku kembalikan kepada Tuhan. Alat musik harpa itu suaranya bisa meneduhkan,” tutur Maria Pratiwi yang ditemui usai acara “Happiness A Holiday Concert” di City Walk GajahMada, Sabtu (14/12).
Guna mengembangkan talenta dalam bermain Harpa sekaligus mencari generasi penerus Harpis Indonesia, Maria pun menggagas Maria Pratiwi Harp Ensamble yang setiap tahun selalu mengadakan dua konser resmi. Pertama, konser Natal dan konser rumah. Kemudian pada 2018 Maria mendirikan Maria Pratiwi Harp School. Ini adalah sekolah khusus untuk mendidik dan mengajar para pemain harpa binaannya. Sekolah ini memiliki kurikulum sendiri dengan standar internasional dengan ujian internasional. “Kalau performance yang tadi itu jujur, murid-murid saya banyak yang baru belajar dan hanya mempersembahkan 2 lagu. Biasanya bawain 8 sd 10 lagu. Terus kita mainnya bareng orchestra dan anak-anak. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan happy,” kata Maria dengan semangat.
Bagaimana memaknai Natal? “Bagi aku sendiri Natal itu pastinya perubahan karakter dalam hidup. Dimana kita harus belajar untuk mengubah karakter yang dulunya gelap, terus berubah menjadi terang. Jadi Natal itu suatu momen yang bahagia, berkumpul dengan keluarga, setelah setahun bekerja. Kita bisa berkumpul bersama, dan musik-musik natal pasti bisa membuat hati yang sukacita bersama keluarga,” tandas Maria penuh sukacita. SM

Bazar Murah, Aksi Sosial & Konser Lilin Akan Meriahkan Jakarta Christmas Festival Di Lapangan Banteng

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Untuk pertama kalinya pagelaran rohani akbar, Jakarta Christmas Festival (JCF) yang diiniasi dan kerjasama berbagai interdominasi gereja akan diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 Desember 2019. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini juga didukung oleh gereja aras nasional, Bimas Kristen Kanwil DKI dan Pemprov DKI Jakarta.
Sesuai rencana, JCF ini dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 22.00 Wib dan akan dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kanan-Kiri: Pdt. Shephard Supit, Lisa Muljati (Pembimas Kanwil DKI Jakarta), Raja Joner Rambe, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Pelaksana)

Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Yohanes Stefanus Tompodung, Jakarta Christmas Festival merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman, merayakan kasih Kristus dalam bentuk yang inklusif tidak dalam bentuk yang sempit, namun pemahaman yang lebih luas. “Dalam JC Festival ini akan ada kegiatan sosial berupa pasar murah, pemeriksaan mata gratis, membagikan nasi bungkus kepada kaum marginal dan juga berbagai macam lomba termasuk lomba catur, paduan suara, peragaan busana Natal dan malamnya disambung dengan ibadah Natal, Nada dan Sabda, yang dikemas dalam bentuk Natal Nusantara dan Konser Lilin yang melambangkan perdamaian dan kerukunan bagi Kota Jakarta,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung saat memberikan keterangan kepada media di kantor pembimas masyarakat Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di dampingi Lisa Mulyati S. Sos, M.Si, Pdt. Shephard Supit, dan
Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan.


Tema “Love Jakarta” merupakan arti perdamaian bagi kota jakarta. Dengan didasari oleh sebuah pemahaman bahwa perayaan Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus ke dunia sebagai wujud dari begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini, dan anak- anak Tuhan di kota jakarta dengan semangat natal ini ingin mewujudkan cinta terhadap kota jakarta yang menjadi tempat tinggalnya cinta kotanya, cinta warganya, cinta pemerintahnya.”Dalam acara nanti, kami juga akan mengangkat budaya Papua. Makanya dalam ibadah nanti, akan dilayani oleh hambaTuhan dari Papua. Jadi kami akan membawa damai Jakarta dengan Papua,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung.
Sedangkan Pdt. Shephard Supit yang dikenal sukses sebagai penggagas sekaligus penyelenggara Paskah Nasional, berharap, ke depan acara JC Festival ini dapat menjadi agenda tahunan.“Ini penyelenggaraan pertama kalinya diadakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta bekerjasama dengan Bimas Kristen, Pemprov DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama. Kemarin kami (panitia) sudah menemui Gubernur DKI, Anis Baswedan. Berharap Pak Gubernur dapat hadir dalam acara JC Festival ini,” ujar Pdt. Shepharad Supit dalam konferensi pers pada Rabu (4/12/2019) di Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama.
Lisa Mulyati, Pembimas Kristen DKI Jakarta, mendukung dan mengapresiasi JC Festival ini. “Saya rasa Natal kali ini tidak hanya dirasakan sukacitanya oleh umat Kristiani saja, tetapi juga semua warga Jakarta. Makna perayaan Natal bisa juga dirasakan semua kalangan apalagi di acara ini mereka bisa membeli sembako murah,” ucap Lisa.
Acara bazaar pada JC Festival ini dipersembahkan kepada semua warga DKI Jakarta tanpa melihat latar belakang agamanya. Jadi bukan hanya umat Kristiani yang boleh membeli barang murah di bazaar ini, tetapi juga umat yang lain. SM

Natal & Tahun Baru 2020 Majalah NARWASTU Bersama Tokoh Kristiani Diadakan Awal Januari 2020

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos.

JAKARTA,Victoriousnews.com Seperti tahun-tahun lalu, pada 10 Januari 2020 ini Keluarga Besar Majalah NARWASTU akan kembali menggelar ibadah syukur Natal dan Tahun Baru 2020 bersama para pemuka Kristiani, tokoh-tokoh nasionalis, mitra dan para pembacanya. Acara ini akan diadakan di Graha Bethel Lantai 3, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, dengan pengkhotbah tokoh gereja aras nasional yang juga Pembina Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Nus Reimas. Acara ini pun akan kembali diramaikan dengan Paduan Suara Kasih Anugerah dan sejumlah sahabat NARWASTU.
Dalam pernyataan persnya baru-baru ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos mengatakan, acara ini selain digelar untuk berdoa bersama dengan para tokoh, mitra dan pembaca NARWASTU, juga di acara ini akan diberi penghargaan bagi “21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU.” Ke-21 tokoh ini dinilai merupakan sosok yang mampu menginspirasi, mampu memotivasi, Pancasilais, peduli pada persoalan masyarakat dan pernah dipublikasikan Majalah NARWASTU. “Tokoh yang terpilih ini tentu yang pernah tampil di NARWASTU, dan ini kami seleksi atau pilih dari sekitar 100 orang tokoh Kristiani,” tukas Jonro Munthe yang merupakan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia (MPI)” dan lulusan IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta serta alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soetomo, Jakarta ini. LK

Family Gathering GBI Vifa Robinson di The Spring of Living water Cisarua

CISARUA, Victoriousnews.com-Dengan mengusung tema “Kebersamaan Dalam Kasih”, GBI Victorious Family Apartemen Robinson, menggelar acara Family Gathering di The Spring of Living Water Cisarua, Bogor, Jawa Barat (Sabtu, 9/11).


Acara bernuansa kekeluargaan ini bertujuan agar sesama jemaat dengan pengerja tercipta kebersamaan yang makin erat. Kebersamaan dalam kasih dan mesra ini ibarat satu keluarga yang utuh dalam Kristus. Kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk dukungan untuk mewujudkan visi Gereja Victorious Family yaitu Menjadi Seperti Yesus Melalui Keluarga Berkemenangan Yang Memberi Dampak.


Melalui acara ini pengerja GBI Victorious Family Apartemen Robinson, berharap, agar sesama jemaat dengan pengerja bisa menjadi keluarga yang berkemenangan di dalam Kristus Yesus.
Meski perjalanan dengan Bis dari Apartemen Robinson menuju The Spring of Living Water Cisarua memakan waktu selama 7 Jam akibat macet parah, namun acara yang diikuti 150 peserta (jemaat dan pengerja) ini berjalan lancar dan sukses. Peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti acara family gathering tersebut.
Setibanya di lokasi seluruh peserta langsung disambut dengan makan siang. Setelah itu baru acara kegiatan dimulai yang dipimpin oleh panitia. “Pertama-tama kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus, sehingga kita tiba dengan selamat dan acara berjalan baik. Saya juga berterimakasih kepada Gembala Sidang, Seluruh Panitia, para sponsor yang mendukung dan kepada seluruh peserta yang sudah mengambil bagian,” tutur Ps. Afu selaku YMGS GBI Victorious Family Apartemen Robinson dalam kata sambutannya.
Sebagai bentuk kebersamaan, dilanjutkan dengan acara games menarik, seru dan menciptakan kebersamaan seluruh jemaat dan pengerja. yang diikuti seluruh jemaat dan panitia.. Tak pelak, suasana sukacita, senang, ceria, dan penuh dengan canda tawa dirasakan oleh seluruh peserta, hingga tak terasa waktu sudah sore.
Pada akhirnya, kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta yang berhasil memenangkan game. Disusul dengan sesi foto bersama, serta diakhiri dengan doa penutup oleh Tim Pendoa. FAT/ SM

 

 

 

 

Tokoh Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid) Hadiri Puncak Acara HUT Emas GYK dari OSZA di Balai Sarbini

Cendekiawan Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm Gus Dur (no 5 & 6 dari kiri) menghadiri Puncak HUT Emas GYK OSZA.

JAKARTA, Victoriousnews.com,- “Bangkit dan Bersinar”. Demikian judul buku yang diluncurkan sekaligus menandai puncak perayaan HUT EMAS (50 tahun) Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (GYK dari OSZA) di Indonesia yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jl Jend Sudirman-, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10) 2019.
Dalam perayaan HUT Emas yang menampilkan acara menarik dengan konsep “Malam Pagelaran Opera Budaya Nusantara” terasa sangat istimewa. Karena, selain dihadiri oleh Elder David F Evans (Presiden GYK OSZA area Asia), Elder Djarot Subiantoro (Dewan Area 70 Indonesia), Erwin Dumalang, Agus Suparmanto (Pasak Jakarta-Jawa Barat), Sugiyanto (penyusun buku 50 tahun GYK OSZA), juga dihadiri oleh tokoh Muslim moderat, yakni: Dr. Alwi Shihab serta Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid).

Puncak HUT ke 50 GYK OSZA tampilkan pagelaran opera budaya nusantara

Elder Djarot Subiantoro, dari area 70 Indonesia, menjelaskan Tema HUT Ke-50 GYK dari OSZA adalah “Bangkit dan Bersinar”. Menurut Elder Djarot, sebagai pengikut Kristus, Jemaat GYK dari OSZA senantiasa berusaha mengamalkan dua perintah utama yang tercantum dalam Matius 22:36-39, yakni untuk mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia, dan Yohanes 14:15 yaitu bila mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya.
“Hal ini selaras dan konsisten dengan doa dedikasi di Tanah Indonesia 50 tahun yang lalu, dengan visi, pelayanan dan kehidupan kami selagi berusaha menjadi orang-orang suci di zaman akhir.Dan diharapkan dapat bangkit dan bersinar sebagai sebuah keluarga dan komunitas, dijadikan makmur, diberkati sehingga menjadi produktif. Pekerjaan tersebut akan lah tidak mudah, namun akan berhasil karena ini adalah pekerjaan Allah,” tukas Djarot menambahkan bahwa GYK OSZA ini berada di Indonesia sejak 1969 dan didirikan di Amerika Serikat sejak April 1830.
Sementara itu, Penyusun Buku “Bangkit dan Bersinar 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”, Sugiyanto, menjelaskan bahwa isi buku ni adalah semi antologi. Yaitu gabungan antara kumpulan mengenai pesan penting dan berita kegiatan di lapangan dalam rangka merealisasikan program kerja, atau konkretnya adalah Injil dalam Tindakan.

Ka-ki: Sugiyanto (Penyusun Buku Bangkit & Bersinar), Elder Djarot Subiantoro, dan Elder David F Evans

Lanjut Sugiyanto, isi buku ini mengandung pesan-pesan berharga dari para pemimpin yang maknanya tidak lekang oleh waktu. Selain merupakan hasil penelusuran sumber-sumber internal, juga diperkaya dengan referensi dari buku, majalah, dan sumber daya lain yang dipilih. Dengan menelaah buku ini para pembaca diharapkan menjadi lebih bijak dalam menyikapi keberadaan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, yang bukan sebuah ancaman, alih-alih sebagai mitra dalam pembangunan kerohanian, keinsyafan, kesalehan dan peradaban unggul umat manusia.
Presiden Area Asia GYK OSZA, Elder David F.Evans, kepada wartawan yang bernaung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani (PERWAMKI), mengungkapkan, bahwa, dimanapun GYK OSZA berada, selalu berusaha menghormati norma dan hukum yang ada di Negara tersebut. “Kami ingin berbagi dan memberkati suatu bangsa dimana kami berada. Saat memperkenalkan keberadaan dan pengajaran gereja, kami (GYK OSZA) tidak pernah memaksakan untuk ikut, semua diserahkan kepada orang per orang sambil melakukan perbuatan kasih seperti 2 perintah injil (Matius 22:36-39),” papar Evans yang mengaku telah membawahi GYK OSZA di 21 negara.

Dalam sambutan tertulisnya, Cendekiawan Muslim, Dr Alwi Shihab, menyampaikan, 50 tahun perjalanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman terawat dengan baik di Indonesia.
“Telah 50 tahun, Gereja Yesus Kristus Dari OSZA tumbuh dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kemanusiaan, bergotong royong dan bahu membahu dengan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya kepedulian terhadap penanganan kebencanaan alam,” ujarnya.
Lanjut Alwi,  satu hal keunikan Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia saat ini, namun banyak komunitas beragama lain yang juga hidup dan berkembang, bahkan, sebagian besar agama dunia hidup berdampingan dalam persahabatan dan kedamaian sepanjang waktu.
Alwi mencontohkan LDS Charities yang dimiliki oleh GYK dari OSZA, telah 50 tahun di Indonesia, menempatkan keluarga sebagai unit utama kehidupan dalam rangka mencapai kedamaian peradaban yang lebih luas. “Dengan kata lain, kita harus menciptakan dalam diri kita perasaan bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan, bahwa orang-orang dari setiap jalan dijamin dalam hubungan khusus dengan Tuhan: masing-masing dipilih, tidak hanya untuk misi tetapi juga untuk cinta khusus,” imbuhnya.
Ketiga agama yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam itu, menurut Alwi, seperti saudara kandung dalam keluarga yang sehat.
“Kita mungkin memiliki perbedaan dan persaingan yang besar, tetapi pada akhirnya kita harus berusaha untuk saling melindungi dari bahaya dan nasib buruk. Kita harus mencoba bersatu untuk memperbaiki dunia di sekitar kita, sebagai wujud peran serta dan kontribusi yang tidak bisa dinilai dari besar kecil bentuknya melainkan dari kemurnian dan keikhlasan hati,” ungkapnya.
Alwi juga mengucapkan selamat berulang tahun yang ke-50 Gereja Yesus Kristus dari OSZA, dengan harapan terus berperan serta dan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
“Mari kita hadirkan senyum Ibu pertiwi atas terwujudnya keharmonisan, ketoleransian, dan kerukunan beragama sebagai wujud karunia dan anugerah Ilahi yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia,” tandasnya.
Mewakili Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, MTh, mengucapkan selamat HUT ke-50 dan Peluncuran Buku 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia.“Saya mengapresiasi pelayanan Gereja OSZA di Indonesia yang selalu tanggap dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Hal ini memperlihatkan komitmen Gereja OSZA dalam aksi-aksi kemanusiaan, sebagai wujud pewartaan kabar baik di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah krisis yang dihadapinya,” ujar Gomar.SM

Ibadah Syukur Program GoodNews Episode ke 500 & Peluncuran Buku Love Revolution

Ps. Daniel Hendrata & Ps. Debby Catharina

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Program tayangan talk show rohani Kristen “GoodNews” (GN) telah mengudara sejak 17 September 2005 di layar televisi. Puji Tuhan, pada hari Kamis (17/10/2019), GoodNews program memasuki episode ke-500 yang ditayangkan live recording di STOREHOUSE, The Bellezza Shopping Arcade lantai 1 Nomor 115- 118 Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dalam episode istimewa ini menghadirkan narasumber sekaligus pendiri program tersebut yakni: Ps. Daniel Hendrata dan sang isteri Ps.Debby Catharina.
Dalam episode 500 program goodnews juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Love Revolution” karya Ps. Daniel dan Ps Debby yang juga sebagai chairman dan co-founders dari Anugrah Ministries (www.anugrah.net), dan lead pastors dari Anugrah Church.

Momen istimewa, tiup lilin dan potong kue

Ps.Daniel Hendrata dan Ps. Debby Catharina adalah pasangan suami istri yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai pelayan penuh waktu, yakni menggembalakan di Anugrah Ministries, dan Anugrah Church.
Ps Daniel dan Debby menikah pada 7 Februari 1998, dan dikaruniai dua orang anak bernama Angeline Catharina Hendrata, dan James Richard Hendrata.

Ki-ka: Ps.Daniel, Edward Chen dan istri, Ps. Debby Catharina

Tepatnya, pada 11 Maret 2018, mereka resmi menjadi gembala dari Gereja Anugrah. Komitmen dan arah pelayanan suami-istri pendeta ini, ialah keselamatan, keluarga, dan pembentukan karakter.

Ps Daniel dan Ps Debby meyakini, bahwa keluarga mempunyai arti yang penting dalam kehidupan, bahkan dalam suatu masyarakat atau negara. Oleh karena itu, selain berkotbah secara umum, mereka juga banyak melakukan seminar, KKR, maupun pelayanan yang lebih spesifik menjangkau keluarga.

Setelah sukses menuliskan buku Guard Your Family, yang habis terjual hingga memasuki cetakan keempat, ‘Love Revolution’ merupakan buku lanjutan dari Guard Your Family persembahan dari Ps Daniel Hendrata dan
Ps Debby Catharina.

Buku interaktif ini mengajarkan tentang arti hidup yang sejati, bagaimana tidak menyerah sampai Love Revolution terjadi dalam keluarga kita, mengenali Waktu dan Musim dalam kehidupan kita, juga Millennial Parenting.

Ps. Daniel dan Ps.Debby, membuat buku Love Revolution, berangkat dari pengalaman mereka menghadapi masalah sejak memulai keluarga, mengurus anak, pindah dari Surabaya ke Jakarta, dan membentuk tim kerja Love Revolution, untuk memproduksi Goodnews.

“Cinta membutuhkan pengorbanan. Istri masa muda, beda dengan istri muda. Sebagai Kristen, istri kita adalah istri masa muda” tukas Ps. Daniel.

Acara syukuran ini dipandu oleh host Marsya Mannopo dan Shinta Rosari serta dimeriahkan oleh penyanyi mandarin pasangan suami istri, yakni Edward Chen dan Istri. SM

Anda Rindu Berziarah Rohani? Panorama Ministry Tawarkan ‘Harga Jujur’

Media Gathering bersama Panorama Ministry di sebuah cafe- Jalan Sabang, Jakarta Pusat (Rabu, 16/10)

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Guna mempererat  hubungan dengan awak Jurnalis, anak usaha dari PT Panorama JTB Tours Indonesia, yakni Panorama Ministry (PT Misi Pelayanan Mandiri) menggelar “media gathering” di sebuah café di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat (Rabu, 16/10) sore. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Ibu Ellen Purnawan (General Manager Panorama Ministry), Bapak Dewo (perwakilan pimpinan PT Panorama JTB Tours), sejumlah staff panorama ministry, puluhan Jurnalis dari berbagai media termasuk media Kristiani yang bernaung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki). “Selamat Pagi! Bapak/Ibu jangan kaget kata selamat pagi itu setiap hari kami ucapkan tanpa mengenal waktu. Baik pagi, siang maupun malam, kami tetap mengucapkan ‘selamat pagi’. Kenapa? Ya supaya kami tetap semangat dalam bekerja, karena merasa hari masih pagi,” tutur Indi (sales Panorama Ministry) yang dipercaya sebagai MC ketika membuka acara Media Gathering.

Panorama Ministry optimis akan adanya momentum positif dari perjalanan rohani pada tahun 2020 nanti. Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil, kelas menengah sudah menempatkan leisure atau wisata bukan lagi sebagai gaya hidup, melainkan kebutuhan keluarga. Maka ceruk pasar untuk produk yang tematik juga semakin terbuka. Berita terbaru yang membanggakan Indonesia dan umat Katolik tentunya dengan penobatan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo sebagai Kardina di Vatikan, dimana beliau merupakan satu-satunya wakil dari benua Asia saat ini. “ Saat ini merupakan momen prestisius dan membanggakan, karena Mgr Ignatius Suharyo merupakan satu-satunya wakil dari Asia. Tentunya hal ini akan membuat para jemaat semakin ingin bepergian ke Vatikan, untuk melihat langsung momen bersejarah bagi Indonesia. Sehingga dapat menjadi momentum positif bagi industri perjalanan rohani,” ujar General Manager Panorama Ministry, Ellen Purnawan.

Ellen Purnawan (GM Panorama Ministry)

Lanjut, Ellen, Misi pelayanan ini telah hadir sejak tahun 1995, yang didirikan langsung oleh founder Panorama Group, Adhi Tirta Wisata. Pada tanggal 12 Oktober 2018, Panorama Ministry yang terdaftar secara resmi sebagai PT Misi Pelayanan Mandiri, “terlahir kembali” dengan gagasan, ide-ide, dan destinasi terbaru. Sebut saja: Lourdes, Bhutan, Srilanka, Bangkok, India, dan Vietnam. “Hal itulah yang membuat kita lebih fleksibel dalam melakukan pelayanan. Para umat dapat memilih mau perjalanan kemana, dan harga kami juga lebih murah. Keuntungan dari Panorama Ministry juga akan diarahkan kepada Panorama Foundation. Kita juga telah membuka travel untuk umat komunitas dari berbagai agama: baik Muslim, Nasrani, Hindu Budha dan lain-lain. Pelanggan akan melakukan perjalanan internasional ataupun domestik akan tetap kami layani,” tutur Ellen.

Salah satu contoh produk terbaru dari Panorama Ministry yang menyediakan harga jujur adalah Paket Holyland Jerusalem. Paket ini akan melayani jemaat sampai 11 hari dengan destinasi pilihan seperti Cairo, St Catherine, Jerusalem, Vatikan, Sinai dan Tiberias. “Kenapa Panorama secara fokus mendirikan badan khusus umat di Indonesia? Karena 99% umat memeluk agama, hanya 1% menurut sensus penduduk yang tidak memeluk agama. Kita tahu ke depan tugas dan tanggung jawab kita akan lebih besar lagi,” papar Ellen.

Para Jurnalis tampak senang, karena dalam acara tersebut ada beragam games dan door prize menarik dan mereka dapat membawa pulang hadiah yang diberikan oleh Panorama Ministry. SM

Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (PAKATUAN) Rayakan HUT Provinsi Sulut ke 55 & Doa Bersama Untuk Ambon dan Papua

Para hamba Tuhan yang tergabung dalam PAKATUAN berpose bersama usai ibadah

JAKARTA, Victoriounews.com, Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara ke-55 yang jatuh pada tanggal 23 September 2019 lalu, Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (PAKATUAN) wilayah Jakarta dan sekitarnya menggelar ibadah dan doa syukur di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Ekklesia Jl. Kayu Mas Timur No. 7 Pulo Gadung Jakarta Timur (Minggu, 29/9 2019). Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 Wib ini dihadiri sekitar 100 orang  hamba Tuhan.  Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Pdt. Dr. Alma Shepard Supit (salah satu ketua PGI), Pdt. Dantje Wulur, MA Pendeta (Gembala GPdI Ekklesia/ mantan Sekretaris Umum PGPI),  Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sport.Med., M.Pd, (Guru Besar Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta UNJ), Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Dr. Jooner Ramber, SE., MM yang juga tokoh adat Tapanuli Selatan, sejumlah hamba Tuhan dari KGPM serta mantan gangster Amerika, Michael Howard.

Pdt. Dr. Shephard Supit dalam kotbah singkatnya mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Kisah Para Rasul 10:1-4.  Ayat ini mengisahkan tentang  seorang Perwira pasukan Italia bernama Kornelius yang takut akan Tuhan. “Setidaknya ada 3 alasan mengapa Tuhan menjawab doa Kornelius. Pertama, karena dia Saleh (ayat 2). Kedua, Karena takut akan Tuhan  dan tekun berdoa (ayat 2b). Ketiga, Banyak memberi kepada orang lain (Ayat 4).  Begitu juga dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani, jika kita  mengikuti teladan Kornelius, maka Tuhan pasti mencurahkan berkat yang luar biasa,” ungkap Pdt. Shephard Supit. Dalam pertemuan tersebut, Prof. James Tangkudung mengajak para hamba Tuhan agar saling peduli dan mendoakan. Prof Tangkudung juga sharing firman Tuhan yang terambil dalam kitab Hosea 6: 1-4.

Ki-ka: Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan) & Margianto (Ketua Perwamki) usai acara Ibadah syukur Pakatuan, (Minggu 29/9) di GPdI Ekklesia, Kayumas Timur, Jaktim

Dr. Jooner Rambe, Raja Kristen Tapsel Yang Diberi Karunia Kesembuhan Begitu pula Dr. Jooner Ramber, SE., MM yang dipercayakan sebagai Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadadon Tapanuli Selatan menyampaikan kesaksiannya luar biasa. Daulat Raja Agung Panuturi, Dr. Jonner Rambe, SE merupakan Raja Tano Tombangan (Tantom), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapatkan gelar tertinggi dalam kerajaan, dan resmi menyandang gelar baru, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe dalam sebuah acara silaturahmi raja-raja se Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di Istana Hasadaon ; Kota Tua, Kecamatan Angkola Tantom

Daulat Raja Agung Panuturi Rambe diangkat menjadi baginda di Tantom adalah atas dasar musyawarah raja-raja, hatobangan, tokoh agama, masyarakat, pemangku adat kepala desa se-Tantom untuk kemudian dirinya mendapat pengakuan dari sejumlah sultan dan raja di Nusantara.

Dikatakannya bahwa penabalan dirinya menjadi baginda di Tantom yakni pada tanggal 29 Desember 2009 lalu yang dilaksanakan dalam sebuah acara adat di Istana Hasadaon. Acara penobatan mereka ini diadakan dengan suatu pesta besar mulai tgl 27 s/d 29 Desember 2009, dihadiri oleh 3000 orang masyarakat TapSel, yang terdiri dari 48 marga sebagai Mora atau Hula-Hula. Disamping itu pesta ini dihadiri juga oleh Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Harajaon, Raja-Raja tapanuli Selatan, Alim Ulama dan Undangan lainnya.

  Pesta ini berlangsung secara meriah sekali siang malam, karena ditampilkan juga Gondang sebangunan Tapanuli Utara dan Uning-Uningan Tradisional Tapsel. Selain itu, kepada raja-raja se Tabagsel ini bahwa dirinya juga sudah mendapatkan pengakuan sekaligus juga menjadi anggota dari Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan (AKKI) sesuai dengan surat keputusan No.057/S.Kep-AKKI/2010 tertanggal 17 Mei 2010 lalu yang ditandatangani Presiden AKKI, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang juga Sultan Palembang.

Daulat Raja Agung Panuturi Rambe dan istrinya, Dra. Carolina Lumban Tobing gelar Ratu Namora Hasayangan, merupakan putra daerah Tantom yang sejak SMP sudah meningalkan Tantom untuk bekerja dan kuliah di Jakarta dan saat ini memiliki 5 perusahaan di Jakarta mengatakan, bahwa keinginannya kembali ke kampung halaman adalah dikarenakan banyak perantau yang tidak tahu lagi Batak Angkola. Hal inilah yang menuntutnya perlu dikembangkan, agar batak perantau tidak sampai kehilangan identitas sebagai suku batak.

    Selain menjadi anggota AKKI, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe juga sudah mendapatkan pengakuan dari dari Sutan Kumala Pulungan gelar Raja Panusunan Bulung Adat Luat Sayur Matinggi dari Bagas Godang Sayur Matinggi. Sebulan Setelah penobatan itu, kabar berita tersebar di seantero Nusantara, sehingga Keraton Surakarta Hadiningrat Solo, Kanjeng Gusti Puger, dan sultan Pagarruyung Padang mengundang Baginda Agung Panuturi hasadaon dan ratu Namora Hasayangan ini untuk berkunjung ke istana mereka sekitar bulan April 2010. “Dalam pelayanan saya sebagai seorang raja, belajar untuk menerapkan kasih seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Semua masyarakat saya perlakukan sama. Meski di Tapsel itu 90 persen beragama Muslim, namun puji Tuhan saya sebagai raja beragama Kristen sangat dihormati oleh mereka, termasuk para ulama. Puji Tuhan, saya diberi Tuhan karunia kesembuhan, datanglah orang yang buta kepada saya. Kemudian saya hanya jamah dan sembuh seketika. Berita ini terdengar dan menyebar di seluruh Tapsel, mereka yang sakit pun antri di istana. Ada yang gila, ada yang lumpuh pun sembuh. Semua itu adalah pertolongan Tuhan Yesus. Melihat hal itu, raja-raja lain pun tampak cemburu, dikira saya ‘sakti’, dan ingin meracun saya melalui minuman yang diberikan. Pernah beberapa kai, saya disajikan minuman, justru gelasnya meledak sebelum saya minum. Ini adalah pertolongan dan perlindungan Tuhan,” ujar Raja Jooner Rambe dalam kesaksiannya.

Pdt. Dantje Wulur (Gembala GPdI Ekklesia Kayumas Timur/Ketua Forkop Tomas)

     Sedangkan Ketua FORKOP TOMAS, Pdt. Dantje Wulur, MA, mengungkapkan bahwa FORKOP TOMAS adalah Forum Komuniksi Pendeta asal Tompaso Baru dan Maesaan Minahasa Selatan Sulawesi Utara, yang berada di Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek.  Menurut Dantje, saat ini Forkop Tomas beranggotakan 100 orang gembala lebih, bahkan ada yang berasal dari satu desa, seperti Desa Sion, ada 50 orang lebih anggota dari sana. “Keanggotaan Forkop Tomas berasal dari berbagai latarbelakang denominasi gereja, dan tidak hanya gembala sidang, ataupun pendeta, tetapi juga ada berhimpun para evangelis, dosen, dan penatua. Saya sendiri belum lama menjabat Ketua Forkop Tomas. Dalam kepengurusan saya  sudah dua tahun berjalan dan meneruskan kepengurusan lama yang dipimpin Pdt. Mody Rumondor. Fokus kepengurusan saya saat ini, lebih kepada memperhatikan keluarga pendeta yang sakit, kedukaan bagi orangtua dikampung, dan pertukaran mimbar (memberi kesempatan anggota untuk berkhotbah digereja tempat anggota bekerja), juga aktivitas sosial, membina tahanan/narapidana, dan bantuan korban bencana,” tutur Pdt. Dantje Wulur (Gembala Sidang GPdI Jemaat Ekklesia Jl. Kayu Mas Timur No. 7 Pulo Gadung Jakarta Timur) yang menjadi tuan rumah Ibadah dan Doa Syukur HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-55.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan presentasi perdana rencana pagelaran rohani akbar “Jakarta Christmas Festival” disingkat JC Festival.  “Jakarta Christmas Festival” suatu event  tiga hari, yang akan diadakan di Lapangan Banteng pada 13-15 Desember 2019, dengan konsep dasar melakukan perayaan Natal secara terbuka dan bersifat kontekstual, direncanakan pelaksanaannya akan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Perwakilan panitia Martha dan Winny mempresentasikan, JC Festival akan mengangkat tema pada hari pertama: Papua Land’s Day; pada hari kedua adalah Love Jakarta. Dan pada hari ketiga adalah Philosophie of Indonesia. Rangkaian acara yang dipersiapkan oleh panitia saat ini, gambaranya adalah sebagai berikut : Sabda dan Nada, Papua Expo, Konser Amal, Kesenian Daerah, Galeri Foto, Pesta Kuliner, Aneka Lomba Dewasa dan Anak, Pasar Murah Sembako, Pemeriksaan Kesehatan, dan Bazar UMKM. “Untuk memperkuat kepanitiaan, kami akan mencari anak-anak muda yang bersedia untuk membantu kami dalam JC Festival mendatang,” ujar Martha kepada wartawan. SM