Victoriousnews.com-Drama Malaysia Walid yang tayang setiap Kamis dan Jumat di Viu kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Salah satu yang menarik adalah karakter Dewi (diperankan Ranea Ezreen) yang menjadi sosok paling viral dibanding karakter baru Raras Kartika yang diperankan Olla Ramlan. Data percakapan digital menunjukkan bahwa dominasi Dewi tidak hanya terasa dalam diskusi penonton, tetapi terlihat jelas dari angka reach, mentions, dan momen viral sepanjang pekan ini.
Jika melihat jangkauan percakapan digital sepekan, Dewi menempati posisi teratas. Karakter ini, dalam pemantauan riset social listening yang dilakukan Contentro, tercatat 10,7 juta reach atau sekitar 68% dari total percakapan yang berkaitan dengan serial Walid. Angka ini bahkan hampir setara dengan karakter utama Walid yang mencatat sekitar 10,5 juta reach—namun sebagian besar percakapan tentang Walid juga terjadi dalam konteks hubungannya dengan Dewi.
Sebagai perbandingan, karakter Raras Kartika yang diperankan Olla Ramlan mencatat sekitar 1,2 juta reach atau sekitar 8%. Data ini menunjukkan bahwa Dewi adalah karakter populer dan dianggap sebagai percakapan utama dalam ekosistem diskusi penonton tentang Walid.
Salah satu alasan Dewi begitu dominan adalah karena karakter ini sudah dikenal penonton sejak musim pertama Bidaah yang viral pada 2025. Selama lebih dari setahun, penonton
mengikuti perjalanan karakternya bersama Walid—mulai dari hubungan manipulatif, dinamika yang membuat penonton geregetan, hingga pertanyaan moral tentang apakah Dewi sebenarnya korban atau pelaku. Ketika musim terbaru kembali menampilkan Dewi masih dekat dengan Walid, penonton merasa mendapatkan kelanjutan dari cerita yang telah lama mereka ikuti. Hal inilah yang membuat percakapan tentang Dewi langsung meledak pada hari-hari awal penayangan.
Dalam jumlah penyebutan di media sosial, Walid tetap berada di posisi teratas, sebagian besar berasal dari penggunaan hashtag #walid. Namun Dewi juga mencatat angka tinggi, yang membuatnya tetap berada di antara karakter yang paling sering dibicarakan.
Menariknya, jumlah mentions tentang Olla Ramlan atau Raras Kartika berada di peringkat ketiga, hampir setara dengan Dewi. Namun perbedaannya terletak pada reach dan viral impact. Percakapan tentang Dewi menjangkau audiens yang jauh lebih luas dibandingkan percakapan tentang Raras.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada momen viral sepanjang pekan penayangan. Dewi mencatat lonjakan reach hingga 10,7 juta pada 27 Februari (satu hari setelah penayangan), menjadikannya salah satu momen percakapan terbesar terkait serial ini. Sebaliknya, momen terbesar untuk Olla Ramlan terjadi pada 4 Maret, ketika percakapan meningkat setelah kemunculan karakternya semakin jelas dalam cerita. Walaupun angka mentions cukup tinggi, dampaknya tidak sebesar lonjakan reach yang dihasilkan oleh konten tentang Dewi.
Percakapan tentang Dewi juga berkembang secara organik melalui meme dan konten buatan penonton. Konten tentang Dewi didominasi oleh meme, reaction video, dan screenshot adegan yang dibagikan ulang oleh penonton. Sebaliknya, konten tentang Olla Ramlan lebih banyak muncul melalui artikel berita. Fenomena ini menunjukkan bagaimana respons penonton terhadap karakter Dewi tidak hanya terjadi di level cerita, tetapi juga di ruang digital tempat audiens menafsirkan dinamika hubungan dalam serial tersebut. Memasuki episode 3–4, Walid memang menghadirkan perkembangan cerita yang semakin kompleks. Episode terbaru menyoroti bagaimana komunitas tersebut bertahan di tengah dua tekanan sekaligus, yaitu sorotan terhadap ajaran yang mereka bawa dan absennya pemimpin utama. Tanpa kehadiran langsung Walid, jemaah tetap harus mengambil keputusan dan menjaga ritme kegiatan mereka. Dalam situasi seperti ini, figur yang berada di gagaris depan memegang tanggung jawab besar dalam menentukan arah kelompok. @epa_phm

















