JEMBRANA, Bali, VictoriousNews.com – Udara sejuk Desa Wisata Blimbingsari, Melayani, Jembrana Bali, menyambut puluhan hamba Tuhan dan pengurus Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) dari berbagai penjuru Indonesia. Di desa yang dikenal sebagai simbol harmoni antara budaya Bali dan kekristenan itu, GBIN menggelar Pembinaan & Ucapan Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 pada 16–18 Juni 2026 dengan semangat yang melampaui sekadar peringatan usia organisasi.

Selama tiga hari, puluhan perwakilan pengurus dan pelayan GBIN mengikuti rangkaian seminar, fellowship, pembinaan, diskusi panel, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) serta perayaan puncak HUT. Seluruh agenda dirancang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kehidupan iman, sekaligus mempertegas arah pelayanan gereja di tengah dinamika bangsa.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, Ketua Umum Sinode GBIN Pdt. Dr. Melianus Kakiay, Penasehat GBIN Pdt. Dr. Berthy Momor, Penasehat GBIN Pdt. Johny Lokollo, M.Th, Sekretaris I Pdt. Agustinus Samalle, S.Th, Bendahara Umum Pdt. Jemy Alfons, S.Th, Rev. Wilson Ng dari Malaysia, Ketua DPD GBIN Jakarta Pdt. Jeremias Panggabean, M.Th, Ketua DPD GBIN Jawa Timur Pdt. Roman Stefano, Ketua BPD GBIN Bali Pdt. Roy Sipahelut, serta sejumlah pemimpin gereja lainnya.Mengusung tema “Dikuatkan, Dipersatukan, Diperluas”, perayaan HUT ke-III GBIN berlandaskan Kisah Para Rasul 2:42-47 yang menggambarkan kehidupan jemaat mula-mula dalam ketekunan, kesatuan, dan kasih. Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan GBIN sekaligus panggilan untuk terus bertumbuh dalam iman dan memperluas dampak pelayanan bagi masyarakat.
Ketua Panitia, Pdt. Johnny Lokollo, M.Th menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan pembaruan komitmen dalam menjalankan Amanat Agung Kristus.

“Kami ingin membangun Tubuh Kristus yang terus bertumbuh, bersatu, dan berdampak. Melalui kegiatan ini, setiap peserta diharapkan mengalami penguatan iman, pemulihan rohani, serta memperoleh visi yang lebih jelas untuk melayani Tuhan dan sesama,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan Blimbingsari sebagai lokasi perayaan memiliki makna yang mendalam. Desa yang menjadi salah satu ikon toleransi dan kerukunan di Bali itu menghadirkan suasana yang tenang, damai, dan sarat nilai spiritual. Keindahan alam serta keramahan masyarakat setempat memberikan ruang bagi para peserta untuk mempererat relasi dengan Tuhan sekaligus membangun kebersamaan lintas daerah.
Dari Mimbar Gereja, Pesan Kebangsaan Menggema
Salah satu momen yang mendapat perhatian peserta adalah sambutan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh warga GBIN untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa dan menebarkan nilai-nilai kasih di tengah masyarakat yang majemuk.
“GBIN harus menjadi penguat semangat melayani, terus berbuat baik, dan terus menjaga persatuan Indonesia. Perbedaan bukan alasan untuk itu, melainkan kesempatan untuk saling belajar, saling menguatkan, dan saling memberkati,” katanya.

De Gadjah menilai kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga harmoni dan memperkuat persaudaraan.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga etika dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara dan bagian dari sistem demokrasi yang sehat. Namun kritik harus disampaikan secara santun, disertai solusi, serta bertujuan membangun, bukan memecah belah.
“Kalau ada yang salah, mari kita kritik dengan solusi dan pemikiran yang membangun. Demokrasi harus dijalankan dengan etika sehingga perbedaan pandangan tidak merusak persatuan bangsa,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Dqe Gadjah mengajak seluruh jemaat untuk terus memelihara kekompakan dan saling mendoakan. Baginya, doa dan persaudaraan merupakan kekuatan yang mampu menjembatani jarak serta mempererat hubungan antarsesama.
“Kalau kita kompak dan saling mendoakan, yang dekat akan semakin erat, dan yang jauh pun akan terasa dekat,” pungkasnya.
Meneguhkan Langkah Pelayanan
Rangkaian kegiatan HUT ke-III GBIN diawali pada 16 Juni 2026 melalui ibadah pembukaan, diskusi panel, dan seminar pembinaan yang menghadirkan pembicara internasional Rev. Wilson Ng dari Malaysia. Berbagai sesi yang digelar selama tiga hari menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman pelayanan, sekaligus memperkuat jejaring antargereja di lingkungan GBIN.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, pertemuan di Blimbingsari menjadi peneguhan arah perjalanan GBIN ke depan. Semangat “Dikuatkan, Dipersatukan, Diperluas” tidak hanya menjadi tema acara, tetapi juga visi yang ingin diwujudkan dalam pelayanan yang relevan, berdampak, dan menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat. SM

















