Harmoni Nusantara Menutup HUT Ke-3 GBIN, Kota Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Tahun 2027

Jembrana, Bali, VictoriousNews.com– Setelah tiga hari dipenuhi ibadah, persekutuan, dan semangat pelayanan, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) akhirnya mencapai puncak penutupannya pada Kamis, 18 Juni 2026. Namun penutupan itu bukan sekadar akhir sebuah perayaan. Ia menjadi momentum yang meninggalkan kesan mendalam tentang persaudaraan, keberagaman, dan harapan akan masa depan pelayanan yang semakin luas.

Acara hari ketiga diawali dengan ibadah penutup yang berlangsung khidmat dan disertai Perjamuan Kudus. Dalam suasana penuh penghayatan, para hamba Tuhan, gembala jemaat, dan peserta dari berbagai daerah mengambil bagian dalam persekutuan iman yang menjadi simbol kesatuan tubuh Kristus.

Momen tersebut seolah menjadi titik temu bagi para pelayan Tuhan yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Perbedaan latar belakang, budaya, dan bahasa melebur dalam satu meja perjamuan, menegaskan bahwa mereka dipersatukan oleh panggilan yang sama untuk melayani Tuhan dan menjangkau jiwa.

Usai ibadah, suasana berubah menjadi lebih hangat dan penuh sukacita. Sebelum perpisahan, para peserta dari berbagai daerah mempersembahkan pujian dengan menyanyikan lagu-lagu rohani khas daerah masing-masing.

Dari Maluku terdengar lantunan pujian bernuansa timur yang penuh semangat. Papua menghadirkan irama yang menggugah sukacita. Jawa Timur menyajikan pujian yang sarat penghayatan, sementara peserta dari Jabodetabek dan daerah lainnya turut memperkaya suasana dengan warna budaya masing-masing.

Lagu demi lagu yang dinyanyikan bukan sekadar hiburan. Di balik setiap nada, tersimpan cerita tentang perjalanan pelayanan, perjuangan membangun jemaat, dan kesetiaan para hamba Tuhan yang melayani di berbagai pelosok negeri. Aula pertemuan pun berubah menjadi panggung persatuan, tempat keberagaman budaya Indonesia dipersembahkan sebagai pujian bagi Tuhan.

BPD Jatim Siap Jadi Tuan Rumah HUT GBIN  ke-4 

Di tengah suasana yang penuh keakraban itu, Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Dr. Melianus Haurisa Kakiay, kemudian menyampaikan pengumuman yang langsung disambut antusias seluruh peserta.

Ia mengumumkan bahwa perayaan HUT ke-4 GBIN yang akan digelar pada Juni 2027 akan berlangsung di Kota Surabaya, Jawa Timur. Penunjukan tersebut sekaligus menandai kesiapan Badan Pengurus Daerah (BPD) GBIN Jawa Timur menjadi tuan rumah perhelatan akbar sinode tahun depan.

Sebagai bentuk dukungan dan peneguhan, Ketua BPD GBIN Jawa Timur, Pdt. Roman Stefano, didaulat maju ke depan altar. Di hadapan seluruh peserta, ia didoakan secara khusus agar diberikan hikmat, kesehatan, serta kemampuan memimpin persiapan perayaan HUT ke-4 GBIN.

Doa yang dipanjatkan bukan sekadar seremoni. Momen itu menjadi simbol estafet pelayanan dan kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur untuk melanjutkan semangat kebersamaan yang telah dibangun di Blimbingsari.

Menjelang akhir acara, suasana haru mulai menyelimuti ruangan. Para peserta yang selama tiga hari hidup dalam kebersamaan mulai bersiap kembali ke daerah pelayanan masing-masing.

Sebelum berpisah, Penasehat sekaligus Ketua Panitia HUT ke-3 GBIN, Pdt. John Lokolo, bersama Ketua BPD GBIN Bali yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Lokal, Pdt. Roy Sipahelut, menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Atas nama panitia lokal Bali, saya mohon maaf kepada seluruh Bapak/Ibu yang hadir. Nanti kekurangan yang ada di sini akan disempurnakan oleh kepanitiaan Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Pdt. Roman Stefano,” ujar Pdt. Roy Sipahelut yang disambut tepuk tangan hangat para peserta.

Ucapan sederhana itu justru mencerminkan semangat kerendahan hati yang menjadi ciri persekutuan para pelayan Tuhan. Tidak ada klaim kesempurnaan, tetapi ada ketulusan untuk terus belajar dan melayani lebih baik.

Ketika acara benar-benar berakhir, para peserta tampak saling bersalaman, berpelukan, dan mengabadikan momen bersama. Ada yang tertawa, ada yang menitikkan air mata haru. Tiga hari kebersamaan telah melahirkan ikatan persaudaraan yang sulit dilupakan.

Dari Blimbingsari, mereka kini kembali ke Maluku, Papua, Jawa, Bali, Jabodetabek, dan berbagai daerah lainnya. Namun mereka pulang dengan membawa semangat yang sama: terus melayani, terus menjangkau jiwa, dan terus membangun gereja Tuhan di seluruh Nusantara.

Perayaan HUT ke-3 GBIN memang telah usai. Namun semangat yang lahir dari pertemuan itu akan terus hidup, hingga kembali dipertemukan dalam sukacita yang sama di Surabaya pada tahun mendatang. SM

Related posts