RIMPANG JADI TEMA MADANI INTERNASIONAL FILM FEST 2026

Berita, Seleb135 Views

Jakarta,Victoriousnews.com-Madani International Film Festival 2026: Rimpang digelar selama 7–11 Oktober 2026 di XXI Epicentrum (Kuningan, Jakarta Selatan) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta Pusat). Sejumlah nara sumber termasuk Inayah Wahid (Board Madani Fest), Cholil Mahmud (Co-Programmer Rimpang), Achmad Rifki (Direktur Madani Fest) dan dimoderatori Fanisa Aura memaparkan sejumlah gagasan dalam Press Conference Madani International Film Festival 2026: Rimpang pada Senin, 5 Oktober 2026 di Teater Wahyu Sihombing +Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki).

Press conference juga memperkenalkan mengenai Madani International Film Festival 2026 dan program Rimpang yang menjadi bagian dari festival. Madani International Film Festival 2026 enghadirkan film, musik, diskusi, pertunjukan, serta kolaborasi puluhan komunitas di berbagai ruang di Jakarta.

Tema “Rimpang: Menjalar, Menyembuhkan. Istilah “Rimpang” dipilih untuk menggambarkan sesuatu yang tumbuh dengan cara menjalar, bercabang, dan membentuk hubungan tanpa harus bertumpu pada satu pusat. “Implementasi rimpang dalam programming film tahun 2026 wujudnya adalah keterhubungan. Kita tidak hanya menayangkan film dari satu kawasan, tapi menghubungkan film-film Asia Tenggara, program Indies World, Madani Kids untuk penonton muda, hingga kolaborasi lintas lembaga seperti Madani x ACFFest KPK. Semua elemen menjalar dan saling memutus sekat,” ujar Ahmad Rifky.

“Gerakan rimpang lahir dari kebutuhan yang ada:di dunia. Tema Madani tahun 2026 adalah ‘Rimpang’. Ini sebuah gerakan yang benar-benar persis rimpang, akar-akarnya menjalar ke mana-mana. Rimpang tidak tumbuh ke atas saja, tetapi menjalar, saling menopang, dan menguatkan dari dalam tanah,” ucap Inayah Wahid.

Madani Fest mengembangkan program melalui empat matra utama, yakni Living Islam, Civic (Madani), Civilization (Tamaddun), dan City (Madinah). Melalui Living Islam, festival menghadirkan film, narasi, serta gagasan tentang Islam sebagaimana dialami dalam kehidupan sehari-hari oleh berbagai kelompok masyarakat. Dimensi Civic berfokus pada kewargaan, aktivasi komunitas, dan penguatan masyarakat sipil. Civilization menjadi ruang penjelajahan etika, pengetahuan, serta kesenian melalui diskusi, lokakarya, master class, pameran, dan pertunjukan. Adapun City melihat kota sebagai ruang hidup yang dapat dibaca kembali melalui aktivitas, ruang, serta mobilitas keseharian.

“Salah satu yang menarik adalah kita melatih diri untuk menyebutnya bukan ‘Timur Tengah’, tetapi ‘Asia Barat’. ‘Timur Tengah’ itu istilah eurosentris dan kolonial—timur dari mana? Timur dari negara-negara Barat. Melalui perspektif rimpang, kita belajar merebut kembali cara kita memandang kawasan dan sejarah kita sendiri,” ucap Cholil.

Festival tahun 2026 menghadirkan tiga rumpun besar program, yaitu Ideas, Film, dan Performance. Di dalamnya terdapat diskusi, workshop, master class, pameran, peluncuran dan bedah buku, musik, teater, monolog, tari, kompetisi film pendek, retrospeksi, serta berbagai program hasil kolaborasi.

Salah satu program khusus tahun 2026 adalah co-programming bersama Efek Rumah Kaca (ERK). Efek Rumah Kaca yang memainkan set Rimpang mengajak teman-teman yang dengan liat melakukan perlawanan di sana sini. Sebagai kurator, ERK juga mengajak Harlan Boer, Bing Renang, Denisa, Adrian Yunan, Bin Idris, Dialita, Made Mawut, dan Surise WP. ERK juga mengajak seniman bebunyian eksperimental seperti Division Fracture, IcutNoise, Hvft, Wangun, Individual Distortion, dan Sawah Penderitaan. Selain itu beberapa film yang punya hubungan kuat dengan semangat rimpang dan musik akan kami sajikan seperti Galura Tropikalia Alive tentang grup band The Panturas, A Distorted Individual tentang obsesi musisi noise untuk mendapatkan AMI Awards, Muman Minggil tentang bagaimana grup Mambesak mencoba mengabadikan lagu dan bahasa rakyat Papua, dan film Sekeping Kenangan tentang upaya mengabadikan lagu-lagu yang diciptakan para tahanan politik di Bali.

Madani Fest 2026 juga menghadirkan program Madani x Mizan x Kenduri Cinta, berupa penampilan khusus Haddad Alwi bersama Kiai Kanjeng, pemutaran film dokumenter Haddad Alwi, serta diskusi bersama Haddad Alwi dan Sabrang.

Dalam ranah musik, program Nasyidmorphosis disuguhkan perkembangan nasyid melalui format performance lecture dan perbincangan bersama sejumlah nama, di antaranya Opick, SNADA, Izzatul Islam, Ebith Beat A, dan Agus Idwar. @epa_phm