Ketua DPD Gerindra Bali De Gadjah: Mahasiswa Boleh Kritik Presiden, Tapi Jangan Hilang Adab! 

banner 468x60

Jembrana,Bali–VictoriousNews.com- Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, mengaku prihatin terhadap maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan mengkritik berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan dengan santun dan tetap menjunjung tinggi adab.

“Saya sebagai anak bangsa sangat miris. Dulu saat kami menjadi mahasiswa dan aktivis, kami juga menyampaikan kritik kepada pemerintah. Tetapi kami tetap memiliki adab dan etika dalam menyampaikan aspirasi,” ujar De Gadjah usai menghadiri pembukaan acara Pembinaan & Ucapan Syukur HUT Ke-3 Sinode GBIN yang digelar di GKPB PNIEL Blimbingsari, Melaya-Jembrana Bali, Selasa (16l/6/26).

Pdt. John Lokolo (paling kiri), De Gadjah (tengah) didampingi sang istri.

Ia menilai sebagian aksi yang terjadi saat ini mulai bergeser dari penyampaian aspirasi menjadi tindakan yang mengarah pada penghinaan. Padahal, menurutnya, perbedaan pendapat seharusnya tidak menghilangkan nilai-nilai kesopanan yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

De Gadjah menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan berbagai pembenahan, termasuk memberantas praktik mafia impor, mafia ekspor, korupsi, dan berbagai bentuk kejahatan ekonomi yang selama ini merugikan negara.

“Pemerintah sedang bekerja merapikan berbagai persoalan bangsa. Banyak kebocoran dan penyimpangan yang sedang dibenahi sehingga uang negara bisa diselamatkan. Tentu ada pihak-pihak yang merasa terganggu dan berusaha melakukan berbagai cara untuk melawan perubahan tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, De Gadjah juga menyoroti kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meyakini program unggulan Presiden Prabowo tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, petani, pelaku UMKM, hingga para peternak yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

“MBG adalah program yang baik. Anak-anak sangat senang dengan program ini. Selain membantu kebutuhan gizi generasi muda, program ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari petani, peternak hingga pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Meski demikian, De Gadjah mengakui tidak ada program pemerintah yang sempurna. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk memberikan kritik yang konstruktif disertai solusi, bukan sekadar kecaman atau penghinaan.

“Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Kritik dan saran tentu diperlukan, tetapi harus disertai solusi. Jangan sampai karena ada masalah kecil, lalu seluruh program dianggap gagal. Yang perlu diperbaiki adalah kekurangannya, bukan menghancurkan programnya,” tegasnya.

De Gadjah juga meminta para tokoh agama, pendeta, dan para orang tua untuk turut memberikan pembinaan moral kepada generasi muda agar tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Saya berharap para tokoh agama dan para orang tua memberikan bimbingan rohani kepada adik-adik kita. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus tetap menjaga adab, menghormati perbedaan pendapat, dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik,” katanya.

Menurut De Gadjah, demokrasi yang sehat bukan hanya tentang kebebasan berbicara, tetapi juga tentang kemampuan untuk saling mendengar dan berdialog. Ia berharap mahasiswa dan pemerintah dapat membangun komunikasi yang lebih baik demi kemajuan Indonesia. “Silakan berdiskusi, silakan mengkritik, tetapi mari dilakukan dengan baik dan bermartabat. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beradab. Nilai itu harus tetap kita jaga,” pungkasnya. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60