Bornstar Indonesia Hadirkan Artis Korsel Gunwoo & Henny: Mental dan Attitude Jadi Kunci Idol K-Pop

Bornstar Indonesia menggelar Coaching Clinic & Exclusive Dinner with K-Pop Idol bersama dua penyanyi asal Korea Selatan, Gunwoo dan Henny, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, pada 1–2 Agustus 2026. Selama dua hari, para peserta memperoleh kesempatan langka untuk belajar langsung dari pelaku industri hiburan Korea Selatan, mulai dari teknik vokal, koreografi, performa panggung, hingga pembentukan mental yang menjadi fondasi utama seorang idol.

Jakarta,VictoriousNews.com– Gemerlap panggung K-Pop tak lagi sekadar menjadi hiburan bagi generasi muda Indonesia. Di balik sorotan lampu dan riuh tepuk tangan, tumbuh mimpi besar anak-anak muda Tanah Air untuk suatu hari berdiri di panggung internasional sebagai idol profesional.
Melihat antusiasme tersebut, Bornstar Indonesia menggelar Coaching Clinic & Exclusive Dinner with K-Pop Idol bersama dua penyanyi asal Korea Selatan, Gunwoo dan Henny, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, pada 1–2 Agustus 2026. Selama dua hari, para peserta memperoleh kesempatan langka untuk belajar langsung dari pelaku industri hiburan Korea Selatan, mulai dari teknik vokal, koreografi, performa panggung, hingga pembentukan mental yang menjadi fondasi utama seorang idol.

Bangkit Setelah Pandemi, Bornstar Kembali Wujudkan Mimpi

Ki-ka: Penyanyi Korsel Gunwoo, Pendiri Bornstar Indonesia-Korea Sabrina Irine, & Penyanyi Korsel Henny seusai acara Coching Clinic & Ecclusive Dinner di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, (2/8/26)

Pendiri sekaligus CEO Bornstar Indonesia–Korea, Sabrina Irine, mengungkapkan perjalanan lembaga yang dipimpinnya tidak selalu berjalan mulus. Berdiri sejak 2019, aktivitas pembinaan calon idol sempat terhenti selama hampir empat tahun akibat pandemi Covid-19.
“Baru pada 2024 kami kembali berkiprah dengan semangat baru,” ujar Sabrina dalam jumpa pers di Ruang Puri Ratna Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Kebangkitan itu diwujudkan melalui hadirnya Gunwoo dan Henny di Indonesia. Selain tampil menghibur para penggemar, keduanya juga memberikan pelatihan intensif kepada para siswa Bornstar agar merasakan langsung sistem pembinaan ala Korea Selatan.
Menurut Sabrina, proses menghadirkan kedua artis tersebut bukan perkara mudah. Persiapan memakan waktu hampir satu tahun karena harus melalui berbagai proses perizinan, administrasi keimigrasian, hingga penyesuaian jadwal setelah Gunwoo dan Henny menyelesaikan tur di Eropa Timur. Seluruh proses akhirnya berhasil diwujudkan berkat kolaborasi dengan Rood Entertainment Korea.
Tak Hanya Bernyanyi dan Menari, Mental Juga Dibentuk
Bagi Sabrina, mencetak calon idol tidak cukup hanya mengasah kemampuan vokal dan tari. Pembentukan karakter, disiplin, ketahanan mental, serta sikap profesional justru menjadi bekal utama agar para siswa mampu bertahan dalam kerasnya persaingan industri hiburan Korea Selatan.
Sebagai training center yang menjalin kerja sama resmi dengan mitra di Korea Selatan, Bornstar Indonesia juga membekali para siswanya dengan pemahaman mengenai budaya kerja dan kehidupan trainee agar mereka siap menghadapi tantangan tanpa mengalami culture shock maupun tekanan mental yang berlebihan.
“Banyak anak Indonesia yang gagal bertahan karena tidak siap menghadapi persaingan. Di Korea, bukan hanya kemampuan yang dinilai, tetapi juga attitude. Kesalahan kecil dalam perilaku bisa mengakhiri karier seorang idol,” tegas Sabrina.
Berbekal pengalaman sebagai psikolog dan mantan model profesional, Sabrina ingin memastikan setiap siswa tidak hanya siap tampil memukau di atas panggung, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk bersaing di industri hiburan global.

Attitude Menentukan Masa Depan Seorang Idol

Gunwoo dan Henny dalam konferensi Pers bersama puluhan jurnalis , Minggu (2/8/26)

Bagi penyanyi K-Pop asal Korea Selatan, Gunwoo, menjadi seorang idol jauh lebih kompleks daripada sekadar memiliki suara bagus atau kemampuan menari yang mumpuni.
Saat memberikan coaching clinic, Gunwoo menjelaskan bahwa sistem pelatihan di Korea Selatan membentuk para trainee secara menyeluruh. Selain vokal dan tari, mereka juga dilatih kemampuan berbahasa, akting, etika, kebugaran fisik, hingga menjaga pola makan.
“Perusahaan di Korea tidak hanya mencari orang yang pandai bernyanyi dan menari, tetapi juga memiliki attitude yang baik, semangat tinggi, serta kepribadian yang positif,” ujar Gunwoo.
Ia mengaku terkesan melihat semangat dan rasa percaya diri para siswa Bornstar Indonesia. Menurutnya, antusiasme mereka menjadi modal penting untuk berkembang di industri hiburan internasional.
Meski demikian, Gunwoo menyadari sistem pelatihan di setiap negara memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, ia bersama tim terus mencari formulasi terbaik agar standar pelatihan Korea dapat diterapkan secara efektif tanpa menghilangkan karakter dan budaya Indonesia.
“Saya ingin mereka tidak hanya memahami sistem K-Pop, tetapi juga mendapatkan bekal yang benar-benar bermanfaat untuk masa depan mereka,” katanya.

Jangan Pernah Berhenti Mengejar Mimpi


Senada dengan Gunwoo, penyanyi K-Pop Henny mengaku kagum melihat kemampuan para siswa Bornstar Indonesia. Menurutnya, mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di industri hiburan Korea Selatan.
“Saya melihat mereka memiliki peluang menjadi idol K-Pop suatu hari nanti. Saya berharap suatu saat bisa berdiri di panggung yang sama bersama mereka,” ujar Henny.
Namun, Henny mengingatkan bahwa perjalanan menuju debut sebagai idol bukanlah proses yang mudah. Di Korea Selatan, ribuan trainee bersaing setiap tahun, tetapi hanya segelintir yang akhirnya berhasil debut.
Menurutnya, kemampuan vokal dan tari hanyalah sebagian dari syarat menjadi idol. Ketekunan, disiplin, kerja keras, dan terutama attitude menjadi penentu utama keberhasilan.
“Jangan pernah menyerah. Teruslah berlatih dan bangun sikap yang baik. Itu adalah bekal terpenting untuk meraih mimpi,” pesannya.

Kolaborasi Indonesia dan Korea Menutup Malam Penuh Inspirasi
Puncak acara berlangsung dalam suasana meriah di Grand Sahid Jaya Hotel. Pertunjukan dibuka dengan tarian Betawi yang menjadi simbol persahabatan budaya Indonesia dan Korea Selatan, kemudian dilanjutkan penampilan para siswa Bornstar Indonesia yang membawakan lagu dan koreografi hasil latihan mereka selama mengikuti coaching clinic.

Ki-ka: Sabrina Irine, Gunwoo, Henny, Coreta Kapoyos & Pitan Daslani 

Dalam acara tersebut, tampak hadir Pitan Daslani (wartawan senior & mantan Staf ahli Ketua DPD RI Irman Gusman bidang hubungan internasional), Coreta Kapoyos (Wartawati senior/mantan penyiar TVRI) serta ratusan tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Suasana semakin semarak ketika Henny naik ke atas panggung. Dengan vokal yang kuat, penampilan penuh energi, dan interaksi hangat bersama penonton, ia berhasil membius seluruh hadirin.
Tak lama kemudian, Gunwoo tampil membawakan lagu andalannya. Performa panggung yang energik, dipadukan dengan vokal yang stabil dan karisma yang kuat, membuat penonton larut dalam setiap irama. Riuh tepuk tangan yang terus bergema menjadi bukti antusiasme para tamu sepanjang pertunjukan.
Momen paling berkesan terjadi saat Gunwoo dan Henny mengajak para siswa Bornstar Indonesia tampil bersama di atas panggung. Hasil pelatihan selama dua hari langsung dipraktikkan di hadapan ratusan penonton, menghadirkan kolaborasi yang hangat sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan para peserta.
Kemeriahan semakin lengkap ketika Sabrina Irine turut bergabung di atas panggung. Kehadirannya disambut tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya membangun jembatan kolaborasi industri hiburan Indonesia dan Korea Selatan.
Malam itu bukan sekadar menjadi penutup rangkaian acara, tetapi juga menjadi simbol bahwa mimpi generasi muda Indonesia untuk menembus panggung hiburan dunia bukan lagi sekadar angan. Dengan pembinaan yang tepat, disiplin, karakter yang kuat, dan kesempatan belajar langsung dari para pelaku industri, jalan menuju panggung internasional kini terasa semakin terbuka. SM