Jakarta,Victoriousnews.com- Kemeriahan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun bukan hanya sekedar perayaan. Kemeriahan yang dipusatkan di Istana Kepresidenan di Jalan Medan Utara hingga menjalar di kawasan Monumen Nasional hingga sepanjang Jalan MH Thamrin dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (Kempinski) sebagai tanda ucapan syukur kepada Yang Maha Kasih.
Sementara, di Balai Sarbini (Semanggi) berkumpul umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja bersama dalam “Momentum Kesatuan Doa Nasional; Kolektif, Sinergi, Bertumbuh untuk Indonesia. Momen tersebut dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia. Doa Nasional dihadiri Ps Sidney Mohede dan Eldy Victor serta IFGF Praise, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, dan JDN Worship Team. Semuanya bersenandung dalam pujian dan penyembahan selama pukul 15.00 hingga 21.00 WIB pada Senin, 17 Agustus 2026 tepat di hari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dalam tema “Indonesia Menyembah ke-5”.
Delapan (8) Aras Gereja Bersatu diinisiasi oleh Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) yang terdiri atas Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Indonesia (PGBI), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Gerakan ini juga didukung Jaringan Doa Nasional (JDN), Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI), serta berbagai lembaga pelayanan Kristen lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di tengah bangsa Indonesia menghadapi beragam ujian termasuk perlambatan ekonomi, meningkatnya ancaman PHK, persoalan ketahanan pangan, hingga ketidakpastian geopolitik dunia. Gereja-gereja di Indonesia memilih merapatkan barisan dalam lantunan doa bersama secara nasional. Bukan melalui demonstrasi atau perdebatan yang tidak berujung, melainkan dengan membangun mezbah doa untuk memohon campur tangan Tuhan bagi pemulihan Indonesia.
Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, delapan aras gereja nasional bersama berbagai lembaga pelayanan Kristen menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) pada Selasa, 17 Agustus 2026. Gerakan lintas denominasi ini diharapkan menjadi momentum bersejarah yang menyatukan tubuh Kristus untuk berdoa bagi Indonesia.

Berlandaskan firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:14, “…. umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
MKDN mengajak gereja, sinode, komunitas doa, keluarga, generasi muda, dan seluruh umat percaya untuk merendahkan diri, mencari wajah Tuhan, serta bersatu mendoakan bangsa. Mengusung subtema “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia”, gerakan ini diharapkan memperkuat persatuan gereja sekaligus membangkitkan kepedulian terhadap berbagai persoalan rohani, sosial, ekonomi, dan masa depan Indonesia.
Doa-doa yang dinaikkan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat, tetapi juga bagi para pemimpin bangsa agar diberikan hikmat, integritas, keberanian menegakkan keadilan, menjunjung supremasi hukum, serta mengutamakan kepentingan rakyat. Harapannya, setiap kebijakan yang lahir mampu membawa Indonesia menuju persatuan, kesejahteraan, dan kemajuan yang berkeadilan.
Selain Antonius Natan, kegiatan ini juga dihadiri Pnt Heri Pratomo, Ps Festy Sarumaha, Pdt Aristakus Tarigan, Pdt Tony Mulia. Di antara mereka juga memberikan keterangan dalam konferensi pers pada pukul 15.00 WIB, Selasa, 17 Agustus 2026 di lokasi doa nasional bersama.
Semangat berdoa tidak hanya bergema di ibu kota, tetapi juga menjangkau kota-kota di seluruh Indonesia. Mereka berdoa melalui mezbah dan penyembahan yang dibangun sesuai konteks masing-masing daerah. Nuansa persatuan lintas denominasi terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hamba Tuhan, pimpinan gereja, dan pelayan pujian dari berbagai latar belakang gereja melayani bersama. @epa_phm










