Pesan Natal Nasional Presiden Jokowi: Jangan Lelah Bekerja Di Ladang Tuhan!

Pesan Natal Nasional Presiden Jokowi: Jangan Lelah Bekerja Di Ladang Tuhan!

Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional di Pontianak Kalbar (Foto: Setkab.go.id)

Pontianak, Victoriousnews.com-Dalam Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia agar jangan pernah lelah bekerja. “Jangan pernah lelah bekerja di ladangnya Tuhan. Jangan pernah lelah bekerja di ladang pengabdian kita masing-masing, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, apapun status yang kita miliki, baik sebagai pedagang, supir, petani, buruh, PNS, TNI, POLRI. Jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara,” kata Presiden ketika memberi sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/12). Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa Tuhan sudah memberi anugerah kepada kita untuk hidup di tanah air kita tercinta, Indonesia yang kekayaan alamnya begitu berlimpah dan memberi kita kecukupan.

“Tapi Tuhan tentu tidak ingin kita jadi berdiam diri. Kita harus terus berusaha, bekerja keras dan berdoa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju bangsa pemenang. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya,” ujar Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana menjelaskan bahwa saat ini kita sedang mengarungi perjalanan menuju negara maju dengan membangun di seluruh pelosok tanah air Indonesia membangun dari desa dari pulau-pulau terdepan, membangun kawasan perbatasan sebagai beranda-beranda terdepan Republik. “Kita sedang berlayar menuju negara maju dengan membangun manusia Indonesia. Sekali lagi, membangun manusia Indonesia. Manusia Indonesia yang unggul, manusia Indonesia yang tangguh, manusia Indonesia yang bermartabat,” tuturnya.

Perjalanan menuju kemajuan bangsa ini membutuhkan peran semua elemen bangsa  termasuk umat Kristiani untuk menjadi manusia-manusia terbaik dalam bidangnya masing-masing. “Untuk menjadi pribadi yang optimis, yang tangguh, yang selalu hidup dengan kasih di hati yang selalu membantu sesama manusia, yang selalu mau bergotong royong,” ucapnya.

Tampak hadir pada perayaan Natal bersama ini antara lain, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. margianto/Setkab.go.id

Dr. Antonius Natan, M.Th: Tahun 2018 Adalah Tahun Pujian dan Kesaksian

Dr. Antonius Natan, M.Th (Wakil Ketua I Bidang Akademik STT REM)

Awal tahun 2018 adalah saat yang tepat kita kembali mempelajari apa yang menjadi pengharapan dalam Tuhan Yesus. Umat Tuhan perlu memahami waktuNya. Kita akan mengerti apa yang Tuhan sedang kerjakan dan apa yang harus kita lakukan untuk meresponi kehendakNya. Demikian dikatakan oleh Wakil ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM), Dr. Antonius Natan, M.Th. “Kita percaya di tahun 2018 Tuhan Akan terus melanjutkan pekerjaanNya. Awal tahun baru politik akan memanas, fungsi sosial media menjadi ‘berhala baru’ bagi banyak kalangan. Sebab pada bulan Juni 2018 akan ada PILKADA di 171 kota dan 17 provinsi pemilihan gubernur baru dan sisanya pilkada walkota dan bupati. Kemudian, pada bulan April 2019, akan diadakan Pemilu DPR, DPRD I dan II serta dan Pemilihan Presiden secara bersamaan,” tutur Dr. Antonius.

Menurut Dr. Antonius yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta ini mengungkapkan, secara global kepanikan multidimensi akan terjadi, resesi ekonomi dengan siklus 10 tahunan akan melanda, perebutan kekuasaan di Timur Tengah akan mempengaruhi kawasan Asia. Anomali cuaca membawa malapetaka tersendiri dan banyak hal lagi yang menggoncangkan. Tetapi di dalamnya ada ekspresi dari peperangan rohani, perubahan secara drastis akan terjadi membuat manusia kehilangan pengharapan dan kehilangan akal sehat. “Maka perlu Umat Tuhan berdoa dan tetap melekat dengan Tuhan Yesus. Dengan semakin banyak umat Tuhan memuji dan menyembahNYA maka akan terjadi ‘self inner healing’ yang menghapus luka luka batin, kekuatiran dan kecemasan, pemulihan membawa umat Tuhan dalam keadaan kudus sehingga kuat dan menjadi Umat Pemenang,” tukasnya.

Lanjut Anton, umat Tuhan harus siap menjadi tumpuan orang banyak dan membawa kesaksian yang membangkitkan kasih dan kuasa Tuhan. Sebab, kedatangan Tuhan Yesus semakin terasa dekat. “Melalui statement Presiden USA Donald Trump di akhir 2017 mengenai ibukota Israel di Yerusalem adalah sebagai bagian penggenapan Janji Tuhan sepenuhnya terhadap bangsa Israel secara jasmani. Tahun 2018 adalah TAHUN PUJIAN DAN KESAKSIAN. Sesuai Firman Tuhan: “Yoël 2:24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. Mari masuki tahun baru dengan rasa syukur dan pujian pengagungan. margianto

Ibadah Natal Gereja Tertua di Jawa Timur kental dengan budaya Jawa

GKJW Mojowarno berdiri sejak tahun 1881

Jombang,Victoriousnews.com. Suasana kental budaya Jawa dalam perayaan malam Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang bertempat Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merupakan cerminan identitas budaya Jawa.

GKJW Mojowarno ini berdiri sejak tahun 1881 yang bertempat di Depan Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Meski usianya yang sudah satu abad lebih, namun tidak kehilangan identitas budaya hal ini dibuktikan oleh sejumlah jemaat GKJW yang memakai pakaian adat Jawa. “Budaya ini sejak gereja ini berdiri, jadi selalu diberikan nuansa jawa, termasuk ibadahnya, cara berpakaian itu memakai budaya jawa. Karena gereja ini tertua di Jawa Timur bukan hanya di Jombang,” kata Wimbo Sancoko selaku Ketua Pendeta ketika ditemui sejumlah wartawan, Senin 25 Desember 2017.

                                                                             

Masih menurut penjelasan Sancoko, Gereja ini adalah Gereja Kristen Protestan peninggalan dari Belanda, untuk beribadah bagi masyarakat di wilayah tersebut. Lingkungan gereja yang memiliki luas lahan 2 hektar lebih, juga mempunyai fasilitasi pendidikan dan kesehatan yaitu sekolah, rumah sakit serta rumah pendeta.“Jemaat yang ada disini sudah sekitar seribu dua ratus kepala keluarga, jadi sekitar antara lima ribuan lebih. Kemudian diharapkan bahwa Gereja ini paling tidak bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan bisa menjadi terang dilingkungan yang ada disekitar sini,” ujarnya

Lanjut Sancoko, dalam perayaan Natal 2017, pihaknya juga menjelaskan prosesi malam Natal itu adalah salah satu ibadah ritual yang dilakukan sebelum natal atau malam natal. “Pesan malam misa, kita ini diminta untuk selalu menyampaikan tentang kabar damai baik untuk diri kita sendiri ataupun untuk keluarga dan lingkungan masyarakat kita,” pungkasnya

Setelah malam Natal ibadah Natal tepat 25 Desember 2017, diadakan pukul 08.30 Wib. Nuansa ibadah juga didominasi dengan alunan musik gamelan Jawa yang memberikan ketenangan jiwa bagi jemaat yang hadir saat itu. “Sebagai umat Kristen, keimanan kita harus terus naik, bertumbuh kepada Kristus. Seperti orang yang mendaki gunung, sejatinya iman Kristen tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa,” papar Pdt. Wimbo Sancoko dalam kotbahnya yang saat itu mengupas pesan natal dalam kitab Matius 2: 1-12. margianto

PERADILAN HAM AD HOC NASIONAL DAN INTERNASIONAL UNTUK KEJAHATAN KEMANUSIAAN DI MASA LALU

Prof. Dr. Marthen Napang. foto istimewa

Jakarta,-Victoriousnews.com– Kejahatan kemanusiaan di masa lalu sebelum dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat diajukan dalam peradilan Hak Asasi Manusia (HAM) Ad Hoc Nasional dan Internasional. Kejahatan Kemanusiaan yang terjadi dalam serangan bersenjata atau agresi pasukan militer Belanda di berbagai wilayah NKRI dapat diajukan dalam peradilan HAM Ad Hoc Belanda atau Indonesia atau Internasional. Demikian dua catatan penting poin ke-18 dan ke-19 Prof. Dr. Marthen Napang., SH., MH., M.Si dalam Peluncuran Buku berjudul ‘Indonesia Tidak Pernah Dijajah” di Ruang Abdul Muis (Gedung Nusantara DPR-RI) di Jalan Gatot Subroto (Senayan, Jakarta) pada Sabtu, 23 Desember 2017.

Lebih jauh, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hassanudin (Makassar, Sulawesi Selatan) ini memberikan hipotesis sebagai berikut; pertama, Kejahatan kemanusiaan merupakan salah satu jenis kejahatan yang tertua sama tuanya dengan sejarah kehidupan umat manusia. Kedua, Kejahatan kemanusiaan semakin membahayakan keselamatan dan keberadaan umat manusia dengan segala peradabannya. Ketiga, Setiap negara memiliki kewajiban internasional untuk menuntut dan mengadili setiap kejahatan kemanusiaan. Keempat, Setiap negara memiliki kewajiban internasional untuk menuntut, mengadili, dan mengekdtradisi pelaku kejahatan kemanusiaan dimanapun kejahatan itu dilakukan. Kelima, Penagakan hukum dilakukan terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan pada Pengadilan Nasional dan Internasional yang khusus dibentuk untuk itu.

Keenam, Pengadilan Nasional setiap negara wajib dan mengadili setiap pelaku kejahatan kemanusiaan secara mandiri dan tidak bertujuan untuk melindungi pelaku kejahatan yang seharusnyanya bertanggungjawab. Ketujuh, Pengadilan Pidana Internasional (ICC: International Criminal Court) memiliki yurisdiksi komplementeri (pelengkap) terhadap yurisdik pengadilan nasional. Kedelapan, Manakala Pengadilan Nasional tidak mampu dan sungguh-sungguh menuntut dan mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan, maka Pengadilan Pidana Internasional wajib menuntut dan mengadili pelaku kejahatan tersebut. Kesembilan, Pengadilan Pidana Internasional wajib melakukan yurisdiksinya untuk menuntut dan mengadili kembali pelaku kejahatan kemanusiaan, meskipun telah ada putusan Pengadilan Nasional yang berkekuatan hukum tetap (inkraht) manakala terbukti pengadilan nasional tersebut tidak dapat melaksanakan yurisdiksinya secara mandiri dan ditujukan hanya untuk melindungi pelaku kejahatan kemanusiaan dari pertanggungjawabannya.

Kesepuluh, Setiap orang tanpa kecuali harus bertanggungjawab secara individual atas kejahatan kemanusiaan. Kesebelas, Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan dilakukan tanpa mengenal batas waktu (kadaluwarsa). Keduabelas, Kejahatan kemanusiaan tetap dapat diadlili secara in absensia. Ketigabelas, Kejahatan kemanusiaan dapat diadili meskipun pelakunya tiada secara hukum. Keempatbelas, Penegakan hukum terhadap kejahatan kemanusiaan yang telah lengkap rumusan delik dan unsur-unsur kejahatannya akan menunjang pelaksanaan penegakan hukum secara efektif.

Kelimabelas, Untuk mendukung penegakan hukum yang efektif, maka kejahatan agresi sebagai salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang terjadi perlu segera dirumuskan definisinya beserta unsur-unsur kejahatannya. Keenambelas, Perumusan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain; putusan-putusan pengadilan internasional maupun pengadilan nasional sebelumnya (yurisprudensi), konvensi-konvensi internasional, diktrin hukum terkait dan pendapat-pendapat para ahli. Ketujuhbelas, Pelanggaran terhadap kewajiban internasional tersebut di atas dapat menimbulkan pengalihan tanggungjawab pelaku terhadap negara pelaku kejahatan.

Dalam Pasal 6 Piagam Mahkamah diatur yurisdiksi Mahkamah yang meliputi Crimes against peace (kejahatan terhadap perdamaian), war crimes (kejahatan perang), dan crimes against humanity (Kejahatan terhadap kemanusiaan). Mahkamah Nuremberg telah mengumumkan 12 orang terdakwa dengan hukuman mati, tiga (3) orang dengan hukuman pernjara seumur hidup, empat (4) orang dengan hukuman penjara yang bervariasi lamanya, dan membebaskan tiga (3) orang yang dinyatakan tidak bersalah. Selain itu juga menyatakan enam (6) organisasi sebagai organisasi yang melakukan tindak kriminal dan membebaskan dua (2) organisasi lainnya. Di antara para pejabat pemerintahan dan organisasi (Nazi) Jerman yang telah diadili adalah Goering, Von Ribbentrop, Keitel (Menteri Pertahanan), Rosenberg, Saukel (Menteri Perumahan), Jenderal Jodi (Ketua Gabungan Kepala Staf Jerman).

Tribunal Tokyo dibentuk berdasarkan deklarasi Jenderal Mac Arthur selaku Panglima Tertinggi Tentara Sekutu yang menyatakan pembentukan Mahkamah Militer Internasional untuk Timur Jauh (International Military Tribunal for the Far East) pada tanggal 19 Januari 1946, untuk mengadili pelaku kejahatan perang di Timur Jauh. Mahkamah Tokyo telah menghukum tujuh (7) orang terdakwa dengan hukuman mati, 16 orang dengan hukuman penjara seumur hidup, dan dua (2) orang dengan hukuman penjara yang lamanya bervariasi. Salah satu pejabat negara yang telah dijatuhi hukuman adalah Jenderal Tojo (Perdana Menteri).

Di samping pengadilan militer di Nuremberg dan Tokyo pasca Perang Dunia II, langkah penuntutan yang bersifat Nasional atas dasar Control Council Law No 10, juga terjadi di Republik Federal Jerman, Kanada, Perancis dan Israel, Australia dan Inggris. Pengadilan internasional ad hoc untuk mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan dalam situasi perang atau konflik bersenjata, beserta komisi penuntutnya, yaitu; the International Criminal Tribunal for the Farmer Yugoslavia (ICTY) di Den Haag dan the Commision of Expert Established Pursuant to Security Council Resolution 780 yang menginvestigasi pelanggaran hukum humaniter di bekas negara Yugoslavia. Kedua, the Internatinal Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR) di Arusha dan the Independent Commision of Expert Established in Accordance with Security Council Resolution 835, The Rwanda Commission yang menginvestigasi pelanggaran yang dilakukan selama perang saudara (Civil War) di Rwanda.

Selain Marthen Napang, dua pembahas lain yang tampil adalah Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdjatno dan Brigjen TNI (Purn) Dr Saafroedin Bahar. Drs Bambang Sulistomo (moderator) dan Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono (sambutan). Dr Fadli Zoon SS MSc (Plt Ketua DPR-RI) sebagai keynote speaker menyatakan, melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2006 pada tanggal 18 Desember 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 19 Desember terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yaitu pada 19 Desember 1948 sebagai Hari Bela Negara. Sjafruddin Prawiranegara merupakan pelaku sejarah dari PDRI, kala itu, ia mendeklarasikan berdirinya PDRI.

“Dasar dibentuknya PDRI karena Ibu Kota Yogyakarta diduduki Belanda. Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa menteri juga ditangkap Belanda. Sjafruddin Prawiranegara yang juga sebagai Menteri Kemakmuran diberi mandat untuk membentuk pemerintah Republik Darurat di Bukittinggi Sumatera Barat,” katanya.

Peluncuran buku karya Batara R Hutagalung sekaligus Seminar Nasional dalam rangka peringatan Hari Bela Negara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh termasuk Drs Effendi Muara Sakti Simbolon MIPol (Anggota DPR-RI periode 2009-2014) dari daerah pemilihan DKI Jakarta III sekaligus mantan calon gubernur Sumatera Utara. Margianto-P1

Pewarna sukses gelar talkshow “ Pro-kontra Yerusalem”

Para pembicara talkshow

Jakarta,-Victoriousnews.com- Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) kembali menggelar talkshow Warna Indonesia. Kali ini Pewarna ID bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma-PGI) dengan mengangkat tema “Pro-kontra Yerusalem dalam Berbagai Perspektif”, talkshow yang mendapat antusiame warga gereja tersebut digelar di Kafe Libry, Kwitang, Jakarta Pusat (21/12).

Hadir sebagai pembicara antara lain: Sekretaris Umum PGI (Pdt. Gomar Gultom), Founder Hadassah of Indonesia (Monique Rijkers), Ahli hukum internasional (Prof. Dr. Marthen Napang), Cendikiawan Kristen ( Dr. Audi Wuisan), dan dari gereja Kelihat Mesianik Indonesia (Benjamin Obadyah).

Ketua Umum Pewarna ID, Yusuf Mujiono, mengatakan, bahwa talkshow Warna Indonesia dihadirkan Pewarna ID sebagai medium diskusi sehat terkait peristiwa atau fenomena yang terjadi di tengah ruang publik. Hal itu dimaksudkan guna mempertajam fungsi kehadiran Pewarna ID sebagai organisasi pers dengan fungsi edukasi publik. “Talkshow Warna Indonesia ini membahas ‘warna-warna’ (ragam) yang ada di tengah masyarakat khususnya warga gereja yang menjadi fenomena atau peristiwa hangat namun punya nilai edukasi bagi publik. Jadi, perdebatan yang sehat di ruang publik harus diakomodir lewat medium yang sehat dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing, itu kan fungsi Pewarna ID (organisasi pers),” jelas Yusuf Mujiono.

Antusiasme publik yang tinggi terkait talkshow Warna Indonesia membuat Pewarna ID mengusahakan untuk terus menghadirkan diskusi interaktif yang sehat dan menghindari eksklusifitas diri untuk berbagi. Sebelumnya, talkshow Warna Indonesia sudah sukses diselenggarakan Pewarna ID, tercatat sudah dua kali talkshow digelar dengan antusiame publik yang tinggi terbukti dengan kehadiran audience yang membludak. Margianto/p-id

Perayaan Natal Pewarna Bekerjasama Dengan BPH GBI

 

Foto bersama usaha ibadah Natal

Jakarta,-Victoriousnews.com- Perayaan Natal Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia mengangkat tema “Damai Sejahtera Kristus dalam Warna Indonesia” dan mempercayakan Dony Leonardo sebagai ketua panitia. Perhelatan Natal yang digelar di Graha Bethel, Jakarta (Selasa, 12/12) ini  didukung penuh oleh pucuk pimpinan BPH GBI serta dihadiri oleh anggota, pengurus DPP Pewarna Indonesi dan Sahabat Pewarna dari berbagai lembaga dan denominasi gereja.

Menurut Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, Natal merupakan momentum yang mendorong Pewarna untuk lebih keras lagi menyuarakan aspirasi gereja dan masyarakat Kristiani untuk memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara.

Pada kesempatan tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun,  dengan mengutip nats Kolose 3:15 “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”. Mengawali kotbahnya, Pdt. Japarlin mengatakan setelah seseorang menerima pembaharuan dari Yesus Kristus, maka damai sejahtera-Nya memerintah dalam hati seseorang, khususnya dalam warna Indonesia.

Menurutnya, esensi Natal yang utama ialah Natal harus dinikmati (dirasakan) oleh dunia ini dan seperti para gembala domba menyanyikan pujian surgawi ketika mereka mendengar kabar baik perihal kelahiran Yesus Kristus.Lebih lanjut, Ketum BPH menegaskan bahwa Kristus datang untuk memberikan damai sejahtera. Manusia sebelum jatuh ke dalam dosa dekat dengan Allah, bahkan bisa memberikan nama untuk hewan-hewan, namun setelah itu manusia jatuh ke dalam dosa sehingga hubungan dengan Tuhan menjadi rusak (Yesaya 59:1-2).

“Akibatnya, manusia terpisah dengan Tuhan. Apapun usaha manusia, mereka tidak bisa berjumpa dengan Tuhan. Yohanes 3:16 adalah inti Natal sebab manusia diperdamaikan dengan Allah dengan cara Yesus Kristus datang ke dunia ini,” tegasnya. Diakhir kotbahnya, Ketum BPH GBI mengatakan selama ini Natal cenderung “kebarat-baratan”. Namun Pewarna mencoba “mengindonesiakan” Natal 2017 ini. “Tuhan ingin agar kita agar kita memancarkan terang Kristus dan Natal ini bermuatan Indonesia, serta perlu aksi-aksi nyata selanjutnya,” pungkasnya.

Ki-Ka: Ketua API, Let Jend. TNI AD (Purn) Harsanto Adi, Ketua Pewarna Yusuf Mujiono dan Ketum BPH GBI, Pdt. Japarlin Marbun menyalakan lilin.

Usai kotbah, Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyalakan lilin Natal sembari diiringi oleh Ketua API (Asosiasi Pendeta Indonesia), Let Jend. TNI AD (Purn) Harsanto Adi dan Ketua Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono. Selanjutnya para sahabat Pewarna yang masing-masing terdiri dari Ketua API memberikan refleksi singkat perihal Natal ini.

Ia mengatakan hidup orang percaya adalah anugerah, bila seseorang tidak dipanggil dan dipilih Tuhan maka ia tidak dapat menjadi pengikut Kristus. Selanjutnya Pdt. Ferry Haurissa (Ketua Umum FKKJ) berpesan agar Pewarna berani menulis hal-hal yang benar dan jangan takut untuk melakukan hal itu.

Rektor STT IKAT Bintaro (Pdt. Dr.Jimmy  Lumintang, MBA, MTh), Djasamen Purba, SH (Ketua Umum MUKI), Mawardi Zega (Sekretaris Jenderal MUKI), Soleman Matippanna (Pembina Yayasan Karmel Ministry, melayani di LP) dan beberapa tokoh lainnya bergantian menyampaikan refleksi Natal 2017.Acara ini dimeriahkan dengan persembahan pujian Natal dari mahasiswa dan mahasiswi STT IKAT dan diakhiri dengan foto bersama. Margianto/Pram

Victorious Edisi 911/2017

Victorious Edisi 911/2017 dapat dibaca dan diunduh di sini:

Menang Atas Penderitaan

VICTORIOUSNEWS.COM — Orang-orang percaya (para pengikut Kristus) pada abad pertama setelah penyaliban dan kebangkitan Kristus, mengalami banyak penderitaan: dikejar-kejar, ditangkap, disiksa, dianiaya, dan akhirnya dibunuh dengan sadis. Tampaknya memang Yesus Kristus tidak menjanjikan hal yang enak menjadi pengikut-Nya karena untuk menjadi Pengikut Kristus, seseorang harus memikul salibnya sendiri. Read More