Pdt. Yongki T. Widjojo,M.Th: Semuanya Sia-Sia Di Bawah Matahari

Depok, VictoriousNews.com- Dalam sesi ibadah Minggu yang berlangsung dengan hikmat, Pdt. Yongki T. Widjojo,M.Th menyampaikan khotbah tematik yang kuat berjudul “Semuanya Sia-Sia Di Bawah Matahari”, mengambil pesan injil dari Kitab Pengkhotbah.

Dengan visualisasi latar seorang pengembara di padang gurun yang gersang dan retak, Pdt. Yongki menggambarkan kondisi manusia yang berjalan tanpa tujuan kekal bila tidak bersama dengan Tuhan.

Refleksi iman yang disampaikan merujuk pada keadaan dimana,
Pdt. Yongki menjelaskan bahwa tema ini bukanlah ajaran pesimis, melainkan kejujuran dari orang paling berhikmat sepanjang masa, yaitu Raja Salomo.

Salomo yang memiliki hikmat, kekayaan, dan segala kenikmatan hidup melebihi semua raja di bumi, sampai pada kesimpulan:

“Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”(Pkh 1:14)

Ada 3 Kebenaran Utama yang disampaikan:

1. Semua di Bawah Matahari Bersifat Sementara
Apa pun yang kita kejar di bumi – harta, jabatan, popularitas – semuanya singkat. Prestasi hebat akan dilupakan setelah beberapa generasi. Mengejarnya terus-menerus hanya menghasilkan kelelahan dan kebosanan.

2. Tanpa Tuhan, Hidup Adalah Padang Gurun
Seperti gambar di slide khotbah, hidup tanpa Tuhan digambarkan seperti berjalan sendirian di gurun yang panas dan retak. Lelah, haus, dan tidak ada kepuasan. Inilah gambaran usaha manusia yang terpisah dari Penciptanya.

3. Solusinya Ada di Atas Matahari
Pdt. Yongki menegaskan, “Jika semuanya di bawah matahari sia-sia, maka jawabannya ada di Atas Matahari.” Solusinya adalah Yesus Kristus. Hidup hanya menjadi bermakna ketika orientasi kita kembali kepada Tuhan.

Khotbah ditutup dengan kesimpulan agung dari Pengkhotbah: “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan.” (Pkh 12:13-14)

Jemaat diingatkan untuk tidak membangun hidup hanya untuk hal-hal yang fana, tetapi memastikan hidup berakar dalam kekekalan bersama Kristus.

Dan lebih penting adalah setiap hari kita harus membangun mezbah doa dan hubungan yang intim bersama Tuhan, dan diharuskan saldo dosa kita harus Nol setiap hari.

Diakhir kotbahnya, Pdt. Yongky menutup ibadah serta mengajak jemaat untuk bertobat dan kembali mengutamakan Tuhan di atas segala pencapaian duniawi. Timoty