Jakarta,Victoriousnews.com,-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) secara resmi mengumumkan kepada gereja-gereja terkait aturan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022. Lewat surat edaran yang dirilis, PGI mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum usai. Karena ini, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2022 ini, PGI menghimbau gereja untuk tidak membuat perayaan secara berlebihan. Dalam artian, melarang umat Kristiani untuk membentuk perkumpulan di rumah atau satu gedung tertentu.

Dalam surat edarannya, PGI mengatakan, bahwa, tidak lama lagi kita akan memasuki masa Adven dan perayaan Natal. Masa dalam kalender gerejawi – yang mengingatkan kita untuk mengosongkan diri, sebagaimana Allah sendiri mengosongkan diri dari keilahian-Nya untuk menjadi manusia (kenosis). Oleh karenanya, dengan semangat pengosongan diri di tengah masa pandemi dan beragam krisis yang kita hadapi bersama, rangkaian ibadah perayaan adven dan Natal di tahun ini sehatinya tidak diselenggarakan secara berlebihan dan berpotensi mengancam kehidupan bersama.

Lebih lanjut, PGI membeberkan 4 poin penting yang patut dipatuhi oleh gereja-gereja terkait perayaan Natal dan Tahun Baru.

  1. Mendorong warga untuk memprioritaskan penyelenggaraan ibadah dan perayaan Adven, Natal dan Tahun Baru–yang aman dan berkeugaharian, serta memerhatikan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan pemerintah dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di negeri yang kita cintai ini. Terkait hal tersebut, pengumpulan umat secara ragawi, dan perayaan di rumah-rumah dalam bentuk ‘open house’ sebaiknya dihindari.
  2. Memberi pemahaman kepada keluarga-keluarga Kristen, bahwa keluarga merupakan palungan bagi kelahiran Yesus, sehingga sentrum perayaan Natal sepatutnya ditempatkan pada persekutuan keluarga.
  3. Mendorong warga senantiasa menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumuman, serta mengurangi mobilitas) dan perilaku hidup bersih dan sehat.
  4. Bersama warga, maningkatkan empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam dan warga masyarakat yang menderita akibat persoalan kemiskinan, diskriminasi dan ketiadakadilan. Berkat yang kita terima dari Tuhan, dan sebagai ungkapan syukur atas masa Adven, Natal dan Tahun Baru nanti, adalah baik untuk dibagikan kepada mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan kita dalam rangka mengurangi beban dan penderitaannya.
See also  Harlah STT REM ke 20 Tahun Berkarya : “Manusia Memanusiakan Manusia”

Selain itu, PGI juga menyampaikan keprihatinan terkait bencana alam yang terus terjadi di negeri ini. Di tengah keadaan inilah PGI mengajak gereja untuk untuk saling bahu-membahu menolong sesama. “Kami sangat mengapresiasi peran nyata gereja-gereja selama ini dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan Covid-19 serta sedia bahu-membahu menolong anak-anak bangsa yng terdampak berat pandemi dan bencana alam yang terjadi berulang kali. Alkitab mengatakan: Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna (Yakobus 2: 22),” ujar Ketua Umum PGI, Pdt.Gomar melalui rilis yang dikirimkan.

 Dengan kerjasama ini, PGI berharap mulai dari perayaan Adven, Natal dan menyusul Tahun Baru 2022 kondisinya tetap aman dan kondusif. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *