Jakarta, Victoriousnews.com – Suasana ibadah raya, Minggu (25/5/25) pukul 08.00 di Gereja Pentakosta Kristus (Gepenkris) Jakarta terasa begitu khusyuk dan menggetarkan hati. Jemaat disapa dengan Firman Tuhan yang dalam dan menggugah dari pengacara senior Jhon SE Panggabean, SH, MH, yang kini telah dijadwalkan sebagai pengkhotbah tetap setiap Minggu keempat di gereja tersebut.

Dengan penuh semangat dan ketegasan rohani, Jhon mengangkat tema kotbah “Iman Harus Disertai Perbuatan”, terinspirasi dari Yakobus 2:17. Di hadapan jemaat, Jhon mengingatkan bahwa iman yang sejati tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
“Apakah iman itu?” tanya Jhon, membuka perenungan yang dalam. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Tapi jika iman tidak disertai perbuatan, ia mati. Bahkan sia-sia. Kita boleh saja memiliki iman yang tinggi, tetapi tanpa perbuatan, itu tidak akan membawa perubahan dalam hidup kita,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Peradi SAI ini.
Lebih jauh, Jhon menegaskan pentingnya menjaga kekudusan dalam hidup. “Kita harus menjaga kekudusan kita di hadapan Tuhan. Hidup kita harus berada dalam kendali Tuhan. Jangan takut untuk bertobat. Sekotor apa pun hidup kita di masa lalu, Tuhan bisa memperbaiki dan memulihkan. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya,” paparnya dengan suara yang bergetar menyentuh hati jemaat.

Tak hanya berbicara tentang iman dan pertobatan, Jhon juga mengajak jemaat untuk memandang pencobaan hidup dari sudut pandang rohani. Mengutip Yakobus 1:1-3, ia berkata, “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan jika kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian. Jika diuji, bersyukurlah, karena itu tanda Tuhan sedang membentuk dan menyempurnakan kita.”
Pesan terakhir yang disampaikan Jhon menggema dengan kuat dalam hati jemaat. Ia mengajak seluruh jemaat untuk tetap setia dan kuat dalam iman, karena kesetiaan kepada Tuhan akan membawa kedamaian dan keberhasilan yang sejati.
“Ketika kita melayani Tuhan, hati kita akan merasa damai. Tuhan pasti memberikan berkat dan kesuksesan. Tapi ingat, sukses bukan hanya soal materi. Sukses itu ketika kita berhasil mendidik anak-anak kita menjadi orang yang takut akan Tuhan—itulah pencapaian rohani yang luar biasa,” pungkasnya,
Ibadah semakin terasa sakral dengan kesaksian dari beberapa jemaat tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan mereka. Hadirat Tuhan semakin terasa saat Tulus Hutapea mempersembahkan dua lagu rohani berjudul “Selagi Ada Waktu” dan “Ku Tak Mampu Memahami”. Lirik-lirik penuh makna dan suara yang penuh pengurapan menyelimuti suasana ibadah, membawa banyak jemaat larut dalam pujian dan penyembahan.
Di akhir ibadah, Gembala Gepenkris Jakarta, Pdt. Solider Siringoringo menyampaikan apresiasi yang tulus. “Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan kotbah Bapak Jhon Panggabean. Doa saya, kiranya Tuhan terus mengurapi Bapak, baik sebagai kandidat Pendeta maupun kandidat Doktor bidang Hukum. Kiranya Tuhan memakai Bapak lebih dahsyat lagi dalam pelayanan dan memberkati seluruh keluarga,” ucap Pdt. Solider.
Hari itu, Gepenkris Jakarta bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga rumah rohani tempat iman dikuatkan, hati dipulihkan, dan pengharapan kembali ditumbuhkan. SM


















