GBIN Genap 3 Tahun, Pdt. Dr  Melianus Kakiay: Hadir di 16 Provinsi, Gereja Terus Bergerak Menjangkau Jiwa

Jembrana, Bali, VictoriousNews.com – Semangat pelayanan dan penginjilan menggema kuat dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN), Selasa (17/6/2026). Dari mimbar GKPB Jemaat PNIEL, Desa Blimbingsari, Melaya-Jembrana, Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Dr. Melianus Haurisa Kakiay, mengingatkan bahwa gereja dipanggil untuk bergerak, bukan menunggu.

Pesan itu menjadi benang merah khotbahnya di hadapan para pendeta dan jemaat yang datang dari berbagai daerah. Menurut Melianus, Amanat Agung berasal dari Tuhan  Yesus Kristus, sehingga pelayanan tidak boleh bergantung pada proses administrasi atau pengakuan formal semata.

“Kita melayani bukan karena sudah mendapat SK, dan bukan karena menunggu SK baru melayani. Kita melayani karena diperintahkan Tuhan Yesus,” tegas Ketum Sinode GBIN yang akrab disapa Pendeta Ferry.

Bagi Ferry, legalitas tetap penting, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pelayanan. Sebab di luar sana masih banyak jiwa yang membutuhkan penghiburan, pemulihan, dan pendampingan rohani.

“Kalau gereja hanya menunggu, siapa yang melayani mereka yang sedang bergumul dan membutuhkan pertolongan Tuhan?” ujarnya.

Tumbuh Melampaui Batas

Di usia yang baru menginjak tiga tahun, GBIN menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Saat ini pelayanan sinode tersebut telah hadir di 16 provinsi di Indonesia, melampaui syarat minimal pembentukan sinode yang ditetapkan pemerintah.

Tak hanya itu, pelayanan GBIN juga telah merambah ke negara  Filipina dan tengah mempersiapkan langkah-langkah menuju peresmian pelayanan di negara tersebut.

Momentum HUT ke-3 semakin istimewa dengan bergabungnya tiga jemaat baru sebagai “hadiah ulang tahun” bagi GBIN. Bagi Ferry, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa ketaatan akan selalu membuka jalan bagi pekerjaan Tuhan.

“Ketika gereja bergerak dalam iman, Tuhan sendiri yang menambahkan jiwa-jiwa baru,” katanya.

Meneladani Gereja Mula-Mula

Dalam khotbahnya, Pendeta Ferry mengajak seluruh pelayan Tuhan kembali meneladani semangat gereja mula-mula sebagaimana dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul. Menurutnya, kekuatan gereja tidak terletak pada kemegahan gedung atau besarnya organisasi, melainkan pada ketaatan kepada Firman Tuhan.

Ia mengingatkan bahwa Yesus sendiri mengajar tanpa dibatasi ruang dan bangunan.

“Ia mengajar di pantai, di atas perahu, di rumah-rumah, dan di mana saja. Gereja harus memiliki semangat yang sama,” ujarnya.

Karena itu, GBIN berkomitmen mengembangkan pendidikan teologi yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi digital, video conference, dan pembelajaran daring agar semakin banyak orang dapat diperlengkapi untuk melayani.

Menjadi Berkat bagi Bangsa

Selain fokus pada penginjilan dan pemuridan, GBIN juga menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan wawasan kebangsaan.

Menurut suami dari Pdm Eva Tan, gereja tidak boleh hidup terisolasi dari masyarakat. Sebaliknya, gereja harus hadir sebagai pembawa damai, pemersatu, dan penebar nilai-nilai Kristiani di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diakhir kotbahnya, Pendeta Ferry menyimpulkan rahasia gereja agar senantiasa “Dikuatkan, Dipersatukan, dan Diperluas”  dalam lima fondasi utama: ketaatan, Firman Tuhan, kerendahan hati, iman, serta penginjilan dan pemuridan.

Ia menegaskan, pertumbuhan gereja bukanlah hasil kemampuan manusia semata, melainkan buah dari kehidupan yang taat kepada Tuhan. “Gereja tidak dipanggil untuk menunggu, tetapi untuk bergerak. Ketika umat Tuhan hidup dalam ketaatan, berpegang pada firman, rendah hati, dan melayani dengan iman, maka Tuhan sendiri yang akan memperluas pelayanan dan menambahkan jiwa-jiwa yang diselamatkan,” pungkasnya. SM

Related posts