Refleksi Harsumda, Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman (Gembala Sidang GSPDI Filadelfia) : Pemuda Harus Membangun & Menjaga Kerukunan Umat Beragama Yang Inklusif!

Nasional, News, Ragam468 Views

Victoriousnewsm.com,-Peringatan Hari Sumpah Pemuda (Harsumda) menjadi agenda tahunan setiap tanggal 28 Oktober dengan ikrar: bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa yang satu, yaitu Indonesia. sampai saat ini pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam berdirinya suatu bangsa.

Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman (Gembala Sidang GSPDI Filadelfia Belezza, Permata Hijau Jakarta Selatan/Penasihat Perwamki)

Lalu, jika dipandang dari sudut Kristiani,. bagaimanakah peran pemuda masa kini dalam mendukung gereja dan bangsa, khususnya dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda? Mantan Ketua Umum sinode Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI), Pdt. Dr Mulyadi Sulaeman,.mengatakan, bahwa peran pemuda dalam mendukung gereja dan bangsa sudah banyak berubah daripada pada pemuda-pemuda pada zaman ketika mereka bersatu untuk sumpah pemuda. “Mungkin saat ini masih ada yang memiliki idealisme dan visi kebangsaan yang kuat. Walaupun sekarang ada sebagian mereka lebih cenderung mendukung golongan, maupun kepentingan pribadi. Tetapi pada praktiknya peranan pemuda masih sangat kuat dari zaman ke zaman,” ujar Gembala Sidang GSPDI Filadelfia, Belleza Permata Hijau, Jakarta Selatan ketika dihubungi via Whataspp.

Di era saat ini, lanjut Pdt. Mulyadi,. peran pemuda masih banyak, khususnya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam kerangka nilai- nilai Kristiani dan kemanusiaan. Antara lain mereka bisa terlibat dalam kegiatan sosial. “Dan saat ini sesungguhnya banyak sekali. Mereka juga senang mengadakan diskusi dan forum yang menbahas isu-isu moral, relevan dengan nilai-nilai Kristiani dan kemanusiaan. Dapat membantu memperluas pemahaman mereka dan juga membangun kesatuan bangsa. Pemuda juga bisa terlibat dalam kegiatan keagamaan yang lebih lagi. Anak-anak muda harus lebih mendalami mengenai ibadah, aktif dalam doa kelompok sel dan kegiatan gereja. Supaya mereka juga terbentuk hubungan yang kuat dengan Tuhan dan sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi Pdt. Mulyadi menjelaskan bagaimana peran aktif pemuda masa kini dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat. “Pertama, pemuda harus membangun hubungan antaumat beragama yang inklusif dengan orang-orang dari berbagai latar belakang agama, budaya dan etnis. Hal ini akan memperkuat persatuan dan keragaman di negeri kita. Kedua, pemuda juga harus mendukung program perdanaian, dengan berbagai cara untuk menentang kekerasan, diskriminasi, ketidakadilan, intoleransi, mereka dapat berpartisipasi dalam gerakan damai, dengan cara menulis surat, pendapat mereka dalam media-media yang mendukung perdamaian itu sendiri, ” ungkapnya.

Di era digital ini, kata Mulyadi, penggunaan media sosial, teknologi secara positif sesungguhnya adalah kewajiban anak-anak muda Kristiani. “Supaya mereka dapat belajar menguasai teknologi dan media sosial di zaman ini. Tetapi juga menggunakannya secara positif dalam membangun serta membagikan pesan-pesan yang menginspirasi orang lain. Pesan yang menguatkan iman, meningkatkan nasionalisme, .mempromosikan nilai-nilaii Kristiani dan kemanusiaan. Mereka juga dapat membuat konten yang mendukung toleransi, persaudaraan, keadilan dan lain sebagainya. Sehingga hal itu akan mempunyai pengaruh positif dalam masyarakat dan gereja” tukasnya..

Lanjut Pdt. Mulyadi, tantangan terbesar yang dialami pemuda saat ini adalah: pertama pengaruh budaya sekuler yang kuat. Seringkali banyak yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Kedua, adalah teknologi dan penggunaan media sosial dapat menjadi tantangan dalam menjaga integritas moral dan spiritual generasi muda. Ketiga, ketidakpastian masa depan. Pemuda-pemuda Kristiani mungkin menghadapi tekanan-tekanan untuk mencari arah hidup karir ke depan di tengah-tengah masyarakat. Keempat, adalah pluralisme agama. Hidup di tengah-tengah agama dan kepercayaan, serta keyakinan di luar agama Kristen,.tetapi juga di dalam agama Kristen. Ini bisa menyebabkan apatisme bagi generasi muda. Kelima, masalah sosial. Pemuda Kristen juga dihadapkan tugas untuk menghadapi masalah sosial, ketidakadilan, ketidak setaraan dan kemiskinan, masalah lingkungan dan sebagainya” urainya.

Di akhir perbincangan, Pdt Mulyadi berpesan kepada generasi muda saat ini agar tetap bersemangat memajukan gereja, iman kepercayaan serta menjadi berkat bagi bangsa. “Ingatlah bahwa peran pemuda adalah penting dalam membangun komunitas yang lebih baik. Jadilah teladan dalam iman, berilah yang terbaik dalam pelayanan. Teruslah belajar untuk berkembang,”pungkas Pdt. Mulyadi sembari memberikan ayat I Timotius 4:12., “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” SM

Comment