Jombang,Victoriousnews.com-Sosok pemburu elmu kawaskitan dan kanuragan ala Jawa ini dipilih Tuhan masuk dalam rancangan karyaNya dalam mengembangkan kawasan dimana umatNya bersekutu, menyembah dan melayani secara utuh dan serasi. Putra-putrinya pun meneladaninya berkarya bersama saudara-saudara dan sahabatnya mengembangkan komunitas Kristen yang mandiri dan menjadi berkat bagi tumbuhnya Kekristenan di Jawa Timur maupun di Bali.

Pada hari sabtu 10 Mei 2025 ini tepatnya pukul 10:00 WIB beberapa puluh orang berkumpul di pemakaman desa Mojowangi untuk mengadakan acara syukuran di makam Kyai Karolus Wiryoguno. Mereka adalah beberapa perwakilan keluarga tersebut, panitia pemugaran makam, apparat desa, pendeta serta pemerhati Sejarah.
Pramonohadi Kepala Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno bersama perangkat desa mendatangi makam tokoh pembuka hutan Keracil dan salah satu pendiri desa-desa Kristen di Kawasan kecamatan Mojowarno. Seperti diketahui masyarakat Mojowarno dan sekitarnya bahwa di Lokasi pemakaman Kristen Mojowangi, terdapat makam beberapa tokoh komunitas Kristen mula-mula Jawa Timur baik tokoh gereja, rumahsakit Kristen dan Masyarakat Kristen Mojowarno. Seperti: Pdt. Johannes Kruyt, pdt. Arie Kruiyt, Kyai Paulus Tosari, Kyai Asiel Ider, dr. Ismail dan lain-lain. Tidak jauh dari Lokasi pemakaman ini, masih di Desa Mojowangi ada tokoh yang di sebut Rasul Kristen Jawa yang bernama J.E. Jellesma.
Hal menarik dari cerita Sejarah yang diungkapkan penulis dan pemerhati Sejarah GKJW : Wiryo Widianto bahwa tokoh ini sebelumnya pemburu elmu kanuragan lan kasantikan Jawa pada jamannya. Sosok ini berasal dari desa Bogem, kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Setelah mengenal elmu baru : agama Kristen versi Jawa ajaran tuwan Coolen dari Ngoro Jombang. Maka pada tahun 1847 dia Bersama saudara-saudaranya membuka hutan Keracil sebelah utara wilayah Ngoro. Desa-desa ini akhirnya dihuni oleh banyak orang dari Sidoarjo, Ngoro, Kertorejo dan banyak dari luar daerah. Kawasan hutan Keracil awal ini menjadi desa-desa seperti: Mojowarno, Mojowangi, Mojoroto, Mojokembang, Mojodukuh dan Mojojejer.

Penduduk desa-desa ini mayoritas beragama Kristen jawa dan menjadi jemaat koloni yang bernama jemaat Mojowarno. Pada tahun 1850 Kyai Karolus ini diangkat dari kepala desa menjadi Bau Aris yang mengkoordinir pembukaan desa-desa di wilayah hutan keracil. Di sisi lain jemaat Kristen ini terus berkembang dan menjadi pusat misi Kristen di Jawa pada tahun 1851 yang dipimpin oleh Pdt. Jellesma dibantu Kyai Paulus Tosari. Sejak adanya pekerja misi Kristen atau zending selain desa-desa terus berkembang, kehidupan sosial keagamaan, pendidikan dan ekonomi juga terus berkembang. Terbukti adanya Gedung Gereja, Sekolah dan cikal bakal lumbung desa di Jombang juga berasal dari daerah ini.
Putera-puteri Kyai Karolus dididik melanjutkan kiprahnya dalam kemasyarakatan dan gereja (terlampir). Untuk mengenang satu tokoh ini maka keluarga Kyai Karolus merenovasi makam yang telah lama rusak menjadi bangunan pendopo yang lebih baik. Harapan dari para keturunnya Makam ini bisa menjadi monument untuk mengenang jasa tokoh cikal bakal dan pembuka hutan Keracil menjadi kawasan yang dihuni oleh mayoritas warga Kristen Jawa sampai hari ini.
Peresmian makam ini dilakukan oleh Kepala Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, kabupaten Jombang Bersama aparat desa setempat. Dengan pesan :
“ Hendaknya para keturunan dan warga saat ini bisa menjaga kerukunan untuk bekerjasama dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi Masyarakat seperti yang diteladankan para pendahulu seperti Kyai Karolus Wiryoguno ini”
“Makam ini bisa menjadi salah satu pilihan daya tarik atau tempat Wisata Sejarah Desa dan Gereja bagi masyarakat khususnya di kabupaten Jombang.

Acara buka tumpeng ini didoakan oleh pendeta Emiritus Emanuel dari desa Mojowangi.

LAMPIRAN : Peran Kyai Karolus Wiryoguno dan Putera-puterinya:
KJAI KAROLUS WIRYOGUNO (1809-1899)
1. Pencetus nama desa Mojowarno dari dusun dagangan th 1847 (Bersama Ditotruno)
2. Pembuka desa Mojowangi tahap 1 th 1847-1848 (menyerahkan kepada: Eliasar pak
Kunto u/ dilanjutkan)
3. Pembuka Desa Mojoroto th 1848 dan menjadi Lurah Mojoroto dan Kembangsore
4. Pendiri pasar Mojowarno th 1850
5. Pencetus dan pelaksana Pembangunan jalan raya dan bendungan-2 untuk wilayah
desa-desa sekitar th 1850
6. Menjadi Bau Aris 1 th 1850-1899 (Pemimpin buka Hutan Kracil dan Koordinator
Kepala desa )
Putera-Puteri :
KJAI MUSO JEBUS WIRJOSENTONO (15 Desember 1856 – 1 Juli 1937)
1. Kepala desa Mojoroto dan Kembangsore sekaligus Bau Aris ke II (1899-1937)
2. Pemimpin buka desa: nDadi, Nglebak, Pulanasir, Jurangbang, Pulasari, Segitik,
Ngrimbi dan Mutersari (1875 – 1899)
3. Pendiri gedung gereja Mutersari (Pepanthan Pasmuwan Mojowarno)
4. Pendiri Sekolah Dasar Kristen Mutersari tahun 1912 ( Gurunya : Kjai Arban )
5. Satu tokoh pendewasaan jemaat Mojowarno pada tahun 1923 (anggota Raad Alit Jemaat Mojowarno)
KJAI IPRAYIM SETU BRONTODIWIRYO18 Juli 1859 – 19 Oktober 1910
1. Guru Injil Jemaat Kertorejo tahun 1886-1896
2 Salah satu tokoh pendiri Gedung gereja Jemaat Kertorejo tahun 1887-1890
3. Pemimpin Babad Hutan Tunjungputih, Lumajang ( cikal bakal terbentuknya desa
Tunjungrejo) tahun 1897
4. Pendiri Gedung gereja di atas tanah miliknya ( bekas rumah panggung ) tahun 1906
5. Kepala desa pertama Tunjungrejo tahun 1897-1910
6. Pemimpin Jemaat Kristen Pertama Tunjungrejo tahun 1897-1910.
KJAI SIMSIM MESTOKO 25 Oktober 1862 – 2 Desember 1932
1. Guru sekolah Zending Mojowarno tahun 1886 – 1893
2. Guru Injil Jemaat Ngoro tahun 1893-1932
3. Pendiri Gedung Gereja Ngoro di tanah miliknya sendiri (Mei-Juni 1894)
4. Pendiri Sekolah (1 Oktober 1895) dan gedung Sekolah Kristen Ngoro (1
Nopember1895- 27 Maret 1896)
5. Pencetus penghimpun hasil panen “PANTUN SARUJUK” ( seperti Lumbung
Pirukunan di Mojowarno) tahun 1895.
NJAI LESNINGWATI WIRYOREJO 15 Juni 1865 – 21 Desember 1954
Isteri Kepala Desa Mojowangi: Kjai Merisa Tarimin Wirjaredjo tahun 1880
Ibu pdt. Wiryodarmo salah satu tokoh awal GKJW


















