Jakarta — Victoriousnews.com,-Ibadah Raya Minggu di JKI Harvest, Jalan Mayjen Sutoyo No. 35, Cililitan, Jakarta Timur, pada Minggu (23/11/25) pukul 09.00 WIB berlangsung penuh hadirat Tuhan. Ruang ibadah yang menampung ratusan jemaat itu seakan dipenuhi atmosfer kemuliaan saat pujian dan penyembahan dinaikkan. Banyak jemaat merasakan lawatan rohani yang menghidupkan kembali semangat iman mereka.

Advokat senior Jhon SE Panggabean, SH, MH yang diundang sebagai pembicara, tampil membawa pesan penuh kekuatan dan pengharapan. Sebelum firman Tuhan disampaikan, musisi saxophone dan penyanyi rohani Tulus Hutapea mempersembahkan kesaksian pujian berjudul “Selagi Masih Ada Waktu”, lagu ciptaan Jhon Panggabean sendiri. Ia kemudian berduet dengan putrinya, Theresia, menyanyikan “Tuhan Selalu Menolongku”, membuat banyak jemaat merasa diberkati.

Dalam kotbahnya, Jhon mengawali dengan kisah terciptanya lagu rohani legendaris “Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil” ciptaan Sari Simorangkir. Lagu itu lahir saat ayah Sari, Pak Simorangkir, sedang terbaring sakit keras—namun melalui pujian yang dinaikkan dengan iman, Tuhan menjamah dan menyembuhkan secara ajaib. “Mujizat itu nyata, dan Tuhan sanggup melakukan hal yang sama dalam hidup kita,” ujar Jhon.

Mengusung tema “Melekat Pada Tuhan” (Mazmur 91:14), Jhon menegaskan bahwa sebesar apapun gunung persoalan yang dihadapi, orang percaya harus tetap menyerahkan semuanya kepada Tuhan. “Saat kita yakin dan percaya sungguh, Tuhan tidak pernah tinggal diam. Dia yang akan menyelesaikannya,” tegasnya.
Jhon juga membagikan kesaksiannya sendiri tentang pertolongan Tuhan dalam masa-masa tersulit hidupnya. Ia pernah dua kali mengalami sakit keras, termasuk autoimun dan osteoporosis yang membuat berat badannya turun dari 80 kg menjadi 47 kg. Bertahun-tahun keluar masuk rumah sakit hingga berobat ke Penang, Malaysia, hartanya hampir habis untuk biaya pengobatan.
“Hingga akhirnya saya dan istri cuma bisa berserah penuh kepada Tuhan. Dari doa yang sungguh-sungguh, mujizat terjadi. Saya sembuh total oleh kuasa Tuhan,” kenangnya, disambut tepuk tangan jemaat.
Ia menegaskan bahwa melekat kepada Tuhan adalah kunci kemenangan hidup orang percaya. Dalam bahasa Batak, ia menyebutnya “lokkot”—melekat kuat, tidak melepaskan Tuhan apa pun situasinya.
“Ada banyak persoalan. Tapi tetaplah mengucap syukur. Yakinlah Tuhan pasti menolong,” ujarnya.
Jhon kemudian memaparkan tiga bukti seseorang benar-benar melekat kepada Tuhan:
1. Memprioritaskan Tuhan (Matius 6:33)
2. Mengasihi Tuhan dan sesama (Yohanes 14:15; Matius 22:36–38)
3. Berani Melawan iblis dengan perlengkapan rohani (Efesus 6:10–18)
Dalam penutup kotbahnya, ia mengingatkan bahwa orang yang melekat kepada Tuhan akan menerima “bonus ilahi”, yakni; umur panjang, kecukupan berkat (dikenyangkan), dan keselamatan, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 91:16.
Doakan Jemaat Sakit & Alami Pergumulan

Merasa terberkati oleh firman dan kesaksian yang disampaikan, salah satu hamba Tuhan JKI Harvest, Pdt. Salmon Purba mengundang jemaat yang sakit dan mengalami persoalan, maju ke altar untuk didoakan. “Saya mohon Pdt. Jhon Panggabean dapat mendoakan jemaat yang telah maju ke altar,” tukas Pdt. Salmon mewakili Gembala JKI Harvest yang berhalangan hadir karena berada di kota Manado.
Jhon kemudian mendoakan puluhan jemaat di depan altar. Suasana penuh hadirat Tuhan memenuhi ruangan; banyak yang menangis, terharu, dan merasakan sentuhan kuasa Tuhan secara pribadi.
Ibadah Minggu di JKI Harvest itu menjadi momen rohani yang tak hanya menguatkan iman, tetapi juga menyatakan bahwa Tuhan tetap berkarya melakukan mujizat bagi umat-Nya sampai hari ini. SM


















