Jakarta, Victoriousnews.com — Sinode Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) menggelar Perayaan Natal Nasional 2025 bertema “Terang Kristus Menerangi Nusantara” di Graha Oikumene PGI, Lantai 5, Jalan Salemba No. 10 Jakarta Pusat, Rabu (10/12/25) malam. Acara berlangsung penuh sukacita namun sarat pesan profetik, dihadiri Penasihat GBIN Pdt. John Lokolo, Pdt. Berty Momor, Sekum GBIN Pdt. Roy Nayoan, para pimpinan BPD GBIN, serta ratusan jemaat dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Atmosfer perayaan langsung hidup, dibuka dengan persembahan tarian budaya Nusantara—Batak, Sunda, Maluku, Papua, Tionghoa, dan lainnya—menandai kekayaan bangsa yang bersatu dalam terang Kristus.

Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Dr. Melianus Kakiay, M.Th, atau akrab disapa Pendeta Ferry, dalam kotbahnya, menyampaikan pesan Natal yang menggugah dari Yesaya 60:1–2. Ia menegaskan bahwa Nusantara—bahkan dunia—tengah berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Mulai dari kegelapan moral, tekanan ekonomi, bencana alam, hingga duka yang melanda banyak daerah. “Kita semua sedang berada dalam kegelapan. Bukan hanya mereka yang tertimpa banjir dan longsor. Kita semua turut merasakan kesedihan itu,” ujar Gembala GBIN Kapernaum Jakarta.

Namun di tengah realitas yang suram, ia menegaskan satu kebenaran yang tidak berubah: Terang Kristus tidak pernah padam.
Pdt. Kakiay kemudian memaparkan tiga kebenaran penting dari tema Natal tahun ini:
1. Terang yang Mengusir Kegelapan Pribadi
Ia menekankan bahwa kegelapan terdalam bukanlah bencana alam, melainkan kegelapan hati: dosa, luka batin, dan hilangnya pengharapan. “Kalau Kristus ada dalam hati kita, hidup kita jadi terang. Terang tidak dapat dikalahkan oleh kegelapan,” tegasnya sambil mengutip Yohanes 8:12. Terang Kristus mengusir dosa, memulihkan hati, membuka jalan baru, dan meneguhkan kembali harapan.
2. Terang Kristus Memulihkan Keluarga & Rumahtangga
Ia menyoroti kondisi banyak keluarga yang tampak meriah saat Natal, namun kembali berkonflik setelah Januari. “Yang dibutuhkan bukan aksesoris, tetapi terang Kristus,” katanya tajam.
Ia juga menyerukan peran penting generasi muda. “Orang tua memberi arahan, tetapi pemuda harus bekerja mengubah negeri ini. Nusantara terlalu kaya untuk dibiarkan miskin.”
3. Terang Kristus Menerangi Nusantara
Menurutnya, terang Kristus tidak berhenti pada pribadi dan keluarga, tetapi harus memancar ke seluruh negeri. “Nusantara tidak diterangi oleh politik atau ekonomi, tetapi oleh terang Kristus melalui umat-Nya.”
Pdt. Kakiay menegaskan arah pelayanan GBIN yang tidak bertumpu pada persembahan semata, melainkan memberdayakan jemaat melalui program ekonomi kreatif dan pembinaan holistik.
Menutup pesannya, ia mengajak jemaat membuka hati bagi terang Kristus. “Kalau terang datang, gelap pasti pergi. Kalau masih ada marah, benci, dendam—itu tanda belum ada terang. Biarlah terang Kristus bukan hanya menerangi kita, tetapi juga Nusantara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Pdt. Jermias Panggabean, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya perayaan besar ini. Dengan nada humor, ia menyebut tugas ini sebagai “gara-gara” Ketum Sinode. “Saya tidak pernah jadi ketua panitia sebesar ini. Tapi Pak Ketum bilang wajib. Melalui peristiwa ini, saya melihat Tuhan Yesus luar biasa,” ucap Pdt. Jermias yang juga Ketua BPD GBIN Jakarta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan jemaat. “Yang menabur pasti menuai. Bahkan lima roti dan dua ikan pun, di tangan Tuhan menjadi dua belas bakul penuh.”
Tak lupa ia berterima kasih kepada gereja-gereja sahabat, para pemimpin gereja, dan seluruh undangan yang hadir. “Kehadiran Bapak Ibu tidak sia-sia. Firman Tuhan telah menyapa kita, dan kita pasti pulang membawa berkat,” tukasnya.
Perayaan Natal Nasional GBIN 2025 ditutup dengan sukacita dan semangat baru: menjadi terang bagi Nusantara. SM


















