BPP GBI Akan Bangun Museum Sejarah Pentakosta dan GBI, Bidik Edukasi Generasi Muda

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com– Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia (BPP GBI), Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, mengungkapkan rencana strategis pendirian Museum Sejarah Pentakosta dan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang akan berlokasi di lantai 2 Graha Bethel, kantor pusat GBI.

Menurut Pdt. Rubin, pendirian museum ini bertujuan untuk memperkenalkan akar sejarah, pergerakan, dan kontribusi GBI kepada generasi muda, agar mereka memahami perjalanan iman dan pelayanan gereja secara utuh dan berkesinambungan.

“Kami ingin generasi muda mengetahui sejarah pergerakan Pentakosta secara menyeluruh, mulai dari Yerusalem, pergerakan awal gereja, hingga berkembang di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa museum tersebut akan menelusuri jejak sejarah Pentakosta, termasuk peristiwa penting dalam kebangunan rohani dunia, seperti pergerakan di Amerika Serikat melalui Charles Parham (1901) dan William Seymour di Azusa Street (1906). Namun demikian, Pdt. Rubin menegaskan bahwa akar Pentakosta tidak semata-mata berasal dari Amerika.

“Jauh sebelum para misionaris Amerika datang ke Indonesia pada 1921, melalui Van Claveren dan Grossbeek, sudah ada gereja dengan nuansa Pentakosta yang dibawa oleh misionaris Belanda, yang percaya pada karunia Roh Kudus, bahasa roh, dan kuasa Allah,” jelasnya.

Menurutnya, dominasi media massa Amerika membuat sejarah Pentakosta kerap dipersepsikan berasal sepenuhnya dari Amerika Serikat, padahal realitas sejarah jauh lebih luas. Museum ini, lanjutnya, akan mengulas berbagai denominasi dan pergerakan Pentakosta hingga akhirnya mengerucut pada lahirnya Gereja Bethel Indonesia.

“GBI lahir pada tahun 1970 di Sukabumi. Sejak itu, sudah ada tujuh ketua umum beserta tokoh-tokoh penting yang membangun dan mengembangkan GBI hingga seperti sekarang,” ungkap Pdt. Rubin.

Selain sejarah kepemimpinan, museum ini juga akan menampilkan kontribusi nyata GBI bagi masyarakat, antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. Tak hanya itu, museum akan memuat visi ke depan atau what next, yang berbicara tentang peran generasi penerus (next generation) dalam melanjutkan dan mengembangkan pelayanan GBI.

Pdt. Rubin menjelaskan bahwa BPP GBI telah menyusun roadmap jangka panjang, jauh melampaui masa kepemimpinannya yang akan berakhir pada 2027. Roadmap tersebut mencakup pengembangan rumah sakit, universitas, sekolah-sekolah di daerah, serta program pendidikan politik bagi jemaat.

Ia menegaskan bahwa GBI tidak memandang politik sebagai sesuatu yang tabu atau berdosa. “Bukan politiknya yang berdosa, tetapi penyalahgunaan politik untuk kepentingan pribadi. Karena itu, kita ingin menjadi terang dalam pemerintahan, mendorong terciptanya good governance,” tegasnya.

Namun demikian, Pdt. Rubin mengakui bahwa rencana pendirian museum masih dalam tahap penyelesaian teknis. Target awal pembukaan pada 20 Januari 2026 masih terus dikejar, meski belum dapat dipastikan sepenuhnya.

“Prosesnya masih berjalan. Kami kejar tanggal tersebut, tetapi pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan di lapangan,” pungkasnya.

Melalui museum ini, BPP GBI berharap sejarah tidak hanya dikenang, tetapi menjadi fondasi kuat bagi generasi mendatang untuk melanjutkan panggilan gereja dalam terang iman dan tanggung jawab sosial. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60