Perayaan Natal BPP GBI, Pdt. Dr. Pudjo Abednego Beberkan 5 Fondasi Keluarga Kristen Menghadapi Tantangan Zaman 

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com–Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia (BPP GBI) menggelar Perayaan Natal bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” di Auditorium Lantai 3 Graha Bethel, Jalan A. Yani No. 65, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Tema Natal yang diambil dari Matius 1:21–24 ini menegaskan bahwa kelahiran Kristus bukan sekadar peristiwa rohani, melainkan kehadiran Allah yang nyata untuk memulihkan dan menyelamatkan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan orang percaya.

Perayaan tersebut dihadiri seluruh staf BPP GBI, Pengurus BPD GBI DKI Jakarta, Majelis Pertimbangan, serta sejumlah tokoh gerejawi. Hadir di antaranya Ketua BPD GBI DKI Jakarta Pdt. Yory Tasik, Pdt. Kiky Tjahjadi, Prof. Frans Pantan, Prof. Gernaida, Pdt. Gilbert Lumoindong dan tamu undangan lainnya.

Dalam khotbah Natalnya, Pdt. Dr. Pudjo Abednego menegaskan bahwa keselamatan Allah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keluarga. Dengan tema yang sama, ia menguraikan lima poin kunci sebagai fondasi keluarga Kristen dalam menghadapi tantangan zaman.

Pertama, ia menegaskan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat keluarga. Yesus lahir dan bertumbuh dalam keluarga yang sederhana dan tidak luput dari persoalan. “Kehadiran Allah mutlak dibutuhkan dalam keluarga. Tanpa Tuhan, keluarga mudah goyah,” ujarnya, merujuk Ulangan 22:20–21 sebagai penegasan tentang tanggung jawab dan integritas keluarga.

Kedua, Pdt. Pudjo menekankan bahwa pola keselamatan Allah selalu dimulai dari keluarga, sebagaimana terlihat dalam kisah keluarga Nuh, yang diselamatkan secara utuh. Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik dan aktivitas rohani tidak boleh mengorbankan tanggung jawab utama terhadap keluarga.

Ketiga, ia menyampaikan peringatan tegas bagi para hamba Tuhan yang aktif melayani di luar, tetapi abai dalam rumah tangga. Mengutip 1 Timotius 3:5, ia menegaskan bahwa kepemimpinan rohani dimulai dari keberhasilan memimpin keluarga sendiri.

Keempat, ia menguraikan bagaimana Yesus menyelamatkan keluarga, melalui kehadiran-Nya yang nyata dan penuh kepedulian, sebagaimana tercatat dalam Markus 1:30–31, Yohanes 2:2, Markus 14:3, dan Yohanes 11:17. Yesus digambarkan sebagai Pribadi yang hadir, peduli, dan membawa pemulihan konkret.

Kelima, Pdt. Pudjo menegaskan bahwa Natal adalah undangan Allah untuk menerima damai sejahtera-Nya, sebagaimana tertulis dalam Lukas 2:14. Damai sejahtera itu, menurutnya, harus dihidupi pertama-tama di dalam keluarga.

Menutup khotbahnya, Pdt. Pudjo mengajak jemaat menjadikan keluarga sebagai ladang utama karya keselamatan Allah. “Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi panggilan untuk membuka hati agar damai sejahtera Tuhan bertumbuh dan nyata di dalam keluarga,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan pesan Natal dari Ketua Umum BPP GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. Dalam pesannya, ia kembali menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama kehidupan orang percaya. Kehadiran Kristus, katanya, bukan hanya menghadirkan sukacita sesaat, melainkan memperkuat kasih, kesatuan, dan keteguhan keluarga menghadapi tekanan hidup.

Pdt. Rubin juga mengajak seluruh jemaat untuk mempercayakan keluarga sepenuhnya kepada Tuhan dan senantiasa mencari pimpinan-Nya dalam setiap keputusan hidup. Dengan bersandar kepada Tuhan, keluarga diyakini akan mengalami pertolongan dan tuntunan-Nya.

“Tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga sangat relevan bagi kita semua. Kristus hadir bukan hanya untuk membawa sukacita, tetapi juga memulihkan, memperkuat, dan mempersatukan keluarga,” ujar Pdt. Rubin.

Melalui perayaan Natal ini, BPP GBI berharap jemaat semakin menyadari peran strategis keluarga sebagai wadah utama iman, kasih, dan kesaksian Kristen di tengah masyarakat. SM/Timoty

banner 300x250

Related posts

banner 468x60