JAKARTA,VictoriousNews.com— Memasuki tahun 2026, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar Ibadah Syukur Awal Tahun di Graha Oikumene, Jalan Salemba 10, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/26). Ibadah yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” dan dipimpin Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Pdt. Dr. Daniel Ronda.
Ibadah syukur tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan lintas iman, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Staf Khusus Menteri Agama RI Dr. Gugun Gumilar, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty, Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Dharmawan, serta perwakilan ormas Kristiani dan tokoh agama lainnya.
Dalam khotbahnya, Pdt. Daniel Ronda mengajak jemaat meneladani Yusuf sebagai pribadi yang taat kepada kehendak Allah, sekalipun harus menghadapi situasi yang berat dan tidak masuk akal secara manusia. Mengangkat kisah Yusuf dalam Injil Matius 1:18–25, ia menggambarkan pergumulan Yusuf saat mengetahui Maria mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri.
“Sebagai orang benar, Yusuf tidak bertindak dengan emosi atau penghakiman. Ia memilih kasih dan keadilan dengan berniat menceraikan Maria secara diam-diam. Hingga akhirnya Tuhan berbicara melalui mimpi dan menegaskan bahwa anak itu berasal dari Roh Kudus,” ujar Daniel.
Menurutnya, ketaatan sejati tidak selalu lahir dari pemahaman logis, melainkan dari kepercayaan penuh kepada Allah. “Yusuf taat meskipun tidak semua bisa dijelaskan dengan akal. Di situlah iman diuji,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait dalam sambutannya mengapresiasi peran gereja-gereja, PGI, KWI, serta dukungan TNI dan Polri dalam menjaga kerukunan dan keamanan, termasuk pada perayaan Natal Nasional yang berlangsung aman dan lancar. Ia mengaku mengalami perubahan pribadi selama terlibat sebagai Ketua Umum Panitia Natal Nasional.
“Selama beberapa bulan ini saya bergaul akrab dengan para hamba Tuhan Kristen dan Katolik. Puji Tuhan, saya belajar menjadi lebih sabar dalam bertindak,” ujarnya, seraya meminta doa agar kebebasan beragama dan hak beribadah di Indonesia terus ditegakkan.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Gugun Gumilar, menegaskan komitmen negara dalam melindungi kebebasan beribadah seluruh umat beragama. Ia menekankan bahwa negara akan bersikap tegas terhadap segala bentuk gangguan ibadah. “Mulai 2 Januari 2026, siapa pun yang mengganggu ibadah agama lain dapat dikenakan sanksi pidana satu hingga lima tahun penjara. Negara hadir dan melindungi,” tegasnya, disambut aplaus jemaat.
Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, mengajak umat beriman memaknai keselamatan sebagai panggilan iman yang harus diwujudkan secara nyata. Ia menyinggung beratnya perjalanan bangsa sepanjang 2025 yang diwarnai berbagai bencana, sekaligus mengajak refleksi memasuki tahun baru. “Keselamatan bukan hanya sesuatu yang dinantikan, tetapi panggilan yang harus kita upayakan bersama—bagi sesama dan seluruh ciptaan,” ujarnya, sembari mengapresiasi PGI yang konsisten membuka ruang persaudaraan lintas iman.
Bangun Indonesia dengan Persatuan, Lampaui Sekat Agama dan Politik
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Dharmawan, mengungkapkan, bahwa Indonesia hanya dapat dibangun jika seluruh elemen bangsa bergandengan tangan, melampaui sekat agama, kelompok, dan kepentingan politik. Ia bersyukur atas kehadiran berbagai unsur bangsa dalam ibadah tersebut, termasuk perwakilan lintas agama dan penghayat kepercayaan.
“Kebersamaan ini adalah kekayaan iman dan kebangsaan kita. Negara yang adil dan damai hanya mungkin terwujud jika kita berjalan bersama,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Kementerian Agama sebagai wujud negara yang berdiri teguh di atas konstitusi dan melindungi semua agama secara setara.
Menutup sambutannya, Pdt. Darwin mengibaratkan Indonesia seperti langit gelap yang dipenuhi bintang-bintang kecil. “Jika setiap kita mau menjadi terang di tempat masing-masing, Indonesia akan menjadi lebih baik. Indonesia lebih besar dari kelompok dan kepentingan apa pun,” pungkasnya.
Ibadah Syukur Awal Tahun PGI ini menjadi penanda kuat bahwa iman, ketaatan, dan kerja sama lintas iman tetap menjadi fondasi penting dalam merawat persatuan dan harapan bangsa di tahun 2026. SM


















