Jakarta,VictoriousNews.com—Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Gugun Gumilar, menegaskan komitmen negara dalam melindungi kebebasan beribadah seluruh umat beragama di Indonesia. Ia menekankan bahwa negara tidak akan mentoleransi segala bentuk gangguan terhadap kegiatan ibadah, termasuk terhadap umat Kristiani.
Hal tersebut disampaikan Dr. Gugun dalam sambutannya pada Ibadah Syukur Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), di Graha Oikumene, Jalan Salemba 10, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).

“Dalam KUHP, mulai 2 Januari 2026, siapa pun yang mengganggu ibadah agama lain dapat dikenakan sanksi pidana satu hingga lima tahun penjara. Negara hadir dan tegas melindungi umat beribadah,” ujar Gugun disambut respons positif jemaat.
Ia menyampaikan salam dari Menteri Agama RI yang berhalangan hadir karena baru tiba dari perjalanan dinas. Dalam sambutannya, Gugun juga memperkenalkan latar belakang akademiknya sebagai Muslim yang menempuh studi teologi Kristen dan Islam di Amerika Serikat serta Inggris, dengan spesialisasi perbandingan agama. “Bagi saya, Islam dan Kristen adalah kemuliaan. Keduanya mengajarkan kasih, perdamaian, dan keselamatan,” tegasnya.
Gugun mengaku selama setahun terakhir aktif turun langsung ke gereja-gereja dan tempat ibadah lintas denominasi. Ia bahkan menyebut pernah menghadapi langsung kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu ibadah umat lain.
“Saya sampaikan langsung: tidak boleh berteriak atas nama agama, tetapi meninggalkan ibadah sendiri dan mengganggu ibadah orang lain. Itu bertentangan dengan iman dan hukum,” katanya.
Terkait perizinan rumah ibadah, Gugun menjelaskan bahwa Kementerian Agama hanya berperan sekitar 30 persen dalam proses perizinan, sementara sebagian besar berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. Namun demikian, ia menegaskan Kemenag akan terus mendampingi umat beragama dalam memperjuangkan hak beribadah.
“Insyaallah, kami akan mendampingi. Negara wajib menjamin umat beribadah dengan aman dan damai,” ujarnya.
Dalam nuansa yang dekat dengan jemaat, Gugun mengutip ayat Alkitab dari Matius 22:39, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” sebagai prinsip universal yang harus dihidupi bersama. Ia juga mengutip lagu rohani We Shall Overcome sebagai simbol harapan dan keteguhan iman di tengah tantangan bangsa.
Menutup sambutannya, Gugun menyampaikan bahwa program prioritas Kementerian Agama tahun ini menekankan ekoteologi—bagaimana iman diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup, sesuai mandat Allah dalam Kitab Kejadian untuk memelihara ciptaan. “Kita menjaga kerukunan, merawat ciptaan, dan menanamkan nilai iman kepada generasi muda. Dengan kerukunan dan kedamaian, Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” pungkasnya. SM


















