MENGENANG PROF NABILAH LUBIS, BESAN OKE F SUPIT

banner 468x60

VictoriousNews.com- Bersama Taufiq Ismail, Prof Dr Hj Nabilah Lubis Lc MA membaca puisi yang menggambarkan perjuangan, doa, serta keteguhan Syekh Yusuf Al Makassari sebagai pahlawan bangsa pada penutupan rangkaian kegiatan gelaran taklimat media bertajuk “400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari” di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Senayan, Jakarta) pada 23 Desember 2025.

Kala itu, Prof Nabilah Lubis ditemani seorang putrinya. Pembacaan puisi tetap jelas terdengar oleh undangan termasuk Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Kabar kepergian besan Oke F Supit tersiar melalui akun Instagram @umaylubis sekitar satu Minggu kemudian di bulan Maret 2026. Umay Lubis (52 tahun), sang putra menuliskan kalimat l bertajuk “Akhirnya Waktu Itu Tiba”. Sang menantu, Ravelra (Ruth) Supit menuliskan dengan “Al Fatihah, Mamaku sayang, we miss you terribly” melalui akun IG @ravelra_supit. Kedua kakak Vela menyampaikan, “My Angel Teta, happy birthday in heaven (@jennifer_ipel) dari Jennifer Jill Armand-Supit (55 tahun) dan “Happy Birthday in Heaven my Teta Sayang” (@giana_instalova) dari Georgiana Grae Supit. Reporter Victorious News, Epaphroditus Ph M menyampaikan, “Turut Berbelasungkawa atas wafatnya sang bunda” melalui akun Instagram @epa_phm.

Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Nabilah Lubis tutup usia pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat di RS El Galaa Hospital for Armed Forces (Heliopolis, Kairo, Mesir). Prof Nabilah Lubis berpulang pada usia 84 tahun atau bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 H.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi dunia akademik, namun duka mendalam bagi keluarga besar UIN Jakarta. Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar MA PhD. menyampaikan duka mendalam atas kepergian seorang tokoh penting dalam sejarah kampus. “Kita kehilangan seorang keluarga besar UIN Jakarta, ibu sekaligus guru bangsa yang hidupnya didedikasikan untuk keilmuan,” ungkapnya.

Prof Nabilah Lubis lahir pada 14 Maret 1942 di Kairo (Mesir) dengan nama Nabilah Abdel Fattah. Dia dibesarkan dalam tradisi keluarga Mesir yang menghargai pendidikan. Ayahnya, Abdel Alfattah adalah pegawai Kementerian Keuangan sekaligus guru bahasa Prancis, sementara kakeknya merupakan pengajar di Universitas Al-Azhar.

Setahun menjelang menyelesaikan studi Jurusan Perpustakaan di Universitas Kairo pada tahun 1963, ia dipinang oleh Burhanuddin Umar Lubis (Mahasiswa Indonesia asal Mandailing, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara) yang kuliah di Baghdad University. Nabilah pun mengganti nama terakhirnya menjadi Nabilah Lubis.

Setelah menikah pada tahun 1963 itulah ia dikenal dengan sebutan “Putri Mesir yang Mengabdi untuk Indonesia. Dia pun menetap di Indonesia sejak 1964 dan diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama dengan penugasan di IAIN Jakarta atas arahan Prof KH Saifuddin Zuhri (Menteri Agama ke-10 periode 6 Maret 1962-17 Oktober 1967). Dia melepas kewarganegaraan Mesir dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun yang sama. Sang suami meninggal pada tahun 2019.

Kiprah di IAIN Jakarta dimulai sebagai Kepala Perpustakaan (1964-1969). Ia berhasil mengembangkan perpustakaan kampus dengan menggalang hibah buku dari Grand Syaikh Al-Azhar dan kedutaan negara-negara Arab di Jakarta. Namanya tercatat sebagai perempuan pertama yang meraih gelar doktor di IAIN Jakarta (1992). Disertasinya tentang naskah Zubdat al-Asrar karya Syekh Yusuf al-Makassari menjadi kontribusi penting dalam studi teks klasik Islam Nusantara, yang tengah diusulkan sebagai Memory of the World di UNESCO.

Ia juga perempuan pertama yang menjabat Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (1994-1998) dan perempuan pertama yang berceramah di Masjid Istiqlal (Jakarta) pada 17 Ramadan 2000. Pada 2021, UIN Jakarta meluncurkan Professor Nabilah Scholarship for Arabic Studies sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.

Prof Nabilah Lubis aktif menerjemahkan karya Indonesia ke bahasa Arab, di antaranya memoar BJ Habibie (Qisshah Hubb Waqi’iyyah: Habibi-‘Aynun), catatan Dino Patti Djalal, dan puisi Taufiq Ismail. Sejak 1999, ia juga menerbitkan majalah Halo Indonesia, satu-satunya majalah berbahasa Arab di Indonesia yang bahkan menjadi langganan bacaan oleh Parlemen Suriah. Di organisasi, Prof Nabilah Lubis pernah dipercaya sebagai Dewan Pakar Muslimat Nahdlatul Ulama masa khidmat 2016-2021, Ketua Umum Persatuan Cendekiawan Muslimat Sedunia, serta Dewan Penasihat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia. Ia juga tercatat sebagai Pengurus Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) dan anggota Dewan Pakar Agama dan Budaya ICMI Pusat.

Keempat orang putra-putrinya tumbuh menjadi tokoh di bidangnya masing-masing. Putri sulungnya mengikuti jejak sang ibunda sebagai akademisi dan menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masa bakti 2019-2023, Prof Dr Hj Amany Lubis MA. Putri keduanya mengemban amanah sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Jakarta, Dr Sri Ilham Lubis. Dua putranya, Umay Lubis dikenal sebagai aktor film dan pengusaha. Umay menikah dengan Ravelra Supit, putri pasangan Oke F Supit (81 tahun) dan Rae Sita Supit (lahir: 1 Juni 1945-meninggal: 20 Mei 2015, aktris). Putera bungsunya, Ahmad Shobri Lubis berkiprah sebagai pendakwah.

Fadli Zon (Menteri Kebudayaan Indonesia ke-4) menyampaikan belasungkawa melalui media sosialnya. “Segenap Keluarga Besar Kementerian Kebudayaan turut berduka cita atas wafatnya tokoh cendekiawan muslimah, Prof Dr Hj Nabilah Lubis. Semoga ilmu yang beliau wariskan menjadi amal jariyah yang tidak terputus,” tulisnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Amien Suyitno MAg mendoakan, “Semoga husnul khatimah, amal ibadah, perjuangan dan pengabdiannya diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” pungkasnya. @epa_phm

banner 300x250

Related posts

banner 468x60