Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Jakarta, Victoriousnews.com,- Badai virus corona atau yang populer dengan sebutan corona virus disease (covid-19) telah menjangkiti manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari virus corona ini bukan hanya membunuh ribuan jiwa saja, melainkan juga melumpuhkan tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang. Baik di bidang sosial, hukum, perdagangan,politik, budaya, agama, wisata, ekonomi dan lain sebagainya. Bayangkan saja, sejak awal Maret 2020, pandemi virus corona yang menerpa Indonesia, telah banyak perusahaan yang gulung tikar, akibatnya angka pengangguran pun meningkat tajam.
Bahkan dampak ekonomi yang sangat mencolok juga menerpa masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap.


Melihat kondisi bangsa terkini, mendorong tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi,MBA, menggelar aksi peduli kepada warga sekitar di tempat tinggalnya yang berada di kawasan RW.04 Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Mantan ketua RW. 04 Taman Kedoya Baru selama dua periode ini tergerak untuk meringankan beban warga dengan membagikan masker dan uang tunai kepada warga RW.04, khususnya di lingkungan RT. 01 dan RT.019 “Yang saya berikan tidak seberapa. Saya rindu dapat membantu warga yang kesusahan akibat wabah Corona, apalagi yang akan menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan,” kata Dr. John Palinggi ketika menyampaikan kata sambutan di Balai Warga RW 04, Komplek Perumahan Taman Kedoya Baru, Rabu (22/4/2020) pagi.

Ki-ka: Dr. John Palinggi, Marwan Saari (Lurah Kedoya Selatan), Agus (Ketua RT.019/RW.04), dan salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (22/4).

Menurut John, aksi peduli yang dilakukannya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dengan manusia. “Saya sadar bahwa, dengan masyarakat di sekeliling rumah saya, rata-rata mereka orang Betawi, yang juga saya anggap sebagai keluarga saya. Dalam situasi sulit ini, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung, walaupun sangat kecil yang saya berikan harus ikhlas dan tulus. Ikhlas tulus tidak usah melihat siapa, yang kita lihat keadaannya yang susah perlu dibantu. Mereka sudah saya anggap saudara saya, ” tukas John Palinggi yang telah tinggal di Perumahan Taman Kedoya Baru selama 27 tahun.


Lanjut Dr. John Palinggi, di lingkungan RW.04 Kelurahan Kedoya Selatan, ini ada 19 RT. 3 RT di antaranya berada di luar lingkungan komplek perumahan Taman Kedoya Baru. ”Total keluarga di RW.04 ini ada 1.600 KK. Warga 3 RT di luar kompleks perumahan umumnya adalah orang Betawi yang kemarin tidak kebagian bantuan paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta karena PSBB wabah Corona,” tukas Dr. John Palinggi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (DPP BISMA).
Selain dalam rangka mendukung program pemerintah memerangi pandemi Covid-19, aksi sosial John Palinggi juga dilakukan karena akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
“Aksi sosial saya tadi, juga karena saudara-saudara saya itu akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, berpuasa di bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Saya pun meminta maaf lahir dan bathin, karena selama 27 tahun terus berinteraksi bersama. Kesempatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” tutur pengusaha sukses ini bersemangat.

Ki-ka: Agus (Ketua RT.019, Pimpinan Ponpes Al-Khairiyah, Ustad H Munadi dan Dr. John Palinggi usai aksi sosial.

Aksi peduli kasih Dr. John Palinggi ini digelar di dua tempat. Pertama dilakukan di lapangan (Balai RW.04) lingkungan RT.019 tak jauh dari rumahnya. Kedua, adalah di pesantren Al-Khairiyah (lingkungan RT.01).Hubungan John dengan Ustadz H. Munadi (pendiri pesantren) sangat dekat. Saking dekatnya, John kerap menyebut Ustad Munadi sebagai ayahnya.

Dr. John Palinggi, MBA setelah menggelar aksi sosial, Rabu (22/4)

Aksi peduli ini meliputi 3 wilayah Rukun Tetangga, yang banyak dihuni oleh warga Betawi, yakni sekitar 200an warga, termasuk diantaranya warga lanjut usia (Lansia), dan yang terdampak langsung kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, jumlah tersebut belum termasuk anak-anak yang juga turut mendapat bantuan.
Turut hadir dalam aksi peduli tersebut adalah Marwan Saari, SH (Lurah Kedoya Selatan), Soeroso (Babinsa), Satpol PP, dan disaksikan langsung oleh ketiga Ketua RT, dua diantaranya hadir, yakni Ketua RT 01 H. Syamsuri, dan Ketua RT 19 Agus, serta dibantu sejumlah security kompleks perumahan taman kedoya baru. Meski melibatkan banyak orang, aksi sosial ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.
Lurah Kedoya Selatan Marwan Saari,SH, menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi, dan berharap bantuan yang diberikan dapat berguna membantu kehidupan warga.
Ustadz H. Munadi, juga menyampaikan terima kasih atas aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. Ia berharap bantuan tersebut dapat menolong warga dan hubungan akrab serta penuh persaudaraan tetap terjalin indah.
Sementara itu, Bapak Dana, yang juga security kompleks perumahan Taman Kedoya Baru, menilai, bahwa aksi sosial tersebut sangat baik untuk meringankan beban warga yang terdampak corona. “Saya melihat Pak John itu orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang kecil. Beliau itu orangnya tidak tegaan, apalagi melihat warga yang kurang mampu,” tutur Dana kepada wartawan. SM

Tangkal Informasi Tak Benar Tentang Mahasiswa Yang Terpapar Covid, Humas Seminari Bethel Sampaikan Surat Terbuka

Jakarta, Victoriousnews.com, Menjawab pertanyaan publik dan maraknya informasi tidak benar yang beredar di kalangan masyarakat, redaksi menerima rilis via Whatsapp dari Humas Seminari Bethel Jakarta-Pusat (Pdm. Yada Putra Gratia) pada hari Kamis, 23 April 2020, perihal perkembangan status sebagian mahasiswa/mahasiswi di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai berikut :
Setelah menunggu hasil swab test lanjutan yang dilakukan oleh tim dokter Puskesmas pada Jumat, 17 April 2020 kepada anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif, maka pada hari Rabu tanggal 22 April 2020, tim dokter Puskemas telah menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut. Adapun hasil pemeriksaan swab test tersebut 27 anak dinyatakan positif dan pada malam hari sekitar pk. 20.20 WIB telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet (Kemayoran, Jakarta-Pusat).

Pdm Yada Putra (Humas Seminari Bethel)

“Puji Tuhan, proses evakuasi tersebut didampingi dan dikawal langsung oleh Lurah Petamburan, Camat Tanah Abang, Dandim 0501/BS-JP dan Kapolres Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar. PenghuniPenghuni Asrama yang saat ini dirawat di RSUD Cengkareng berjumlah 5 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi semakin baik dan sehat serta sedang menunggu hasil Swab test akhir.

Lingkungan Kampus Seminari Bethel, Petamburan Jakarta Pusat

Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet berjumlah 66 orang, dengan rincian 28 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi baik dan sehat.
Penghuni Asrama yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri di Asrama Seminari berjumlah 71 orang, dengan rincian 38 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa mereka negatif. Sesuai dengan permintaan kami dan jika diijinkan oleh Camat cq dokter puskesmas, mereka semua akan mengikuti isolasi mandiri di luar asrama Seminari,” tutur Yada dalam rilisnya.

Surat Terbuka Kedua 22 April 2020

Lanjut Yada, sampai saat ini Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. SM

Ini Dia Klarifikasi Seminari Bethel Tentang Covid19 Yang Beredar

Jakarta, Victoriousnews.com,- Memgklarifikasi mengenai penyebaran covid19 di Seminari Bethel, redaksi telah menerima salinan dalam format PDF yang berisi Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta dengan nomor surat : 57/SEK/SBJ/IV/2020, pada hari Jumat, 17 April 2020, dari Ketua Umum BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia], Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh melalui WA sebagai berikut :
Shalom,Kiranya damai sejahtera Kristus selalu berlimpah buat saudara-saudara dan kita semua.Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT,SP dan SMTK serta asrama selalu mendukung program Pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.
Menyikapi perkembangan dan juga menjawab pertanyaan beberapa orang terkait dengan situasi dan keadaan Seminari khususnya di asrama, maka melalui surat ini kami menyampaikan beberapa hal mulai dari kronologi sampai pada perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19. Kami berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi dari kami berikut ini:
1.Terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai saat ini, kami telah memberlakukan program Kelas Belajar Mengajar (KBM) secara online dengan tujuan turut mencegah penyebaran virus covid-19 dengan menghindari pertemuan tatap muka dalam jumlah besar.
Tidak ada pertemuan ataupun kegiatan belajar secara tatap muka yang dilakukan di Seminari Bethel Jakarta.
Di lingkungan Seminari (termasuk di asrama) juga sudah memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran Kemenkes dan dokter Puskesmas Tanah Abang dengan: selalu menggunakan masker, sering cuci tangan baik dengan sabun maupun dengan hand sanitizer, menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1 m, melepas jaket dan helm serta menaruhnya di luar dengan dibungkus plastik masing- masing, dan membangun imunitas kesehatan yang baik dengan tetap berolahraga, makan makanan sehat ditambah vitamin, buah-buahan, air jahe dan lainnya.
2. Pada tanggal 11 Maret, ada 1 orang mahasiswa yang mengalami gejala demam, tetapi setelah di rawat di RS Mintoharjo selama 4 hari dia sembuh dan diijinkan pulang tanpa ada berita tambahan apa-apa dari Rumah Sakit lalu dia dijemput orang tuanya dan dibawa pulang.
3. Keesokan harinya tanggal 12 Maret, ada 1 orang mahasiswa juga demam dan dibawa ke RS Mintoharjo kembali untuk dirawat.

Benar bahwa pihak Rumah Sakit sudah melaksanakan pemeriksaan Covid-19 dan mengharuskan yang bersangkutan untuk mengikuti pemeriksaan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah dan harus dirawat di sana sampai selesai seluruh pemeriksaan Covid-19 selesai dan yang hasilnya ternyata semua negatif dan diijinkan keluar dari Rumah Sakit pada tanggal 27 Maret.
4.Pada tanggal 16 Maret, sesuai dengan anjuran pemerintah yang diumumkan oleh Bapak Presiden RI maka Seminari memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan untuk memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara online mulai tanggal 17 Maret.
Mahasiswa yang tinggal di asrama Seminari yang jumlah awalnya sekitar 250 orang, sebagian pulang ke rumahnya masing-masing sehingga hanya tinggal 140 orang.
Kemudian, tanggal 24 Maret kepala asrama menerima pesan Whats App dari Bapak Ari Juliano, anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang isinya meminta anak-anak di Asrama harus tinggal di asrama dan jangan ada yang pulang lagi. Atas pesan dari Gugus Tugas ini, maka diputuskan anak-anak untuk tetap tinggal di Seminari.
5.Pada tanggal 26 Maret 2020, ada beberapa orang yang tinggal di Asrama dengan gejala batuk, pilek disertai demam, setelah di bawa ke Puskesmas Tanah Abang serta dilakukan test Covid-19 pertama dan hasilnya negatif, meski demikian mereka semua diwajibkan isolasi mandiri sebagai ODP di asrama Seminari (di kamar khusus) dan harus menunggu test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dokter Puskesmas Tanah Abang.
6.Pada tanggal 1 April 2020, kepala asrama menunjukkan gejala sesak dan dibawa ke RSUD Cengkareng sesuai rujukan dan arahan dari dokter Puskesmas dan di rawat sampai hari ini dengan kondisi sudah membaik. Keluarganya kemudian di isolasi mandiri sambil menunggu pemeriksaan dan arahan dari Puskesmas Tanah Abang.
Ibu asrama yang juga mengalami gejala demam dan sesak nafas, akhirnya juga dirawat pada tanggal 9 April di RSUD Cengkareng sampai hari ini dengan keadaan semakin membaik. 6 (enam) orang mahasiswa yang ikut di test saat itu di Puskesmas Tanah Abang karena demam tetap dilakukan isolasi mandiri di ruang khusus selama beberapa hari sambil menunggu hasil pemeriksaan test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan prosedur yang berlaku.
7.Pada hari Senin, 6 April 2020, setelah di lakukan test Covid-19 ke-2 dengan rapid test di Puskesmas Tanah Abang ternyata keenam (6) orang mahasiswa tersebut hasilnya positif dan menjadi PDP dengan gejala ringan. Kemudian dengan arahan dari Gugus Tugas Covid-19, mereka yang PDP dengan gejala ringan tetap diminta isolasi mandiri di ruang khusus di asrama.
8. Pada hari Selasa, 7 April 2020 dilakukan swab test Covid-19 yang hasilnya diperoleh tanggal 9 April 2020, didapati bahwa ada 6 orang mahasiswa tersebut hasil swab test-nya positif dan kemudian pada hari yang sama 3 orang di antar ke RSUD Cengkareng untuk dirawat, salah satunya adalah anak dari Kepala Asrama sendiri dan 3 orang lagi sisanya di rawat di RS Wisma Atlet Kemayoran.
9.Terkait dengan hal ini, sesuai dengan arahan Kemenkes cq Puskesmas, maka kami meminta supaya mahasiswa maupun staf yang melakukan kontak fisik dengan ODP dan PDP di atas selama 14 hari mundur dari tanggal gejala awal ODP, dapat diperiksa oleh tim dokter Puskesmas Tanah Abang sesuai dengan surat permohonan yang kami kirimkan.
10. Kemudian pada tanggal 12 April 2020, tim dokter beranggotakan 8 (delapan) orang melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test terhadap 134 orang mahasiswa dan beberapa staf di Seminari Bethel Jakarta. Dalam hal ini, kami tetap melakukan isolasi mandiri bagi para penghuni asrama sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19.
Pada tanggal 16 April 2020, hasil rapid test dan swab test tersebut baru diinformasikan kepada kami. Sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang hasil swab test-nya dinyatakan positif oleh dokter Puskesmas Tanah Abang, sehingga mereka harus di rawat (isolasi mandiri) di Wisma Atlet, dan malam itu juga diberangkatkan dengan diantar oleh tim dari Puskesmas Tanah Abang. Dan 98 orang mahasiswa dan staf di Asrama dinyatakan hasil testnya negative oleh dokter Puskesmas Tanah Abang.
11. Menurut informasi terakhir dari tim dokter Puskesmas, tertanggal 16 April 2020, bahwa untuk 98 mahasiswa dan staf yang ada di lingkungan Seminari Bethel Jakarta termasuk asrama, diarahkan untuk tidak diijinkan kemana-mana tetapi mereka harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah: memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, jaga kebersihan barang dan baju, penyemprotan desinfektan terhadap barang dan ruangan, dan jaga makanan sehat. Saat ini mereka menerima asupan makanan yang sehat dan bergizi ditambah dengan vitamin dan olah raga yang cukup.
12. Sabtu, 18 April 2020 pukul 09.00 WIB di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas akan kembali melakukan rapid test kepada semua karyawan yang dalam 2 minggu terakhir berada di lingkungan seminari dan juga kepada siswa dan mahasiswa yang tinggal di kost di lingkungan sekitar Seminari Bethel Jakarta.
13. Kami selalu mengingatkan, menegaskan dan meminta kembali agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang.
Dan bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan Kemenkes.
14. Kami dan kita semua sudah mengetahui secara bersama sama bahwa wabah yang tidak terduga ini dapat menimpa siapa pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemic global yang telah menjangkiti seluruh dunia.
Dan sebagai warga Negara yang baik sekaligus sebagai pengelola, pendidik serta anak didik di Seminari Bethel Jakarta, wajib mendukung gerakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan dan mengikuti arahan Gugus Tugas Covid-19.
Dan bagi yang terkena atau terpapar Covid-19, kita dukung dalam doa, kekuatan dorongan rohani dan firman serta makanan yang sehat supaya jamahan Tuhan mengalir, imunitas mereka terbangun dan cepat sembuh serta berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya kasih Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan Kesehatan.
Demikian informasi kami sampaikan sesuai kronologi dan perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam mendukung program pemerintah untuk pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 dan penyembuhan mereka yang sakit.

Tuhan Yesus Memberkati.
Jakarta, 17 April 2020,
Pdt. Kiki Sadrach, M.Th [Ketua Seminari Bethel Jakarta] dan Pdp.Oktaria Inkiriwang, S.Th [HRD/GA].
Tembusan :
1.Ketum BPH.
2.Sekum BPH.
3.Ketum YBI.
4.Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI.

Upaya Ketat Cegah Covid-19, 5 Negara Tetangga Indonesia Ini Belum Ada Kasus Kematian Corona!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Secara global di seluruh dunia (213 negara), jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Sesuai data yang dikutip dari website resmi pemerintah (covid19.go.id) per 14 April pkl. 21.00 Wib, jumlah kasus terkonfirmasi adalah 1.848.439 jiwa, dan kasus kematian berjumlah 117.217 jiwa. Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4839 jiwa, yang sembuh berjumlah 426 jiwa, dan yang meninggal 459 jiwa.

Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia itu bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. NamunNamun demikian, ternyata ada beberapa negara di tetangga Indonesia yang justru tidak mencatatkan kasus kematian akibat COVID-19 sama sekali. Selain itu, mereka juga hanya melaporkan sedikit kasus. Seperti dilansir detik.com, salah satu negara itu adalah Vietnam. Negara yang juga masuk kawasan Asia Tenggara ini disebut berhasil menekan angka kasus dan kematian akibat upaya ketat yang dilakukan pemerintahnya, seperti pembatasan transportasi dan jarak fisik (physical distancing), karantina sebagian wilayah dan penanganan kesehatan yang baik.
Berikut daftar lima negara tetangga RI yang belum memiliki kasus kematian COVID-19 sama sekali:
1. Vietnam. Kasus: 262. Sembuh: 144. Meninggal: 0
2. Kamboja. Kasus: 122. Sembuh: 77. Meninggal: 0
3. Laos. Kasus: 19. Sembuh: 0. Meninggal: 0
4. Papua New Guinea.Kasus: 2. Sembuh: 0.Meninggal: 0
5. Timor-Leste. Kasus: 2.Sembuh: 1. Meninggal: 0
(SM)

Usai Putusan Hakim PN Makassar Tolak Gugatan Pra Peradilan, Dr. John N Palinggi, MBA: Sebenarnya Saya Sedih, Saya Berharap Yang Bersangkutan Berubah Perilaku

 

 

Makassar, Victoriousnews.com, Seusai mengikuti jalannya sidang pembacaan putusan gugatan pra peradilan Marthen Napang terhadap Kapolrestabes Makassar di PN Negeri Makassar (Senin, 13/4), Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi,MBA, mengungkapkan kepada wartawan, mengapa namanya disebut dalam persidangan gugatan pra peradilan tersebut.


Pria yang sukses menjadi pengusaha selama 44 tahun ini, menjelaskan, bahwa sebetulnya dirinya tidak harus hadir dalam sidang pra peradilan mengenai gugatan Saudara Marthen Napang. “Karena yang digugat pra peradilan itu adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui Polrestabes dan Polda sendiri, terkait dengan keputusan surat penghentian penyidikan atas pelaporan dia (Marthen Napang) terhadap saya, bahwa saya dinilai mencemarkan nama baiknya. Tetapi saya diminta hadir mendengar putusan hakim. Dalam sidang pembacaan putusan hakim, disebutkan nama saya,” Ujar Dr. John Palinggi kepada wartawan.
Ketua Umum BPP Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN INDONESIA) ini, mengungkapkan keterkaitan dirinya dalam sidang gugatan pra peradilan Marthen Napang. “Saya telah mendengar dari pengacara saya, di dalam sidang-sidang sebelumnya telah disebutkan bahwa, akar persoalan yang sampai adanya pelaporan tersebut, sebetulnya penipuan Saudara Marthen Napang sebesar 950 juta rupiah. Dia tipu saya dengan memalsukan surat Mahkamah Agung. Itu sebetulnya. Dan proses ini sebenarnya masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Tetapi saya tidak tahu, jadi saya sudah ditipu, terus masih ditersangkakan pencemaran nama baik. Saya menghargai pihak Polri bahwa mereka betul-betul menegakan keadilan. Tidak ada dasar apapun, saya menulis surat ke Rektor Unhas, kemudian saya ditersangkakan seperti itu. Surat penghentian penyidikan (SP3) pun digugat lagi pra peradilan kepolisian. Hari ini saya dengar, putusannya menolak pra peradilan itu,” papar Dr.John Palinggi.
Sebagai tokoh yang rendah hati, sebenarnya Dr. John Palinggi sangat menyayangkan adanya gugatan pra peradilan tersebut. “Saya sebetulnya sedih melihat perilaku demikian. Ya, mudah-mudahan ada perubahan perilaku yang bersangkutan,” tandas Dr. John Palinggi yang masih energik dan sehat.
Mencuatnya gugatan pra peradilan terhadap Kapolrestabes Makassar, yang diajukan oleh salah satu Dosen Unhas, Marthen Napang, pada 13 Maret 2020, adalah untuk menguji sah atau tidaknya keputusan Kapolrestabes mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), atas laporan Marthen Napang terhadap Dr. John N. Palinggi yang dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik. SM

Ketok Palu Hakim PN Makassar Tolak Seluruh Gugatan Pra Peradilan Marthen Napang Terhadap Polrestabes Makassar; Iqbal, SH : Putusan Hakim Sudah Tepat!

Makassar, Victoriousnews.com,– Tok..Tok..Tok! “Mengadili, menolak permohonan pemohon seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon,” ujar Hakim Dr. Zulkifli,SH, MH saat ketok palu dan membacakan putusan pra peradilan di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (13/4/20) pukul 14.30 Wita.

Marthen Napang (batik coklat) duduk di kursi depan sebelah kiri saat menghadiri persidangan pra peradilan di PN Makassar, Senin (13/4).

Suasana persidangan tampak tenang ketika Hakim tunggal Dr. Zulkifli, SH, MH membacakan secara cepat putusan sidang praperadilan dengan nomor perkara : 7/ pid.pra / 2020/ PN. Makassar, dengan pemohon Marthen Napang melawan Kapolrestabes Makassar yang diwakili oleh personel Bidang Hukum Polda Sulawesi Selatan dan Subbagkum Polrestabes Makassar.
Marthen Napang yang juga salah satu dosen Universitas Hassanudin selaku pemohon menggugat Polrestabes Makassar atas terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan pencemaran nama baik seseorang yang dilaporkan pemohon tersebut.
Dalam pembacaan putusan yang memakan waktu sekitar 30 menit, Hakim Dr. Zulkifli SH, MH menolak gugatan itu dengan pertimbangan, bahwa, penyidik Polrestabes Makassar menghentikan kasus tersebut dianggap sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku.
Setelah mendengar putusan kalah dalam pra peradilan tersebut, Marthen Napang tampak lesu dan kecewa, karena dirinya tidak diberikan waktu untuk memberikan tambahan data terkait gugatannya tersebut. “Saya merasa tidak diberi kesempatan untuk mengajukan data tambahan seperti yang ditulis melalui berita online terkait pencemaran nama baik,” tutur Marthen kepada wartawan seraya memberikan kertas berjudul kesimpulan pemohon gugatan pra peradilan.

Kombes Pol. Hambali saat memberikan keterangan kepada Wartawan Usai Sidang Pra peradilan.

Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hambali selaku Ketua Tim Kuasa Hukum Polrestabes Makassar, kepada wartawan, membenarkan hasil putusan gugatan praperadilan Pengadilan Negeri Makassar. Menurut Hambali, permohanan praperadilan Hakim dalam pertimbangan menyebutkan bahwa mekanisme dan prosedur yang diambil oleh penyidik dalam menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan ini sudah dilaksanakan sesuai aturan. Lanjut Hambali, mulai dari tahap awal penyelidikan dan penyidikan dan gelar perkara kemudian diputuskan bahwa perkara yang disidik dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti yang dilaksanakan penyidik. Itu sudah prosedur dan mekanisme. Hakim menilai seperti itu. “Keputusan penyidik untuk menghentikan perkara tersebut sudah sesuai. Perkara yang dihentikan itu dugaan pencemaran nama baik pasal 310 ayat 2 dengan bunyi pencemaran nama baik dengan tulisan. Jadi unsur yang utama itu harus disebarkan kepada umum. Tapi unsur itu tidak ditemukan dalam perkara ini,” tukas Hambali yang juga menjabat Kabid Binkum Polda Sulsel ini bersemangat.

Iqbal, SH (kemeja biru-tengah) berpose bersama usai persidangan.

Senada dengan Kombes Pol Hambali, Iqbal, SH selaku kuasa hukum Dr. John Palinggi, MBA, menilai, bahwa putusan Hakim Pra peradilan itu sudah tepat. “Karena prosedur terbitnya SP3, terkait laporan pencemaran nama baik secara tertulis pasal 310 ayat 2 KUHP adalah melalui mekanisme yang legal berdasarkan peraturan Kapolri no.6 tahun 2019, dimana dilakukan melalui forum gelar perkara khusus, dan hasil dari gelar perkara khusus tersebut, merekomendasikan bahwa laporan polisi no LP/1994/IX/2017/Polda Sulsel/Restabes Makassar, tanggal 29 September 2017, harus dihentikan karena pasal yang dipersangkakan tidak terpenuhi unsur pidana pencemaran nama baik dengan tulisan, karena surat terlapor tidak disiarkan, tidak ditempelkan dimuka umum,” tulis Iqbal dalam keterangan tertulisnya melalui whatsapp, Selasa, (14/4/20) malam. SM.

Dalam Ratas Presiden Jokowi Berpesan: Jika Ada Pasien Positif, Tetangga Harus Menolong, Jangan Dikucilkan!

JAKARTA,Victoriousnews.com – Presiden Joko Widodo kembali menghimbau masyarakat agar tidak mengucilkan pasien positif virus corona (Covid-19). Semestinya, masyarakat dapat saling bergotong royong untuk membantunya.”Tolong diingatkan bahwa gotong royong, partisipasi, saling membantu bisa ditumbuhkan dari bawah, ini penting sekali,” Ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan lewat YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/4/2020).
Presiden Jokowi mengaku senang ketika melihat aksi gotong royong dan kerukunan masyarakat di Cimahi, Bandung, Jawa Barat di tengah pandemi corona.”Jadi yang positif diisolasi, tapi tetangganya membantu. Hal-hal seperti ini, kegotongroyongan seperti ini yang harus kita terus gaungkan. Sehingga benar-benar kalau ada isolasi mandiri, kalau ada pasien positif yang ada di sebuah kampung, betul-betul bukan malah dikucilkan tapi kanan-kirinya bisa tolong menolong,” pungkas Presiden Jokowi. SM

GERKINDO Berbagi Kasih, Pdt. Yerry Tawalujan: Kami Murni Memberi Untuk Meringankan Beban Masyarakat Yang Terdampak Badai Corona

Jakarta,Victoriousnews.com,- Gerakan Kasih Indonesia (GERKINDO) menggelar aksi kepedulian kepada sesama untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini terdampak oleh badai virus corona.
Gerakan peduli kasih Gerkindo yang dipimpin oleh Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th sebagai Ketua Umum juga memberikan bantuan paket Tribako (beras 5 kg, 10 Mie Instan, 1 liter minyak goreng dan 1 masker) kepada sejumlah Jurnalis Kristiani (Minggu, 5 April 2020) di kawasan Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. “Kondisi masyarakat kita saat ini, menderita secara ekonomi sebenarnya, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah, yang bekerja dari rumah, tapi dalam tanda petik “dirumahkan”, yaitu mereka pekerja harian, dan pekerja lepas, atau pekerja sektor informal, UMKM, banyak restoran yang kalau tidak online, maka pasti mereka tutup, tidak ada pelanggannya. Ditengah situasi seperti ini, perlu ditingkatkan social solidarity, solidaritas sosial, jangan justru sosialnya itu diperenggang, yang diperenggang jarak, dan physical distancing, tapi solidaritas harus dipertinggi,” tutur Pdt. Yerry kepada wartawan Kristiani.


Lanjut Pdt. Yerry, Gerakan Kasih Indonesia (GERKINDO), mengambil inisiatif untuk berbagi kepada masyarakat. “Kami sebenarnya tidak punya banyak, tetapi bukan berarti kami tidak boleh memberi, tapi justru kami ingin mengajak semua masyarakat, supaya membiasakan diri memberikan. Kita punya masker 3, kasih 1, itu sudah memberi, kita punya 5 kg beras dirumah, kasih 1 kg kepada tetangga kita, itu sudah memberi, supaya tercipta gotong-royong, tidak mementingkan diri sendiri, apalagi sebagai anak Tuhan, harus membiasakan memberi, dan saat tepat untuk memberi, ya sekarang ini, tanpa embel-embel” tandas Yerry.
“Kami memberi ini, tidak ada pesan politik, tidak ada sama sekali, tidak mengomong itu, murni kemanusiaan, murni untuk menyatakan kepedulian kepada sesama. Dalam 5 hari terakhir, satu minggu terakhir khususnya, kami GERKINDO sudah membagikan 4000 sampai 5000 masker kepada driver ojek online, car driver online, juga dibagikan nasi kotak, tetapi untuk keluarga yang kami ketahui sangat membutuhkan, kami kasi paket sembako, terdiri dari 5 kg beras, 10 bungkus mie instan, dan 1 liter minyak goreng, tidak banyak memang, tetapi itu ungkapan kepedulian, supaya dapat diikuti oleh orang-orang lain yang lebih berkecukupan” terang Pdt. Yerry.
Yerry pun berharap, agar masyarakat jangan hanya mengkritik pemerintah, apalagi nyinyir kepada pemerintah. “Jangan hanya mempertanyakan pemerintah sudah lakukan apa? Justru kita tanyakan pada diri sendiri, apa yang sudah saya lakukan untuk menolong orang lain dalam situasi seperti ini” pungkasnya. SM

Klarifikasi Pdt.Satrya (Ketua BPD Jabar GBI) tentang penyebaran virus corona di Bandung

Jakarta,Victoriousnews.com,-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merilis angka terbaru warga Bandung positif terjangkit virus Corona atau Covid-19, pasca mengikuti acara keagamaan di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Lembang. Menurutnya, dari 637 jemaah yang dites rapid, 35 persennya dinyatakan positif.
“Ini yang kami namakan klaster Bandung, 637 jemaah gereja dites, 226 dinyatakan positif, atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat telekonferens, Jumat (3/4/2020).
Ridwan Kamil menjelaskan, ada hasil rapid test yang baginya mengagetkan. Hal itu terkait Jemaat dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Bandung. Menurutnya, dari 637 orang yang dites, terdapat 35 persen orang yang positif COVID-19. “Dites 637 jemaat Gereja Bethel yang dites, 226-nya positif atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil. Ini merupakan salah satu dari empat klaster penyebaran COVID-19 di Jawa Barat.
Klaster ini disebut Ridwan Kamil sebagai: klaster seminar keagamaan di Lembang. “Mereka berkumpul, pendetanya melakukan sentuhan fisik. Pendetanya sudah meninggal dunia karena COVID-19,” tuturnya. Pendeta yang dimaksud Ridwan Kamil ialah, AN. Usianya 70 tahun. Dia mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020) lalu, dengan keluhan sesak napas. Pendeta tersebut tak terselamatkan.
Dia tutup usia pada, Sabtu 21 Maret 2020, pukul 9.40 pagi. Istri pendeta tersebut, mengalami gejala sama juga sempat dirawat RSHS, dan ia pun tak terselamatkan. Perempuan 62 tahun itu meninggal dunia pada, Jumat 27 Maret pukul 14.15.

Menjawab pemberitaan tersebut, maka pihak Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Barat, melalui Ketua BPD Jawa Barat Pdt. Satrya menanggapi dan mengirimkan rilisnya ke berbagai media, Minggu (5/04/20), yang diedarkan langsung oleh Ketua Umum BPH Sinode GBI Pdt. Rubin Adi.
Dengan rilis yang disampaikan dimaksud memberikan penjelasan tentang pemberitaan yang berkaitan berita GBI di Bandung dapat dipahami secara lebih akurat dan tepat oleh jemaat GBI sendiri maupun Masyarakat Indonesia secara luas
Pdt. Satrya menegaskan yang , Pertama, Bahwa dalam pertemuan Pastors’ Meeting tanggal 3 – 5 Maret 2020 adalah program kerja internal GBI Sukawarna yang sudah dijadwalkan sejak lama, dan Pihak GBI Sukawarna juga telah mengkonfirmasikan bahwa peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 170 peserta, dengan jumlah 150 Orang mengikuti acara secara penuh dan 20 Orang lain karena alasan pekerjaan dan lainnya harus berangkat bolak – balik ke kota Bandung.
Kedua, Bahwa acara ini dilaksanakan sebelum adanya himbauan Social Distancing, karena baru tanggal 2 Maret 2020 Presiden RI mengumumkan adanya 2 orang yang terinfeksi Covid-19 di Depok dan itu adalah 1 hari sebelum pelaksanaan acara di Lembang .
Lalu ketiga, tidak terpikirkan adanya resiko paparan virus tersebut berkenaan dengan pertemuan yang melibatkan banyak orang .
Keempat, baru sekitar tanggal 5 Maret 2020 diumumkan agar melakukan Social Distancing.
Selanjutnya dari kebijakan mencegah pandemik corona ini kemudian disusul dengan,
Himbauan Presiden pada hari Minggu siang, tanggal 15 Maret 2020, untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah di rumah.
Dan berangkat dari himbauan yang disampaikan presiden, maka BPH GBI pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2020, menghimbau kepada seluruh gembala/gereja lokal yang beranda dalam naungan Sinode GBI untuk menaati himbauan pemerintah tersebut dan mengalihkan ibadah di rumah/keluarga sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Sedangkan di wilayah Bandung sendiri kesepakatan Bersama Gereja-gereja di Bandung pada tanggal 19 Maret 2020 untuk beribadah di rumah mulai tanggal 21/22 Maret 2020.
Dan Bersamaan dengan maklumat Kapolri tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona (Covid-19).
dalam pemantauan Sementara pihak pengurus BPD GBI Jawa Barat sampai dengan tanggal 15 Maret 2020, GBI dan seluruh umat beragama lainnya masih melaksanakan ibadah sebagaimana biasanya.
Maka dengan ini pihak GBI memastikan tidak ada maksud membangkang seruan pemerintah, karena terbukti sejak tanggal 22 Maret 2020 sampai saat ini seluruh ibadah Minggu yang dilakukan di gereja – gereja lokal GBI dilaksanakan di rumah, demikian juga halnya dengan kegiatan pertemuan lainnya untuk sementara dilakukan secara online/daring.
Dan hal ini bukan hanya dilakukan di kota Bandung dan Jawa Barat saja namun di seluruh Indonesia bahkan GBI di luar negeri.
Tentang pandemic Covid 19 ini, pengurus GBI memandang bahwa semua ini adalah wabah yang tidak terduga dan dapat menimpa siapa saja tanpa memandang dari suku, agama, kelompok, golongan mana pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemi global yang menjangkiti sekitar 200 negara.
Bahkan dengan tegas BPH GBI melalui BPD GBI Jabar , dan melalui surat resmi dan berbagai media sudah memberikan arahan agar setiap gembala, pejabat dan pengerja,- khususnya peserta Pastors’ Meeting di Lembang dan peserta kebaktian yang diadakan di GBI Aruna, GBI Baranangsiang dan seluruh cabangnya, untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat dengan melaporkan/memeriksakan diri bila mengalami gejala terinfeksi Covid-19, dan melakukan isolasi mandiri bagi yang tidak mendapati gejala sekalipun.
Doa dan harapan kami:
Melalui peristiwa pandemik covid 19 ini, pihak GBI berharap Kita dapat memandang wabah ini sebagai pandemi yang harus dihadapi dan diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh dunia. Sehingga tidak perlu adanya lagi sebutan terhadap kelompok tertentu agar kesatuan tetap terpelihara dan tidak menimbulkan stigma yang tidak diinginkan.
Selanjutnya GBI baik di tingkat pusat, daerah maupun gereja lokal dapat bersehati bergandengan tangan menanggulangi wabah ini.
Dengan aktif memberikan arahan agar jemaat tetap melakukan physical distancing agar tidak tertular virus Corona maupun menularkan (sebagai carrier).
Sebagai orang percaya GBI mengajak kita berdoa, kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan ketabahan bagi orang-orang yang anggota keluarganya menjadi korban pandemi Covid-19 ini.
Pesannya “ bijaksanalah dalam menerima dan mengelola berita. Jangan menyebarkan berita yang tidak membangun, terlebih yang berpotensi menimbulkan polemik/perdebatan, kepanikan bahkan bertentangan dengan hukum ” .
Mari kita berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada mereka.
Berdoalah bagi Presiden dan aparat pemerintah agar diberikan kesehatan, hikmat dan kesehatian dalam menangani pandemi di negeri ini.
Bagi gereja sendiri BPH GBI mengajak Gereja Tuhan, bersama-sama kita menjadi terang sesuai dengan Yesaya 58. Berperan aktif dalam masyarakat untuk bertolong – tolongan menanggung beban, maka Tuhan akan memulihkan Indonesia.

SE 005_4 April 2020_SURAT TERBUKA

Melalui rilis ini pihak BPH GBI dan BPD GBI Jabar dapat membuat kita semakin memiliki pemahaman yang positif dan dapat semakin SEHATI. Anto

 PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA (PGLII)

 

Menteri Agama RI, Jend.TNI (Purn) Fahrul Razi berbincang dengan Ketum PGLII, Pdt. Ronny Mandang

Mahami Tema PGLII 2020-2024, yakni
*Menghadirkan Kabar Baik dan Membangun Bangsa Melalui Iman yang Dalam dan Kokoh” (Markus 16:15; Yesaya 25:3) kita diajak untuk kembali merenungkan bangunan kehidupan iman Kristen kita, panggilan kita dan tanggung jawab kita masing-masing.

Anggota dan Pengurus PGLII

1. Tidak ada seorang pun di Indonesia yang sebelumnya telah menduga akan terjadi sebaran Covid19 yang merebak dari Wuhan-China ke seluruh dunia, lebih dari 200 negara, bahkan termasuk di Indonesia. Pengaruh Covid19 telah merubah banyak tatanan kehidupan keagamaan, sosial-ekonomi, politik, dunia tenaga kerja, termasuk kehidupan masing-masing keluarga. Banyak ahli bependapat untuk merestorasi akibat Covid19, dalam ukuran suatu negara besar dan maju saja dibutuhkan waktu diatas dua tahun. Dari sisi, tatanan ekonomi tidak ada satupun negara yang mencapai target, mata uang banyak negara anjlok, pengangguran di seluruh dunia meningkat, sementara kebutuhan pokok mulai dari bayi hingga lanjut usia menjadi sangat sulit diperoleh dan mahal. Hal ini, belum termasuk kebutuhan energi, kesehatan, pendidikan dan keuangan yang menjadi sangat tidak stabil. Covid19 benar-benar telah membuat banyak kepala negara menjadi sangat repot karena vaksin Covid19 belum juga ditemukan, dan masih belum tahu berapa lama harus me-lockdown atau mengkarantina negaranya, wilayahnya atau kotanya? Korban yang berjatuhan akibat Covid19 tidak mengenal batas dan status sosial manusia. Ada Pangeran, Ratu, Menteri, Artis, Olahragawan, Pengusaha, Tenaga medis, Pendeta, Kiayi, rakyat biasa dan siapa saja. Dan hingga hari ini, tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya Covid19 akan segera berhenti?

2. Kita adalah orang yang percaya dan beriman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Juruselamat dan Kepala Gereja kita, dan Roh Kudus Penolong dan Penghibur kita sekalian. Kita hidup dalam suatu hubungan yang terjaga dengan Allah kita, kasih kita dan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus melampaui apapun yang ada di dunia ini. Kita adalah anak-anak-Nya (Yohanes 1:12), kita memiliki Roh Kristus (Roma 8:9,10); kita memiliki roh yang lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4), karena Roh Kudus dicurahkan di dalam kehidupan kita, kita memiliki kuasa dan menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8), kita diberi kuasa di dalam namaNya untuk mengusir setan (Markus 16:17); dan kita juga diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan segala kekuatan musuh (Lukas 10:19); dan tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:35). Namun demikian, tidak dibenarkan jika kita menjadi lalai atau ceroboh dalam menghadapi sebaran Covid19. Hal-hal yang telah telah dihimbau dan diatur oleh World Health Organization (WHO) dan Pemerintah RI, untuk menghentikan sesaat seluruh kegiatan peribadahan yang mengumpulkan banyak orang, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah; Menjaga jarak – Social Distancing, Phisical Distancing, tetap menjaga hidup sehat dan tetap tinggal di rumah, sangat perlu disambut dan diikuti dengan baik.

3.Karena itu betapa kita patut bersyukur dan menjadi sangat penting karena kita sekalian hidup “di dalam Kristus”, memiliki kesempatan menghadirkan Injil Kabar Baik, sekaligus tetap terlibat dalam pembangunan bangsa melalui iman yang dalam dan kokoh (Markus 16:15; Yesaya 25:3). Memiliki iman yang semakin dalam dan semakin kokoh Deeper and Stronger Faith (Yohanes 15:7, Kolose 2:6,7); memiliki Pikiran Kristus (1 Korintus 2:16); dimana kita hidup dengan percaya dan bukan dengan melihat (2 Korintus 5:7). Ya, hanya dengan “Iman yang makin dalam dan makin kuat” kita dimampukan menghadapi semua ujian dan tantangan yang tengah terjadi, namun tetap berada pada barisan perarak-arakan pembangunan bangsa yakni melalui ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika melawan musuh bangsa ini termasuk Covid19. Dari adanya sebaran Covid19 ini, kita patut belajar memahami maksud dan rencana Tuhan, sekaligus memeriksa dan merenungkan kembali bangunan seluruh hidup keimanan kita, keluarga kita, ibadah kita dan pelayanan kita. Betapa kita patut menyadari, bahwa “Kekristenan yang dangkal” hanya berakibat pada kehidupan iman kita jauh dari kemampuan untuk berdiri kuat, yang memampukan kita bertahan menghadapi gelombang ujian yang sangat besar ini. Saat seperti ini, bukan lagi suatu pilihan tetapi keharusan, bahwa Kekristenan kita haruslah “Kekristenan yang dalam dan kuat” karena dengan demikian, sehebat apapun tantangan dan ujian yang datang, setiap orang Kristen tidak dibenarkan jatuh sampai tergeletak (Mazmur 37:24). Di dalam Kristus, kita diajarkan untuk merayakan kehidupan ini, yang karenanya kita diajarkan untuk mengutamakan dan memperjuangkan juga kehidupan ini, yang kelak memampukan kita mengkomunikasikan kehidupan Kristiani kita yakni sebagai garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16), sebagai suatu kesaksian Allah kita di dalam Kristus, bahwa Ia hidup, berkuasa dan peduli atas kehidupan kita, keluarga kita, pelayanan kita dan jemaat serta masyarakat yang majemuk.

4. Berdiam di rumah adalah kesempatan yang harus digunakan untuk membangun kembali relasi di antara sesama anggota keluarga, sekaligus membangun ibadah keluarga yang kemungkinan selama ini tidak pernah atau jarang dilakukan, termasuk oleh keluarga Anggota dan Pengurus PGLII. Demikian pula bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga keagamaan, situasi yang berkembang akibat Covid19 yang telah membawa banyak perubahan dan akibat, seperti kehidupan ini menjadi sulit, perlu segera secara bersama-sama untuk saling membantu dan memberi bantuan baik dalam bentuk doa, tenaga sukarela, barang maupun uang, yang diperlukan baik untuk warga gereja, hamba-hamba Tuhan atau masyarakat luas. Dan tentu saja dalam situasi seperti ini, bukan saja ibadah on line menjadi “salah satu” pilihan yang baik untuk tetap menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi juga kesempatan untuk membangkitkan iman serta melaksanakan Amanat Agung yang sedang terbuka luas. Inilah waktu penuaian yang besar bagi siapa saja yang meleyani Tuhan dan tetap setia terhadap Amanat Agung, karena hari ini sedang banyak orang yang hidup dalam rasa takut, ketidakpastian dan kecemasan, yang membutuhlan keselamatan sejati dari Tuhan Yesus Kristus. Inilah waktunya menyebarkan Injil Kabar Baik itu.

5. Seluruh Anggota dan Pengurus PGLII yang dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja kita, marilah kita semua tetap menjalankan kehidupan iman yang terus bersandar kepada Tuhan Yesus Kristus, membangun iman yang semakin dalam dan kuat, membangun kehidupan dalam kesederhaaan, dan membangun persekutuan vertikal dan horizontal sesuai Injil Matius 22: 37-40. Kita juga tetap diajak untuk tetap tekun berdoa, membaca Alkitab, tenang dan percaya bahwa masa-masa kesulitan akibat Covid19 akan segera berakhir. Bersama Yesus kita tetap berkemenangan, amin!

Salam Injili
Ketua Umum PP PGLII
Ronny Mandang.