Soal Kemerdekaan Beribadah, Pdt. Ferry Iskandar :  Jangan Biarkan Intoleransi Merusak Persatuan

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com-Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan simbol, tetapi tentang kebebasan sejati bagi setiap warga negara. Namun, menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-80, bangsa ini justru dihadapkan pada ironi: maraknya kasus intoleransi beragama yang mencederai nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Ketika masih ada yang harus bersembunyi untuk beribadah, kita patut bertanya—apakah kita benar-benar telah merdeka?

Menyikapi kian maraknya kasus intoleransi beragama yang mengusik sendi-sendi kebangsaan,Gembala GBI Maple Park, Pdt. Ferry Iskandar. mengatakan,  bahwa intoleransi sejatinya tak pantas mendapat ruang di negeri yang dibangun atas semangat kebhinekaan dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

“Kita ini bangsa yang besar, terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tapi jiwa yang menyatukan kita dalam kesatuan NKRI,” ujar Pdt. Ferry Iskandar.

Menurutnya, perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk saling mencurigai atau bermusuhan. Sebaliknya, toleransi harus dikedepankan sebagai jembatan kasih dan saling pengertian. “Berbeda itu bukan masalah, asal kita saling menghargai. Dengan hidup rukun, bangsa ini akan damai. Dan ketika bangsa damai, maka Indonesia akan semakin maju,” tuturnya penuh harap.

Hukum Harus Ditegakkan, Agar Kasus Serupa Tidak Terulang

Namun, untuk mencegah kasus intoleransi terulang, Pdt. Ferry menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Ia percaya bahwa hukum harus menjadi pagar yang menjaga persatuan, sekaligus memberi efek jera.

“Semua agama pada dasarnya mengajarkan kasih. Tidak ada satu pun yang menganjurkan perpecahan. Apalagi sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia,” imbuhnya.

Ia menambahkan, tindakan persekusi atau kekerasan atas nama agama kerap dilakukan oleh segelintir oknum, yang bisa saja terpengaruh oleh informasi atau konflik internasional, seperti yang terjadi di Timur Tengah. “Kadang mereka terpicu oleh berita seperti serangan Israel ke Gaza. Mereka peduli Palestina, tapi sayangnya responsnya keliru. Pemerintah dan tokoh-tokoh agama perlu turun tangan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak salah menafsirkan dan justru menjadi alat pemecah belah bangsa,” paparnya.

Lebih jauh, Pdt. Ferry juga mengingatkan bahwa dampak intoleransi bisa merembet ke sektor lain, termasuk perekonomian. “Kalau negara tidak aman secara sosial, bagaimana investor bisa percaya? Kita bisa kehilangan kepercayaan internasional karena dianggap tidak ramah terhadap keberagaman,” ujarnya prihatin.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI. “Saya berharap  momen ini menjadi titik balik untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan NKRI. Karena persatuan adalah kekuatan sejati bangsa ini,” pungkasnya dengan nada optimis. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60