Victoriousnews.com-“Tiap langkahku, kutahu Tuhan yang pimpin; ke tempat tinggi ku dihantar-Nya; hingga sekali nanti aku tiba; di rumah Bapa, sorga yang baka….” Pujian “Tiap Langkahku ” yang disenandungkan Herlin Pirena-2011 tersebut dinyanyikan serentak Keluarga Manoppo-Lolowang pada “Kebaktian Mengenang 40 Hari Pdt Sylvia Manoppo-Lolowang” di Jalan Murai II Nomor C-8 Perum BRI Jati Padang (Pasar Minggu, Jakarta Selatan) pada Sabtu siang, 9 Agustus 2025.

Pada hari itu genap 40 hari, Pdt Sylvia Manoppo meninggalkan Pdt Buce Manoppo (78 tahun) yang telah mendampinginya lebih 57 tahun. Pdt Sylvia Manoppo meninggal dalam kegiatan kunjungan di Manado (Sulawesi Utara) pada Minggu ketiga bulan Juni 2025. Berita duka dikabarkan pada Kamis, 19 Juni 2025 sebagai berikut, “Telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga *Ibu Sylvia Manopo* istri dari Pdt Buce Manopo. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.”
“Pujian Tiap Langkahku tersebut menjadi nyanyian pengagungannya kepada Tuhan sebelum menghadap Sang Penciptanya, sekaligus menjadi nyanyian terakhirnya dalam mengarungi kehidupan di dunia ini,” ungkap Pdt Buce Manoppo di hadapan jemaat GPdI Imanuel. “Ia meninggal pada kondisi gula darah turun. Sementara pertolongan medis di daerah pedalaman Sulawesi Utara sangat minim dan tidak mudah dijangkau,” ucap Pdt Buce dalam kesaksiannya.

Almarhum meninggalkan suami dan 4 orang anak. Semasa hidupnya, Pdt Sylvia Manoppo setia mendampingi suami dalam pelayanan kepada Kristus dan tergabung dalam penggembalaan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). Sebagai pelayan kasih Kristus, bersama suami dan kerabat gereja seperti Sri Ning Rahayu (73 tahun; kelahiran Yogyakarta, 5 Juli 2952) dan Fitje Syam (85 tahun) mengunjungi dan mendoakan Oke F Supit (80 tahun; kelahiran 10 Oktober 1944) di Komplek Apartemen Regatta (Pluit, Jakarta Utara). Semasa hidupnya, hamba Tuhan keturunan Minahasa ini bertekun dalam doa ketika akan melakukan sesuatu. @epa_phm


















