BSD, Victoriousnews.com — Atmosfer penuh kegembiraan dan kehangatan persaudaraan menyelimuti area Sekolah Ora et Labora (OeL), BSD, saat Porseni Dewasa GKJ Klasis Jakarta Bagian Barat (JBB) 2025 resmi bergulir pada 5–6 September 2025.
Ribuan jemaat dari 11 gereja GKJ Klasis JBB—GKJ Bumi Indah, GKJ Depok, GKJ Eben Haezer, GKJ Grogol, GKJ Joglo, GKJ Kanaan, GKJ Nehemia, GKJ Pamulang, GKJ Serpong, GKJ Tangerang, dan GKJ Yeremia—datang dengan wajah berseri, larut dalam sukacita bersama yang terjalin erat melalui kegiatan olahraga dan seni.

Dengan tema yang sarat makna, “Joy in Togetherness – Bungah ing Katresnan, Raket ing Paseduluran”, gelaran ini menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan. Ia menjelma sebagai ruang perjumpaan, tempat cinta kasih diwujudkan dalam kebersamaan, dan persaudaraan dirangkai dalam semangat kegembiraan.
Dibuka dengan pemukulan Gong

Sejak Jumat pagi, Aula OeL bergema oleh pujian dalam ibadah pembukaan. Suasana haru dan semangat menyatu ketika Ketua Bapelklas XXI GKJ Klasis JBB, Pdt. Francisca Natalia Handayani, memukul gong tiga kali sebagai tanda dimulainya pesta olahraga dan seni. Dentuman gong itu bukan sekadar simbol pembukaan, tetapi juga tanda dimulainya perjalanan dua hari penuh sukacita dan persaudaraan.
Event 2 Tahunan, GKJ Pamulang & GKJ Serpong Jadi Tuan rumah

Tahun ini, GKJ Pamulang dan GKJ Serpong mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Porseni Dewasa GKJ Klasis Jakarta Bagian Barat 2025. Dukungan penuh dari seluruh jemaat di klasis menambah semarak dan hangatnya perhelatan besar ini, menjadikannya bukan sekadar ajang olahraga dan seni, melainkan juga pesta persaudaraan.
Ketua Panitia I, Wibowo, menegaskan bahwa Porseni Dewasa ini merupakan program 2 tahunan yang dirancang lebih dari sekadar kompetisi. “Porseni adalah ruang kebersamaan. Di sini kita merayakan kasih, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan talenta jemaat untuk bersinar,” ungkap Wibowo, yang berasal dari GKJ Serpong penuh syukur.
Lanjut Wibowo, ada sejumlah cabang olahraga dan seni yang memikat dan digandrungi kawula muda..Seperti; bulu tangkis, tenis meja, hingga e-sport FIFA, semuanya memacu semangat persaingan sehat. Sementara itu, kategori seni menghadirkan warna tersendiri—paduan suara etnik yang meneduhkan, film pendek yang kreatif, serta baca indah Alkitab dalam bahasa Jawa yang menggetarkan jiwa.

Senada, Ketua Panitia II Setyo Sabdono menambahkan penjelasan mendalam mengenai tema yang diusung, “Bungah Ing Katresnan, Raket Ing Paseduluran” (Joy in Togetherness). “Tema ini bermakna bahwa setiap jemaat dapat merasakan kebahagiaan dalam cinta kasih dan semakin erat dalam persaudaraan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Hari pertama pun bergulir meriah. Di lapangan olahraga, sorak-sorai penonton menyatu dengan semangat para pemain bulu tangkis dan tenis meja. Di ruang berbeda, gemuruh pertandingan e-sport FIFA memacu adrenalin peserta muda, sementara senam sehat Adiyuswa menghadirkan keceriaan tanpa batas, membuktikan bahwa sukacita tidak mengenal usia.
Porseni Jadi Jembatan Antara Tradisi, Iman & Rasa Syukur
Memasuki hari kedua, Porseni Dewasa GKJ Klasis JBB 2025 menjelma menjadi panggung seni dan budaya yang memukau. Aula Sekolah Ora et Labora (OeL) kembali bergemuruh, kali ini oleh lantunan Paduan Suara Etnik yang menggetarkan hati dan mengajak jemaat menyelami kekayaan iman serta budaya yang berpadu harmonis.

Suasana semakin mendalam ketika layar menayangkan karya-karya film pendek jemaat, disusul dengan Baca Indah Alkitab dalam bahasa Jawa. Momen ini seolah menjadi jembatan antara tradisi, iman, dan rasa syukur, menghadirkan pengalaman rohani yang membekas di hati setiap yang hadir.
Tak hanya perlombaan, semarak kebersamaan juga tercermin dari area bazar yang ramai. Jemaat saling bercengkerama di antara aneka kuliner, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga. Gelak tawa dan hangatnya obrolan menghadirkan keintiman yang jarang ditemui dalam rutinitas sehari-hari. Kehadiran sponsor seperti Mayora, Le Minerale, PLN Icon Plus, EKA Hospital BSD, dan lainnya turut memberi warna, sekaligus mendukung suksesnya perhelatan besar ini.

Sesuai buku acara, puncak acara pada Sabtu sore menjadi penutup yang manis. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan tak hanya menjadi ajang apresiasi bagi dedikasi peserta, melainkan juga peneguhan nilai yang lebih dalam: bahwa kemenangan sejati bukan sekadar piala atau medali, melainkan persaudaraan yang kian erat terjalin.
Tema “Bungah ing Katresnan, Raket ing Paseduluran” — bahagia dalam kasih, erat dalam persaudaraan — akhirnya terwujud nyata sepanjang rangkaian kegiatan. Porseni Dewasa GKJ Klasis JBB 2025 telah membuktikan bahwa sukacita sejati hadir ketika kasih dan persaudaraan dirayakan bersama, menjadi warisan iman dan kebersamaan yang akan terus bergema di hati jemaat. SM


















