Pengamat Politik Dr. John N. Palinggi: Reshuffle Itu Hak Prerogatif Presiden & Menteri Jangan Bertindak Bak Raja!

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com— Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam tempo dua pekan menuai sorotan luas. Namun bagi pengamat politik Dr. John N. Palinggi, MM, MBA, langkah cepat itu sepenuhnya sah dan konstitusional.

“Dalam alam demokrasi, tidak ada masalah. Itu hak prerogatif Presiden. Tidak bisa dibantah siapa pun,” tegas  Pria kelahiran 1 Juni pemegang APEC Business Travel Card, yaitu bebas visa di 19 negara di Asia Pasifik.

Menurutnya, reshuffle tidak dilakukan secara gegabah, melainkan melalui pertimbangan matang: “Bukan seperti makan cabai langsung pedas. Presiden menampung berbagai informasi, pro dan kontra, lalu memutuskan sendiri.”

John menekankan bahwa penentuan menteri sepenuhnya berada di tangan kepala negara. “Boleh banyak yang meramal, memuji, atau mencela calon menteri, tetapi yang tahu siapa yang paling pantas hanyalah Presiden,” ujarnya. Ia mengutip pepatah lama, “kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus,” untuk menggambarkan bahwa kompetensi jauh lebih penting daripada latar belakang. Dan setiap pejabat negara mampu membereskan kasus korupsi atau pencurian uang negara.

Terkait penggantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa, John menilai keputusan itu wajar. “Pertimbangannya pasti banyak sisi. Kalau ada yang bilang Pak Purbaya kurang pengalaman internasional, tidak apa-apa, nanti menyesuaikan,” ucapnya.

Yang terpenting, lanjut John, Purbaya mampu menata efisiensi keuangan negara, memetakan jumlah utang, surat berharga, dan penyertaan modal BUMN, serta memastikan semua data transparan.

Ia menyoroti kabar lonjakan utang negara yang simpang siur—dari Rp8.100 triliun menjadi Rp10.236 triliun dalam waktu singkat—sebagai tantangan awal bagi Menkeu baru. “Jangan sampai rakyat makin sengsara, beli beras saja susah, lapangan kerja sempit, sementara uang negara bocor,” kritiknya.

Meski begitu, John tetap optimistis. Menurutnya, setiap menteri yang diberi kepercayaan harus menonjolkan keunggulan, bukan kelemahan. “Jangan sampai masuk kabinet malah menggarong uang negara. Mereka harus memberi cahaya bagi rakyat dan kesetiaan paripurna kepada Presiden,” tegasnya.

Bagi John N. Palinggi, reshuffle cepat ini menunjukkan Presiden Prabowo sedang menata pemerintahan untuk hasil nyata. “Langkah-langkah ke arah yang lebih baik sedang dan akan terus dilakukan. Terima kasih Bapak Presiden,” papar Ketua Umum Asosiasi Rekanan  Pengadaan Barang & Distributor Indonesia (ARDIN).

Penunjukan Djamari Chaniago Tunjukkan Jiwa Besar Prabowo

Penunjukan Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) menggantikan Budi Gunawan sempat menimbulkan sorotan publik. Pasalnya, Djamari pernah dikaitkan dengan proses pemecatan Prabowo Subianto dari TNI puluhan tahun lalu.

Namun, John Palinggi menilai langkah Presiden Prabowo justru mencerminkan jiwa besar seorang negarawan. “Sebagai bangsa dan negara, kita harus berhenti mengungkit masa lalu yang penuh kepahitan atau kesalahpahaman,” tegas John.

Ia mencontohkan, “Tidak usah jauh-jauh, Pak Prabowo sendiri banyak dihina di masa lalunya. Saya punya berkas dan bukunya. Tetapi beliau memilih untuk melupakan luka lama.”

Menurut John, keputusan menunjuk Djamari adalah bukti nyata bahwa Prabowo lebih mengutamakan rekonsiliasi dan persatuan nasional ketimbang dendam pribadi. “Beliau berangkat ke depan sebagai negarawan yang memaafkan, sehingga Tuhan Yang Maha Esa memampukan dia memimpin dengan baik,” ujarnya.

John menilai sikap tersebut penting di tengah dinamika politik yang kerap memelihara konflik. “Indonesia butuh teladan seperti ini: melihat ke depan, bukan ke belakang, demi kepentingan rakyat,” tandasnya.

Jangan Sampai Menteri Sulit Ditemui & Bertindak Seperti “Raja-Raja”

Di akhir perbincangan, John Palinggi berharap  reshuffle kabinet  kali ini membawa harapan besar agar kinerja pemerintahan semakin baik dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun.

“Kita semua menggantungkan harapan kepada para menteri yang dipercaya Bapak Presiden agar benar-benar melayani masyarakat,” ujarnya.

Namun ia menyelipkan peringatan keras: para menteri jangan sampai terjebak sikap elitis.“Satu hal yang bisa saya titipkan, jangan sampai semua menteri itu sudah sulit ditemui. Padahal Bapak Presiden saja gampang ditemui, sedangkan menteri itu seperti raja-raja,” tegas Palinggi.

Ia menilai, kedekatan dan keterbukaan pejabat kepada rakyat adalah kunci keberhasilan pemerintahan. “Kalau menteri lebih sulit ditemui daripada presiden, itu tanda bahaya bagi pelayanan publik,” pungkasnya.SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60