Refleksi Hari Pahlawan, Wakil Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt.Sapto Edhi Rahardjo: Jangan Kejar Posisi, Kejarlah Fungsi!

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momen bersejarah untuk mengenang perjuangan para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Penetapan Hari Pahlawan oleh pemerintah bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda penting agar generasi demi generasi tidak melupakan sejarah bangsanya. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Sapto Edhi Rahardjo, saat memberikan refleksi makna Hari Pahlawan bagi umat Kristen masa kini.

Menurut Pdt. Sapto, setiap zaman memiliki tantangan dan bentuk perjuangan yang berbeda. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengangkat senjata melawan penjajah, maka kini medan perjuangan bisa berupa tantangan ekonomi, sosial, dan moral yang membuat bangsa ini bergantung pada kekuatan lain.  “Yang perlu diperhatikan bukan hanya peristiwa heroiknya, tetapi bagaimana orang-orang pada zamannya berfungsi di tempat mereka ditempatkan. Maka generasi sekarang pun harus meneladani semangat, daya juang, dan konsistensi para pahlawan itu,” ujar Gembala GBI Pejaten Village (PenVill), Jakarta Selatan  ini bersemangat.

Lebih lanjut, Pdt. Sapto menegaskan bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan dan fungsi ilahi di mana pun Tuhan menempatkannya. Ia menyinggung Kejadian 2:15, bahwa Tuhan menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara—sebuah prinsip yang berlaku lintas zaman. “Tuhanlah yang menempatkan, tetapi manusia yang harus berfungsi. Jangan hanya mencari posisi, tapi kejarlah fungsi. Karena kebahagiaan sejati bukan pada jabatan, melainkan ketika kita menjalankan fungsi yang Tuhan percayakan,” tegasnya.

Pdt. Sapto juga mengingatkan bahwa kehidupan adalah proses, seperti yang dialami tokoh-tokoh Alkitab—dari Abraham, Yusuf, hingga Musa—yang melalui masa-masa sulit sebelum mencapai rencana Tuhan. “Proses itu bukan kutuk, tapi anak tangga menuju kedewasaan rohani. Yusuf mendapat mimpi, tapi sebelum menjadi nyata, ia justru dibuang, dijual, dipenjara. Namun ia tetap berpegang pada janji Tuhan, dan akhirnya Tuhan menempatkannya di istana,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah, meski seringkali di luar harapan manusia. Karena itu, umat Kristen diajak untuk mengusahakan dan memelihara apa pun yang dipercayakan Tuhan, sekecil apa pun itu. “Kalau kamu setia dalam perkara kecil, Tuhan akan percayakan perkara besar. Jadi, kerjakanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia,” tukasnya mengutip Kolose 3:23.

Dalam semangat Hari Pahlawan ini, pesan Pdt. Sapto mengingatkan bahwa pahlawan sejati bukan hanya yang berjuang dengan senjata, tetapi juga mereka yang setia berfungsi di tempat Tuhan menempatkan—dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sehari-hari. SM/tim

banner 300x250

Related posts

banner 468x60