Seminar Natal Nasional ke-10 Di UPH, Menteri PKP Maruarar Sirait Tegaskan Akan Gelar Seminar Sekali Lagi, Karena Bansos Belum Tuntas

banner 468x60

Tangerang, VictoriousNews.com– Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (akrabnya; Ara Sirait) menegaskan, distribusi bantuan sosial dalam rangkaian kegiatan Natal Nasional 2025 masih berlangsung dan belum seluruhnya dituntaskan.  Sehingga pada Selasa, 3 Februari 2026 kepanitiaan Natal Nasional belum dibubarkan. Ditegaskan, perlu satu kali lagi seminar.

Hal tersebut disampaikan Ara Sirait pada Seminar Natal Nasional 2025 di Universitas Pelita Harapan/UPH (Karawaci, Tangerang, Banten) pada Selasa 3 Februari 2026. Seminar ini menjadi seminar ke-10 dari rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24).

Ditegaskan, rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 tidak berakhir pada kegiatan tersebut dan masih berlanjut setelah seluruh bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran. Setelah seluruh bantuan sosial terdistribusi tepat sasaran diadakan “Seminar Natal Nasional ke-11 sebagai kelanjutan rangkaian. Distribusi bantuan masih berlangsung,” ujarnya.

Ditegaskan, bantuan mencakup 1.000 paket pendidikan anak, 100 renovasi gereja, 20.000 paket sembako, pembangunan dua jembatan di Papua, donasi 30.000 Alkitab, serta dukungan bagi korban bencana di berbagai daerah. “Dari UPH, tolong disiapkan 10 siswa terbaiknya untuk dididik menjadi pengusaha. Dari dama pribadi, saya menyiapkan @ Rp 200 juta untuk mereka,” ucapnya.

Ara Sirait juga meninjau kesiapan lima unit ambulans tambahan dari total 35 unit hasil kerja sama Panitia Natal Nasional 2025 dengan PT Astra International. Armada tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan di berbagai daerah termasuk untuk kegiatan sosial di Masjid Istiqlal (Jakarta).

Kegiatan seminar menghadirkan pembicara lintas sektor, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady.

Dr James membagikan perjalanan pribadinya ketika menyadari bahwa hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi, melainkan dari kesediaan untuk memenangkan hati keluarganya. Dari perenungan, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan. “Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” tegas James Riady.

 

James mengajak peserta untuk kembali merenungkan inti dari pelayanan dan iman Kristen melalui kisah dalam Injil Lukas tentang seorang lumpuh yang telah bertahun-tahun hidup tanpa harapan. Menurutnya, kisah ini mencerminkan keterbatasan cara pandang manusia yang kerap terikat pada apa yang tampak secara kasat mata. “Mukjizat kesembuhan bukan sekadar tindakan belas kasihan. Lebih dari itu, pengampunan dosa menjadi inti dari misi Yesus,” ucapnya.

Refleksi ini kemudian dikaitkan dengan peran pendidikan, khususnya di UPH. “Melalui pendidikan, UPH tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga menyentuh dan memulihkan manusia secara utuh. Saya berharap, agar gereja maupun pendidikan di Indonesia terus dipenuhi oleh belas kasihan, dengan Kristus sebagai pusat kehidupan dan pelayanan,” tuturnya.

Pdt Prof Binsar Jonathan Pakpahan PhD, selaku Koordinator Seminar Natal Nasional 2025 menegaskan bahwa keluarga memegang peranan utama dalam pembentukan karakter dan kekuatan iman seseorang. Berangkat dari pemikiran tersebut, Seminar Natal Nasional 2025 diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi, seperti UPH. “Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ujar Prof Binsar.

Universitas Pelita Harapan berdiri pada 1994 dah memiliki Visi: Menjadi universitas yang berpusatkan pada Kristus, yang dibangun dan dikembangkan di atas dasar pengetahuan sejati, iman dalam Kristus, dan karakter Ilahi. UPH senantiasa berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui pendidikan tinggi yang unggul, holistik, dan transformatif; dengan tujuan menghasilkan pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, kompeten, dan profesional.

UPH adalah universitas berbasis iman Kristiani yang berkomitmen pada pendidikan berkualitas berstandar global dan telah meraih Akreditasi UNGGUL. Melalui program Sarjana dan Pascasarjana (S2 dan S3), UPH telah mencetak lebih dari 60.000 alumni yang berkontribusi di berbagai sektor industri, baik di Indonesia maupun di dunia.
Dengan 71 program studi yang mencakup berbagai disiplin ilmu, UPH mengusung pendekatan pembelajaran berbasis industri dan riset. UPH juga telah menjalin lebih dari 600 kemitraan strategis dengan universitas dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. @epa_phm

banner 300x250

Related posts

banner 468x60