Seminar Nasional Kewirausahaan, Idha Widi Arsanti; Perkuat Kualitas SDM Pertanian

Berita, Nasional203 Views

VictoriousNews.com-Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan bertema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” di Auditorium Gedung F (Kementerian Pertanian Republik Indonesia) di Jalan Harsono RM Nomor 3 (Ragunan, Jakarta Selatan) pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dibuka (Opening Speech) Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP (Menteri Pertanan) dan menghadirkan Prof Dr Ir Rachmat Pambudy MS (Menteri PPN/Kepala Bappenas) sebagai Keynote Speaker, Prof Dr Ir Nunung Nuryantono MSi (Ketua Umum PERHEPI) sebagai sambutan.

Bertindak sebagai nara sumber adalah Dr Idha Widi Arsanti SP MP (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian/BPPSDMP), Dr Etriya SP MM (Pengurus PERHEPI), serta Gunawan Wibisana (Young Ambassador Agriculture).

Ketua Umum PERHEPI Prof Nunung Nuryantono menegaskan, Indonesia sebagai negara agraris harus mampu mewujudkan swasembada sekaligus kedaulatan pangan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari negara lain harus terus dikurangi melalui penguatan produksi dalam negeri dan kolaborasi berbagai pihak. “Indonesia sebagai negara besar harus mampu mencapai swasembada pangan. Dalam kondisi global saat ini kita tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara lain. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama memperkuat kedaulatan pangan nasional,” urainya.

Dijelaskan, PERHEPI siap mendukung berbagai program pemerintah melalui jaringan organisasi yang tersebar di 33 komisariat daerah. Jaringan akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi pertanian yang dimiliki PERHEPI dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun rekomendasi kebijakan maupun pengembangan program pertanian di daerah.

Prof. Nunung menilai program regenerasi petani menjadi salah satu peluang besar bagi generasi muda Indonesia. “Paradigma bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan sudah mulai berubah. Kini semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai sektor yang mampu memberikan kesejahteraan sekaligus ruang berinovasi. Anak-anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan menguasai teknologi. Ini menjadi modal besar untuk mentransformasi sektor pertanian agar lebih modern, produktif, dan kompetitif,” katanya.

Ditambahkan, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, hingga teknologi pemasaran digital akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga analisis data kini bisa didukung teknologi. Jika kemampuan teknologi generasi muda dipadukan dengan sektor pertanian, maka akan lahir ekosistem pertanian yang jauh lebih menjanjikan,” jelasnya.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr Idha Widi Arsanti SP MP menegaskan, pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan nasional. “Pengembangan petani milenial, kewirausahaan pertanian, serta penguatan kelembagaan seperti koperasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi seperti PERHEPI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia,” tegasnya.

Ditambahkan, kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi digital harus terus didorong agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama transformasi pertanian nasional.

Melalui seminar nasional ini, PERHEPI dan Kementerian Pertanian berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi nyata yang mampu memperkuat produktivitas pertanian, mencetak lebih banyak wirausahawan muda di sektor agribisnis, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui ketahanan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.@epa_phm