Jakarta, VictoriousNews.com – Tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Pdt. Gomar Gultom, menyatakan keterkejutannya atas aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Gomar, serangan itu terjadi pada Kamis malam, usai Andrie Yunus melakukan rekaman podcast yang membahas isu “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.” Dalam perjalanan pulang, Andrie dipepet oleh dua kendaraan bermotor sebelum akhirnya disiram air keras.
“Tubuhnya mengalami luka bakar sekitar 24 persen, termasuk pada bagian mata,” ujar Gomar dalam konferensi pers tersebut.
Ia menegaskan, berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi serta pantauan kamera dari Dinas Perhubungan, serangan tersebut diduga tidak dilakukan secara spontan. Ada indikasi kuat bahwa aksi itu telah direncanakan secara sistematis.
“Dari rekaman terlihat jelas, sebelum kejadian lalu lintas sangat ramai. Namun sesaat sebelum penyiraman, situasi tiba-tiba menjadi sepi, dan kembali normal setelah kejadian. Ini menunjukkan ada kemungkinan pengaturan lalu lintas,” katanya.
Gomar mengaku mengenal Andrie sebagai aktivis hak asasi manusia yang berani dan konsisten memperjuangkan penegakan hukum dan HAM di Indonesia. Ia juga menyebut Andrie sebagai bagian dari koalisi masyarakat sipil yang melakukan investigasi independen terhadap berbagai peristiwa krusial, termasuk prahara politik pada Agustus 2025.
Karena itu, ia menilai serangan tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan pribadi.
“Serangan ini pastilah tidak bersifat personal. Ini adalah serangan terhadap kita semua yang menghendaki tegaknya hukum dan hak asasi manusia,” tegasnya.
Gomar mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke aktor intelektual di baliknya. Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, sebagaimana yang pernah terjadi pada kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan beberapa tahun lalu.
Selain itu, ia meminta kepolisian memberikan perlindungan yang memadai kepada masyarakat, khususnya mereka yang selama ini bersuara kritis terhadap berbagai kebijakan dan situasi nasional.
“Sikap kritis masyarakat harus dipandang sebagai bentuk kecintaan terhadap masa depan bangsa, bukan sebagai ancaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gomar juga meminta perhatian serius dari Presiden agar negara menjamin proses pengusutan kasus ini berjalan secara transparan dan tuntas.
“Negara harus memberi jaminan penuh bahwa kasus ini diusut sampai selesai, sekaligus memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kekerasan tersebut tidak boleh menyurutkan semangat para pegiat HAM untuk terus memperjuangkan supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.
“Saya mendukung sepenuhnya upaya masyarakat sipil untuk melakukan investigasi independen atas peristiwa kekerasan ini,” tutup Gomar. SM
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Tokoh GNB Pdt. Gomar Gultom: “Ini Teror untuk Kita Semua”

















