Silaturahmi Lintas Iman Terjaga, Tokoh GBI Kunjungi Kediaman Ketum FBR KH Lutfi Hakim di Kawasan Cakung, Jaktim

banner 468x60

Jakarta,Victoriousanews.com — Tradisi tahunan menjalin silaturahmi kembali dilakukan para tokoh gereja dengan Forum Betawi Rempug (FBR). Jika biasanya pertemuan digelar dalam suasana buka puasa bersama di restoran, tahun ini berlangsung lebih hangat dan personal: kunjungan langsung ke kediaman Ketua Umum FBR, KH. Lutfi Hakim, di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/26).

Pdt. Paul Widjaja (tengah) akrab berbincang dengan Ketum FBR KH Lutfi Hakim (paling kanan)

Kunjungan tersebut diinisiasi oleh Sekretaris Majelis Pembina GBI Pdt. Paul Widjaja, Wakil Ketua BPD GBI Jakarta sekaligus Gembala GBI Pejaten Pdt. Sapto Edhi Rahardjo, dan Gembala GBI Cilincing- CK10 Pdt Isang Tjiputra. Meski bersifat sederhana dan terbatas, pertemuan ini sarat makna—menegaskan komitmen menjaga hubungan baik lintas iman yang telah terjalin selama ini.

Pdt. Sapto menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan agenda formal organisasi, melainkan inisiatif pribadi yang dilandasi persahabatan. “Yang utama adalah memastikan semua dalam keadaan sehat dan hubungan tetap terjaga. Jangan sampai silaturahmi terputus,” ujar Pdt. Sapto.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas jejaring relasi, termasuk memperkenalkan rekan-rekan baru agar tercipta kesinambungan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun saling pengertian, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial di lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar kunjungan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka. Berbagai isu dibahas secara santai, mulai dari kondisi sosial masyarakat, persoalan lingkungan seperti sampah, hingga dinamika global. Namun, benang merahnya tetap sama: membangun saling pengertian dan rasa hormat antarumat beragama.

“Gereja tidak boleh terjebak dalam eksklusivitas. Kehadirannya harus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat,” tegas Pdt. Sapto. Ia mengingatkan bahwa hubungan dengan masyarakat luas tidak boleh dibangun hanya saat dibutuhkan, melainkan harus dirawat secara konsisten dalam jangka panjang.

Ki-ka : KH Lutfi Hakim dan Pdt. Sapto Edhi Rahardjo

Menurutnya, pendekatan inklusif menjadi kunci agar gereja tidak disalahpahami. Dengan membangun komunikasi yang intens dan terbuka, potensi gesekan dapat diminimalisir, sekaligus menciptakan harmoni yang nyata di tengah keberagaman.

Silaturahmi ini juga dipandang sebagai langkah konkret dalam moderasi beragama. Melalui dialog yang cair dan penuh kekeluargaan, masing-masing pihak dapat saling memahami keyakinan, perspektif, serta nilai-nilai yang dianut. “Ini adalah jembatan untuk saling mengerti. Kita memahami mereka, dan mereka juga memahami kita. Dari situ harmoni bisa terbangun,” jelasnya.

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut dihadiri secara terbatas oleh perwakilan kedua pihak. Dari unsur gereja hadir Pdt. Paul R Widjaja, Pdt. Sapto Edhi Rahardjo, Pdt. Isang Tjiputra  dan Pdp. Hendrik (Gembala GBI Cikuray Bogor), sementara dari pihak FBR, KH. Lutfi Hakim didampingi sekretarisnya.

Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa dialog dan silaturahmi tetap menjadi kunci utama merawat persatuan. Bukan sekadar agenda tahunan, tetapi fondasi penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, inklusif, dan harmonis. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60