Sepenggal Kisah Pelayanan Hamba Tuhan Kepada Orang Rimba Di Pedalaman Jambi

Sepenggal Kisah Pelayanan Hamba Tuhan Kepada Orang Rimba Di Pedalaman Jambi

Jambi, Victoriousnews.com-Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19-20). Kutipan ayat Amanat Agung inilah yang mendasari setiap hamba Tuhan maupun institusi gereja dalam melakukan pelayanan misi dan memenangkan banyak jiwa demi kemuliaan nama Tuhan.

 Amanat Agung itu demikian pentingnya. Bukan saja karena merupakan misi utama semua gereja, tetapi juga karena gereja-gereja baru akan terbentuk apabila ada orang-orang yang taat melaksanakan Amanat Agung tersebut. Tanpa Amanat Agung tidak akan ada gereja-gereja lokal.

Kondisi jalanan menuju pedalaman Jambi

Visi memenangkan jiwa dengan menjangkau suku terabaikan, orang rimba di pedalaman Jambi ini juga telah dilakukan oleh Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD-GBI) Jambi-Bengkulu. “Kita punya satu jemaat cabang pelyanan untuk suku terabaikan, yaitu suku anak dalam atau orang rimba di Kab. Sarolangun Jambi. Ada 30-an kepala keluarga yang sudah kita layani dan fasilitasi rumah tinggal. Kemudian anak-anak muda (pemudanya) kita latih Sekolah Misi Terpadu di kota Jambi. Apakah GBI REM mau terlibat? Jika terbeban untuk melakukan pelayanan bersama, maka kami sambut dengan terbuka,” tukas Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th menceritakan kepada Victorious.

Pdt. Ir. Andi M.Sibarani, M.Th (Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu): “Kami Telah Memenangkan Suku Anak Dalam & Membangun Rumah Tinggal Yang Layak”  

Tim BPD Jambi Bengkulu membangun tempat tinggal bagi 34 KK Suku Anak Dalam Jambi

Tim Sekolah Terpadu Siap jangkau jiwa

Sebagai hamba Tuhan yang terbeban dalam melayani jemaat di Pedalaman terpencil, Pdt. Sibarani, berharap mendapatkan dukungan doa dari hamba-hamba Tuhan dan jemaat di kota, khususnya di DKI Jakarta. “Kami melakukan pelayanan holistik Pak. Suku anak dalam ini nomaden di hutan. Tapi Puji Tuhan, mereka sudah mau kita layani. Ada PAUD khusus juga agar anaknya bisa belajar. Kebanyakan mereka (suku anak dalam,-red) butuh kail untuk kehidupan mereka. Artinya, mereka butuh pelatihan ketrampilan pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Mereka punya hutan tetapi tidak punya lahan. Saat ini hutan-hutan di sana sudah konversi kebun.Sehingga mata pencaharian makin menipis dari berburu, sementara mereka tidak punya keahlian lain. Kami juga berharap dukungan untuk membangun rumah untuk 34 unit/KK suku anak dalam komunitas GBI Pematang Kulim. Saat ini sudah mencapai tahap penyelesaian akhir (sudah hampir selesai). Kita beli lahan dan mendampingi mereka ke pemerintah. Sehingga di lahan tersebut dibangun perumahan. Sekarang pergumulannya adalah mengenai  pemberdayaan ekonominya,” papar Pdt. Sibarani. Margianto

Maqdalene Kawotjo: The Real Love Adalah Mengimplementasikan Kasih Kepada Sesama

Maqdelene Kawotjo ketika menyampaikan firman Tuhan dalam Natal Pemuridan

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perayaan Natal Pemuridan ” The Real Love” tampak meriah di Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries, Apartemen Robinson, Jakarta Barat, Sabtu (06/01/18). Hal ini terlihat dari puluhan murid dan undangan yang mengikuti perayaan sejak pukul 10.30 WIB. Meski masih suasana tahun baru namun pada sabtu tersebut, semangat para murid dan undangan untuk beribadah tak pernah surut. Para murid dan undangan datang dan bersosialisasi antar kelas sebelum acara.

Pose bersama setelah perayaan Natal

Dengan semangat natal yang luar biasa dalam merayakan kelahiran Tuhan Yesus ke dunia, pujian dilanjutkan dengan lagu natal seperti: Hai mari berhimpun, dari pulau dan benua, dan lagu-lagu pujian lainnya. Pujian yang luar biasa yang dibawakan oleh Bro Tommy dan para singernya sis Elisa dan sis Esther. Pemusik pun merupakan dari kalangan murid sendiri yaitu dari The Cramers.

Firman Tuhan dengan tema “The Real Love” ini disampaikan oleh IBu Maqdalene Kawotjo. Maqdalene memulai Firman Tuhan dengan mengatakan bahwa kita memasuki tahun baru, zona baru dan berkat baru sedang menanti kita. Kita harus ‘let go’- hal-hal yang menghalangi kita dalam mendapatkan berkat baru, anggur baru. Beliau bertanya kepada para murid dan undangan yang hadir apa arti dari natal, baginya natal, semuanya tentang sacrifice atau tentang pengorbanan. Dia yang memiliki segalanya, Dia menebus kita yang telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita seperti yang tertulis di Efesus 2:5. Cinta Tuhan begitu luar biasa, kasih yang butuh Sacrifice yaitu DiriNya sendiri. His Glory comes on earth for us.

Maqdalene menjelaskan, ayat Yoh 3:16 dalam alkitab terjemahan New King James Version tertulis “ For God so loved the world that He gave His only begotten Son that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life.”. Ditekankan oleh bu Maqdalene bahwa For God so loved the world that He gave His only begotten Son. Real Love, you can only find in Jesus because he Sacrifice. Bahwa begitu besarnya cinta Tuhan pada kita, Tuhan berikan AnakNya yang tunggal. Kasih sejati hanya bisa kita temukan pada Yesus karena Ia berkorban. Tidak ada seorang pun di dunia yang rela mati untuk manusia yang sebegitu jahatnya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Abraham Conrad Supit berjabat tangan dengan pendiri KCC, Maqdalene Kawotjo

Manusia ketika jatuh ke dalam dosa, manusia mencari kasih. Tuhan masih memberikan koneksi kita kepada Tuhan melalui doa. Manusia terlalu jatuh ke dalam dosa sehingga mereka tidak lagi menemukan kasih yang sesungguhnya. Kasih sesungguhnya ada dalam diri Yesus. Apalagi jemaat-jaemaat hanya datang tiap minggu ke gereja namun tidak berdoa, tidak menemukan wajah Kristus. Hanya menjadikan Tuhan sebagai dasar sekedar bergereja. Manusia mencari kasih dari lawan jenis. “Kriteria pria/wanita ini memenuhi kebutuhan saya.” atau “Yang saya cari dari seorang pria/wanita.” Kata-kata seperti ini pun sudah tidak asing lagi terdengar. Ketika kamu berpikir demikian, bahwa mereka bisa memenuhi rasa kosong dalam hatimu, kamu sedang menyedot orang tersebut. Manusia saling menyedot untuk memenuhi kekosongan pribadi masing-masing sehingga lama-kelamaan akan terkuras.

Pada kesempatan tersebut, Maqdalene Kawotjo memberi kesaksian bahwa bertahun-tahun ia mengejar kasih. Beliau anak seorang pendeta, mengajar gereja anak, berdoa pagi-pagi, mengendarai mobil LT100 untuk menjemput jemaat-jemaat di wiayah-wilayah. Sejak dini, ia sudah di rumah Tuhan dan ia tidak suka hal tersebut. Akhirnya ia mencari sesuatu yang berbeda, kehidupan yang penuh kasih itu seperti apa, ia kabur dari rumah. meski dalam pelariannya, Tuhan masih menjaga dalam tanganNya. Ia ketemu lagi hamba-hamba Tuhan, sekolah alkitab. . Ia menyadari bahwa ia suka dalam hadirat Tuhan. Ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan.Tuhan telah merencanakan hidupnya untuk hal yang baik. Ia sekolah alkitab di Korea dan Amerika hanya dengan modal dengkul yaitu berlutut dan berdoa. Ketika di Amerika, ia bertemu dengan seorang pria yang meminangnya. Ketika mereka merencanakan untuk pernikahan. Mereka sudah mencari cincin, rumah yang akan ditempati, rupanya Tuhan mempunyai rencana yang berbeda. Tuhan memintanya untuk melayani bangsa Indonesia, melayani Dia sepenuhnya lewat pemuridan.

Ketika kita melepaskan sesuatu yang berharga dalam diri kita, kita akan merasa kehilangan. Memberi tanpa rasa kehilangan, itu hal yang biasa saja. Memberi dengan rasa kehilangan, itu yang membekas di hati Tuhan karena Tuhan juga berkorban. Tuhan tahu rasanya pengorbanan tersebut. Di saat kita mencintai Tuhan melebihi segalanya, itu lebih gampang untuk kita untuk merelakan segalanya. Ketika bu Maq pulang ke Indonesia, ia kehilangan segalanya, ia memulai hidupnya di kontrakan yang sempit dan kecil. Tuhan memintanya untuk menulis buku yang akhirnya menjadi best seller, 9 tahun berturut-turur, “Berhasil karena Iman”.

                                                                                    

Saat Tuhan mau mengoyakkan kita, di zona baru, saatnya kita masuk ke zona tersebut dengan caranya Tuhan. It’s not about me, not about us, it’s about God power, Jesus in us. Apa yang Tuhan harapkan dari kita bagi generasi ini. Tuhan mau kuasa kebangkitanNya tidak disia-siakan. Ada zona lama yang harus kita relakan. Zona lama yang menghalangi apa yang Tuhan ingin capai dalam hidup kita. Selalu ada first step, langkah pertama dalam hidup kita. Sebelum Abraham menyerahkan Ishak, Abraham menyerahkan Ismail. Ismail merupakan darah dagingnya, Abraham harus let go Ismail. Apa Ismail dan Ishak dalam hati kita? Ketika Tuhan meminta, jangan katakan “jangan yang ini Tuhan, jangan pekerjaan saya, saya tidak bisa hidup tanpa ini.” Jangan pertahankan apa yang Tuhan minta, namun kita harus bersedia berada dalam rencana Tuhan. Berada dalam HadiratNya sangat nikmat sekali. You never know the addiction of His present, to be emerged in God’s Love. Kita tidak akan bisa mengerti The Real Love jika kita tidak mau sacrifice, berkorban.

Tanpa pengorbanan, kita tidak bisa merepresentasikan the Christ Kingdom, kerajaan Kristus. Hidup adalah tentang pengorbanan, ada hal-hal yang harus kita relakan. Ketika kita hidup dalam kedagingan, kita tidak bisa menjadi muridNya. Syarat murid tertuang dalam Mat 16:24-26 yaitu menyangkal diri dan memikul salib. Ayat ini begitu terkenal namun sangat sulit untuk mengaplikasikannya. If you want to follow Me, you die for Me. Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? – Yoh 6:60b. Mari kita mengevaluasi diri sekaligus merubah apa yang selama ini kita pegang dan masuk ke dalam rencana Tuhan. Dian Rose

SUKACITA NATAL DI DESA: Pdt. Elrik Simanjuntak Ajak Jemaat Menjadi Terang Di Sekeliling Kita

Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th saat menyampaikan firman Tuhan

Kapuas-Kalteng, Victoriousnews.com,- Tepatnya Kamis 28/12/2017 yang lalu, diadakan ibadah Natal Gabungan GBI Manyahi dan Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ini merupakan perayaan Natal yang mengharukan, karena yang hadir dalam ibadah hampir 75 % umat yang belum mengenal Tuhan.

Meskipun acara perayaan natal diadakan di desa Lamunti (kampung di pinggir sungai) dengan memasang tenda, tetapi tidak mengurangi semangat mereka untuk mengikuti ibadah. Terbukti yang hadir dalam ibadah tersebut lebih dari 100 orang.

Diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh salah satu hamba Tuhan undangan dari desa Seikapar dilanjutkan dengan pujian Natal yang dipimpin oleh Ibu gembala setempat (Ibu Aryanti) dan pemain musik keyboard Sdr. Dandi.  Acara ini diselingi dengan pujian dari anak sekolah minggu dan paduan suara gabungan dari GBI Manyahi & Lamunti.

Jemaat desa antusias rayakan natal bersama

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Elrik Simanjuntak mengangkat tema: “Terangi Sekelilingmu” yang diambil dalam kitab Yesaya 60:1-2. “Dalam dunia yang gelap karena karena dosa kita diharapkan menjadi terang yang bercahaya untuk dapat membawa orang kembali datang kepada Tuhan. Dimana Yesus telah terlebih dahulu membawa kita keluar dari kegelapan, itulah sebabnya IA lahir ke dunia dan berbaur dengan manusia dan menjadi sama dengan manusia dengan tujuan supaya manusia tidak binasa,” tutur Pdt.Elrik dalam kotbahnya.

Menurut Pdt. Elrik, ada beberapa penghalang yang tidak dapat menerangi sekeliling kita adalah. Pertama, mata rohani yang buta (Lukas 11:34). Dimana sekarang orang lebih condong kepada perkara daging dari pada Tuhan. Oleh sebab itu perlu pembaharuan budi (Roma 12:2) dengan cara koreksi diri dan tidak terburu-buru menyalahkan orang serta membuka kembali pikiran kita dan lakukan bersama-sama dan berjuang bersama-sama dan bukan sendirian. Kedua, bisa menjadi terang bagi sekeliling kita dengan menjadi teladan di dalam segala hal (Fil 2:6-10). Sehingga orang akan melihat Kristus di dalam diri kita sehingga mereka percaya dan memuliakan Tuhan. Ketiga, Kita bisa menjadi terang bagi sekeliling kita jikalau kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan lewat mengikut Yesus 1 Petrus 2:21-23. Keempat, praktikkan perbuatan kasih kepada semua kepada semua orang lewat mengikuti jejak Yesus 1 Petrus 2:21-23, 1 Timotius 5:16.

Setelah Firman Tuhan disampaikan dilanjutkan dengan paduan suara dari GBI Seikapar dan kata sambutan dari yang mewakili Kepala Desa setempat yang disampaikan oleh Bapak Hardelen yang sangat mendukung acara natal dan memotivasi untuk saling menghargai, menghormati walau berbeda suku kita adalah satu.

kesaksian pujian anak sekolah minggu

Doa berkat dipimpin oleh Gembala Sidang setempat Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th dan Selanjutnya Bapak dan ibu gembala memberikan bingkisan sederhana berupa Ikat pinggang, botol minum dan jam tangan kepada jemaat yang pertama kali hadir yaitu Bapak Leri beserta dengan istri dan cucu. Serta 3 anak sekolah minggu yang aktif berprestasi di kelas berupa tas sekolah. Sebelum doa berkat disampaikan semua yang hadir tanpa terkecuali dengan sukacita saling berjabatan tangan dan menerima sovenir minyak angin tanpa terkecuali. Diakhiri dengan jamuan makan bersama. (Aryanti)

Robert Pakpahan (Direktur Perpajakan): Kepatuhan dan Penerimaan Pajak 2017 Tumbuh Pesat, DJP Optimis Hadapi 2018

Konferensi Pers “Penerimaan Per-31/PJ/2017” yang disampaikan oleh Robert Pakpahan (Direktur Perpajakan), Direktur P2 Humas, dan Direktur PKP. Jum’at 05/01/ 2018 di Lantai 2 Gedung Mari’e Muhammad Kantor Pusat Direktorat Pajak, Jalan Gatot Subroto Kav 40-42 Jakarta.

Jakarta,Victoriousnews.com,– Direktorat Jenderal Pajak menyampaikan apresiasi dan terima kasih bagi seluruh pembayar pajak yang telah turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional dan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan bersama. Penerimaan pajak di tahun 2017 mencapai hasil yang sangat baik berkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar dan melaporkan pajak sesuai bagian masing-masing. Hal ini mengemuka dalam Konferensi Pers “Penerimaan Per-31/PJ/2017” yang disampaikan oleh Robert Pakpahan (Direktur Perpajakan), Direktur P2 Humas, dan Direktur PKP. Acara ini diselenggarakan pada Jum’at pukul 10.30 s/d selesai, 05 Januari 2018 di Ruang Konferensi Pers Lantai 2 Gedung Mari’e Muhammad Kantor Pusat Direktorat Pajak, Jalan Gatot Subroto Kav 40-42 Jakarta.

Robert Pakpahan menyebutkan, bahwa, penerimaan pajak di tahun 2017 mencapai Rp 1.151 triliun atau 89.7% dari target dalam APBNP 2017 dengan pertumbuhan year-on-year sebesar 4,08%. Angka pertumbuhan penerimaan ini lebih banyak dipengaruhi oleh Rp.122,7 triliun penerimaan di tahun 2016 yang sifatnya tidak berulang yaitu penerimaan dari program Amnesti Pajak dan revaiuasi asset tetap. Apabila penerimaan yang sifatnya tidak berulang ini dikeluarkan dari perhitungan. maka pertumbuhan penerimaan pajak di tahun 2017 mencapai 15.8%.

Pertumbuhan penerimaan ini selain disebabkan oleh faktor perbaikan ekonomi, khususnya di sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan. juga mencerminkan peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Di tahun 2017 sejumlah 12,05 juta Wajib Pajak menyampaikan SPT dari total 16,6 juta Wajib Pajak yang wajib menyampaikan SPT. Rasio kepatuhan ini merupakan yang tertinggi dalam catatan DJP.

Berdasarkan segmen pembayar pajak. pertumbuhan yang sangat pesat terjadi di segmen Orang Pribadi. Terutama para peserta Amnesti Pajak. Pertumbuhan yang tinggi juga terjadi di segmen Wajib Pajak dengan penghasilan bruto tertentu yang membayar PPh Final 1%. Hal ini meng’ndikasikan semakin meningkatnya kesadaran dan kepatuhan perpajakan sektor UMKM dan adanya perkembangan yang sehat di segmen ini.

Upaya DJP mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan admnistrasi perpajakan juga membuahkan hasil yang baik. Jumlah SPT yang disampaikan melalui e-filing pada tahun 2017 mencapai 70%. naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang baru mencapai 5996.

Dari berbagai hasil positif yang diuraikan di atas. DJP optimis dalam menyambut tahun 2018 dengan target penerimaan Rp.1424 triliun. Fokus DJP pada tahun 2018 ini adalah mengamankan target penerimaan tersebut serta melanjutkan reformasi perpajakan untuk membangun kepatuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Untuk itu DJP akan terus melakukan peningkatan kemudahan administrasi khususnya layanan elektronik (e-registration, e-filing, e-paymen. dan e withholding). meningkatkan kapasitas dan kapabilitas infrastruktur sistem teknologi dan kualitas basis data perpajakan. melanjutkan revisi regulasi termasuk pengaturan prosedur pemajakan e-commerce. dan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan instansi. lembaga. asosiasi usaha, dan pihak ketiga lainnya. Pada tahun ini juga DJP akan semakin mengintensifkan pemanfaatan data yang disampaikan pihak ketiga untuk kepentingan pengawasan. termasuk data dari lembaga keuangan yang akan mulai diterima pada April 2018 untuk data keuangan domestik dan September 2018 untuk data keuangan dari luar negeri.

Pimpinan DJP mengingatkan seluruh petugas pajak untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai Kementerian Keuangan dan kode etik pegawai pajak. Upaya mencapai penerimaan akan dilakukan dengan semangat membangun kepatuhan dan meningkatkan kemudahan serta tetap menjaga confidence dunia usaha dan iklim investasi. (Epaphroditus Ph M/Margianto)

Menkeu Sri Mulyani: Perbaikan Ekonomi 2017 Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Makin positif

Konferensi Pers “Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-P 2017” di Kementrian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Jakarta,Victoriousnews.com,- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menguraikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Dari sisi asumsi makro, realisasinya hampir mendekati target yang ditetapkan pemerintah. “Kalau dilihat asumsi makro secara keseluruhan di 2017, betapa sangat dekat realisasinya dengan yang ada di asumsi,” tutur Sri Mulyani dalam Konferensi Pers “Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-P 2017” di Kementrian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (2/1). Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan dan pejabat eselon.

Menkeu Sri Mulyani

Menurut Sri Mulyani, untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017, pemerintah menargetkan 5,05 persen, namun masih belum final. Sebab, hingga saat ini realisasi pertumbuhan ekonomi yang ada baru sampai kuartal III, sehingga angka bisa berubah tergantung dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV.”Kita akan lihat realisasinya pada kuartal ke empat,” katanya.

Sedangkan inflasi sepanjang tahun 2017 berada di 3,6 persen dan dinilai masih positif, karena masih di bawah proyeksi pemerintah sebesar 4,3 persen. Tingkat Suku Bunga SPN 3 bulan juga di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen dengan realisasi 5,0 persen. “Nilai tukar Rupiah agak lebih rendah dibandingkan asumsi yaitu Rp 13.384, dibandingkan asumsi Rp 13.400 per USD,” jelas Menkeu.

Untuk harga minyak mentah Indonesia USD 48 per barel dan realisasi menjadi USD 50 per barel, tetapi masih akan berubah karena saat ini harga minyak tidak stabil. Sedangkan lifting minyak target 815.000 barel per hari dan realisasi hanya 801.000 barel per hari. “Lifting gas adalah 1.129.000 barel setara minyak per hari atau lebih kecil dibandingkan asumsi (1.150.000 barel setara minyak per hari),” papar Sri Mulyani. “Yang barangkali patut dilihat adalah nilai tukar dan suku bunga SPN, yang sudah mulai menunjukkan tren yang meningkat atau normalisasi secara segi kinerja,” sambungnya.

Lanjut Sri, realisasi ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi Indonesia di 2017. Karena itu, dia berharap perbaikan ekonomi di tahun 2017 dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi yang makin positif lagi. “Di 2016 rata-rata negatif dan tahun 2017 momentumnya pembalikan,” tandasnya. Epaproditus/Margianto

Ibadah Natal Gereja Tertua di Jawa Timur kental dengan budaya Jawa

GKJW Mojowarno berdiri sejak tahun 1881

Jombang,Victoriousnews.com. Suasana kental budaya Jawa dalam perayaan malam Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang bertempat Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merupakan cerminan identitas budaya Jawa.

GKJW Mojowarno ini berdiri sejak tahun 1881 yang bertempat di Depan Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Meski usianya yang sudah satu abad lebih, namun tidak kehilangan identitas budaya hal ini dibuktikan oleh sejumlah jemaat GKJW yang memakai pakaian adat Jawa. “Budaya ini sejak gereja ini berdiri, jadi selalu diberikan nuansa jawa, termasuk ibadahnya, cara berpakaian itu memakai budaya jawa. Karena gereja ini tertua di Jawa Timur bukan hanya di Jombang,” kata Wimbo Sancoko selaku Ketua Pendeta ketika ditemui sejumlah wartawan, Senin 25 Desember 2017.

                                                                             

Masih menurut penjelasan Sancoko, Gereja ini adalah Gereja Kristen Protestan peninggalan dari Belanda, untuk beribadah bagi masyarakat di wilayah tersebut. Lingkungan gereja yang memiliki luas lahan 2 hektar lebih, juga mempunyai fasilitasi pendidikan dan kesehatan yaitu sekolah, rumah sakit serta rumah pendeta.“Jemaat yang ada disini sudah sekitar seribu dua ratus kepala keluarga, jadi sekitar antara lima ribuan lebih. Kemudian diharapkan bahwa Gereja ini paling tidak bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan bisa menjadi terang dilingkungan yang ada disekitar sini,” ujarnya

Lanjut Sancoko, dalam perayaan Natal 2017, pihaknya juga menjelaskan prosesi malam Natal itu adalah salah satu ibadah ritual yang dilakukan sebelum natal atau malam natal. “Pesan malam misa, kita ini diminta untuk selalu menyampaikan tentang kabar damai baik untuk diri kita sendiri ataupun untuk keluarga dan lingkungan masyarakat kita,” pungkasnya

Setelah malam Natal ibadah Natal tepat 25 Desember 2017, diadakan pukul 08.30 Wib. Nuansa ibadah juga didominasi dengan alunan musik gamelan Jawa yang memberikan ketenangan jiwa bagi jemaat yang hadir saat itu. “Sebagai umat Kristen, keimanan kita harus terus naik, bertumbuh kepada Kristus. Seperti orang yang mendaki gunung, sejatinya iman Kristen tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa,” papar Pdt. Wimbo Sancoko dalam kotbahnya yang saat itu mengupas pesan natal dalam kitab Matius 2: 1-12. margianto

Pewarna sukses gelar talkshow “ Pro-kontra Yerusalem”

Para pembicara talkshow

Jakarta,-Victoriousnews.com- Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) kembali menggelar talkshow Warna Indonesia. Kali ini Pewarna ID bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma-PGI) dengan mengangkat tema “Pro-kontra Yerusalem dalam Berbagai Perspektif”, talkshow yang mendapat antusiame warga gereja tersebut digelar di Kafe Libry, Kwitang, Jakarta Pusat (21/12).

Hadir sebagai pembicara antara lain: Sekretaris Umum PGI (Pdt. Gomar Gultom), Founder Hadassah of Indonesia (Monique Rijkers), Ahli hukum internasional (Prof. Dr. Marthen Napang), Cendikiawan Kristen ( Dr. Audi Wuisan), dan dari gereja Kelihat Mesianik Indonesia (Benjamin Obadyah).

Ketua Umum Pewarna ID, Yusuf Mujiono, mengatakan, bahwa talkshow Warna Indonesia dihadirkan Pewarna ID sebagai medium diskusi sehat terkait peristiwa atau fenomena yang terjadi di tengah ruang publik. Hal itu dimaksudkan guna mempertajam fungsi kehadiran Pewarna ID sebagai organisasi pers dengan fungsi edukasi publik. “Talkshow Warna Indonesia ini membahas ‘warna-warna’ (ragam) yang ada di tengah masyarakat khususnya warga gereja yang menjadi fenomena atau peristiwa hangat namun punya nilai edukasi bagi publik. Jadi, perdebatan yang sehat di ruang publik harus diakomodir lewat medium yang sehat dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing, itu kan fungsi Pewarna ID (organisasi pers),” jelas Yusuf Mujiono.

Antusiasme publik yang tinggi terkait talkshow Warna Indonesia membuat Pewarna ID mengusahakan untuk terus menghadirkan diskusi interaktif yang sehat dan menghindari eksklusifitas diri untuk berbagi. Sebelumnya, talkshow Warna Indonesia sudah sukses diselenggarakan Pewarna ID, tercatat sudah dua kali talkshow digelar dengan antusiame publik yang tinggi terbukti dengan kehadiran audience yang membludak. Margianto/p-id

Perayaan Natal Pewarna Bekerjasama Dengan BPH GBI

 

Foto bersama usaha ibadah Natal

Jakarta,-Victoriousnews.com- Perayaan Natal Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia mengangkat tema “Damai Sejahtera Kristus dalam Warna Indonesia” dan mempercayakan Dony Leonardo sebagai ketua panitia. Perhelatan Natal yang digelar di Graha Bethel, Jakarta (Selasa, 12/12) ini  didukung penuh oleh pucuk pimpinan BPH GBI serta dihadiri oleh anggota, pengurus DPP Pewarna Indonesi dan Sahabat Pewarna dari berbagai lembaga dan denominasi gereja.

Menurut Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, Natal merupakan momentum yang mendorong Pewarna untuk lebih keras lagi menyuarakan aspirasi gereja dan masyarakat Kristiani untuk memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara.

Pada kesempatan tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun,  dengan mengutip nats Kolose 3:15 “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”. Mengawali kotbahnya, Pdt. Japarlin mengatakan setelah seseorang menerima pembaharuan dari Yesus Kristus, maka damai sejahtera-Nya memerintah dalam hati seseorang, khususnya dalam warna Indonesia.

Menurutnya, esensi Natal yang utama ialah Natal harus dinikmati (dirasakan) oleh dunia ini dan seperti para gembala domba menyanyikan pujian surgawi ketika mereka mendengar kabar baik perihal kelahiran Yesus Kristus.Lebih lanjut, Ketum BPH menegaskan bahwa Kristus datang untuk memberikan damai sejahtera. Manusia sebelum jatuh ke dalam dosa dekat dengan Allah, bahkan bisa memberikan nama untuk hewan-hewan, namun setelah itu manusia jatuh ke dalam dosa sehingga hubungan dengan Tuhan menjadi rusak (Yesaya 59:1-2).

“Akibatnya, manusia terpisah dengan Tuhan. Apapun usaha manusia, mereka tidak bisa berjumpa dengan Tuhan. Yohanes 3:16 adalah inti Natal sebab manusia diperdamaikan dengan Allah dengan cara Yesus Kristus datang ke dunia ini,” tegasnya. Diakhir kotbahnya, Ketum BPH GBI mengatakan selama ini Natal cenderung “kebarat-baratan”. Namun Pewarna mencoba “mengindonesiakan” Natal 2017 ini. “Tuhan ingin agar kita agar kita memancarkan terang Kristus dan Natal ini bermuatan Indonesia, serta perlu aksi-aksi nyata selanjutnya,” pungkasnya.

Ki-Ka: Ketua API, Let Jend. TNI AD (Purn) Harsanto Adi, Ketua Pewarna Yusuf Mujiono dan Ketum BPH GBI, Pdt. Japarlin Marbun menyalakan lilin.

Usai kotbah, Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyalakan lilin Natal sembari diiringi oleh Ketua API (Asosiasi Pendeta Indonesia), Let Jend. TNI AD (Purn) Harsanto Adi dan Ketua Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono. Selanjutnya para sahabat Pewarna yang masing-masing terdiri dari Ketua API memberikan refleksi singkat perihal Natal ini.

Ia mengatakan hidup orang percaya adalah anugerah, bila seseorang tidak dipanggil dan dipilih Tuhan maka ia tidak dapat menjadi pengikut Kristus. Selanjutnya Pdt. Ferry Haurissa (Ketua Umum FKKJ) berpesan agar Pewarna berani menulis hal-hal yang benar dan jangan takut untuk melakukan hal itu.

Rektor STT IKAT Bintaro (Pdt. Dr.Jimmy  Lumintang, MBA, MTh), Djasamen Purba, SH (Ketua Umum MUKI), Mawardi Zega (Sekretaris Jenderal MUKI), Soleman Matippanna (Pembina Yayasan Karmel Ministry, melayani di LP) dan beberapa tokoh lainnya bergantian menyampaikan refleksi Natal 2017.Acara ini dimeriahkan dengan persembahan pujian Natal dari mahasiswa dan mahasiswi STT IKAT dan diakhiri dengan foto bersama. Margianto/Pram