SIARAN PERS PGI: KONFERENSI GEREJA DAN MASYARAKAT TENTANG PAPUA

SIARAN PERS PGI: KONFERENSI GEREJA DAN MASYARAKAT TENTANG PAPUA

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Dalam siaran Persnya, yang disampaikan oleh Jeirry Sumampow (Kepala Humas) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) ketika menghadiri Konferensi Gereja dan Masyarakat tentang Papua dengan tajuk “Solidaritas dan Pergumulan Gereja-gereja tentang Persoalan Papua” mengemuka bahwa, Dalam pandangan mayoritas masyarakat Papua, 16 tahun implementasi UU Otonomi Khusus sebagai “jalan tengah” dan landasan legal untuk menyelesaikan persoalan multidimensional di Tanah Papua atas ketimpangan kebijakan yang terjadi sejak Masa Orde Baru, telah menimbulkan kekecewaan, penderitaan dan trauma panjang di kalangan masyarakat “asli” di Tanah Papua. Read More

Ibadah HUT GBI REM KE 26—BPD Nias Terima Bantuan Mobil Gran Max Ke 21

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,. Perayaan Hari Ulang Tahun GBI REM ke 26 yang digelar di Apartemen Robinson, Jl. Jembatan Dua Raya No.2, Jakarta Utara terasa sangat istimewa, sebab selain dihadiri oleh jemaat maupun pengerja dari berbagai cabang (Jabotabek), juga tampak dihadiri oleh Pucuk pimpinan Badan Pekerja Harian (BPH) GBI, yakni: Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketua Umum Sinode GBI, Pdt. Yorry Tasik (Majelis Pertimbangan GBI),  Pdt. Kiki Tjahjadi, M.Th (ketua BPD GBI DKI Jakarta) dan jajaran pengurus,  Pdt. Opeten Gulo (Ketua BPD GBI Nias). Tampak juga hadir keluarga besar Supit, seperti: Pdt. Oke Supit, Bapak Andre Supit, Ibu Cony Arya, Ibu Febba Afan,  Ps. Joshua Supit (Gembala GBI FLC), Ps. Paulus Supit (Ketua Pelaksana Harian GBI REM), para hamba Tuhan yang melayani di GBI REM, serta tamu undangan penerima donasi. Pagelaran HUT tampak semakin menarik, karena didukung dengan penampilan sejumlah pengisi acara yang menarik, yakni: kesaksian pujian STT REM, kesaksian pujian gabungan Deborah GBI REM, dan kesaksian pujian Angklung Pondok Taruna. Read More

THE LOST GENERATION: Kebobrokan Personality Seseorang Yang Tidak Peduli Dengan lingkungannya

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Pesatnya dan kecanggihan teknologi di era “zaman now” memang banyak memberikan kemudahan  bagi penggunanya, bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak bisa ditawar lagi. Goal dari perkembangan teknologi adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Misalnya, teknologi informasi seperti internet,  sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik secara positif maupun negatif.  Namun, jika tidak digunakan dengan baik dan bijak, kecanggihan teknologi (internet, jejaring media sosial, telepon seluler, game online, media elektronik dan lain sebagainya) akan berdampak buruk dalam kehidupan masyarakat modern, khususnya bagi generasi muda—serta menjadi salah satu penyebab terjadinya “lost generation” atau generasi yang hilang. Read More

Penandatanganan kerjasama Bank BCA dengan BPH GBI : Buka Rekening Gereja Makin Mudah!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Badan Pekerja Harian Gerja Bethel Indonesia (BPH-GBI) dengan Bank Central Asia (BCA telah melakukan penandatangan kerjasama Cash Management yang bertempat di Kantor Cabang Utama PT. Bank Central Asia, Tbk,  Menara BCA, Jl. Thamrin No.1 Jakarta, Senin, (29/1/2018). Pendatanganan ini dilakukan untuk memudahkan pendeta (hamba Tuhan) maupun  jemaat yang bernaung di bawah gereja GBI dalam pembukaan rekening baru. Jika sebelumnya, pembukaan rekening bank harus atas nama pribadi (Gembala GBI). Kini, dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman ini antara BCA dan GBI, maka kendala pembukaan rekening bank atas nama Gereja Bethel Indonesia kini tidak ada lagi. Solusi yang diberikan Bank BCA ini dikenal dengan istilah “cash management” dengan diawali pembukaan rekening dan pemberian layanan untuk mempermudah transaksi perbankan.

Acara dibuka dengan doa oleh Edi Kustiawan. Kemudian dilanjutkan dengan penayangan video singkat tentang profil GBI. Diawali dengan mandat Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun kepada Ka.Biro Keuangan BPH GBI, Pdm. Henny Dondocambey maka dilakukanlah pembicaraan dengan pihak BCA KCU Kebayoran Baru, Edi Kustiawan (Kepala Kantor Cabang Utama) perihal cash management ini.

Hasilnya, dalam waktu dua minggu maka bisa dilaksanakan penanda-tangan kerja-sama ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum BPH GBI dalam sambutan singkatnya di acara penanda-tanganan naskah kerjasama. Kerjasama ini dilakukan atas dasar program Pemerintah di bidang perpajakan yaitu untuk kegiatan sosial tidak menggunakan nama pribadi pada rekening bank tetapi menggunakan nama institusi atau lembaga karena Gereja adalah bukan obyek pajak dan bukan subyek pajak, dan tidak ber-NPWP.

Para penandatangan naskah kerjasama ini masing-masing Haryono Wongsonegoro (Kepala Kantor Wilayah VIII BCA), Rusdianti Salim (Kepala Satuan Cash Management BCA). Sementara itu, pihak BPH GBI diwakili oleh Pdt. Dr. Japarlin Marbun selaku Ketua Umum BPH GBI dan Pdt. Paul R.Widjaya (Sekretaris Umum BPH GBI).

Turut hadir dan menyaksikan acara ini yaitu Susanny (Kepala Cabang KCU Thamrin), Wibisana Handoko (Kepada Pengembangan Bisnis Cabang KCU Thamrin), Th. Endang (Kepala Grup Hukum), serta sejumlah staf BCA KCU Kebayoran Baru dan KCU setempat. Sedangkan pengurus BPH GBI lainnya yang hadir yaitu Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, MTh (Bendahara Umum BPH GBI), Pdt. Naftali Untung, MTh (Sekretaris II  BPH GBI), Pdt. dr. Josafat Mesach (Pelmas), Pdm. Henny Dondocambey (Ka Biro Keuangan BPH GBI) dan Pdp. Ina Vera Tobing (Ka.Sekretariat BPH GBI.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengatakan, ada potensi sekitar 6 ribuan Gereja GBI yang akan buka rekening atas nama  Gereja, namun, sebelum kerja-sama ini tidak bisa. Bahkan, dirinya optimis jika tiap-tiap GBI bisa membuka rekening lebih dari satu. “Ini adalah berkat bagi kedua-belah pihak di masa kini dan masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pdt. Japarlin mengungkapkan, bahwa, kerjasama ini saling menguntungkan kedua-belah pihak bukan hanya spiritualitas saja, melainkan peningkatan kesra (jemaat) juga. Di bidang pendidikan, GBI memiliki ratusan sekolah dan poliklinik, hal ini tentu memerlukan manajemen keuangan. “Kerja-sama ini akan memudahkan Gereja GBI sebagai lembaga keagamaan dalam mengelola keuangan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Umum BPH GBI mengharapkan kerja-sama kelak bisa diperluas misalnya dalam bentuk penyaluran dana yang bersumber dari CSR Bank BCA kepada BPH GBI. Dana tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan sosial, pelayanan bencana alam. Saat ini terdapat sekitar tujuh ribu anggota Tagana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Disela-sela sambutannya, ia menambahkan karena GBI dinilai Pemerintah ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa, maka Presiden Jokowi mengundang Pdt. Dr. Japarlin Marbun ke Istana Negara beberapa waktu lalu. “Kami akan utus Pdm. Henny Donnocambey selaku Ka. Biro Keuangan untuk segera mensosialisasikan kerja-sama ini ke tingkat Propinsi se-Indonesia melalui BPD-BPD GBI (Badan Pekerja Daerah),” katanya.

Menurut penilaian Ketum BPH, BCA memiliki inovasi baru dalam hal ragam produk-produk layanan perbankan. Bukan hanya itu, ia optimis ke depan persembahan-persembahan gereja bisa diberikan melalui layanan digital atau mesin EDC (debit). Menurutnya, metode ini akan saling menguntungkan dan memudahkan bagi kedua-belah pihak.

Diakhir sambutannya, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengucapkan terima-kasih kepada Bank BCA, serta mengharapkan agar Bank BCA semakin maju dan mensejahterakan masyarakat Indonesia serta untuk kemuliaan nama Tuhan.

Redaksi menerima kiriman persyaratan buka rekening dari Edi Kustiawan via Whatsapp (WA) pada hari Selasa, 30 Januari 2018 sesuai dengan naskah kerja-sama di atas sebagai berikut: Pertama,  Rekening yang dibuka oleh Gembala jemaat lokal di BCA akan diberi nama “GBI xxx” sesuai dengan nama GBI jemaat lokal yang ditetapkan oleh BPD GBI atau BPH GBI. Kedua, Dokumen yang wajib diserahkan kepada BCA atas setiap permohonan pembukaan rekening di BCA adalah : A. Surat Keputusan BPD GBI atau BPH GBI tentang pengesahan jemaat lokal GBI. B. Surat Keputusan BPD GBI atau BPH GBI tentang penetapan sebagai Gembala jemaat lokal GBI. C. Surat rekomendasi pembukaan rekening oleh GBI jemaat lokal di BCA, dari BPD GBI atau BPH GBI. D. KTP Gembala. Selamat dan sukses. GT/beritabethel.com. foto: Pram/Fb Pdt.Japarlin

KUNJUNGAN KLH SITI NURBAYA KE PGI: BERSAMA-SAMA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

 

Pose bersama Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan pimpinan PGI. (foto: pgi.or.id)

Jakarta,Victoriousnews.com-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ibu Siti Nurbaya, beserta jajarannya. Dalam pertemuan kali ini, beberapa konflik masyarakat, menjadi bahan diskusi, seperti kasus TPL, dan Pulau Romang, dan lainnya. Berharap, kebijakan- keputusan, dari pihak yang mengeluarkan keputusan tetap berpihak pada kepentingan umum

“Selama ini perizinan dalam pengelolaan hutan selalu diberikan kepada korporasi, dan rakyat terpinggirkan”, demikian Dr Ir Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, mengawali percakapan antara Menteri LHK betsama jajarannya dengan MPH-PGI dalam kunjungannya ke Grha Oikoumene PGI, Kamis 18/1 2018.

Menteri yang didampingi oleh Sekjen KLHK, Dirjen PPI, Dirjen PSLB3 juga menjelaskan bahwa pada 30 Desember 2016 lalu Presiden Jokowi sudah mencanangkan Perhutanan Sosial, di mana pengelolaan hutan juga diberikan kepada masyarakat adat. Sebagai langkah awal, Presiden telah meredistribusi hutan negara kepada masyarakat adat. “Harus ada keseimbangan antara korporasi dengan rakyat, demi membangun produktivitas masyarakat. Bahkan Presiden berpesan agar masyarakat didahulukan”, sambungnya.

Menteri sangat mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh PGI dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat ini, termasuk dalam mempercepat proses pengelolaan Perhutanan Sosial ini. Sebelumnya PGI menayangkan video singkat berisikan advokasi PGI tentang lingkungan hidup dan perjuangan masyarakat adat atas hak-haknya.

Sekum PGI, Pdt Gomar Gultom, pada kesempatan ini menyampaikan betapa masih banyaknya konflik agraria berhubung pengelolaan tata ruang yang tak adil selama ini. “Kami cukup banyak menerima pengaduan dari masyarakat seperti masyarakat dari Pulau Romang di Maluku, sebelas kelompok masyarakat adat dari Tanah Batak, kelompok masyarakat dari Tulangbawang, Lampung, masyarakat Kalumpang di Sulawesi Barat, dan masyarakat Dayak terkait dengan sertifikasi dll”, kata Gomar.

Gomar juga memaparkan langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan oleh PGI terkait Perhutanan Sosial, dalam kerjasama dengan KLHK. Selain mempersiapkan demplot sebagai pilot projek di tiga sinode gereja, PGI juga baru menyelesaikan penyusunan Modul Pelatihan bagi Pelayan Gereja dalam rangka Perhutanan Sosial.

Terkait dengan redistribusi tanah dan perhutanan sosial ini, Menteri sempat menyampaikan hambatan yang muncul. “Proses-proses politik lokal bisa saja menjadi penghalang. UU Kehutanan menyebutkan bahwa hutaj bisa diserahkan kepada masyarakat jika sudah ada perdanya.”, kata Menteri.

Menteri memberikan contoh bahwa Presiden telah mengeluarkan 5172 ha dari konsesi TPL dan menyerahkannya kepada masyarakat Sipituhuta di Humbang Habinsaran di akhir 2016 lalu, namun hingga kini Bupati dan DPRDnya belum juga mengeluarkan Perdanya.

Dalam kaitan ini Sekum PGI mengatakan bahwa salah satu upaya PGI adalah mendorong gereja-gereja untuk ikut menghimbau para anggota DPRD lebih perduli mengenai hal ini agar sejalan dengan policy pemerintah pusat yang sudah baik ini.

Selain membahas masalah perhutanan sosial ini, percakapan juga menyoroti perlunya kesadaran akan keselamatan lingkungan dan pengelolaan sampah. Ketum PGI mengungkapkan bahwa PGI sudah hampir 8 tahun memgkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dan tissu. “Kami mendorong gereja-gereja untuk mengurangi penggunaan minuman kemasan plastik. Kami juga mewajibkannsemua staf untuk selalu membawa tumbler dan saputangan,” kata Ibu Henriette.

Pada kesempatan tersebut, Ketum PGI, Pdt Henriette Lebang, menyerahkan beberapa buku terbitan PGI terkait dengan masalah lingkungan hidup dan pengelolaan hutan sosial, antara lain “Kebijakan Gereja-gereja tentang Konflik Agraria dan Degradasi Lingkungan”. Juga diserahkan buku “Gereja Sahabat Alam”, sebuah panduan praktis bagi warga gereja untuk ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi yang terancam kiamat ekologis. Ketum PGI juga menyerahkan “Modul Pelatihan bagi Pelayan Gereja dalam Pengelolaan Hutan Sosial”

Dr. Imam Prasodjo yang ikut mendampingi Menteri menyebutkan peran strategis para tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat akan isu lingkungan hidup ini. Dan dalam hal ini beliau melihat peran strategis gereja. Sementara Dr. Sarwono Kusumaatmadja yang juga turut serta menyatakan apresiasinya atas upaya-upaya yang dilakukan oleh PGI. margianto/pgi.or.id

Narwastu Berikan Award Kepada ‘21 Tokoh Kristiani 2017’ Sebagai Pemimpin Inspirator & Motivator

21 Tokoh Kristiani 2017 versi Majalah Narwastu

Jakarta, Victoriousnews.com,-Setiap tahun, majalah Narwastu yang dipimpin oleh Jonro I Munthe, S.Sos tak pernah absen dalam menjaring serta memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Kristiani yang dinilai mampu menjadi inspirator dan motivator bagi umat Kristiani dan masyarakat umum. “Mereka kami nilai sosok pelayan yang mampu menginspirasi dan mampu memotivasi sesuai dengan profesi atau pelayanannya. Misalnya, ada yang aktif di organisasi gerejawi, sosial, politik, hukum, HAM, kepala daerah, aktif di bidang kemasyarakatan, ekonomi, budaya dan pendidikan, dan itu cukup menarik dicermati dan direkam. Dari situlah kami lihat sepanjang tahun 2017 ini ada muncul sejumlah figur pejuang (Baca: tokoh) yang bersentuhan dengan berbagai peristiwa menarik di tengah gereja, masyarakat dan bangsa ini,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu, Jonro I Munthe, dalam keterangan tertulis, terkait penganugerahan tokoh Kristiani 2017, Kamis (18/1/2018).

Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemred Narwastu) ketika menyampaikan kata sambutan

                Menurutnya, ada tiga kriteria yang media tersebut tetapkan untuk memilih tokoh yang dinilai layak menjadi Tokoh Kristiani 2017. Pertama, populer dalam arti yang positif di bidangnya masing-masing. Kedua, peduli pada persoalan gereja, masyarakat dan nasional. Ketiga, tokoh tersebut kerap jadi perbincangan dan muncul di media massa, baik karena pemikiran yang inovatif, aktivitas maupun ide-ide kontroversialnya. “Tokoh tersebut harus menjadi inspirator dan motivator di tengah jemaat atau masyarakat. Bagi tim Narwastu, tak mudah untuk memilih seseorang agar jadi ‘tokoh Kristiani’. Lantaran kiprahnya harus kami ikuti pula lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati track record-nya. Pada akhir 2017 ini, kami pilih lagi “21 Tokoh Kristiani 2017.” Seperti tahun lalu, ada berlatarbelakang advokat, politisi, jenderal, tokoh lintas agama, pengusaha, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, jurnalis, pimpinan ormas, dan aktivis LSM,” papar  alumni IISIP Jakarta, dan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator pada 2009 dari Majelis Pers Indonesia (MPI)”.

                Dari hasil seleksi tim Narwastu, sejak awal September 2017 dari 100 nama yang dipilih, ada 21 tokoh yang ditetapkan menginspiratif dan menjadi motivator dalam bidang masing-masing yakni: (1) Prof. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen Protestan Kemenag RI) (2) Drs. Steven Kandouw (Wakil Gubernur Sulawesi Utara), (3) Dr. Ayub Titu Eki (Bupati Kabupaten Kupang, NTT), (4) dr. Gilbert Simanjuntak (Dokter Mata dari UKI, Jakarta), (5) Dennis Firmansjah, M.M. (Konsultan Bisnis/Profesional) (6) Piter Siringoringo, S.H. (Advokat Senior), (7) Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (Ketua Rapat Pendeta Sinode HKBP), (8) Laksma TNI (Purn.) Paruntungan Girsang, M.Sc (Mantan Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut), (9) Dr. dr. Ampera Mattipanna (Dokter dari Makassar), (10) Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min (Rohaniwan), (11) Pdt. R.T. Lukas Kacaribu, S.Sos, M.M., S.H., M.H. (Ketua DPD API Jawa Barat), (12) Pdt. M. Tomana, M.Th (Ketua Sinode Gereja Sahabat di Indonesia), (13) Pdt. Gunawan Iskandar, S.E., M.M. (Rohaniwan dari Singapura), (14) Jemmy Mongan (Aktivis Kemanusiaan), (15) Pdt. William Wairata (Direktur LPMI), (16) Ir. Fajar Seto Hardono, M.M. (Wakil Ketua Umum BKPAK(, (17) Esra Manurung (Motivator dan Konsultan Keuangan), (18) dr. Aris Tambing, MARS (Direktur Rumah Sakit Jiwa Grogol), (19) Heben Heser Ginting, S.E., AM.d (Mantan Calon Bupati Tanah Karo, Sumut), (20) Pdt. Halomoan Simanjuntak, S.Th (Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumatera Selatan) dan (21) Jefri Kadang (Aktivis gereja dari Bandung).

“Inilah hadiah Natal terindah atau apresiasi dari Narwastu sebagai insan media kepada Bapak/Ibu dan saudara. Bapak/Ibu dan saudara selama ini kami nilai pula telah ikut membentuk karakter bangsa ini, selain bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Dan pemberian penghargaan kepada 21 Tokoh Kristiani 2017 ini dari Penasihat dan Pimpinan Majalah NARWASTU sudah diadakan pada 12 Januari 2018 di Gedung LPMI Menteng, Jakarta Pusat. Dan dihadiri para tokoh yang terpilih, serta diawali dengan kebaktian Natal dan doa syukur memasuki Tahun Baru 2018 Pdt. Dr. Nus Reimas,” pungkas Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu, Jonro I. Munthe, S.Sos kepada pers. Margianto/foto: JM

PESAN PEBULU TANGKIS INDONESIA, EV.IMELDA WIGUNA KEPADA KAUM DEBORAH GBI REM KELAPAGADING: TUHAN TAK PERNAH GAGAL!

Ev. Imelda Wiguna ketika menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah Deborah GBI REM Kelapagading, Senin, (15/1)

Jakarta, Victoriousnews.com,- “Tuhan Tak Pernah Gagal. Apa yang Tuhan rancangkan untuk kita tidak pernah gagal. 2018 adalah tahun kepastian!. Roh Kudus dan firmanNya tidak akan pernah meninggalkan kita,” ujar Evangelist Imelda Wiguna ketika menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah wanita Deborah Women Fellowship di GBI REM Kelapagading, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapagading-Jakarta Utara, Senin, (15/1) siang.

Pemain bulutangkis Indonesia era tahun 70 s/d 80-an ini mengupas tema “Tuhan Tak Pernah Gagal” yang mengambil nats Alkitab dari kitab Yeremia 29:11. ‘Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan’. “Firman Tuhan tidak pernah berubah, dahulu sampai sekarang. Oleh karena itu berpeganglah kepada janji Tuhan. Seringkali Tuhan izinkan masalah datang dalam kehidupan kita. Namun lewat masalah itu seharus justru membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Sebab, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menjawab doa kita dan meluputkan kita dari segala persoalan. Tuhan itu baik, tak ada rencana Tuhan yang jahat,” tutur wanita kelahiran Slawi, Jawa Tengah, 12 Oktober 1951.

Menurut mengajak kaum wanita Deborah Kelapagading yang dipimpin oleh Ibu Lenty Dewanto, agar mempergunakan lidah/mulut kita untuk memuji nama Tuhan. “Firman Tuhan katakan, perkataan lidah itu dashyat (Yakobus 3:5-9). “Oleh karena itu, Ibu-ibu mari kita gunakan lidah kita untuk memuji Tuhan, jangan ngomongin hal-hal yang negatif dan yang tidak berkenan kepada Tuhan,” tukas peraih gelar juara ganda putri dan ganda campuran All England 1979 ini. Seusai penyampaian firman Tuhan, Ev. Imelda Wiguna didaulat untuk mendoakan jemaat Deborah kelapagading (Ibu Jini Supit) yang berulang tahun beberapa waktu lalu.

Usai Ibadah Kaum Deborah foto bersama Ev. Imelda Wiguna

Bagi kaum wanita yang rindu untuk mengalami lawatan Tuhan, dimenangkan dari segala pergumulan keluarga, mari bergabung bersama dalam ibadah kaum Deborah di Kelapagading setiap hari Senin pukul 11.00 Wib. Rike/foto: Yes

GBI REM BERIKAN BANTUAN MOBIL GRAN MAX KE 19 KEPADA BPD GBI JAMBI BENGKULU

Bantuan kunci (simbolis) mobil Gran Max diserahkan oleh Bapak Afu Suryadiwijaya (YMGS GBI REM Apt.Robinson kepada Pdt. Ir. Andi Sibarani (Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu)

Jakarta, Victoriousnews.com,– “Tahun 2018 ini kita harus memiliki iman yang kokoh. Tuhan Yesus tidak akan membiarkan orang percaya, sesuai dengan nats Yesaya 41:10. Saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Oleh karenanya, setiap orang percaya jangan mudah putus asa dalam menjalani kehidupan ini. Karena Tuhan senantiasa menyertai sampai kepada akhir zaman. “Jangan ragu-ragu dan takut, perbuatlah yang terbaik untuk Tuhan,”  tutur Pdt.Abraham Conrad Supit ketika menyampaikan firman Tuhan dalam Ibadah Giving My Best (GMB) GBI Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM), Rabu (10/1/18) di Hotel Ciputra lantai  dasar Ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat.

 “Beranikah kita menerima dan menangkap visi dari Tuhan? Kita adalah orang-orang yang diberkati Tuhan. Jangan pernah takut menerima visi dari Tuhan. Setelah itu kita harus fokus dengan visi yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita” ~Pdt. Abraham Conrad Supit~

Gembala Sidang GBI REM dalam kotbahnya mengangkat tema “Orang-Orang Yang Diberkati”— mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Lukas 6:38, ‘Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.’

Pdt. Conrad Supit juga menantang jemaat yang hadir agar berani menangkap visi dari Tuhan. “Beranikah kita menerima dan menangkap visi dari Tuhan? Kita adalah orang-orang yang diberkati Tuhan. Jangan pernah takut menerima visi dari Tuhan. Setelah itu kita harus fokus dengan visi yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita. Misalnya, Tuhan memberikan visi agar kita memberi bantuan kepada gereja-gereja demi memenangkan jiwa-jiwa di daerah. Ya kita kita harus laksanakan visi tersebut, sebab firman Tuhan katakan lebih baik memberi daripada menerima. Kita juga harus memberi dengan sukacita dan kerelaan, bukan dengan duka dan paksa (2 Kor 9:7),” tukas Ps. Conrad sembari menyitir sejumlah ayat seperti: Ibrani 6:13, Ibrani 13:8, I Korintus 10:13, Pengkotbah 3:11, Filipi 4:13, Roma 5:5, Galatia 3:17, Mazmur 4:1, Ayub 42:2, 2 Korintus 9:6-8.

Dalam momen tersebut, pujian & penyembahan dilayani oleh tim praise and worship yang dipimpin oleh Bapak Benny Siahaan dan Ibu Grace sebagai worship leader. GMB bulan Januari 2018 ini juga dihadiri oleh tamu-tamu penting dari GBI, diantaranya adalah: Pdt. Tirzan (mewakili MP GBI), Pdt. Kiki Tjahyadi (Ketua BPD DKI Jakarta) dan Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th (Sekretaris BPD GBI Jambi-Bengkulu).

Pdt. Abraham Conrad Supit (tengah) diapit oleh Pdt. Tirzan, Pdt. Kiki Tjahyadi, Pdt. Andi Sibarani

Setelah pemberitaan firman Tuhan, GBI REM tetap konsisten memberikan bantuan untuk menunjang pelayanan, baik secara internal maupun eksternal. Pada kesempatan tersebut, bantuan kendaraan (secara simbolis kunci mobil Daihatsu Gran Max) diserahkan oleh Ps. Afu Suryawidjaya (YMGS GBI REM Apartemen Robinson) kepada Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th, menggantikan Ketua BPD GBI Jambi, Pdt. Elby Utardi yang berhalangan hadir. “Dengan mengucap syukur kepada Bapa Surgawi, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GBI REM yang digembalakan Bapak Pdt. Abraham Conrad Supit. Kami bukan hanya menerima mobil, tetapi juga spirit giving my best dan siap menjadi saluran berkat. Mobil operasional memang sangat kami butuhkan, karena wilayah kerja kami ada di 2 Propinsi yang cukup luas. Dengan adanya mobil ini tentunya kita bisa lebih maksimal untuk menjangkau dan melayani jemaat lokal yang ada dalam wadah BPD. Maju terus memberi yang terbaik melayani Tuhan dalam kasih karuniaNya. GBI Mantap!,” Demikian dikatakan oleh Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th ketika dihubungi Victorious seusai menerima simbolis kunci bantuan mobil Daihatsu Gran Max.

Pose para penerima bantuan dari GBI REM

 Selain itu, MP BPH GBI menerima bantuan dana untuk kegiatan operasional pelayanan sebesar Rp. 200.000.000 dengan penyerahan perdana (pertama) sebesar Rp. 10.000.000,- dan diterima oleh Pdt. Tirzan sebagai perwakilan MP BPH GBI. Selanjutnya Ketua BPD DKI Jakarta (Pdt. Kiki Tjahyadi) menerima dana operasional pelayanan sebesar Rp. 200.000.000,- dan penyerahan dana perdana (pertama) sebesar Rp. 10.000.000,- margianto