JAKARTA,Victoriousnews.com,-Didikan keras dan disiplin yang diajarkan oleh sang Ayah ternyata masih membekas dalam benak pengusaha sukses bernama Dr. John N Palinggi, MM, MBA ini. Ia mengaku, kesuksesan yang diperolehnya saat ini merupakan buah didikan orang tua yang sangat sayang kepada anak-anaknya. “Sejak kecil saya dididik keras dan disiplin. Saya juga diajarkan jujur (tidak boleh menipu), tidak boleh jadi pengemis. Tidak boleh menumpang di rumah orang lain (misalnya numpang di rumah Om atau Tante) secara gratis tanpa melakukan sesuatu. Saya diajarkan agar kalau kita menumpang, harus melakukan pekerjaan rumah, misalnya: mengepel, menyapu, isi bak mandi dan lain sebagainya,” kenang Dr.John Palinggi yang dikenal sangat rendah hati, supel dan berwibawa.

Dr. John Palinggi, MBA bersama Presiden Joko Widodo

Menurut John, didikan kedua orangtuanya itu menjadikan dirinya memiliki karakter dan hati  yang baik dan pribadi kuat dalam mengarungi kehidupan.  Bahkan ia mengaku sangat mengagumi dan menghormati kedua orangtua yang telah membesarkan dan mendidiknya dengan kasih sayang. “Seorang anak harus memelihara hatinya. Karena dari situ terpancar kehidupan. Bagaimana memelihara hati? Dia harus menghormati orang tuanya supaya panjang umurnya, murah rejekinya. Anak yang tidak menghormati orang tuanya tidak akan bisa sukses. Tidak akan menemukan beras dalam hidupnya, bahkan yang ada adalah kekecewaan hidup dan bisa menjadi gelandangan. Mengapa kita harus menghormati orang tua? Karena kalau menghormati orang tua, kita memuliakan Tuhan Allah. Karena dia adalah sumber kehidupan. Dia bisa mati dan hidupkan kita, dia bisa perkenankan itu. Kedua, kenapa orang tua harus dihormati? Karena itu sarana kehidupan di bumi, dia besarkan, jaga dan rawat kita. Begitu pula kenapa kita mesti hormati guru? Karena mendidik kita berakhlak. Mendidik kita memiliki pengetahuan. Barulah kita bisa berbicara menghormati orang lain atau sesama,” tutur Putra dari pasangan Alm.Yohanes Palinggi & Almh Ruth ini bersemangat.

Pengusaha Harus Pandai Membangun Hubungan Baik

Ketika dijumpai di ruang kerjanya, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, John N Palinggi, MM,MBA ini membeberkan rahasia kesuksesannya menjadi pengusaha selama 44 tahun. Bagi John kunci sukses yang utama seorang pebisnis adalah rendah hati dan perbanyak teman. “44 tahun saya bisnis menjadi pengusaha tanpa cidera, tanpa cacat baik segi keuangan orang per orang, bank maupun lembaga manapun. Dan per hari ini saya tidak punya utang sama sekali. Saya keluarkan untuk biaya sewa satu lantai ini bisa mencapai 500 juta, tetapi Tuhan kasih selalu kasih rejeki. Nah apa rahasianya? Dulu itu waktu di zaman Pak Harto ada orang Tionghoa yang ngajarin saya, Kalau setiap jam 4 sore, dia panggil saya dan ajari, ‘Kamu harus tahu John, nanti suatu saat supaya kamu bisa menjadi pengusaha bagus, harus memperbanyak saudara’. Kamu catat, seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak. Kalau kita banyak saudara atau teman, nanti kalau kita jatuh di pinggir jalan pas dia lewat akan diangkat/ditolongi,” ujar Pria Kelahiran 1 Juni yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA).

See also  Pdt. Gomar Gultom (Sekum PGI): Pasca Putusan MK, Saatnya Kita Bersama-sama Meneduhkan Suasana Dengan Menunjukkan Persahabatan & Persaudaraan Sebagai Sesama Anak Bangsa
Dr. John Palinggi ketika bersilahturahmi Lebaran tahun 2019 di Istana Negara

Prinsip dalam berbisnis agar kita meraih sukses menurut John adalah, menjadi pribadi yang rendah hati, ulet dan rajin, pandai berterimakasih serta bersyukur kepada Tuhan. “Kalau kau minum air, harus tahu sumbernya supaya tetap terpelihara. Pandai berterimakasih. Jangan sampai orang yang menghidupi kamu dibikin susah. Pandai-pandailah berterimakasih. Nah, di dunia bisnis itu, kalau kita mau dapat ikan kecil, harus umpan kecil.Kalau mau dapat ikan besar harus umpan besar. Tentu  kita harus rajin. Kalau mau dapat rejeki kecil, bangun jam 10. Sebaliknya jika mau rejeki besar, kamu harus pagi-pagi bangun, supaya kerja nanti kalau telat bangunnya, itu ayam ambil rejekinya. Maka tidak heran saya selalu bangun jam 5 subuh. Dulu bahkan sebelum covid, kadang-kadang saya masuk kantor jam 5.30 pagi. Jadi dari dulu saya tetap konsisten. Sampai usia saya sekarang masih konsisten. Makanya saya harus kerja keras,setiap hari setelah bangun pagi saya harus catat, apa yang harus saya kerjakan. Tidak henti. Tidak pernah kita ada tantangan berat, kita harus menyerah. Pemenang-pemenang itu bukannya tidak pernah kalah, tetapi tidak pernah menyerah. Nah, kalau mau ikan besar tapi umpan kecil alias malas, makan akan los terus dan tidak dapat. Artinya pemalas. Saya orang yang paling rajin. Selama covid tidak pernah absen masuk kantor. Saya masuk kantor setiap hari, karena cahaya kantor berada di saya. Kalau saya redup maka redup semua kantor,” papar Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN).

Dr. John Palinggi,MM,MBA ketika ditemui di ruang kerjanya, Graha Mandiri, Menteng Jakarta Pusat

Lanjut John, prinsip dalam dunia bisnis itu tidak keluar uang kecil, tidak masuk uang besar. Banyak pebisnis mau dapat untung tetapi tidak punya jasa. “Ada istilah kucing hitam dan kucing putih itu tidak penting. Yang penting itu bisa tangkap tikus. Nah di dunia bisnis itu yang penting kita bisa kerjasama dengan orang yang beda suku, beda agama. Yang penting tujuan tercapai. Banyak orang kalau pebisnis itu satu suku, satu agama, itu salah. Yang penting kita bisa kerja mencapai tujuan menguntungkan perusahaan. Itu kunci di dunia bisnis. Jadi hubungan baik itu harus dipelihara. Saya ahlinya memelihara hubungan baik. Orang-orang yang pensiun, jendral-jendral itu ketika mereka berpangkat Letnan saya sudah berteman sama mereka. Contonya ketika saya pergi ke berkunjung ke Gereja Katedral Makassar bisa ketemu Kapolda. Karena apa? Karena pelihara hubungan baik. Jadi jangan pada saat kamu perlukan, baru datang kepada orang lain,” tandas John saat bercerita di ruangan pribadinya yang terpampang foto dirinya dengan sejumlah Presiden RI mulai dari Presiden Soeharto hingga Presiden Jokowi.

See also  KETUA PANITIA RAPIMNAS & IBADAH SYUKUR PGLII KE 47, PDT.DEDDY MADONG.,SH AJAK PENGURUS PGLII PEDULI MEMBANTU KORBAN BENCANA GEMPA LOMBOK

Tidak Pernah Telat Bayar Gaji Karyawan

Sebagai seorang pengusaha, perjalanan karir John Palinggi patut diteladani. Kiprahnya dalam dunia bisnis bukan hanya di dalam negeri saja, melainkan juga sampai ke mancanegara. Terbukti, ia pernah menerima penghargaan dari ASEAN Development  Citra Award 2004 sd 2005 sebagai pebisnis berprestasi di tingkat ASEAN.

Bahkan berkat kepiawaiannya sebagai pebisnis, sejak tahun 2001 hingga kini, John memperoleh APEC Business Travel Card, yaitu bebas visa di 19 negara di Asia Pasifik. Travel Card ini diperoleh John Palinggi dalam pertemuan pengusaha dan pimpinan tertinggi pemerintahan para anggota kerja sama ekonomi di negara-negara Asia Pasifik yang masa berlakunya hingga 23 Januari 2025.

Meski dirinya telah memperoleh penghargaan, tetapi tak membuatnya terbuai dan terlena yang berujung kepada kesombongan. Justru sebaliknya, ia semakin rendah hati, dan sangat menghargai seluruh karyawannya. “Jangan sekali-sekali merendahkan atau membuat susah karyawan. Ketika masa pandemi corona, pun saya tetap pertahankan karyawan. Saya bikin mereka ada yang naik haji, ada yang dapat rumah, ada yang dapat mobil. Bagi saya,  karyawan adalah orang yang dititipkan oleh Tuhan, maka kita boleh semena-mena. Karena banyak perusahaan yang bangkrut karena menindas karyawan. Mereka itu sama hidupnya dengan kita, suatu saat akan mati. Jadi jangan sekali-sekali sombong menindas karyawan. Kalau pun saya berada di luar negeri , akan terbang kembali ke tanah air kalau sudah akhir bulan karena sudah mau gajian dan saya harus tanda tangan. Gak boleh terlambat bayar gaji. Jadi sampai sekarang tidak ada masalah,” ungkap John yang sampai saat ini  aktif sebagai konsultan bisnis dan investasi dari luar negeri dalam ahli keamanan. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *