Victoriousnews.com,-Sudah hampir 2 tahun, pandemi virus corona melanda dunia termasuk Indonesia. Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Namun, setelah vaksin ditemukan dan disuntikkan kepada warganya, belakangan ini sejumlah negara mulai melonggarkan protokol kesehatan. Dan tampaknya sudah menuju kondisi normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Di negara-negara tersebut, masyarakat diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker di tempat umum. Pasalnya, di negara tersebut telah memvaksinasi 50% lebih warganya dan angka penularan virus corona juga berhasil ditekan.

Berikut deretan negara dan wilayah yang telah mencabut aturan wajib menggunakan masker di lokasi publik seperti dilansir cnbcindonesia.com:

  1. Selandia Baru

Pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Ardern mulai melonggarkan aturan wajib bermasker sejak September 2020. Ardern mendapat banyak pujian lantaran Selandia Baru menjadi salah satu negara dengan kisah sukses penanganan pandemi. Keberhasilan Selandia Baru memberantas covid-19 ini tidak lepas dari tindakan cepat Pemerintahannya yang langsung melakukan lockdown setelah adanya 2.600 kasus dan 26 kematian akibat Covid-19.

Pada pertengahan Mei lalu Selandia Baru bahkan sudah mengizinkan konser musik digelar di Eden Park Stadium, Auckland, yang dihadiri oleh sekitar 50 ribu penonton tanpa aturan menjaga jarak dan menggunakan masker.

  1. Korea Selatan

Korea Selatan (Korsel) merupakan negara paling baru yang membebaskan penggunaan masker. Pekan lalu, negara KPOP itu menegaskan masker tidak lagi diperlukan di luar ruangan mulai Juli bagi mereka yang sudah divaksin, setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Dikutip dari Reuters, langkah tersebut merupakan upaya untuk mendorong penduduk yang lebih tua untuk mendapatkan vaksinasi. Korsel bertujuan untuk melakukan vaksinasi setidaknya 70% dari 52 juta penduduknya pada bulan September.

See also  Ibadah HUT Ev. Yohanes Budianto ke 66: Agar Hidup Tidak Sia-Sia, Maka Kita Harus Libatkan Tuhan!

Orang yang diberi setidaknya satu dosis juga akan diizinkan berkumpul dalam jumlah yang lebih besar mulai Juni. Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan semua tindakan karantina akan disesuaikan pada Oktober setelah lebih dari 70% penduduk menerima dosis pertama.

  1. Amerika Serikat

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengizinkan warganya untuk beraktivitas tanpa menggunakan masker. Namun, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden AS Joe Biden melalui unggahan di laman Instagram resmi Gedung Putih. “Vaxxed or masker,” ujar Biden dalam video boomerang tersebut.

Gedung Putih juga menambahkan keterangan dalam video tersebut mengenai persyaratan bagi warga AS yang ingin bisa melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker. “Pilihan ada di tangan Anda. Divaksinasi atau kenakan masker sampai Anda melakukannya,” tulis istana presiden itu. AS sendiri menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson. Vaksin yang dipakai memiliki efikasi 90%.

  1. Hungaria

Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengklaim pemerintahannya telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Dalam sebuah jumpa pers pada Jumat (21/5/2021), Orban menyebut Hungaria telah memvaksinasi hampir 5 juta warga. Ia menambahkan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk berpisah dengan penggunaan masker di tempat umum. “Selamat tinggal, masker. Ini berarti kita telah berhasil mengalahkan pandemi gelombang ketiga,” ujarnya.

Pemimpin sayap kanan itu juga menyebut akan mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19, termasuk jam malam. Orban mengatakan, publik dapat mengadakan pertemuan hingga 500 orang. Syaratnya, pertemuan diadakan di udara terbuka. Sementara acara di ruang tertutup berlaku untuk warga yang telah memiliki kartu vaksinasi.

  1. China

China adalah negara yang pertama kali melaporkan adanya kasus Covid-19. Ini terjadi di provinsi Wuhan. Tak ayal, virus tersebut disebut berasal dari negara tersebut. Negara China juga paling pertama terdampak perekonomiannya akibat pembatasan sosial yang dilakukan. Namun, juga menjadi negara yang paling pertama bangkit dari pandemi ini.

See also  Dilantik Sekum DPP GAMKI, Yowanda-Nicky Pimpin GAMKI Sulawesi Utara

Saat ini, Wuhan dilaporkan telah berhasil menanggulangi Covid-19 dan sudah bebas berkumpul bersama tanpa menggunakan masker. Bahkan, beberapa festival musik sudah dilakukan untuk merayakan kebebasan ini, salah satunya acara Wuhan Music Strawberry Festival yang dihadiri oleh 11 ribuan orang. Warga Wuhan ikut menyanyi, berteriak kencang, mengikuti aksi favorit dari band yang tampil di panggung.

  1. Australia

Australia juga salah satu negara yang sangat cepat dan tanggap menghadapi Covid-19. Saat kasus semakin melebar, Pemerintahnya langsung melakukan lockdown secara ketat untuk pengendalian.

Warganya pun taat mengikuti protokol kesehatan sehingga kasus positif di negara tersebut dengan cepat tertanggulangi. Oleh karenanya, Australia pun sudah mengizinkan turis masuk ke negaranya, namun hanya dari negara yang sudah bebas Covid-19 seperti Selandia Baru.

Dengan penanggulangan yang baik ini, saat ini warganya tidak diwajibkan menggunakan masker saat melakukan aktivitasnya. Meski demikian, saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum dan saat berada di rumah sakit, publik diminta untuk tetap memakai masker.

  1. Bhutan

Bhutan menjadi salah satu negara yang telah memvaksinasi 90% warganya hanya dalam dua minggu. ejak awal pandemi, negara tersebut hanya melaporkan satu kematian. Dikutip dari Economic Times, meskipun Bhutan berbagi perbatasannya dengan India dan Cina, negara itu tidak pernah benar-benar dilanda pandemi karena tindakannya yang tepat waktu. Selain itu, Bhutan mengendalikan situasi pandemi bahkan tanpa melakukan lockdown.

  1. Israel

Israel juga sudah membebaskan kewajiban penggunaan masker sejak April. Lebih dari 50% warga juga sudah divaksin penuh.Sama dengan AS, Israel menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech. Namun sejumlah pembatasan masih dilakukan demi mencegah varian baru corona masuk negeri itu. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *