Jakarta,Victoriousnews.com,- “Dalam cerita ini, saya ingin mengajak masyarakat untuk membenci koruptor. Sebagai anggota masyarakat, saya merasa kurang memberikan sanksi sosial terhadap koruptor dibanding selebritas, seperti seorang artis yang terkena skandal kemudian dicibir, dicaci, bahkan dibenci masyarakat. Padahal, koruptor membuat masyarakat menderita,” ungkap Ernest Prakasa, penulis skenario, sutradara sekaligus produser film “Teka Teki Tika” (TTT atau T3) dalam Press Conference usai Press Screening (pemutaran film perdana di depan awak media) pada Kamis sore, 16 Desember 2021 di Studio XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Berkisah tentang Budiman (Ferry Salim) dan Sherly (Jenny Zhang) yang tengah merayakan ulang tahun pernikahan di rumah megah mereka. Arnold (Dion Wiyoko), Laura (Eriska Rein), Andre (Morgan Oey), dan Jane (Tansri Kemala) datang untuk merayakan sembari berakhir pekan. Mereka tengah berbahagia juga karena Budiman akan mendapatkan proyek besar dari pemerintah.

Suasana Press Conference di di Studio XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/21)

Tapi suasana makan malam yang hangat mendadak terganggu dengan kehadiran seorang perempuan misterius. Perempuan itu, Tika (Sheila Dara Aisha) mengaku sebagai anak kandung Budiman. Maksud kedatangannya adalah meminta ganti rugi karena telah ditelantarkan. Siapa sebenarnya Tika? Press Screening selama pukul 15.00-17.00 WIB di Studio XXI Epicentrum mengungkap. Tika adalah agen rahasia yang menguak kisah kematian putra asisten rumah tangga di keluarga tersebut. Tika juga mengungkap perilaku Budiman, baik dalam bisnis maupun yang terkait.

Film disajikan dalam drama, komedi, dan aksi. Sebuah film yang dihadirkan sebagai film perayaan tutup tahun 2021 dari Starvision dan tayang serentak pada 23 Desember 2021. Sebuah film akhir tahun 2021 produksi Indie Picture bekerjasama dengan Imajinari dan Fosa Pictures. Sebuah film yang menandakan Ernest Prakarsa dengan gaya baru, yaitu mengekploitasi misteri drama keluarga. Sebuah film yang hadir setelah Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016), Susah Sinyal (2017), Milly & Mamet (2018), dan Imperfect (2019). Sempat sekali alpa karena pandemi virus Corona (Covid-19) sehingga tidak menghadirkan karya film di tahun 2020.

See also  Pesan Mendagri Tito Karnavian Dalam Penutupan GA WEA: Pancasila Merupakan Nationality Blessing, Pemersatu Bangsa Indonesia

Film ini juga didukung sederet nama, termasuk Ayu Laksmi (sebagai Sri), Whani Darmawan (Arga), Kiki Narendra (Seto), Joshua Pandelaki (Bupati), Boris Bokir (Briptu Ragil), Ratna Riantiarno (Bu Moor),  Izabel Jahja (Bu Vanda), Andi Annisa (moderator Press Conference), Teddy Snada (pejabat korup), Iwan Surya (Hans), Peter Taslim (menteri luar negeri), Volland Humonggio (pencuri dokumen), Jason Doulez (Arnold kecil), dan Kristo Immanuel (wartawan). SM/epm_phm

Leave a Reply

Your email address will not be published.