Jakarta,Victoriousnews.com — Dalam gelaran Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-3 Bamagnas DKI Jakarta yang diadakan di Sentra GPdI Sunter, Sabtu (19/7/25), Ketua DPW Bamagnas DKI Jakarta, Pdt. Dr. Elider Tampubolon, MM., M.Th., menyampaikan arah strategis organisasi ke depan yang semakin relevan dengan kebutuhan bangsa. Salah satu inisiatif yang sedang digagas adalah kegiatan “Bela Negara”, sebagai respon atas meningkatnya kasus intoleransi yang menyasar rumah ibadah dan komunitas Kristen di berbagai tempat di Indonesia.

Pdt. Elider menegaskan bahwa kegiatan Bela Negara bukan dalam konteks militeristik, tetapi edukasi kebangsaan. “Bela negara bukan berarti perang. Tapi bagaimana kita kembali menanamkan dan menyosialisasikan nilai-nilai ideologi Pancasila, terutama kepada generasi muda. Ketika mereka memahami Pancasila dengan baik, maka benih-benih intoleransi akan mati,” jelasnya penuh semangat.
Program Bela Negara ini direncanakan akan digelar pada 14 Agustus 2025 di Mal Artha Gading, menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertahanan dan kalangan akademisi. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pemuda, aktivis gereja, ketua sinode, hingga pengurus ormas Kristen lainnya.
Ormas, Bukan Sinode – Tugas Bamagnas Sosialisasikan Program Pemerintah
Pdt. Elider juga mengingatkan kembali jati diri Bamagnas sebagai organisasi masyarakat Kristen yang berbeda dari sinode gereja. “Bamagnas bukan sinode. Kita ini perpanjangan tangan pemerintah untuk menjangkau masyarakat luas. Jadi bukan tugas kita bikin KKR. Tugas kita adalah membantu pemerintah menyampaikan program-program kebangsaan kepada umat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus Bamagnas DKI untuk menunjukkan kinerja yang nyata dan konsisten. “Kalau kita tidak maju, bagaimana kita bisa membawa orang lain maju? Saya tidak mau Bamagnas hanya diisi nama-nama tanpa komitmen kerja. Karena banyak orang yang siap kerja dan ingin melihat Jakarta berubah. Jadi mari kita tunjukkan bahwa kita bisa bekerja sama dengan pemerintah membangun kota ini,” ucapnya lugas.
Berharap Ada di Hati Pemerintah
Sebagai penutup, Elider menyampaikan harapan besar agar Bamagnas semakin diakui dan dipercayai oleh pemerintah daerah. “Saya ingin Bamagnas itu ada di hati pemerintah. Tapi itu tidak bisa hanya lewat kata-kata. Kita harus tunjukkan lewat kerja nyata. Kalau sudah di hati pemerintah, saya percaya kita bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan mewujudkan kota Jakarta yang maju, berbudaya, dan religius,” tutupnya.
Inisiatif program Bela Negara ini menjadi cerminan nyata dari semangat Bamagnas untuk tak hanya menjadi organisasi simbolik, tetapi menjadi garda depan dalam membentuk generasi Kristen yang cinta bangsa, menjunjung toleransi, dan siap membangun Indonesia yang damai dan bersatu.
Bela Negara Hidupkan Kembali Semangat Kebangsaan

Gagasan Program Bela Negara yang diusung Bamagnas DKI Jakarta dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-3 mendapat dukungan penuh dari Ketua Panitia, Pdt. Haris Sung. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.
“Bela Negara ini bertujuan agar ideologi Pancasila dan semangat NKRI yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa bisa kembali mewarnai pelayanan ormas Kristen, khususnya Bamagnas. Kami ingin nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tapi juga dihidupi—baik oleh warga gerejawi maupun non-gerejawi,” ujar Pdt. Haris dalam sesi wawancara di sela-sela kegiatan, Sabtu (19/7).
Menurut Haris, Bamagnas memiliki posisi strategis karena telah hadir di berbagai wilayah di Indonesia. Ia berharap keberadaan Bamagnas tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk membawa manfaat nyata. “Kami ingin Bamagnas menjadi ormas yang menjadi berkat di setiap daerah. Ketika ada musibah, bencana, atau kebutuhan sosial lainnya, Bamagnas harus menjadi yang pertama hadir. Itulah pelayanan sejati—menyentuh hati masyarakat di saat paling dibutuhkan,” jelasnya.
Rakerwil Hadirkan 120 Peserta Lintas Denominasi
Rakerwil ke-3 ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang berasal dari berbagai denominasi gereja di seluruh wilayah DKI Jakarta. Momentum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar pelayan Tuhan dalam satu semangat: membangun kota melalui pelayanan sosial dan kebangsaan.
Pdt. Haris juga menyoroti pentingnya kontribusi lintas denominasi dalam menjalankan misi sosial Bamagnas. “Melalui Rakerwil ini, kami ingin setiap hamba Tuhan menyadari bahwa panggilan mereka tidak hanya sebatas mimbar, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan kebangsaan. Ketika gereja hadir di tengah masyarakat, maka dampaknya harus terasa—terutama dalam meningkatkan kesejahteraan kota,” tandasnya.

Mengusung tema besar “Bersama Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan Jakarta Kota Maju dan Berbudaya,” Rakerwil ke-3 ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga penguatan visi Bamagnas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang toleran, berbudaya, dan sejahtera.
Dengan semangat bela negara dan aksi sosial nyata, Bamagnas DKI Jakarta terus melangkah menjadi organisasi yang tak hanya hadir dalam wacana, tapi berdampak dalam kerja nyata. Rakerwil ini menjadi titik tolak untuk memperluas pelayanan, mempererat kebersamaan, dan memperteguh cinta tanah air dalam bingkai iman Kristen. SM


















