Jakarta,Victoriousnews com- “Hari ini, saya bahagia. Bukan karena hari ini (Minggu, 7 September 2025), Ps Paulus T Supit beserta keluarga, pengerja, dan jemaat mengingat tanggal kelahiran saya. Saya sangat berbahagia karena Ps Ariasa Supit (adik Ps Paulus T Supit) akan merealisasikan terbentuknya REM Institut. Sekitar 10 tahun saya bergumul tentang hal ini, dan segera direalisasikan,” ucap Ps Pengky Andu (81 tahun) mengawali perenungan firman Tuhan pada Ibadah Raya kedua GBI-REM Wilayah Jakarta Barat pada pukul 10.00 WIB di Lantai 2 Hotel Aston Kartika (Grogol, Jakarta Barat) pada Minggu, 7 September 2025. Di akhir ibadah raya pertama, Ps Julius Parapat menyampaikan bahwa kurang 24 jam sebelumnya, Ps Pengky Andu menyelesaikan usia sebelumnya untuk menapaki usia selanjutnya.
Setelah berkarier di bidang Pelayaran sekitar 20 tahun, sosok Pengky Andu dikenal sebagai motivator religius. Setiap Minggu dan telah dijalani selama bertahun-tahun sebagai pemberita firman Tuhan, tetapi menolak ketika disebut sebagai pendeta. Pria kelahiran 6 September 1944 ini terekam tampil ke publik sekitar tahun 1990-an ketika membawakan renungan di GBI Bethany di Jalan Manyar Sindaru/Manyar Rejo II (Surabaya, Jawa Timur). Kala itu, Gereja digembalakan Ps Alex Abraham Tanuseputra (meninggal usia 79 tahun pada 6 Agustus 2020).
Pada tahun 1992, bersama pasangan suami-istri, Ps Abraham Conrad Supit-Elsye Cramer Supit (alm), dia terlibat perintisan persekutuan doa Rahmat Emmanuel Ministry (REM) hingga kemudian membentuk sebuah gereja yang bernaung dalam wadah Gereja Bethel Indonesia (GBI) pada tanggal 15 Maret 1992. Praktis, Pengky Andu didapuk sebagai Wakil Gembala Sidang GBI-REM.
Sepeninggal Elsye Cramer Supit, penggembalaan jemaat dipimpin Ps Paulus T Supit beserta istri, Yani Supit dan Pengky Andu tetap tercatat sebagai pastor senior. Pada Minggu, 7 Juni 2024, Ps Paulus T Supit menyampaikan kepada jemaat bahwa Ps Pengky Andu tidak lagi melayani di GBI-REM atas permintaan keluarga yang tinggal di Surabaya.
Satu tahun plus 27 hari (392 hari) kemudian, Ps Pengky Andu muncul di depan jemaat dalam ibadah raya pertama GBI-REM pukul 08.00 WIB, Minggu, 3 Agustus 2025. Pada moment tersebut terungkap bahwa ‘dirinya ingin melarikan diri’.
“Saya tinggalkan begitu saja. Ketika Ps Paulus T Supit mendatangi rumah di Surabaya, saya tahu. Tapi saya sudah meninggalkan rumah dan berada di Bali. Mobil saya parkir di tempat lain,” ungkapnya.
Yang tidak diketahui adalah moment setelah itu. Kepergian yang diam-diam menjadi topik berita online. “Selain moment, hidup itu menyangkut personal. Dua hal itulah yang saya temukan selama ‘pelarian’ sekitar satu tahun lebih meninggalkan pelayanan. Populer hanya sebuah label. Sebagai manusia sebenarnya rapuh. Saat memutuskan untuk menghilang itu banyak juga yang terhilang,” ujarnya.
Ditambahkan, keinginan kembali hampir tidak ada. “Saya benar-benar melupakan Ps Paulus T Supit. Tetapi wajah dua putrinya, yaitu Vella (Gavella Supit) dan Debby yang masih teringat. Ketika saya mencoba mengontak kawan yang bernama Paulus, yang tersambung justru nomor hand-phone (Hp) Gembala Sidang GBI REM. Perbincangan lewat telepon seluler (hand-phone) terjadi dan endingnya saya ada di GBI REM kembali,” urainya.
Pembentukan REM INSTITUT dimaknai sebagai pelatihan ketrampilan untuk berkarya bagi diri sendiri, keluarga, gereja, dan negara. “Setiap kita harus profesional. Sebab keberadaan kita atas kehendak Tuhan agar mengelola bumi demi kebaikan seluruh makhluk hidup. Biarlah seluruh makhluk memuliakan nama-Nya,” terangnya. @epa_phm


















