Victoriousnews.com,-Sushila Karki (73 tahun) ditunjuk sebagai Perdana Menteri (interim/sementara) Nepal dan dilantik pada Jumat, 12 September 2025 berdasarkan Pasal 61 Konstitusi Nepal. Pelantikannya dilakukan oleh Presiden Nepal Ram Chandra Poudel untuk menggantikan Khadga Prasad Sharma Oli dari Partai Komunis Nepal yang mengundurkan diri usai kediamannya dibakar massa dan tidak diketahui keberadaannya. Sebelumnya terjadi protes dan demonstrasi hingga berujung kekerasan dan penggulingan pemerintahan negara itu.
Karki terpilih melalui diskusi ribuan aktivis di jaringan Discord. Namanya juga diusulkan oleh ChatGBT. Penunjukannya disepakati setelah dua hari bernegosiasi antara Panglima Angkatan Darat Nepal (Jenderal Ashok Raj Sigdel), Presiden Nepal (Ram Chandra Poudel), dan perwakilan aktivis muda di Discord. “Saya, Sushila Karki bersumpah atas nama negara dan rakyat untuk memenuhi tugas saya sebagai perdana menteri,” ucap Karki. Ia merupakan perempuan pertama dalam sejarah Nepal yang menduduki jabatan tersebut.

Parlemen Nepal dibubarkan beberapa saat setelah pelantikan di hari yang sama, Jumat, 12 September 2025. Pemilihan Umum ditetapkan pada 5 Maret 2026 untuk menentukan perdana menteri definitif.
Parlemen Federal Nepal didirikan oleh Konstitusi 2015 yang terdiri dua kamar (bikameral), yaitu Majelis Nasional (majelis tinggi) dan Dewan Perwakilan Rakyat/DPR( majelis rendah). Komposisi terdiri 334 anggota parlemen, terdiri atas 59 Anggota Majelis Nasional dan 275 Anggota DPR. Sistem pemilihan Majelis Nasional ditentukan oleh suara tunggal yang dapat dialihkan dan pemenang dengan suara terbanyak. Sedang sistem pemilihan untuk DPR ditentukan dengan raihan suara terbanyak dan perwakilan berimbang. Pemilihan Majelis Nasional terakhir dilaksanakan pada 25 Januari 2024, sedang pemilihan umum DPR terakhir pada 20 November 2022.
Sushila Karki lahir di Kota Biratnagar (Distrik Morang, Region Timur, Nepal), 7 Juni 1952. Ia lahir sebagai anak sulung tujuh bersaudara dari keluarga Chhetri dari Shankarpur (Nepal) dan meniti pendidikan negeri di Universitas Tribhuvan (Kirtipur, Kathmandu, Nepal) serta meraih gelar Sarjana (BA) di Mahendra Morang College pada tahun 1972. Pada 1975, dia memperoleh gelar Magister Ilmu Politik (MA) di Universitas Hindu Baranas (Varanasi, Uttar Pradesh, India). Pada 1978, dia menerima kelulusan studi hukum (LLB) dari Universitas Tribhuvan.
Ia ditunjuk Bidhya Devi Bhandari (Presiden Nepal kedua periode 29 Oktober 2015-13 Maret 2023) sebagai Ketua Mahkamah Agung ke-25 Nepal pada 11 Juni 2016 dan jabatan ini diakhiri pada 6 Juni 2017. Karki menikah dengan Durga Prasad Subedi dan tampil sebagai non-partai (independen). @epa_phm


















