Wonosobo, Victoriousnews.com –Di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, hamparan hijau perkebunan teh Panama, kemilau Telaga Menjer, dan gagahnya Gunung Sindoro seolah berpadu dalam satu kanvas agung. Di sinilah Kahyangan Skyline berdiri—sebuah destinasi wisata yang namanya terpatri sebagai “negeri di atas awan” di Desa Tlogo, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.
Sejak resmi dibuka pada Desember 2021, Kahyangan Skyline terus menebar pesona. Lantai kaca dengan latar Telaga Menjer, jaring-jaring raksasa yang memantik adrenalin, hingga area camping bergaya campervan, semuanya dirancang untuk memanjakan mata dan jiwa. Udara pegunungan yang sejuk dan kabut tipis yang menari di antara pepohonan menghadirkan sensasi seolah berjalan di batas langit.
“Selain spot foto yang memukau, kami mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengunjung,” tutur Zulfikar, manajer Kahyangan Skyline. “Jalur menuju lokasi kami atur satu arah dan dijaga petugas. Bagi tamu dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Semarang, tempat ini adalah paket lengkap untuk menyegarkan pikiran—dengan pemandangan bak negeri di atas awan.”

Tak hanya pemandangan, wisatawan juga bisa menikmati sajian kuliner hangat yang menggoda. Afifah Diva, koordinator tiketing, menambahkan bahwa tiket masuk hanya Rp15.000 per orang dan sudah termasuk akses ke semua spot foto utama. “Kami punya resto dan kafe dengan menu khas. Favoritnya nasi bakar ikan tuna dan sup iga—porsi melimpah dengan harga ramah, mulai dari Rp18.000,” ujarnya.
Kahyangan Skyline menempati area wisata seluas sekitar 800 meter persegi, ditambah lahan khusus camping dan campervan seluas 2.500 meter persegi. Bagi yang ingin bermalam, tim pengelola siap mengarahkan ke berbagai penginapan rekanan dengan tarif mulai Rp500.000 hingga Rp2.500.000 per malam.

Keunggulan lain yang membanggakan adalah kebersihan. “Clean is our view,” tegas Afifah. “Kami menjaga area tetap rapi dan bersih agar setiap pengunjung bisa duduk santai menikmati panorama tanpa terganggu sampah.”
Buka setiap hari dari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB, Kahyangan Skyline bukan sekadar tempat berlibur, melainkan pelarian dari hiruk-pikuk kota. Di sini, langit dan bumi seolah bertemu, menghadirkan ketenangan yang sulit dilupakan.
Bagi pencinta alam, pemburu foto, atau siapa pun yang mendamba udara segar pegunungan, Kahyangan Skyline adalah undangan terbuka untuk meresapi keindahan Wonosobo—tempat di mana matahari terbit menyapa dari balik kabut, seolah dunia berhenti sejenak untuk menunjukkan kemuliaan Sang Pencipta. SM


















