Hentikan Polemik  Gelar Pahlawan Nasional, Dr. John Palinggi: Dua Mantan Presiden Telah Berjasa Bagi Bangsa

banner 468x60

Jakarta, Victoriousnews.com— Dalam suasana khidmat peringatan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 kepada 10 tokoh bangsa yang dinilai memiliki jasa luar biasa dalam perjuangan, pengabdian, dan karya bagi kemerdekaan serta kemajuan Indonesia.

Dua di antara penerima gelar kehormatan tertinggi ini adalah Presiden RI ke-2 Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto dan Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Keduanya dinilai telah meninggalkan warisan besar bagi persatuan, pembangunan, dan kebangsaan Indonesia.

Selain dua mantan kepala negara tersebut, penghargaan juga diberikan kepada aktivis buruh Marsinah, yang dikenal gigih memperjuangkan keadilan dan hak-hak pekerja.

Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tertanggal 6 November 2025. Berikut daftar lengkap 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional 2025:

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Bidang Politik & Pendidikan Islam (Jawa Timur)

2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Bidang Perjuangan Bersenjata & Politik (Jawa Tengah)

3. Marsinah – Bidang Sosial & Kemanusiaan (Jawa Timur)

4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Bidang Hukum & Politik (Jawa Barat)

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Bidang Pendidikan Islam (Sumatera Barat)

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Bidang Perjuangan Bersenjata (Jawa Tengah)

7. Sultan Muhammad Salahuddin – Bidang Pendidikan & Diplomasi (Nusa Tenggara Barat)

8. Syaikhona Muhammad Kholil – Bidang Pendidikan Islam (Jawa Timur)

9. Tuan Rondahaim Saragih – Bidang Perjuangan Bersenjata (Sumatra Utara)

10. Zainal Abidin Syah – Bidang Politik & Diplomasi (Maluku Utara)

 Hormati Para Pahlawan Yang Telah Berjuang & Berkarya Bagi Bangsa

Menanggapi keputusan tersebut, pengamat politik dan ekonomi Dr. John N. Palinggi, MM, MBA, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo atas ketegasan dan kesadaran sejarah yang diwujudkan dalam penetapan gelar ini.

“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada anak bangsa yang telah berjuang dan berkarya luar biasa bagi republik ini. Mereka berkorban, kita yang menikmati hasilnya,” ujar John.

Ia menilai, bangsa Indonesia sering kali hanya mengenang pahlawan lewat seremoni tanpa benar-benar merenungkan arti pengorbanan mereka. “Kita datang ke Taman Makam Pahlawan hanya untuk upacara, tanpa menyadari bahwa kita bisa hidup berkecukupan hari ini karena darah dan air mata mereka,” tutur John dianugerahi gelar bangsawan dari berbagai kerajaan nusantara.

Menurutnya, perdebatan soal siapa yang layak atau tidak layak menjadi pahlawan nasional seharusnya tidak lagi menjadi bahan perpecahan. “Sudahlah, kita lelah bertikai. Letakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, partai, dan golongan. Hentikan kebiasaan saling menjatuhkan,” tegasnya.

Teladan Kejujuran, Kesederhanaan, dan Disiplin

John juga mengingatkan bahwa nilai utama dari para pahlawan bukan hanya keberanian, tetapi juga kejujuran, disiplin, dan kesederhanaan. Ia mencontohkan keteguhan karakter Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, yang dikenal lurus, disiplin, dan tidak kompromi terhadap penyimpangan.

“Bangsa ini tidak akan ada tanpa tentara, tanpa polisi, tanpa pemimpin yang rela berkorban. Maka sudah sepatutnya kita menghargai semua yang telah memberi, bukan mencari-cari salah,” katanya.

Ia juga menyoroti sosok Gus Dur dan Soeharto, dua mantan  presiden yang menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan persatuan nasional.

“Keduanya adalah pribadi dengan gaya berbeda, tetapi sama-sama mencintai bangsa ini. Kita tidak boleh hanya melihat kekurangan mereka, tetapi warisan besarnya: Indonesia yang tetap berdiri dan bersatu,” ujar Pengusaha nasional yang memperoleh APEC Bussiness Travel Card, bebas Visa bepergian ke 19 negara Asia Pasifik sejak tahun 2001 sampai sekarang.

Bangsa Besar Menghormati Para Pendahulunya

Lebih jauh, John mengingatkan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang tahu berterima kasih. Ia menyebut keputusan Presiden Prabowo sebagai wujud nyata penghargaan terhadap sejarah dan jasa para tokoh bangsa.  “Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo. Beliau menunjukkan kesadaran mendalam untuk menghormati karya pendahulu bangsa. Ini bukan sekadar penghargaan simbolik, tapi bentuk keteladanan bagi generasi penerus,” ungkapnya.

Selain gelar kehormatan, pemerintah juga memberikan bingkisan kasih sayang sebesar Rp57 juta per tahun kepada keluarga para pahlawan nasional. “Nilainya mungkin kecil, tapi maknanya besar. Ini adalah bentuk kasih sayang negara kepada keluarga mereka yang telah mengorbankan segalanya demi bangsa,” tambahnya.

Warisan Kepahlawanan untuk Generasi Penerus

Di akhir pernyataannya, John menyerukan agar generasi muda tidak hanya memuja pahlawan, tetapi meneladani semangatnya. “Kita kehilangan kejujuran dan disiplin hari ini. Padahal, itulah yang diwariskan para pahlawan. Mari belajar dari kesederhanaan mereka, dari semangat memberi tanpa pamrih. Jangan hanya menuntut, tapi berbuat,” pungkas Pria yang dianugerahi Gelar Bangsawan, Kanjeng Pangeran Wiryonegoro dari Keraton Kasuhunan Surakarta.

Penganugerahan sepuluh pahlawan nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang. Ia terus hidup dalam karya, kejujuran, dan pengabdian untuk Indonesia yang lebih bersatu, beradab, dan bermartabat. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60