Makna Natal di Tengah Bencana: Pdt. Yongky Topan Widjojo Mengajak Refleksi dan Aksi Kemanusiaan

banner 468x60

Victoriousnews.com- Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh, tidak menyurutkan semangat umat Kristiani untuk merayakan Natal. Pdt. Yongky Topan Widjojo, seorang pendeta yang dikenal karena pengajarannya yang mendalam tentang firman Tuhan, mengajak jemaat untuk merefleksikan makna Natal di tengah bencana.

Menurut Pdt. Yongky, Natal bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga momentum untuk mengingat kasih Allah yang besar kepada manusia. “Natal adalah momen untuk perubahan dan peneguhan atas komitmen kita sebagai pengikut Kristus untuk mencintai sesama dalam suka dan senang serta peneguhan panggilan kita sebagai orang-orang yang dipercayakan Tuhan mengelola dan merawat ciptaan-Nya,” ujarnya.

Di tengah bencana yang melanda, Pdt. Yongky mengajak jemaat untuk tidak melupakan mereka yang membutuhkan pertolongan. “Mari ulurkan tangan kita untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti Yesus datang ke bumi untuk melayani kita orang-orang berdosa agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Pdt. Yongky juga menyampaikan sapaan hangat”. ditengah bencana kita tidak mungkin merayakan natal seperti biasa, mungkin gereja pun sudah terdampak banjir dan sebagainya. Tapi kita bisa saja berkumpul di suatu tempat memuji Tuhan dan mengucap syukur ditengah-tengah bencana yang ada.

Percaya kalau kita bergantung kepada Tuhan sungguh sungguh, hidup bergantung pada Tuhan cepat atau lambat Tuhan akan memulihkan keadaan kita. Dan biarlah ditengah Bencana pun suka cita natal tetap hadir, saya percaya Tuhan akan bertindak untuk memulihkan keadaan saudara.

Mengutip nats alkitab Mazmur 23:1
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Jadi mazmur ini ditulis oleh Raja Daud ketika masih muda, Raja Daud adalah gembala jadi dia tau hubungan antara domba dan gembala. Domba di Israel saat itu sangat bergantung 100% kepada gembalanya, karena pada waktu itu Padang-padang rumput penuh dengan binatang buas, singa beruang serigala dan sebagainya

Kawanan domba yang tanpa gembala dalam waktu singkat, ia akan diterkam binatang buas dan binasa. Karena itu perlu ada gembala yang melindungi dan menjaga bahkan menuntun mereka dari padang rumput satu ke padang rumput lain, dari air satu ke air yang lain. Memberikan tempat istirahat, memberikan perlindungan, penyertaan, bahkan dikatakan ketika melewati lembah kekelaman. Artinya hal-hal yang menakutkan Tuhan tetap ada dengan gada dan tongkatnya, sehingga kawanan binatang buas tidak berani untuk menyerang kawanan domba sehingga bersama gembala kawanan domba selalu aman. “Kami sendiri di GBI kamboja depok sebagai gembala dan gembala rayon yang meliputi 19 gereja di dalam satu rayon, yaitu rayon 9,  sudah melakukan pengumpulan dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Dan Puji Tuhan dari ekstra kolekte yang kami adakan sudah terkumpul 85 juta dan sudah dikirimkan melalui departemen pelayanan masyarakat GBI. Karena mereka yang terjun langsung ke lokasi untuk membantu masyarakat masyarakat yang terdampak, dan saya percaya biarpun tidak banyak tapi apa yang bisa kami lakukan disertai dengan doa doa yang kami panjatkan itu akan sedikit atau banyak menguatkan saudara saudara kita yang terdampak,” tandasnya. Timoty

banner 300x250

Related posts

banner 468x60