Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Tegaskan Posisi Buruh Sebagai Tulang Punggung Logistik Nasional

banner 468x60

Jakarta,VictoriousNews.com-Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia. “Situasi gerakan buruh saat ini berbeda dibanding era 1990-an, ketika peringatan Hari Buruh kerap mendapat tekanan. Saat ini, buruh memperoleh pengakuan lebih luas, termasuk kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan May Day 2025 di Monas. Langkah tersebut sebagai bentuk rekognisi negara terhadap kontribusi kaum buruh dalam pembangunan. Buruh adalah mitra pemerintah dan salah satu pilar penentu kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Mugiyanto mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang kepatuhan HAM pelaku usaha. Regulasi tersebut mengatur penilaian kepatuhan perusahaan terhadap prinsip bisnis dan hak asasi manusia, termasuk mekanisme human rights due diligence. “Kebijakan ini menjadi bagian dari persyaratan Indonesia untuk bergabung secara penuh dalam OECD. Seluruh perusahaan, termasuk BUMN didorong memenuhi standar HAM sejak tahap pendirian, operasional, hingga pascaoperasi. Aspek yang dinilai mencakup upah, keselamatan kerja, hak normatif pekerja, hingga dampak lingkungan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak,” urainya.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dan Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia mendeklarasikan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia di Jalan Raya Pelabuhan Nomor 9 (Pos 9), Tanjung Priok (Jakarta Utara) pada Kamis 12 Februari 2026.

Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menegaskan posisi buruh sebagai tulang punggung logistik nasional, sekaligus menguatkan agenda kesejahteraan dan kepatuhan HAM di sektor maritim. Deklarasi digelar dalam rangka memperkokoh nilai Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia melalui konsolidasi buruh pelabuhan.

Forum tersebut juga menegaskan peran strategis pekerja pelabuhan sebagai backbone logistik nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Djusmani HI menyampaikan, pelabuhan hidup karena bakti dan pengorbanan buruh. “Pembahasan tentang pelabuhan tidak dapat dilepaskan dari peran manusia di dalamnya, yakni buruh pelabuhan. Kita menancapkan cita-cita agar pelabuhan tumbuh dan buruhnya sejahtera,” ujar Djusmani.

Ketua Umum Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia, Dodi Nurdiana menyatakan, komitmen mendukung pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia. Ia berharap wadah baru tersebut membawa manfaat nyata bagi pekerja pelabuhan di seluruh Indonesia.

Deklarasi ini dihadiri perwakilan federasi buruh transportasi, tenaga kerja bongkar muat, serikat buruh maritim, serta unsur pekerja lainnya.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menegaskan pelabuhan merupakan lokomotif ekonomi nasional. Ia menilai tidak ada negara maju tanpa pelabuhan yang kuat dan pekerja yang sejahtera. Karena itu, pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia disebut sebagai simbol konsolidasi perjuangan sektor maritim.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan tercapai tanpa sistem pelabuhan yang efisien dan tenaga kerja yang terlindungi. Ia juga mendorong pengusaha dan pengelola pelabuhan memastikan kesejahteraan buruh sebagai indikator keberhasilan perusahaan.

Dalam forum tersebut, disampaikan juga aspirasi agar tenaga kerja alih daya di sektor pelabuhan mendapat peluang menjadi pegawai organik. Gagasan itu dipandang sejalan dengan prinsip penghormatan terhadap hak dasar pekerja.

Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia diharapkan menjadi wadah perjuangan kolektif pekerja maritim. Peserta menutup kegiatan dengan seruan solidaritas, menegaskan komitmen bersama memperjuangkan kesejahteraan buruh dan penguatan sektor pelabuhan nasional. @epa_phm

banner 300x250

Related posts

banner 468x60