SURABAYA,VictoriousNews.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Timur menggelar ibadah Lepas-Lantik kepengurusan masa bakti 2021–2026 kepada pengurus baru periode 2026–2031. Acara berlangsung khidmat pada Jumat, 6 Maret 2026 di Gereja Kristus Tuhan (GKT) Nazareth, Jalan Panghela 42, Bubutan Surabaya.
Ibadah dipimpin oleh tuan rumah, Pdt. Yoel Ade Prasetyo. Sementara khotbah sekaligus prosesi lepas-lantik dipimpin Ketua Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.
Dalam pesannya, Pdt. Jack Manuputty menegaskan bahwa gereja harus terus menjaga solidaritas, mulai dari lingkup keluarga hingga kehidupan berbangsa. Menurutnya, gereja dipanggil menjadi teladan dalam mengelola kemajemukan.
“Hanya dengan kebersamaan seperti itu kita bisa menghadapi banyak tantangan,” ujarnya. Ia berharap PGIW Jawa Timur mampu menjadi role model bagi wilayah lain dalam membangun kehidupan oikumenis yang kuat.
Mengacu pada Alkitab, khususnya Filipi 2:1–4, Pdt. Jack Manuputty menekankan bahwa kebersamaan orang percaya bukan sekadar kumpulan sosial, melainkan persekutuan yang berakar pada teladan Kristus yang rela merendahkan diri hingga penyaliban. Karena itu, persatuan sejati hanya terwujud ketika setiap orang mengutamakan kepentingan sesama di atas kepentingan pribadi.
Dalam konteks gereja-gereja di Jawa Timur, semangat tersebut menjadi penting mengingat keberagaman denominasi yang berhimpun dalam PGI. Kebersamaan gereja, menurutnya, harus diwujudkan melalui aksi nyata solidaritas, termasuk dalam merespons persoalan ketidakadilan sosial, politik, maupun lingkungan.
“Gereja tidak boleh menjadi benteng eksklusif, tetapi harus hadir sebagai teladan yang peduli pada penderitaan sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang,” tegasnya.
Acara Lepas-Lantik ini dihadiri berbagai utusan sinode anggota PGIW Jawa Timur, di antaranya GAPI, GKI, GMIST, GSJA, GKA, GBI, Bethany, GKPII, GKRI, GPIB, GPKP, GKJW, GBIS, dan GKSI. Hadir pula perwakilan PGI Setempat dari Surabaya, Batu, Madiun, Nganjuk, Gresik, dan Mojokerto.
Selain unsur gereja, sejumlah tokoh pemerintah dan lintas agama turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah, jajaran DPRD Provinsi Jawa Timur, Pembimas Kristen Kementerian Agama Jawa Timur, FKUB Jawa Timur, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, hingga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.
Ketua PGIW Jawa Timur periode baru, Pdt. Natael Hermawan, menyoroti pentingnya moderasi internal di antara denominasi Kristen sebelum berbicara tentang moderasi lintas agama.
“Kita harus rukun. Ketika rukun, kita sejahtera dan bisa menjadi berkat,” ujar Natael yang juga Ketua Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Ia menegaskan bahwa kerukunan internal gereja akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya perdamaian di tengah masyarakat luas.
Sementara itu, Pembimas Kristen Kementerian Agama Jawa Timur, Luki Krispiyanto, menilai pelantikan pengurus PGIW bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan panggilan Ilahi untuk melayani gereja dan bangsa dengan kesetiaan dan integritas.
“Jabatan bukanlah simbol kuasa, melainkan sarana pengabdian,” katanya. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan pelayanan yang relevan dan transformatif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Dari unsur lintas iman, Ketua GP Ansor Jawa Timur, HM Hasan Bisri, mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk melayani semua pihak. Ia mengutip pesan tokoh nasional Wahid Hasyim tentang pentingnya menanam budaya damai, rukun, dan toleran demi masa depan bangsa.
Menutup rangkaian acara, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan pentingnya peran gereja sebagai kekuatan moral, sosial, dan spiritual yang bersinergi dengan pemerintah.
“Momentum ini sangat penting untuk memperkuat peran gereja di dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Dengan estafet kepemimpinan yang baru, PGIW Jawa Timur diharapkan terus menjadi lokomotif gerakan oikumenis di daerah ini. Di tengah tantangan kebersamaan, moderasi, dan kerukunan lintas iman, gereja-gereja di Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan solidaritas, kedamaian, dan menjadi berkat bagi masyarakat serta bangsa. SM
Berikut ini adalah Daftar Nama PENGURUS PGI WILAYAH JAWA TIMUR MASA BAKTI 2026-2031
MAJELIS PEKERJA HARIAN (MPH):
Ketua Umum : Pdt. Natael Hermawan Prianto, S.Si., MBA (GKJW)
Ketua I : Pdt. Andri Purnawan, M.TS (GKI)
Ketua II : Pdt. Samuel, SE., M.Th (GKRI)
Sekretaris Umum : Pdt. Maria Adonia Huliselan, SE., M.A (GKPII)
Wakil Sekretaris Umum : Pdt. Rully Antonius Haryanto, S.Si (Theol) M.A (GPIB)
Bendahara : Pnt. Damayanti Sadtyasari, SE (GKJW)
Wakil Bendahara : Ev.Gertruida Wongso (GKA)
Anggota : Pdt. Fenny Manopo, M.Th (GAPI)
Pdt. Dwi Santoso, S.Th (GKI)
Pdt. Yoel Ade Prasetyo, S.Th (GKT)
Pdt. Markus Indrianto, S.Th (GSJA)
Pdt. Erlangga Pramudya Dharma, SE., M.Sc (GBI)
Pdt. Evany Kansil Lungkang, S.Th (GMIST)
Pdm. Yusak Wibowo, SE., MA (GBIS)
Ev. Andreas Hasanema Giawa, M.Th (GKSI)
MAJELIS PERTIMBANGAN (MP):
Ketua : Pdt. Samuel Ch. Sitompul, M.Th., MM (HKBP)
Anggota :
Pdt. Em. Simon Filantropha, MST (GKI)
Pdt. Dr. Prihtono Tjatur Waluja, MK., M.Th (GKB)
BADANPEMERIKSA PERBENDAHARAAN (BPP):
Ketua : DR.rer.pol. Debby Ratna Daniel, AK., CAN.,CA (GKI)
Anggota : Pnt. Sienny Andries (GPIB)


















