Ibadah Giving My Best GBI REM—BPD Bangka Belitung Terima Bantuan Mobil Gran Max Ke 20

Penandatanganan kerjasama Bank BCA dengan BPH GBI : Buka Rekening Gereja Makin Mudah!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Badan Pekerja Harian Gerja Bethel Indonesia (BPH-GBI) dengan Bank Central Asia (BCA telah melakukan penandatangan kerjasama Cash Management yang bertempat di Kantor Cabang Utama PT. Bank Central Asia, Tbk,  Menara BCA, Jl. Thamrin No.1 Jakarta, Senin, (29/1/2018). Pendatanganan ini dilakukan untuk memudahkan pendeta (hamba Tuhan) maupun  jemaat yang bernaung di bawah gereja GBI dalam pembukaan rekening baru. Jika sebelumnya, pembukaan rekening bank harus atas nama pribadi (Gembala GBI). Kini, dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman ini antara BCA dan GBI, maka kendala pembukaan rekening bank atas nama Gereja Bethel Indonesia kini tidak ada lagi. Solusi yang diberikan Bank BCA ini dikenal dengan istilah “cash management” dengan diawali pembukaan rekening dan pemberian layanan untuk mempermudah transaksi perbankan.

Acara dibuka dengan doa oleh Edi Kustiawan. Kemudian dilanjutkan dengan penayangan video singkat tentang profil GBI. Diawali dengan mandat Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun kepada Ka.Biro Keuangan BPH GBI, Pdm. Henny Dondocambey maka dilakukanlah pembicaraan dengan pihak BCA KCU Kebayoran Baru, Edi Kustiawan (Kepala Kantor Cabang Utama) perihal cash management ini.

Hasilnya, dalam waktu dua minggu maka bisa dilaksanakan penanda-tangan kerja-sama ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum BPH GBI dalam sambutan singkatnya di acara penanda-tanganan naskah kerjasama. Kerjasama ini dilakukan atas dasar program Pemerintah di bidang perpajakan yaitu untuk kegiatan sosial tidak menggunakan nama pribadi pada rekening bank tetapi menggunakan nama institusi atau lembaga karena Gereja adalah bukan obyek pajak dan bukan subyek pajak, dan tidak ber-NPWP.

Para penandatangan naskah kerjasama ini masing-masing Haryono Wongsonegoro (Kepala Kantor Wilayah VIII BCA), Rusdianti Salim (Kepala Satuan Cash Management BCA). Sementara itu, pihak BPH GBI diwakili oleh Pdt. Dr. Japarlin Marbun selaku Ketua Umum BPH GBI dan Pdt. Paul R.Widjaya (Sekretaris Umum BPH GBI).

Turut hadir dan menyaksikan acara ini yaitu Susanny (Kepala Cabang KCU Thamrin), Wibisana Handoko (Kepada Pengembangan Bisnis Cabang KCU Thamrin), Th. Endang (Kepala Grup Hukum), serta sejumlah staf BCA KCU Kebayoran Baru dan KCU setempat. Sedangkan pengurus BPH GBI lainnya yang hadir yaitu Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, MTh (Bendahara Umum BPH GBI), Pdt. Naftali Untung, MTh (Sekretaris II  BPH GBI), Pdt. dr. Josafat Mesach (Pelmas), Pdm. Henny Dondocambey (Ka Biro Keuangan BPH GBI) dan Pdp. Ina Vera Tobing (Ka.Sekretariat BPH GBI.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengatakan, ada potensi sekitar 6 ribuan Gereja GBI yang akan buka rekening atas nama  Gereja, namun, sebelum kerja-sama ini tidak bisa. Bahkan, dirinya optimis jika tiap-tiap GBI bisa membuka rekening lebih dari satu. “Ini adalah berkat bagi kedua-belah pihak di masa kini dan masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pdt. Japarlin mengungkapkan, bahwa, kerjasama ini saling menguntungkan kedua-belah pihak bukan hanya spiritualitas saja, melainkan peningkatan kesra (jemaat) juga. Di bidang pendidikan, GBI memiliki ratusan sekolah dan poliklinik, hal ini tentu memerlukan manajemen keuangan. “Kerja-sama ini akan memudahkan Gereja GBI sebagai lembaga keagamaan dalam mengelola keuangan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Umum BPH GBI mengharapkan kerja-sama kelak bisa diperluas misalnya dalam bentuk penyaluran dana yang bersumber dari CSR Bank BCA kepada BPH GBI. Dana tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan sosial, pelayanan bencana alam. Saat ini terdapat sekitar tujuh ribu anggota Tagana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Disela-sela sambutannya, ia menambahkan karena GBI dinilai Pemerintah ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa, maka Presiden Jokowi mengundang Pdt. Dr. Japarlin Marbun ke Istana Negara beberapa waktu lalu. “Kami akan utus Pdm. Henny Donnocambey selaku Ka. Biro Keuangan untuk segera mensosialisasikan kerja-sama ini ke tingkat Propinsi se-Indonesia melalui BPD-BPD GBI (Badan Pekerja Daerah),” katanya.

Menurut penilaian Ketum BPH, BCA memiliki inovasi baru dalam hal ragam produk-produk layanan perbankan. Bukan hanya itu, ia optimis ke depan persembahan-persembahan gereja bisa diberikan melalui layanan digital atau mesin EDC (debit). Menurutnya, metode ini akan saling menguntungkan dan memudahkan bagi kedua-belah pihak.

Diakhir sambutannya, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengucapkan terima-kasih kepada Bank BCA, serta mengharapkan agar Bank BCA semakin maju dan mensejahterakan masyarakat Indonesia serta untuk kemuliaan nama Tuhan.

Redaksi menerima kiriman persyaratan buka rekening dari Edi Kustiawan via Whatsapp (WA) pada hari Selasa, 30 Januari 2018 sesuai dengan naskah kerja-sama di atas sebagai berikut: Pertama,  Rekening yang dibuka oleh Gembala jemaat lokal di BCA akan diberi nama “GBI xxx” sesuai dengan nama GBI jemaat lokal yang ditetapkan oleh BPD GBI atau BPH GBI. Kedua, Dokumen yang wajib diserahkan kepada BCA atas setiap permohonan pembukaan rekening di BCA adalah : A. Surat Keputusan BPD GBI atau BPH GBI tentang pengesahan jemaat lokal GBI. B. Surat Keputusan BPD GBI atau BPH GBI tentang penetapan sebagai Gembala jemaat lokal GBI. C. Surat rekomendasi pembukaan rekening oleh GBI jemaat lokal di BCA, dari BPD GBI atau BPH GBI. D. KTP Gembala. Selamat dan sukses. GT/beritabethel.com. foto: Pram/Fb Pdt.Japarlin

KUNJUNGAN KLH SITI NURBAYA KE PGI: BERSAMA-SAMA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

 

Pose bersama Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan pimpinan PGI. (foto: pgi.or.id)

Jakarta,Victoriousnews.com-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ibu Siti Nurbaya, beserta jajarannya. Dalam pertemuan kali ini, beberapa konflik masyarakat, menjadi bahan diskusi, seperti kasus TPL, dan Pulau Romang, dan lainnya. Berharap, kebijakan- keputusan, dari pihak yang mengeluarkan keputusan tetap berpihak pada kepentingan umum

“Selama ini perizinan dalam pengelolaan hutan selalu diberikan kepada korporasi, dan rakyat terpinggirkan”, demikian Dr Ir Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, mengawali percakapan antara Menteri LHK betsama jajarannya dengan MPH-PGI dalam kunjungannya ke Grha Oikoumene PGI, Kamis 18/1 2018.

Menteri yang didampingi oleh Sekjen KLHK, Dirjen PPI, Dirjen PSLB3 juga menjelaskan bahwa pada 30 Desember 2016 lalu Presiden Jokowi sudah mencanangkan Perhutanan Sosial, di mana pengelolaan hutan juga diberikan kepada masyarakat adat. Sebagai langkah awal, Presiden telah meredistribusi hutan negara kepada masyarakat adat. “Harus ada keseimbangan antara korporasi dengan rakyat, demi membangun produktivitas masyarakat. Bahkan Presiden berpesan agar masyarakat didahulukan”, sambungnya.

Menteri sangat mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh PGI dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat ini, termasuk dalam mempercepat proses pengelolaan Perhutanan Sosial ini. Sebelumnya PGI menayangkan video singkat berisikan advokasi PGI tentang lingkungan hidup dan perjuangan masyarakat adat atas hak-haknya.

Sekum PGI, Pdt Gomar Gultom, pada kesempatan ini menyampaikan betapa masih banyaknya konflik agraria berhubung pengelolaan tata ruang yang tak adil selama ini. “Kami cukup banyak menerima pengaduan dari masyarakat seperti masyarakat dari Pulau Romang di Maluku, sebelas kelompok masyarakat adat dari Tanah Batak, kelompok masyarakat dari Tulangbawang, Lampung, masyarakat Kalumpang di Sulawesi Barat, dan masyarakat Dayak terkait dengan sertifikasi dll”, kata Gomar.

Gomar juga memaparkan langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan oleh PGI terkait Perhutanan Sosial, dalam kerjasama dengan KLHK. Selain mempersiapkan demplot sebagai pilot projek di tiga sinode gereja, PGI juga baru menyelesaikan penyusunan Modul Pelatihan bagi Pelayan Gereja dalam rangka Perhutanan Sosial.

Terkait dengan redistribusi tanah dan perhutanan sosial ini, Menteri sempat menyampaikan hambatan yang muncul. “Proses-proses politik lokal bisa saja menjadi penghalang. UU Kehutanan menyebutkan bahwa hutaj bisa diserahkan kepada masyarakat jika sudah ada perdanya.”, kata Menteri.

Menteri memberikan contoh bahwa Presiden telah mengeluarkan 5172 ha dari konsesi TPL dan menyerahkannya kepada masyarakat Sipituhuta di Humbang Habinsaran di akhir 2016 lalu, namun hingga kini Bupati dan DPRDnya belum juga mengeluarkan Perdanya.

Dalam kaitan ini Sekum PGI mengatakan bahwa salah satu upaya PGI adalah mendorong gereja-gereja untuk ikut menghimbau para anggota DPRD lebih perduli mengenai hal ini agar sejalan dengan policy pemerintah pusat yang sudah baik ini.

Selain membahas masalah perhutanan sosial ini, percakapan juga menyoroti perlunya kesadaran akan keselamatan lingkungan dan pengelolaan sampah. Ketum PGI mengungkapkan bahwa PGI sudah hampir 8 tahun memgkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dan tissu. “Kami mendorong gereja-gereja untuk mengurangi penggunaan minuman kemasan plastik. Kami juga mewajibkannsemua staf untuk selalu membawa tumbler dan saputangan,” kata Ibu Henriette.

Pada kesempatan tersebut, Ketum PGI, Pdt Henriette Lebang, menyerahkan beberapa buku terbitan PGI terkait dengan masalah lingkungan hidup dan pengelolaan hutan sosial, antara lain “Kebijakan Gereja-gereja tentang Konflik Agraria dan Degradasi Lingkungan”. Juga diserahkan buku “Gereja Sahabat Alam”, sebuah panduan praktis bagi warga gereja untuk ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi yang terancam kiamat ekologis. Ketum PGI juga menyerahkan “Modul Pelatihan bagi Pelayan Gereja dalam Pengelolaan Hutan Sosial”

Dr. Imam Prasodjo yang ikut mendampingi Menteri menyebutkan peran strategis para tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat akan isu lingkungan hidup ini. Dan dalam hal ini beliau melihat peran strategis gereja. Sementara Dr. Sarwono Kusumaatmadja yang juga turut serta menyatakan apresiasinya atas upaya-upaya yang dilakukan oleh PGI. margianto/pgi.or.id

Narwastu Berikan Award Kepada ‘21 Tokoh Kristiani 2017’ Sebagai Pemimpin Inspirator & Motivator

21 Tokoh Kristiani 2017 versi Majalah Narwastu

Jakarta, Victoriousnews.com,-Setiap tahun, majalah Narwastu yang dipimpin oleh Jonro I Munthe, S.Sos tak pernah absen dalam menjaring serta memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Kristiani yang dinilai mampu menjadi inspirator dan motivator bagi umat Kristiani dan masyarakat umum. “Mereka kami nilai sosok pelayan yang mampu menginspirasi dan mampu memotivasi sesuai dengan profesi atau pelayanannya. Misalnya, ada yang aktif di organisasi gerejawi, sosial, politik, hukum, HAM, kepala daerah, aktif di bidang kemasyarakatan, ekonomi, budaya dan pendidikan, dan itu cukup menarik dicermati dan direkam. Dari situlah kami lihat sepanjang tahun 2017 ini ada muncul sejumlah figur pejuang (Baca: tokoh) yang bersentuhan dengan berbagai peristiwa menarik di tengah gereja, masyarakat dan bangsa ini,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu, Jonro I Munthe, dalam keterangan tertulis, terkait penganugerahan tokoh Kristiani 2017, Kamis (18/1/2018).

Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemred Narwastu) ketika menyampaikan kata sambutan

                Menurutnya, ada tiga kriteria yang media tersebut tetapkan untuk memilih tokoh yang dinilai layak menjadi Tokoh Kristiani 2017. Pertama, populer dalam arti yang positif di bidangnya masing-masing. Kedua, peduli pada persoalan gereja, masyarakat dan nasional. Ketiga, tokoh tersebut kerap jadi perbincangan dan muncul di media massa, baik karena pemikiran yang inovatif, aktivitas maupun ide-ide kontroversialnya. “Tokoh tersebut harus menjadi inspirator dan motivator di tengah jemaat atau masyarakat. Bagi tim Narwastu, tak mudah untuk memilih seseorang agar jadi ‘tokoh Kristiani’. Lantaran kiprahnya harus kami ikuti pula lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati track record-nya. Pada akhir 2017 ini, kami pilih lagi “21 Tokoh Kristiani 2017.” Seperti tahun lalu, ada berlatarbelakang advokat, politisi, jenderal, tokoh lintas agama, pengusaha, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, jurnalis, pimpinan ormas, dan aktivis LSM,” papar  alumni IISIP Jakarta, dan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator pada 2009 dari Majelis Pers Indonesia (MPI)”.

                Dari hasil seleksi tim Narwastu, sejak awal September 2017 dari 100 nama yang dipilih, ada 21 tokoh yang ditetapkan menginspiratif dan menjadi motivator dalam bidang masing-masing yakni: (1) Prof. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen Protestan Kemenag RI) (2) Drs. Steven Kandouw (Wakil Gubernur Sulawesi Utara), (3) Dr. Ayub Titu Eki (Bupati Kabupaten Kupang, NTT), (4) dr. Gilbert Simanjuntak (Dokter Mata dari UKI, Jakarta), (5) Dennis Firmansjah, M.M. (Konsultan Bisnis/Profesional) (6) Piter Siringoringo, S.H. (Advokat Senior), (7) Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (Ketua Rapat Pendeta Sinode HKBP), (8) Laksma TNI (Purn.) Paruntungan Girsang, M.Sc (Mantan Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut), (9) Dr. dr. Ampera Mattipanna (Dokter dari Makassar), (10) Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min (Rohaniwan), (11) Pdt. R.T. Lukas Kacaribu, S.Sos, M.M., S.H., M.H. (Ketua DPD API Jawa Barat), (12) Pdt. M. Tomana, M.Th (Ketua Sinode Gereja Sahabat di Indonesia), (13) Pdt. Gunawan Iskandar, S.E., M.M. (Rohaniwan dari Singapura), (14) Jemmy Mongan (Aktivis Kemanusiaan), (15) Pdt. William Wairata (Direktur LPMI), (16) Ir. Fajar Seto Hardono, M.M. (Wakil Ketua Umum BKPAK(, (17) Esra Manurung (Motivator dan Konsultan Keuangan), (18) dr. Aris Tambing, MARS (Direktur Rumah Sakit Jiwa Grogol), (19) Heben Heser Ginting, S.E., AM.d (Mantan Calon Bupati Tanah Karo, Sumut), (20) Pdt. Halomoan Simanjuntak, S.Th (Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumatera Selatan) dan (21) Jefri Kadang (Aktivis gereja dari Bandung).

“Inilah hadiah Natal terindah atau apresiasi dari Narwastu sebagai insan media kepada Bapak/Ibu dan saudara. Bapak/Ibu dan saudara selama ini kami nilai pula telah ikut membentuk karakter bangsa ini, selain bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Dan pemberian penghargaan kepada 21 Tokoh Kristiani 2017 ini dari Penasihat dan Pimpinan Majalah NARWASTU sudah diadakan pada 12 Januari 2018 di Gedung LPMI Menteng, Jakarta Pusat. Dan dihadiri para tokoh yang terpilih, serta diawali dengan kebaktian Natal dan doa syukur memasuki Tahun Baru 2018 Pdt. Dr. Nus Reimas,” pungkas Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu, Jonro I. Munthe, S.Sos kepada pers. Margianto/foto: JM

PESAN PEBULU TANGKIS INDONESIA, EV.IMELDA WIGUNA KEPADA KAUM DEBORAH GBI REM KELAPAGADING: TUHAN TAK PERNAH GAGAL!

Ev. Imelda Wiguna ketika menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah Deborah GBI REM Kelapagading, Senin, (15/1)

Jakarta, Victoriousnews.com,- “Tuhan Tak Pernah Gagal. Apa yang Tuhan rancangkan untuk kita tidak pernah gagal. 2018 adalah tahun kepastian!. Roh Kudus dan firmanNya tidak akan pernah meninggalkan kita,” ujar Evangelist Imelda Wiguna ketika menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah wanita Deborah Women Fellowship di GBI REM Kelapagading, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapagading-Jakarta Utara, Senin, (15/1) siang.

Pemain bulutangkis Indonesia era tahun 70 s/d 80-an ini mengupas tema “Tuhan Tak Pernah Gagal” yang mengambil nats Alkitab dari kitab Yeremia 29:11. ‘Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan’. “Firman Tuhan tidak pernah berubah, dahulu sampai sekarang. Oleh karena itu berpeganglah kepada janji Tuhan. Seringkali Tuhan izinkan masalah datang dalam kehidupan kita. Namun lewat masalah itu seharus justru membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Sebab, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menjawab doa kita dan meluputkan kita dari segala persoalan. Tuhan itu baik, tak ada rencana Tuhan yang jahat,” tutur wanita kelahiran Slawi, Jawa Tengah, 12 Oktober 1951.

Menurut mengajak kaum wanita Deborah Kelapagading yang dipimpin oleh Ibu Lenty Dewanto, agar mempergunakan lidah/mulut kita untuk memuji nama Tuhan. “Firman Tuhan katakan, perkataan lidah itu dashyat (Yakobus 3:5-9). “Oleh karena itu, Ibu-ibu mari kita gunakan lidah kita untuk memuji Tuhan, jangan ngomongin hal-hal yang negatif dan yang tidak berkenan kepada Tuhan,” tukas peraih gelar juara ganda putri dan ganda campuran All England 1979 ini. Seusai penyampaian firman Tuhan, Ev. Imelda Wiguna didaulat untuk mendoakan jemaat Deborah kelapagading (Ibu Jini Supit) yang berulang tahun beberapa waktu lalu.

Usai Ibadah Kaum Deborah foto bersama Ev. Imelda Wiguna

Bagi kaum wanita yang rindu untuk mengalami lawatan Tuhan, dimenangkan dari segala pergumulan keluarga, mari bergabung bersama dalam ibadah kaum Deborah di Kelapagading setiap hari Senin pukul 11.00 Wib. Rike/foto: Yes

GBI REM BERIKAN BANTUAN MOBIL GRAN MAX KE 19 KEPADA BPD GBI JAMBI BENGKULU

Bantuan kunci (simbolis) mobil Gran Max diserahkan oleh Bapak Afu Suryadiwijaya (YMGS GBI REM Apt.Robinson kepada Pdt. Ir. Andi Sibarani (Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu)

Jakarta, Victoriousnews.com,– “Tahun 2018 ini kita harus memiliki iman yang kokoh. Tuhan Yesus tidak akan membiarkan orang percaya, sesuai dengan nats Yesaya 41:10. Saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Oleh karenanya, setiap orang percaya jangan mudah putus asa dalam menjalani kehidupan ini. Karena Tuhan senantiasa menyertai sampai kepada akhir zaman. “Jangan ragu-ragu dan takut, perbuatlah yang terbaik untuk Tuhan,”  tutur Pdt.Abraham Conrad Supit ketika menyampaikan firman Tuhan dalam Ibadah Giving My Best (GMB) GBI Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM), Rabu (10/1/18) di Hotel Ciputra lantai  dasar Ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat.

 “Beranikah kita menerima dan menangkap visi dari Tuhan? Kita adalah orang-orang yang diberkati Tuhan. Jangan pernah takut menerima visi dari Tuhan. Setelah itu kita harus fokus dengan visi yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita” ~Pdt. Abraham Conrad Supit~

Gembala Sidang GBI REM dalam kotbahnya mengangkat tema “Orang-Orang Yang Diberkati”— mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Lukas 6:38, ‘Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.’

Pdt. Conrad Supit juga menantang jemaat yang hadir agar berani menangkap visi dari Tuhan. “Beranikah kita menerima dan menangkap visi dari Tuhan? Kita adalah orang-orang yang diberkati Tuhan. Jangan pernah takut menerima visi dari Tuhan. Setelah itu kita harus fokus dengan visi yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita. Misalnya, Tuhan memberikan visi agar kita memberi bantuan kepada gereja-gereja demi memenangkan jiwa-jiwa di daerah. Ya kita kita harus laksanakan visi tersebut, sebab firman Tuhan katakan lebih baik memberi daripada menerima. Kita juga harus memberi dengan sukacita dan kerelaan, bukan dengan duka dan paksa (2 Kor 9:7),” tukas Ps. Conrad sembari menyitir sejumlah ayat seperti: Ibrani 6:13, Ibrani 13:8, I Korintus 10:13, Pengkotbah 3:11, Filipi 4:13, Roma 5:5, Galatia 3:17, Mazmur 4:1, Ayub 42:2, 2 Korintus 9:6-8.

Dalam momen tersebut, pujian & penyembahan dilayani oleh tim praise and worship yang dipimpin oleh Bapak Benny Siahaan dan Ibu Grace sebagai worship leader. GMB bulan Januari 2018 ini juga dihadiri oleh tamu-tamu penting dari GBI, diantaranya adalah: Pdt. Tirzan (mewakili MP GBI), Pdt. Kiki Tjahyadi (Ketua BPD DKI Jakarta) dan Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th (Sekretaris BPD GBI Jambi-Bengkulu).

Pdt. Abraham Conrad Supit (tengah) diapit oleh Pdt. Tirzan, Pdt. Kiki Tjahyadi, Pdt. Andi Sibarani

Setelah pemberitaan firman Tuhan, GBI REM tetap konsisten memberikan bantuan untuk menunjang pelayanan, baik secara internal maupun eksternal. Pada kesempatan tersebut, bantuan kendaraan (secara simbolis kunci mobil Daihatsu Gran Max) diserahkan oleh Ps. Afu Suryawidjaya (YMGS GBI REM Apartemen Robinson) kepada Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th, menggantikan Ketua BPD GBI Jambi, Pdt. Elby Utardi yang berhalangan hadir. “Dengan mengucap syukur kepada Bapa Surgawi, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GBI REM yang digembalakan Bapak Pdt. Abraham Conrad Supit. Kami bukan hanya menerima mobil, tetapi juga spirit giving my best dan siap menjadi saluran berkat. Mobil operasional memang sangat kami butuhkan, karena wilayah kerja kami ada di 2 Propinsi yang cukup luas. Dengan adanya mobil ini tentunya kita bisa lebih maksimal untuk menjangkau dan melayani jemaat lokal yang ada dalam wadah BPD. Maju terus memberi yang terbaik melayani Tuhan dalam kasih karuniaNya. GBI Mantap!,” Demikian dikatakan oleh Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th ketika dihubungi Victorious seusai menerima simbolis kunci bantuan mobil Daihatsu Gran Max.

Pose para penerima bantuan dari GBI REM

 Selain itu, MP BPH GBI menerima bantuan dana untuk kegiatan operasional pelayanan sebesar Rp. 200.000.000 dengan penyerahan perdana (pertama) sebesar Rp. 10.000.000,- dan diterima oleh Pdt. Tirzan sebagai perwakilan MP BPH GBI. Selanjutnya Ketua BPD DKI Jakarta (Pdt. Kiki Tjahyadi) menerima dana operasional pelayanan sebesar Rp. 200.000.000,- dan penyerahan dana perdana (pertama) sebesar Rp. 10.000.000,- margianto

Sepenggal Kisah Pelayanan Hamba Tuhan Kepada Orang Rimba Di Pedalaman Jambi

Jambi, Victoriousnews.com-Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19-20). Kutipan ayat Amanat Agung inilah yang mendasari setiap hamba Tuhan maupun institusi gereja dalam melakukan pelayanan misi dan memenangkan banyak jiwa demi kemuliaan nama Tuhan.

 Amanat Agung itu demikian pentingnya. Bukan saja karena merupakan misi utama semua gereja, tetapi juga karena gereja-gereja baru akan terbentuk apabila ada orang-orang yang taat melaksanakan Amanat Agung tersebut. Tanpa Amanat Agung tidak akan ada gereja-gereja lokal.

Kondisi jalanan menuju pedalaman Jambi

Visi memenangkan jiwa dengan menjangkau suku terabaikan, orang rimba di pedalaman Jambi ini juga telah dilakukan oleh Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD-GBI) Jambi-Bengkulu. “Kita punya satu jemaat cabang pelyanan untuk suku terabaikan, yaitu suku anak dalam atau orang rimba di Kab. Sarolangun Jambi. Ada 30-an kepala keluarga yang sudah kita layani dan fasilitasi rumah tinggal. Kemudian anak-anak muda (pemudanya) kita latih Sekolah Misi Terpadu di kota Jambi. Apakah GBI REM mau terlibat? Jika terbeban untuk melakukan pelayanan bersama, maka kami sambut dengan terbuka,” tukas Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu, Pdt. Ir. Andi M Sibarani, M.Th menceritakan kepada Victorious.

Pdt. Ir. Andi M.Sibarani, M.Th (Sekretaris BPD GBI Jambi Bengkulu): “Kami Telah Memenangkan Suku Anak Dalam & Membangun Rumah Tinggal Yang Layak”  

Tim BPD Jambi Bengkulu membangun tempat tinggal bagi 34 KK Suku Anak Dalam Jambi

Tim Sekolah Terpadu Siap jangkau jiwa

Sebagai hamba Tuhan yang terbeban dalam melayani jemaat di Pedalaman terpencil, Pdt. Sibarani, berharap mendapatkan dukungan doa dari hamba-hamba Tuhan dan jemaat di kota, khususnya di DKI Jakarta. “Kami melakukan pelayanan holistik Pak. Suku anak dalam ini nomaden di hutan. Tapi Puji Tuhan, mereka sudah mau kita layani. Ada PAUD khusus juga agar anaknya bisa belajar. Kebanyakan mereka (suku anak dalam,-red) butuh kail untuk kehidupan mereka. Artinya, mereka butuh pelatihan ketrampilan pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Mereka punya hutan tetapi tidak punya lahan. Saat ini hutan-hutan di sana sudah konversi kebun.Sehingga mata pencaharian makin menipis dari berburu, sementara mereka tidak punya keahlian lain. Kami juga berharap dukungan untuk membangun rumah untuk 34 unit/KK suku anak dalam komunitas GBI Pematang Kulim. Saat ini sudah mencapai tahap penyelesaian akhir (sudah hampir selesai). Kita beli lahan dan mendampingi mereka ke pemerintah. Sehingga di lahan tersebut dibangun perumahan. Sekarang pergumulannya adalah mengenai  pemberdayaan ekonominya,” papar Pdt. Sibarani. Margianto

Maqdalene Kawotjo: The Real Love Adalah Mengimplementasikan Kasih Kepada Sesama

Maqdelene Kawotjo ketika menyampaikan firman Tuhan dalam Natal Pemuridan

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perayaan Natal Pemuridan ” The Real Love” tampak meriah di Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries, Apartemen Robinson, Jakarta Barat, Sabtu (06/01/18). Hal ini terlihat dari puluhan murid dan undangan yang mengikuti perayaan sejak pukul 10.30 WIB. Meski masih suasana tahun baru namun pada sabtu tersebut, semangat para murid dan undangan untuk beribadah tak pernah surut. Para murid dan undangan datang dan bersosialisasi antar kelas sebelum acara.

Pose bersama setelah perayaan Natal

Dengan semangat natal yang luar biasa dalam merayakan kelahiran Tuhan Yesus ke dunia, pujian dilanjutkan dengan lagu natal seperti: Hai mari berhimpun, dari pulau dan benua, dan lagu-lagu pujian lainnya. Pujian yang luar biasa yang dibawakan oleh Bro Tommy dan para singernya sis Elisa dan sis Esther. Pemusik pun merupakan dari kalangan murid sendiri yaitu dari The Cramers.

Firman Tuhan dengan tema “The Real Love” ini disampaikan oleh IBu Maqdalene Kawotjo. Maqdalene memulai Firman Tuhan dengan mengatakan bahwa kita memasuki tahun baru, zona baru dan berkat baru sedang menanti kita. Kita harus ‘let go’- hal-hal yang menghalangi kita dalam mendapatkan berkat baru, anggur baru. Beliau bertanya kepada para murid dan undangan yang hadir apa arti dari natal, baginya natal, semuanya tentang sacrifice atau tentang pengorbanan. Dia yang memiliki segalanya, Dia menebus kita yang telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita seperti yang tertulis di Efesus 2:5. Cinta Tuhan begitu luar biasa, kasih yang butuh Sacrifice yaitu DiriNya sendiri. His Glory comes on earth for us.

Maqdalene menjelaskan, ayat Yoh 3:16 dalam alkitab terjemahan New King James Version tertulis “ For God so loved the world that He gave His only begotten Son that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life.”. Ditekankan oleh bu Maqdalene bahwa For God so loved the world that He gave His only begotten Son. Real Love, you can only find in Jesus because he Sacrifice. Bahwa begitu besarnya cinta Tuhan pada kita, Tuhan berikan AnakNya yang tunggal. Kasih sejati hanya bisa kita temukan pada Yesus karena Ia berkorban. Tidak ada seorang pun di dunia yang rela mati untuk manusia yang sebegitu jahatnya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Abraham Conrad Supit berjabat tangan dengan pendiri KCC, Maqdalene Kawotjo

Manusia ketika jatuh ke dalam dosa, manusia mencari kasih. Tuhan masih memberikan koneksi kita kepada Tuhan melalui doa. Manusia terlalu jatuh ke dalam dosa sehingga mereka tidak lagi menemukan kasih yang sesungguhnya. Kasih sesungguhnya ada dalam diri Yesus. Apalagi jemaat-jaemaat hanya datang tiap minggu ke gereja namun tidak berdoa, tidak menemukan wajah Kristus. Hanya menjadikan Tuhan sebagai dasar sekedar bergereja. Manusia mencari kasih dari lawan jenis. “Kriteria pria/wanita ini memenuhi kebutuhan saya.” atau “Yang saya cari dari seorang pria/wanita.” Kata-kata seperti ini pun sudah tidak asing lagi terdengar. Ketika kamu berpikir demikian, bahwa mereka bisa memenuhi rasa kosong dalam hatimu, kamu sedang menyedot orang tersebut. Manusia saling menyedot untuk memenuhi kekosongan pribadi masing-masing sehingga lama-kelamaan akan terkuras.

Pada kesempatan tersebut, Maqdalene Kawotjo memberi kesaksian bahwa bertahun-tahun ia mengejar kasih. Beliau anak seorang pendeta, mengajar gereja anak, berdoa pagi-pagi, mengendarai mobil LT100 untuk menjemput jemaat-jemaat di wiayah-wilayah. Sejak dini, ia sudah di rumah Tuhan dan ia tidak suka hal tersebut. Akhirnya ia mencari sesuatu yang berbeda, kehidupan yang penuh kasih itu seperti apa, ia kabur dari rumah. meski dalam pelariannya, Tuhan masih menjaga dalam tanganNya. Ia ketemu lagi hamba-hamba Tuhan, sekolah alkitab. . Ia menyadari bahwa ia suka dalam hadirat Tuhan. Ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan.Tuhan telah merencanakan hidupnya untuk hal yang baik. Ia sekolah alkitab di Korea dan Amerika hanya dengan modal dengkul yaitu berlutut dan berdoa. Ketika di Amerika, ia bertemu dengan seorang pria yang meminangnya. Ketika mereka merencanakan untuk pernikahan. Mereka sudah mencari cincin, rumah yang akan ditempati, rupanya Tuhan mempunyai rencana yang berbeda. Tuhan memintanya untuk melayani bangsa Indonesia, melayani Dia sepenuhnya lewat pemuridan.

Ketika kita melepaskan sesuatu yang berharga dalam diri kita, kita akan merasa kehilangan. Memberi tanpa rasa kehilangan, itu hal yang biasa saja. Memberi dengan rasa kehilangan, itu yang membekas di hati Tuhan karena Tuhan juga berkorban. Tuhan tahu rasanya pengorbanan tersebut. Di saat kita mencintai Tuhan melebihi segalanya, itu lebih gampang untuk kita untuk merelakan segalanya. Ketika bu Maq pulang ke Indonesia, ia kehilangan segalanya, ia memulai hidupnya di kontrakan yang sempit dan kecil. Tuhan memintanya untuk menulis buku yang akhirnya menjadi best seller, 9 tahun berturut-turur, “Berhasil karena Iman”.

                                                                                    

Saat Tuhan mau mengoyakkan kita, di zona baru, saatnya kita masuk ke zona tersebut dengan caranya Tuhan. It’s not about me, not about us, it’s about God power, Jesus in us. Apa yang Tuhan harapkan dari kita bagi generasi ini. Tuhan mau kuasa kebangkitanNya tidak disia-siakan. Ada zona lama yang harus kita relakan. Zona lama yang menghalangi apa yang Tuhan ingin capai dalam hidup kita. Selalu ada first step, langkah pertama dalam hidup kita. Sebelum Abraham menyerahkan Ishak, Abraham menyerahkan Ismail. Ismail merupakan darah dagingnya, Abraham harus let go Ismail. Apa Ismail dan Ishak dalam hati kita? Ketika Tuhan meminta, jangan katakan “jangan yang ini Tuhan, jangan pekerjaan saya, saya tidak bisa hidup tanpa ini.” Jangan pertahankan apa yang Tuhan minta, namun kita harus bersedia berada dalam rencana Tuhan. Berada dalam HadiratNya sangat nikmat sekali. You never know the addiction of His present, to be emerged in God’s Love. Kita tidak akan bisa mengerti The Real Love jika kita tidak mau sacrifice, berkorban.

Tanpa pengorbanan, kita tidak bisa merepresentasikan the Christ Kingdom, kerajaan Kristus. Hidup adalah tentang pengorbanan, ada hal-hal yang harus kita relakan. Ketika kita hidup dalam kedagingan, kita tidak bisa menjadi muridNya. Syarat murid tertuang dalam Mat 16:24-26 yaitu menyangkal diri dan memikul salib. Ayat ini begitu terkenal namun sangat sulit untuk mengaplikasikannya. If you want to follow Me, you die for Me. Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? – Yoh 6:60b. Mari kita mengevaluasi diri sekaligus merubah apa yang selama ini kita pegang dan masuk ke dalam rencana Tuhan. Dian Rose

SUKACITA NATAL DI DESA: Pdt. Elrik Simanjuntak Ajak Jemaat Menjadi Terang Di Sekeliling Kita

Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th saat menyampaikan firman Tuhan

Kapuas-Kalteng, Victoriousnews.com,- Tepatnya Kamis 28/12/2017 yang lalu, diadakan ibadah Natal Gabungan GBI Manyahi dan Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ini merupakan perayaan Natal yang mengharukan, karena yang hadir dalam ibadah hampir 75 % umat yang belum mengenal Tuhan.

Meskipun acara perayaan natal diadakan di desa Lamunti (kampung di pinggir sungai) dengan memasang tenda, tetapi tidak mengurangi semangat mereka untuk mengikuti ibadah. Terbukti yang hadir dalam ibadah tersebut lebih dari 100 orang.

Diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh salah satu hamba Tuhan undangan dari desa Seikapar dilanjutkan dengan pujian Natal yang dipimpin oleh Ibu gembala setempat (Ibu Aryanti) dan pemain musik keyboard Sdr. Dandi.  Acara ini diselingi dengan pujian dari anak sekolah minggu dan paduan suara gabungan dari GBI Manyahi & Lamunti.

Jemaat desa antusias rayakan natal bersama

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Elrik Simanjuntak mengangkat tema: “Terangi Sekelilingmu” yang diambil dalam kitab Yesaya 60:1-2. “Dalam dunia yang gelap karena karena dosa kita diharapkan menjadi terang yang bercahaya untuk dapat membawa orang kembali datang kepada Tuhan. Dimana Yesus telah terlebih dahulu membawa kita keluar dari kegelapan, itulah sebabnya IA lahir ke dunia dan berbaur dengan manusia dan menjadi sama dengan manusia dengan tujuan supaya manusia tidak binasa,” tutur Pdt.Elrik dalam kotbahnya.

Menurut Pdt. Elrik, ada beberapa penghalang yang tidak dapat menerangi sekeliling kita adalah. Pertama, mata rohani yang buta (Lukas 11:34). Dimana sekarang orang lebih condong kepada perkara daging dari pada Tuhan. Oleh sebab itu perlu pembaharuan budi (Roma 12:2) dengan cara koreksi diri dan tidak terburu-buru menyalahkan orang serta membuka kembali pikiran kita dan lakukan bersama-sama dan berjuang bersama-sama dan bukan sendirian. Kedua, bisa menjadi terang bagi sekeliling kita dengan menjadi teladan di dalam segala hal (Fil 2:6-10). Sehingga orang akan melihat Kristus di dalam diri kita sehingga mereka percaya dan memuliakan Tuhan. Ketiga, Kita bisa menjadi terang bagi sekeliling kita jikalau kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan lewat mengikut Yesus 1 Petrus 2:21-23. Keempat, praktikkan perbuatan kasih kepada semua kepada semua orang lewat mengikuti jejak Yesus 1 Petrus 2:21-23, 1 Timotius 5:16.

Setelah Firman Tuhan disampaikan dilanjutkan dengan paduan suara dari GBI Seikapar dan kata sambutan dari yang mewakili Kepala Desa setempat yang disampaikan oleh Bapak Hardelen yang sangat mendukung acara natal dan memotivasi untuk saling menghargai, menghormati walau berbeda suku kita adalah satu.

kesaksian pujian anak sekolah minggu

Doa berkat dipimpin oleh Gembala Sidang setempat Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th dan Selanjutnya Bapak dan ibu gembala memberikan bingkisan sederhana berupa Ikat pinggang, botol minum dan jam tangan kepada jemaat yang pertama kali hadir yaitu Bapak Leri beserta dengan istri dan cucu. Serta 3 anak sekolah minggu yang aktif berprestasi di kelas berupa tas sekolah. Sebelum doa berkat disampaikan semua yang hadir tanpa terkecuali dengan sukacita saling berjabatan tangan dan menerima sovenir minyak angin tanpa terkecuali. Diakhiri dengan jamuan makan bersama. (Aryanti)

Manfaat Rumput Pada Suka Atau Rumput Berkat Untuk Pengobatan Kanker

 

Rumput padasuka/rumput berkat

VICTORIOUSNEWS.COM,- Rumput pada suka? Mendengar nama rumput ini, bagi sebagian orang mungkin masih terasa asing. Sebab rumput ini tidak tumbuh liar seperti rumput pada umumnya. Kenapa diberinama rumput pada suka atau rumput berkat? Seperti dikutip dalam http://rumputpadasuka.blogspot.co.id/, nama tanaman yang memiliki nama lain MURDANNIA BRACTEATA, KWAN IM, LIDAH NAGA, PAN KI LIAN, PANDAN JAMBI, PEKING CAY-YAA PAK KING atau Rumput Pada Suka. Lain daerah lain sebutannya, nama terakhir yang diberikan oleh penulis blog tersebut ketika bekerja di toko kertas PADA SUKA.

Rumput ini tumbuh seperti tumbuh beranak tidak berumbi, daunnya tersusun tangga segi lima berwarna hijau berbentuk lonjong panjang, berujung lancip, permukaan polos, punggungnya bertekstur garis halus tidak berbulu, panjang kurang lebih 20cm, lebarnya 2cm, dan tebalnya 0,01cm. Rumput Pada Suka ini di tanam secara stek kurang lebih 60 hari akan bertunas segi lima yang mengelilingi induknya. Bunganya tumbuh tersendiri dari samping induk, tidak dari ketiak daun, tangkai bunganya tinggi kurang lebih 20cm, berdaun 2-3 lembar, 1 tangkai bunga ada 1-2 buah kepala bunga, kepala bunga seperti kepala ular cobra mengancam, di bagian kepala ini terdapat biji kurang lebih 10 pasang, daun bunganya terletak di mulut berwarna ungu, sepanjang malam hari sampai hari mengeluarkan lendir bening, bunga mulai mekar pada pukul 07.00 dan menutup kembali pukul 11.00. Apabila bulir biji pertama sudah menguning, potong tangkai bunga untuk dikeringkan.

  1. Cara Menanam

-. Memakai pupuk kandang, cukup air, dan sinar matahari

-. Apabila dalam 1 induk terdapat 5 anak cabang, pisahkan anak-anaknya untuk stek

-. Menanam di dalam pot / kaleng plastik sebaiknya tutup lubang bagian bawah, buat lubang dari samping kurang lebih 10 cm dari dasar pot, Media tanam kurang lebih 20 cm.

Penyakit yang dapat disembuhkan berdasarkan dari pengalaman

-. Kanker Payudara

-. Kanker Darah

-. Kanker Rahim

-. Kanker Hati

-. Kanker Paru-Paru

-. Kanker Hidung

-. Tumor Payudara

-. Tumor Rahim

-. Sariawan

-. Cacar Air

-. Jerawat

-. Gusi Bengkak

-. Amandel

-. Batuk

-. Kesemutan

  1. Pengalaman

-. Tahun 2006-2008. 2 Orang Ibu berusia 58 dan 42 tahun, kasus Tumor Rahim seharusnya di operasi tetapi setelah makan rumput Pada Suka 15 hari kemudian tumornya kempes dan hilang

-. Tahun 2014. Seorang gadis dan seorang Ibu yang berusia 42 tahun, kasus kanker Payudara, sesudah makan rumput ini 7 hari kemudian saat di rontgen kankernya hilang. 2 anak perempuan 2 tahun dan 4 tahun, kasus Kanker ganas dan Tumor ganas, 3 bulan sembuh

CARA KONSUMSI RUMPUT PADASUKA

  1. KANKER – TUMOR – LEUKIMIA – BENJOLAN DI PAYUDARA / LEHER – JERAWAT – CACAR – AMANDEL

Bahan : Kurang lebih 15 lembar Rumput Pada Suka dengan tangkainya

Cara : Di makan mentah/ di blender, dosis sekali makan

Aturan : Pagi – siang – malam, 1 jam sebelum makan

Proses : Kemungkinan akan terjadi pendarahan seperti haid. Apabila banyak mengeluarkan darah, otomatis kondisi menjadi lemah harus segera di bawa ke rumah sakit untuk infus / tambah darah ( kasus Kanker / Tumor Rahim)

  1. BATUK – GUSI BENGKAK – SARIAWAN – RADANG TENGGOROKAN

Bahan : Kurang lebih 25 lembar Rumput Pada Suka dengan tangkainya (30 gram)

Cara :

-. Rumput dan tangkainya di potong – potong kurang lebih 3cm, di tambah 2 gelas air

-. Di rebus dengan panci tertutup dan api kecil dengan sisa 1 gelas

-. Di saring langsung di minum 1 jam sebelum makan, dosis untuk sekali minum

-. Anak – anak : 3 x 1/2 gelas ; Dewasa : 3 x 1 gelas

Aturan : Pagi – siang – malam, 1-3 hari

Pantangan : Makanan yang bersifat panas seperti gorengan

Perhatian : Tidak boleh merebus dengan panci alumunium

Pesan : 1 minggu sekali minum untuk kesehatan keluarga, BerDoa selalu dan BerBuat Baik

2.KANKER PARU – PARU

Bahan : Kurang lebih 25 lembar Rumput Pada Suka dengan tangkainya(30gram)

Cara :

-. Rumput dan tangkainya di potong – potong kurang lebih 3cm, di tambah 1 gelas air

-. Di rebus dengan panci tertutup dengan api kecil selama 7 menit. Setelah mendidih, di angkat kemudian di dinginkan namun tutup dan jangan di buka

-. Di blender kemudian di saring dengan di tambah 2 sendok makan madu, dosis untuk sekali minum

Aturan : Pagi – siang – malam

Pantangan :

-. Ayam dan telor ayam negeri serta kaldunya

-. Bakmi

-. Roti

-. Ikan asin

-. Terasi

-. Tauge

-. Kubis

-. Sawi putih

-. Nanas

-. Makanan yang bersifat panas seperti gorengan

Pencegahan : 1 minggu sekali di konsumsi

Perhatian : Tidak boleh merebus dengan panci alumunium

Pesan : Berdoa dan Senantiasa Berbuat baik.

Margianto/sumber: http://rumputpadasuka.blogspot.co.id/