BAWANG PUTIH SANGAT BERMANFAAT BAGI KESEHATAN & KECANTIKAN

BAWANG PUTIH SANGAT BERMANFAAT BAGI KESEHATAN & KECANTIKAN

VICTORIOUSNEWS.COM,-Pasti diantara kita sudah mengenal bumbu dapur yang satu ini. Bawang putih (Latin: Allium sativum), tidak hanya sekedar berguna sebagai bumbu dapur saja, melainkan manfaat bawang putih itu sangat banyak. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa bawang putih memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, baik untuk kesehatan, kecantikan, maupun untuk perawatan wajah. Read More

REFLEKSI VALENTINE’S DAY BAGI GENERASI MUDA KRISTEN

Setiap tanggal 14 Februari dikenal Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang. Namun sampai saat ini masih menjadi polemik—bukan hanya di kalangan generasi muda Kristen saja melainkan kaum lansia pun tak sedikit yang tidak setuju untuk merayakannya. Alasannya pun beragam. Ada yang berkata, Valentine’s Day itu tidak cocok dengan budaya Indonesia. Ada pula yang menilai merayakan hari Valentine itu sah-sah saja, asal tidak melakukan aksi yang melanggar etika budaya, moral dan budaya ketimuran. Read More

DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA, KONSPIRASI DAN TOLERANSI

VICTORIOUSNEWS.COM,-Dialog antar umat agama akhir-akhir ini semakin berkembang seiring dengan semakin kompleksnya kehidupan antara umat beragama. Dialog antar umat  beragama dipercayai sebagai solusi untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama.Adanya perbedaan prinsip dalam setiap agama memberikan peluang terjadi konflik. Konfilk antar umat beragama di Indonesia sudah sering terjadi seperti; Poso, Ambon, dan Sampit diyakini sebagai konfilk yang timbul akibat paham agama. Kita juga ingat peristiwa di Bekasi yang melibatkan umat beragama. Lalu benarkah dialog antar agama bertujuan untuk mangatasi konflik? Apa sebenarnya motif dan target dibalik isu ini? Ide mengadakan dialog antar agama secara internasional sudah muncul tahun 1932 dimana Prancis mengutus delegasinya untuk berunding dengan tokoh-tokoh agama di Kairo. Pertemuan tersebut dirancang untuk membicarakan mengenai ide penyatuan tiga agama (Kristen; Islam; Yahudi).  Read More

MUSYAWARAH BESAR PEMUKA AGAMA: BERKOMITMEN PERTAHANKAN NKRI & AMALKAN PANCASILA

VICTORIOUSNEWS.COM,-Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa yang digelar di Jakarta, selama tiga hari, Kamis-Sabtu (8-10 Februari), telah menghasilkan tujuh pokok rumusan, di antaranya pandangan dan sikap umat beragama tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. “Pemuka agama di Indonesia meneguhkan kesepakatan para pendiri bangsa, bahwa NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk terbaik dan final bagi bangsa Indonesia, dan oleh karena itu harus dipertahankan keutuhannya,”kata Din Syamsudin, Utusan Khusus Presiden Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, yang membacakan rumusan tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, hari Sabtu (10/2) petang.

Read More

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Mengutuk Keras Pelaku Kriminal di Gereja Lidwina

VICTORIOUSNEWS.COM,-Pasca terjadinya penyerangan dan penganiayaan terhadap Romo dan jemaat Gereja Lidwina Sleman, Yogyakarta, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo langsung mengujungi lokasi tersebut. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Sleman, Jogjakarta. Menurut Bambang seperti dilansir tempo, tindakan persekusi ataupun kekerasan terhadap seseorang tidak pernah dibenarkan dalam hukum maupun ajaran agama manapun. “Saya mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Priery yang menjadi korban penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman” ujar Bamsoet bersama Panglima TNI Minggu (11/2/2018).

Bamsoet juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan ini. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap upaya mengadu domba umat. “Masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya rukun dan guyub. Tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik kita melakukan tindakan kekerasan. Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan kondisi sosial politik maupun keagamaan,” tukas Bambang Soesatyo.

Bamsoet, meminta aparat kepolisian bergerak cepat agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini dengan kejadian sosial politik dan keagamaan. “Tindakan kriminal ini harus segera diproses hukum. Jika polisi tidak bergerak cepat, saya kuatir akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat kita sehinga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu,” jelas Bamsoet.

Bamsoet yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menilai situasi. Sehingga tidak akan mudah diadu domba. “Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat. Saya harap polisi bisa segera mengusut tuntas hal ini,” ujar Bamsoet.margianto/foto:istimewa

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS UMAT KRISTEN INDONESIA (MUKI) Terkait Tindakan Kekerasan di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Tindakan kekerasan bernuansa agama kembali terjadi di Indonesia kali ini di kota budaya Yogyakarta. Penyerangan yang dilakukan terhadap Pastor dan jemaat serta pembubaran kebaktian/ibadah Gereja Santa Lidwina Bedhog Trihanggo Sleman pada tanggal 11 Februari 2018 telah mencoreng kebhinnekaan, toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Dalam kejadian brutal tersebut Pastor yang memimpin misa Romo Edmund Pier SJ, sejumlah jemaat dan anggota kepolisian menjadi korban luka-luka karena bacokan.

Kejadian ini sangat memprihatinkan karena terjadi sehari setelah penutupan acara Musyawarah Besar Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan se-Indonesia yang menghasilkan rekomendasi salah satu diantaranya adalah perlu jaminan terciptanya stabilitas dan kerukunan umat beragama. Peristiwa penyerangan dan pembubaran kebaktian/ibadah di Sleman Yokyakarta tanggal 11 Februari 2018 adalah salah satu bentuk dari upaya-upaya untuk mencabik-cabik kebhinnekaan dan pada akhirnya membenturkan kelompok-kelompok umat beragama di Indonesia.

Mencermati kejadian-kejadian intoleransi bernuansa keagamaan sepanjang bulan-bulan awal tahun 2018 baik yang terjadi di Jawa Barat, Banten dan Yokyakarta telah mengganggu dan menggorogoti stabilitas, keamanan dan kerukunan umat beragama karenanya harus dilawan oleh seluruh rakyat Indonesia dengan tidak memberi ruang gerak dan kesempatan bagi pelaku-pelaku intoleran muncul di tengah-tengah masyarakat yang dapat merusak kebhinnekaan.

Pdt. Drs. Mawardin Zega., M.Th (Sekjen MUKI)

Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) sebagai organisasi kemasyarakat dari umat Kristen menyatakan pernyataan sikap seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal: Pdt. Drs. Mawardin Zega., M.Th melalui siaran persnya sebagai berikut:

Pertama, MUKI mengecam segala bentuk aksi kekerasan dan intoleransi yang merusak kebhinnekaan di Indonesia, dalam hal ini aksi kekerasan penyerangan Gereja yang baru saja terjadi di kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yokyakarta.

Kedua, MUKI turut berduka atas adanya korban-korbanluka-luka, baik Pastor yang memimpin misa, umat Katolik yang sedang beribadah dan aparat kepolisian.

Ketiga, MUKI menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melawan segala bentuk kekerasan dan intoleransi yang merusak kebhinnekaan dengan bergandengan tangan dalam kebersamaan, berdoa dan mempercayakan kepada Tuhan seluruh peristiwa yang sudah terjadi dan memohon senantiasa perlindungan-Nya.

Keempat, MUKI mendukung sepenuhnya tindakan pemerintah dan aparat keamanan, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengambil tindakan tegas dengan membasmi pelaku-pelaku kekerasan, kelompok-kelompok intoleran sampai keakar-akarnya agar peristiwa serupa tidak terulang lagi dan Indonesia tetap aman sentosa.

Kelima, MUKI menyerukan membangun dan menata ulang kebersamaan dan kerukunan umat beragama agar dapat tercipta stabilitas, tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional yaitu masyarakat yang adil dan beradab. margianto

Presiden Jokowi Dengan Tegas Menyatakan Konstitusi Menjamin Kebebasan Beragama

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Presiden Joko Widodo menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia menjamin kebebasan bagi tiap-tiap warga negara untuk memeluk dan beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Pernyataan yang juga terkandung dalam konstitusi negara tersebut sekaligus sebagai penegasan bahwa pemerintah tidak memberikan ruang bagi para pihak intoleran di negara Indonesia.

“Konstitusi kita menjamin kebebasan beragama. Oleh sebab itu, kita tidak memberikan tempat secuil pun pada orang-orang yang melakukan, mengembangkan, dan menyebarkan intoleransi di negara kita,” ujarnya di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang majemuk ini sesungguhnya sudah berpuluh tahun hidup berdampingan. Namun, perlu diakui bahwa karena keterbukaan informasi yang juga dialami sebagian besar negara lainnya peristiwa intoleran seperti penyerangan terhadap para pemuka agama yang belakangan ini terjadi dapat terus berulang. “Sekali lagi perlu saya sampaikan, tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita, Indonesia. Apalagi dengan cara-cara kekerasan. Berujar saja tidak, apalagi dengan kekerasan,” sambungnya seperti dikutip via Deputi Protokol, Pers & Media Sekretariat Presiden.

Untuk itu, terhadap sejumlah peristiwa tersebut, Kepala Negara telah menginstruksikan pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas dan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

“Saya sudah perintahkan kepada aparat untuk bertindak tegas dan negara menjamin penegakan konstitusi secara terus menerus dan konsekuen,” ucapnya. margianto

Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI): Rumusan Etika Kerukunan Yang Harus Ditaati Umat Beragama

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi rumusan pandangan dan sikap pemuka agama tentang etika kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, rumusan tersebut penting ditaati oleh umat beragama. “Saya amat bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas rumusan tersebut,” terang Menag usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima para pemuka agama di Istana Bogor, Sabtu (09/02). “Rumusan etika tersebut yang dirumuskan sendiri oleh para pemuka agama amat penting untuk ditaati oleh setiap umat beragama dalam menjalani kehidupan kemasyarakatan di tengah kemajemukan kita,” lanjutnya.

Lukman Hakim Saifuddin (Menag RI)

Tokoh Agama berkumpul dalam Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa. Kegiatan yang diikuti 250 pemuka agama dari berbagai daerah di Indonesia ini ditutup siang tadi.  Sore ini, mereka  diterima Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Ikut mendampingi Presiden saat menerima para tokoh agama, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-agama dan Peradaban Din Syamsuddin.

Menurut Menag, ada enam point penting yang telah dirumuskan. Rumusan itu menitikberatkan pada pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama. “Rumusan ini penting dipahami dan ditaati dalam menjaga kerukunan Indonesia yang majemuk,” tegasnya.

Berikut ini enam rumusan Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Etika Kerukunan Antar Umat Beragama:

  1. Setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa.
  1. Setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati.
  1. Setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa.
  1. Setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain.
  1. Setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/akidah/keyakinan dan praktik peribadatan agama lain.
  1. Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak menggangu kerukunan antar umat beragama.margianto/kemenag.ri